
Saat ini Arthur dan juga Debby tengah berada di dalam mobil milik laki-laki itu. dan tampaknya, sepasang kakak beradik sepupu itu tengah membahas tentang bagaimana cara untuk masuk ke dalam rumah sakit itu. apalagi mereka berdua melihat dengan jelas, bagaimana keamanan yang ditunjukkan oleh keluarga Wardani.
Membuat Arthur yang melihat itu, beberapa kali menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, membuangnya kasar.
Sementara Debby sendiri, wanita itu hanya terdiam. karena jujur Saja, dirinya masih merasa kesal dengan tingkah laku yang ditunjukkan atur terhadap Mikaila. namun di satu sisi, wanita itu juga merasa sangat kasihan terhadap sepupunya itu.
"sekarang biar aku yang turun. kamu tunggu di sini saja."perintah wanita itu Seraya membuka pintu mobil milik Arthur.
"jangan lupa pasang CCTV dan juga alat perekam. supaya kamu tahu apa yang aku bicarakan dengan Mikaila di dalam nanti."sambungnya sebelum benar-benar pergi dari sana.
Wanita itu melangkahkan kakinya untuk menuju salah satu kamar rawat VVIP yang telah diketahui oleh Debby sebelumnya. pasti diantara kalian ada yang bertanya bagaimana caranya dia tahu di mana keberadaan Mikaila? tentu saja, wanita itu memerintahkan beberapa orang keserunya untuk mencari informasi itu.
Karena memang pihak dari keluarga Wardani tidak menutup diri dari siapapun. mereka hanya berjaga-jaga dari keluarga Stanley. karena dirasa, salah satu dari anggota keluarga itu sedikit membuat keluarganya terancam.
Tak membutuhkan waktu lama. karena pada akhirnya, wanita itu menemukan Di mana keberadaan ruangan yang ditempati oleh Mikaila.
"dia sudah kutemukan."lapor wanita itu menggunakan earphone yang terpasang di telinganya dan juga alat semacam CCTV yang terpasang di ponselnya.
("Bagus! kalau begitu, tolong dekati Mikaila dan tanyakan apa yang mengganjal dalam pikiranku.")
"kau yakin jika dia akan mau membuka diri dan mengatakan semuanya padaku? bukankah dia tahu jika kita itu adalah sepupu?" tanya Debby sedikit memancing.
("sebenarnya, aku sedikit merasa tidak yakin dengan semua itu. Tapi, bukankah Tidak ada salahnya jika kita berusaha terlebih dahulu?")
"baiklah! kalau begitu, akan aku coba."setelah mengatakan hal itu, Debby segera masuk ke dalam ruangan VVIP tersebut. yang kebetulan di dalam sana, tidak ada siapapun yang menjaga. namun setelah wanita itu mengedarkan pandangannya, dirinya salah besar. Karena pada dasarnya, ada seorang yang tengah menjaga Mikaila. namun orang itu tengah terlelap.
__ADS_1
Tak lama berselang, terlihat Mikaila yang mulai mengerjapkan matanya perlahan. dan setelah kedua bola matanya membuka sempurna, wanita itu baru menyadari kedatangan seseorang. dan di saat wanita itu ingin membuka mulutnya, Debby dengan segera menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir. Mengisyaratkan, jika wanita jangan bersuara.
Pada awalnya, Mikaila ingin sekali protes. apalagi saat wanita itu menyadari bahwa orang yang berdiri di hadapannya saat ini, adalah sepupu dari suaminya. namun, saat Mikaila melihat pancaran ketulusan yang ditunjukkan oleh Debby. pada akhirnya, wanita yang tengah mengandung itupun, menurut.
Kemudian dengan bahasa isyarat, Debby memerintahkan Mikaila untuk mengusir orang yang tengah duduk dan memejamkan mata di atas sofa itu. dan Mikaila pun menurut.
"Adit." panggil wanita hamil itu pada sang sepupu. dan membuat si pemilik nama, seketika membuka mata. dan di saat itulah, Debby memutuskan untuk bersembunyi.
