Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~bab 126


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,...


Makanan yang mereka buat, telah jadi. dan tak lama berselang, makanan-makanan itu, telah di sajikan dengan begitu baiknya.


Tak lama berselang, semua orang di keluarga Fandy, memutuskan untuk segera menikmati makanan itu yang telah disediakan oleh Mikaila.


Wanita itu seketika langsung tersenyum simpul saat mereka semua menyantap makanan buatannya Dengan begitu lahapnya.


"makanan kamu benar-benar sangat nikmat."puji salah seorang keluarga dari Fandy itu.


Wanita itu tampak tertegun sesaat karena melihat bagaimana respon yang ditunjukkan oleh keluarga dari Fandy. karena pada awalnya Mikaila sempat merasa, bahwa keluarga itu tidak akan pernah menerimanya.


"Jadi bagaimana? apakah kalian sudah benar-benar siap untuk menikah?"tiba-tiba saja, Ratih bertanya seperti itu. membuat Mikaila yang baru saja menyantap makanan dan memasukkan ke dalam mulut, seketika tersedak.


Uhuk uhuk uhuk


Fandy dengan sigap langsung memberikan air putih yang ada di hadapannya pada Mikaila. dan tak lama berselang, laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu menatap ke arah sang ibu dengan tatapan yang begitu tajam.


Ratih yang melihatnya, seketika menaikkan satu alisnya."kenapa? Mama ada salah?"tanya wanita paruh baya itu dengan raut wajah bingungnya.


Perasaan, dia hanya bertanya tentang masalah yang tengah mereka bahasa saat ini. bukankah itu hal yang wajar? lalu kenapa respon dari Fandy seperti itu? sungguh sangat membingungkan sekali.


Fandy yang mendengarnya, tanpa menghembuskan nafasnya perlahan. kemudian tak berselang lama, laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu segera menatap ke arah Mikaila dengan tatapan meminta persetujuan. dan setelah mendapatkan respon itu, Fandy segera meletakkan sendok dan juga garpu. kemudian dengan segera menetap ke arah orang-orang yang juga saat ini tengah menatapnya.


"kami akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini." beritahu laki-laki itu pada semua orang.


Tentunya Hal itu membuat orang-orang yang ada di sana, menganggukkan kepalanya. karena memang mereka sudah diberitahu oleh laki-laki itu sebelumnya. bahkan Ratih sendiri, sudah sempat diwanti-wanti oleh Fandi agar tidak mengacau. atau Moza akan dibawa oleh laki-laki itu pergi menjauh dari sana.


Sontak saja Ratih ketika menolak. wanita paruh baya itu lebih memilih untuk menerima pernikahan Fandy dan juga Mikaila daripada harus kehilangan Moza. karena bocah kecil berusia 2 tahun itu sudah seperti nyawanya sendiri.

__ADS_1


Walaupun sampai saat ini, keluarga dari Fandi belum mengetahui siapa jati diri Musa yang sebenarnya. entah bagaimana nanti respon yang akan diterima oleh mereka semua saat mengetahui fakta itu.


"baiklah kami semua setuju! kalian akan menggunakan konsep bagaimana nantinya?"tanya Ratih menatap ke arah Putra dan juga calon menantunya itu secara bergantian.


Mikaila dan Fandy yang mendengar itu, seketika saling pandang satu sama lain dan tak lama berselang, tersenyum seraya menatap ke arah Ratih kembali.


"terserah Ibu saja!" seru mereka berdua secara bersamaan.


Membuat wanita paruh baya itu, seketika terdiam dengan pandangan menatap ke arah Mikaila dan juga Fandy, secara bergantian.


"kalian yakin, mau menyerahkan semuanya kepada Ibu?" tanya wanita paruh baya itu sekali lagi.


Fandy dan juga Mikaila yang mendengarnya, seketika kembali mengangguk cepat.


"kami serahkan semua pada Ibu. karena semua pilihan Ibu, pasti yang terbaik.


****


Membuat Oma Juwita, Bahrun dan juga Arthur sendiri, semakin merasa frustasi. tiga manusia berbeda generasi itu seakan mengangkat kedua tangannya karena sudah merasa tidak sanggup dengan apa yang dilakukan oleh dua wanita itu.


"pokoknya sampai kapanpun juga, Arthur tidak boleh pergi ke mana-mana dia harus tetap berada di sini!"ucap Claudia dengan tegas tidak bisa dibantah.


"dan aku sama sekali tidak akan mempedulikan akan hal itu!"Naima mengatakan dengan nada yang tak kalah tegasnya dari wanita paruh baya itu.


"kenapa semuanya menjadi seperti ini? rumah kita seakan tidak merasa tenang karena pernikahan keduamu ini?"tanya Oma Juwita Seraya mendudukkan dirinya dengan begitu lemas.


Sementara Arthur sendiri, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu juga merasakan pusing luar biasa akibat apa yang dilakukan oleh kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini.


"aku benar-benar sudah merasa sangat pusing!"setelah mengatakan hal itu, Arthur segera pergi dari sana entah ke mana tujuan laki-laki itu. yang jelas saat ini, dirinya hanya ingin menenangkan diri sendiri.

__ADS_1


"kita ke tempat biasa."beritahu laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu pada sopir pribadinya.


"baik tuan muda."Doni menganggukkan kepalanya dengan hormat. dan setelah itu, mobil segera melaju dengan kecepatan sedang untuk menuju ke suatu tempat yang telah disepakati oleh mereka berdua.


*****


Saat ini, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu telah sampai di depan sebuah danau buatan yang begitu cantik dan juga mempesona.


"Kau boleh pergi Don."perintah laki-laki itu pada sopir pribadinya.


"baik Tuan! kalau begitu, saya permisi dulu!"


"hmmm."


Arthur tanpa memejamkan matanya saat merasakan angin yang begitu segar menerpa kulit Dan juga wajahnya.


"kenapa kehidupanku menjadi seperti ini ya Tuhan?"tanya laki-laki itu entah pada siapa. karena memang, di tempat seperti ini hanya ada dirinya dan juga tidak ada orang lain.


Setelah merasa tenang, pada akhirnya Arthur memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya itu. dan tak lama berselang, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu teringat akan sesuatu.


"dulu setelah dari tempat ini, aku memutuskan untuk menuju ke warung bambu. warung yang menjadi saksi bisu pertemuanku bersama dengan Mikaila."setelah mengatakan hal itu kedua sudut bibir dari laki-laki itu membentuk sebuah senyuman yang begitu sangat manis.


Tes.


Beberapa saat kemudian, lelehan air mata itu membasahi wajah tampan milik Arthur. karena memang laki-laki itu sangat merindukan sosok wanita yang pernah menjadi kesayangannya. atau bahkan mungkin tetap menjadi kesayangannya sampai saat ini.


Karena kenyataannya, laki-laki itu tidak bisa berpaling dari Mikaila kepada siapapun. termasuk juga kepada Naima. wanita yang pernah membuatnya melakukan hal-hal bodoh bahkan sampai prahara rumah tangganya pun karena dia yang terlalu bodoh mengikuti kata hati palsunya itu.


"aku benar-benar sangat merindukanmu Mikaila." gumamnya Seraya tersenyum getir.

__ADS_1


__ADS_2