
Sementara itu di rumah sakit, terlihat keadaan dari Arthur yang begitu sangat kacau karena melihat wanita yang palingnya sayangi dalam hidupnya, tampak kesakitan di dalam sana.
"Pak Apa yang terjadi pada ibu Kenapa Ibu bisa seperti itu ?"tanya Arthur dengan lelehan air mata yang mulai membasahi pipinya. sungguh, laki-laki itu benar-benar tidak sanggup jika harus melihat raut wajah kesakitan dari wanita yang telah berhasil merawatnya sampai sebesar ini.
Bahrun yang mendengar pertanyaan dari putranya itu, seketika juga menggelengkan kepalanya.karena memang paruh baya itu tidak merasakan hal aneh yang terjadi pada selama ini mereka baik-baik saja.tapi kenapa baru sekarang Dia merasakan sakit yang luar biasa seperti itu ?baru juga merasa begitu aneh.
"Bagaimana dok apa yang terjadi pada istri saya ?"tanya Bahrun. saat dokter itu, baru saja keluar dari ruang perawatan milik Claudia.
"setelah kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Nyonya Claudia, Kami menemukan sebutir obat yang terkandung di dalam tubuh milik pasien."
__ADS_1
Kedua bola mata dari pasangan ayah dan anak itu, seketika membulat dengan sempurna saat mendengar penuturan dari dokter yang ada di hadapan mereka itu.
Mereka berdua, seketika saling tetap satu sama lain karena merasa hal ini adalah hal yang janggal. karena mereka berdua, tidak pernah meninggalkan Claudia seorang diri.tapi kenapa obat itu bisa masuk ke dalam tubuh milik Claudia?
"lalu apa yang harus kita lakukan dok ?saya mohon Tolong selamatkan Ibu saya saya akan bayar berapapun biayanya. yang terpenting bagi saya, wanita yang telah melahirkan saya itu benar-benar selamat dan sembuh."ucap Arthur dengan menggebu-gebu .
Dokter laki-laki yang kemungkinan seusia dengan ayahnya itu, seketika menganggukkan kepala dengan cepat kemudian melangkahkan kakinya untuk kembali ke dalam ruangan karena memang proses pemeriksaan itu belum selesai.
"sabar! semoga saja, kita bisa mengungkap semua kejanggalan-kejanggalan ini."ucap Bahrun memberikan semangat pada putranya itu.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu menegakkan tubuhnya menatap datar ke depan sana."sepertinya aku tahu siapa yang melakukan hal ini ."Arthur segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah parkiran Di mana mobilnya berada.laki-laki itu yakin seratus persen, bawa tebakannya itu tidak pernah salah ataupun meleset.
"jika memang benar kau yang melakukannya maka aku tidak akan pernah mengampuni mu Naima!"geram laki-laki itu Seraya mengepalkan tangannya kuat-kuat .
Kemudian tanpa pikir panjang lagi langsung melangkahkan kaki dan masuk ke dalam mobil.sementara tampak di belakang sana, terlihat Barun yang berlari mengejar putranya yang semakin menjauh dari tempat semula.
"hah! hah! bisa Gawat kalau ini semua terjadi."laki-laki itu berbicara Seraya menyentuh dadanya yang kembang-kempis akibat berlari mengejar putranya yang berjalan dengan tergesa-gesa itu.
"aku harus menyusul dia. bisa Gawat kalau hal ini dibiarkan terlalu lama."imbuh laki-laki paruh baya itu Seraya sebuah taksi yang kebetulan saja melintas di hadapannya.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan raut wajah cemas ditunjukkan oleh Bahrun. laki-laki itu benar-benar sangat khawatir saat ini