
Beberapa hari kemudian,....
Kondisi dari Arthur tak layaknya seperti mayat hidup. laki-laki itu hanya berdiam diri di dalam kamarnya. sementara semua anggota keluarganya, tidak ada yang mengetahui tentang kondisi laki-laki itu.
Karena semenjak pulang dari rumah kedua orang tuanya, Arthur memutuskan untuk segera mencari keberadaan dari Mikaila. namun sayangnya, wanita yang tengah mengandung itu tidak pernah diketahui keberadaannya oleh Arthur.
Tentu saja hal itu membuat laki-laki paruh baya itu, merasa sangat frustasi. Bahkan, Arthur telah mencari keberadaan Mikaila ke berbagai arah. namun tetap saja, wanita itu sama sekali tidak diketemukan keberadaannya.
"ke mana kamu sayang? aku sungguh-sungguh mengkhawatirkanmu."ucap laki-laki itu dengan nada yang sangat lirih. dan sesekali, laki-laki itu makan mengeluarkan bulir bening dari kedua matanya
Sungguh saat ini, Arthur benar-benar sangat menyesali perbuatannya. andai saja dirinya tidak menemui orang itu, andai saja dirinya tidak membiarkan wanita itu menyentuhnya, dan banyak lagi andai-andai yang disesali oleh laki-laki itu.
Namun pada kenyataannya, semua telah terjadi. nasi yang telah berubah menjadi bubur, tidak bisa lagi diubah seperti semula. yang hanya dapat diratapi oleh Arthur, hanyalah sebuah penyesalan.
tok tok tok
Ketukan dari luar pintu kamarnya, membuat fokus dari laki-laki itu seketika buyar. tak lama berselang, laki-laki itu melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Bu?"tanya Arthur menatap sendu ke arah wanita yang pernah berjasa melahirkannya itu.
"apa yang sebenarnya terjadi?"bukannya menjawab, wanita paruh baya itu justru malah balik bertanya Seraya melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar putra tunggalnya itu.
Tentu saja itu membuat Arthur yang mendengarnya, sejenak terdiam. laki-laki itu seakan ragu dengan apa yang akan ia ceritakan pada ibunya.
Melihat gelagat aneh dari putranya itu, membuat Claudia mengerti bahwa saat ini kondisi dari putranya sedang tidak baik-baik saja. dengan perlahan, wanita paruh baya itu menggenggam tangan dari laki-laki muda itu agar merasa lebih tenang dan siap untuk menceritakan semuanya.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya?"tanya Claudia dengan nada suara yang sangat lembut namun juga penuh dengan syarat menuntut yang sangat kentara.
"di..dia kembali."ucap laki-laki itu dengan nada suara terbata-bata dengan tubuh yang sedikit gemetar.
"siapa?"tanya wanita paruh baya itu menatap dalam ke arah wajah dari Putra tunggalnya itu.
"Naima!"sahut Arthur dengan cepat. tentu saja hal itu membuat Claudia yang mendengar itu, seketika membelalakkan kedua matanya.
"ceritakan semuanya dengan baik tanpa ada yang ditutup-tutupi!"ucap laudya dengan nada suara yang mulai dinaikkan sedikit. membuat laki-laki itu, sakit merasa takut dengan apa yang akan dilakukan oleh wanita paruh baya itu.
Dengan perlahan tapi pasti, Arthur mulai menceritakan semuanya pada wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu.
plak
" kau sungguh-sungguh keterlaluan Arthur!"ucap wanita itu dengan nada suara yang bergetar hebat karena menahan sesak dalam dadanya.
"maafkan aku Bu, aku tidak bermaksud untuk melukai hati Mikaila. sekarang, tolong bantu aku. bantu aku untuk mencari keberadaan wanita yang aku sayangi. aku tidak ingin, kembali kehilangan wanita yang pernah berharga dalam hidupku."ucap laki-laki itu mencoba untuk membujuk wanita paruh baya yang ada di hadapannya saat ini.
Claudia yang awalnya sangat marah, perlahan-lahan mulai membaik. wanita paruh baya itu mencoba untuk berada di posisi Arthur. bagaimana sikap yang akan ia ambil seandainya dirinya mendapati masa lalu yang masih sangat melekat pada hatinya datang kembali? Tentu saja itu tidak akan pernah muda bukan?
"kalau begitu, kita cari dia di kediaman keluarganya!"putus Claudia pada akhirnya.
Arthur yang mendengar itu, seketika menggelengkan kepala."aku tidak mau. aku takut, mereka membenciku."ucapnya Seraya menundukkan kepala.
Jujur Saja, saat ini Arthur dihinggapi rasa takut yang luar biasa. bagaimana jika sampai kedua orang tua dari Mikaila tahu tentang apa yang ia dan wanita itu alami, tentu saja mereka tidak akan pernah terima.
__ADS_1
Apalagi jika mereka tahu bahwa Arthur sempat merasa tergoda dengan kedatangan wanita itu. pasti, mereka akan semakin merasa tidak terima dengan semua itu.
"Ya sudah! kalau begitu, kita cari dulu keberadaan istrimu tanpa melibatkan keluarga dari mertuamu itu."ucap Claudia bangkit dari tempat duduknya.
Hati wanita paruh baya itu juga merasa sangat cemas saat mendengar penuturan dari Putra semata wayangnya itu. Karena bagaimanapun juga, Claudia telah benar-benar menyayangi Mikaila. wanita paruh baya itu tidak ingin, menantu kesayangannya itu pergi meninggalkan Arthur dan juga dirinya. dan Claudia tidak ingin, putranya kembali rapuh seperti ditinggalkan oleh Cinta pertamanya.
Arthur yang mendengar itu, segera menganggukkan kepala. laki-laki itu segera bersiap-siap akan mencari keberadaan wanita yang sangat ia cintai. bahkan Arthur berjanji, akan mencari keberadaan wanita itu sampai ke ujung dunia sekalipun.
****
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang wanita yang berpakaian sangat glamour tengah berjalan ke sana kemari dan seperti tengah memikirkan sesuatu.
"kenapa tatapan mata Arthur seperti tidak memiliki perasaan padaku?"tanya orang itu yang tak lain adalah Naima.
Wanita cantik itu kembali memutar otaknya untuk mengingat bagaimana reaksi dari Arthur saat pertama kali bertemu dengannya. awalnya, Naima merasa sangat bahagia saat melihat Arthur diam saja saat ia pelukan. namun setelah itu, wanita yang terlihat sangat berkelas itu merasa sangat geram saat melihat penolakan dari laki-laki itu.
Seketika itu pula, terbersit perasaan bersalah dan juga penyesalan dari wanita itu. karena pernah meninggalkan laki-laki itu dengan sengaja. hal itu tidak pernah terjadi, mungkin saja dirinya masih bersama dengan laki-laki yang sangat ia cintai itu.
Hanya karena obsesi semata, dirinya rela meninggalkan laki-laki yang sangat tulus mencintainya.
"sungguh aku benar-benar menyesal karena telah meninggalkanmu. aku ingin, kita kembali seperti dulu, Sayang."ucap wanita itu Seraya memejamkan mata. dan tak terasa, air mata dari wanita itu jatuh membasahi kedua pipi mulusnya.
Tak lama berselang, wajah wanita itu terangkat. setelah sebelumnya, menundukkan kepala karena merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan dulu.
"aku akan merebutmu. bagaimanapun caranya."setelah mengatakan hal itu, wanita yang bernama Naima itu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan dengan langkah anggun menuju ke kamar pribadinya. sungguh, obsesi wanita itu sangatlah besar. hingga menutup akal sehatnya.
__ADS_1