"ada apa Mikaila?"tanya laki-laki itu dengan langkah mendekat ke arah ranjang yang ditempati oleh wanita hamil itu.
"bisa tolong belikan aku makanan yang segar-segar?"Mikaila meminta tolong pada sepupunya.
"boleh saja tapi apakah diizinkan dengan dokter?"
"pasti dibolehkan apalagi ini ngidam."
Dan setelah memastikan Aditya pergi, wanita hamil itu segera meminta Debby untuk mendekat.
"Ada perlu apa kau datang kemari?"tanya wanita hamil itu dengan nada datarnya. namun hal itu semakin membuat auranya semakin mencekam.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu."jawab wanita itu Seraya duduk di samping Mikaila.
"tentang apa?"
"tentang Arthur."
__ADS_1
Seketika, wajah dari mikayla pun berubah. menyiratkan, bahwa wanita itu masih sangat tidak menyukai sepupunya itu.
"kamu jangan salah paham dulu. mungkin saja, apa yang dilakukan oleh Arthur itu karena dia sangat menyayangimu." entahlah Debby sendiri pun tidak tahu apakah perkataannya ini benar atau tidak. tapi yang jelas, wanita itu berusaha keras untuk memberikan pengertian pada istri sepupunya itu.
"sangat menyayangi tapi melakukan suatu hal sampai menyakiti istri dan juga calon anaknya?"sindir Mikaila tepat sasaran.
Membuat Debby yang mendengar itu, seketika menghela nafas panjang."apakah kamu masih memiliki dendam pada suamimu itu?"tanya wanita itu dengan hati-hati.
Sementara Mikaila, wanita itu hanya terdiam. menandakan bahwa hatinya masih belum bisa tersentuh oleh penjelasannya.
"Ya sudah kalau begitu. yang terpenting, aku sudah mengatakan sesuatu yang memang merupakan kebenarannya."setelah mengatakan hal itu, Debby memutuskan untuk pamit dari sana.
Sepeninggal Debby dari ruangan itu, suasana berubah menjadi sangat hening. karena Mikaila, mendadak terdiam dengan pikiran yang menerawang jauh.
"aku tidak boleh lemah. karena memang sepertinya, Mas Arthur masih memiliki perasaan dengan wanita itu. dan aku tidak ingin merasakan sakit yang berkepanjangan."ucap wanita itu pada dirinya sendiri.
Tanpa disadari ada seseorang yang mendengar percakapannya dengan Debby. siapa lagi orang itu jika bukan Aditya. jangan kalian kira laki-laki itu adalah laki-laki bodoh yang tidak tahu mengenal tentang apa yang terjadi di ruangan sepupunya itu.
Sebelum dirinya meninggalkan ruangan itu untuk membelikan makanan pada Mikaila, laki-laki itu sudah melihat keberadaan seseorang di balik lemari di dekat ranjang pasien. namun laki-laki itu bersikap biasa saja seolah dia tidak tahu.
Aditya juga tahu bahwa wanita itu adalah sepupu dari Arthur. karena sekali lagi sepupu dari Mikaila itu bukanlah laki-laki bodoh yang akan percaya percaya saja dengan sebuah argumentasi yang dilontarkan oleh seseorang. hanya saja, Aditya merasa tidak memiliki wewenang untuk melakukan sesuatu. karena memang, bukan orang yang mengalaminya secara langsung.
"eh, Dit. sudah datang, Mana pesananku?"tanya wanita hamil itu saat tidak sengaja melihat keberadaan sepupu laki-lakinya itu. dengan segera merubah ekspresi wajahnya.
"are you okay?"tanya laki-laki itu Seraya mengusap lengan milik Mikaila.
__ADS_1
Lantas wanita itu pun menganggukkan kepala."aku baik-baik saja kau tidak usah khawatir."ucapnya Seraya tersenyum simpul. Aditya hanya menganggukkan kepala tanpa mempertanyakan apapun. sesaat membuat Mikaila sedikit heran. karena memang, Adit bukanlah tipe orang yang selalu terdiam seperti itu. dia adalah tipe laki-laki yang sangat cerewet. apalagi jika di dekat keluarganya.