
Beberapa hari kemudian,....
Kondisi rumah tangga dari Arthur semakin lama semakin memprihatinkan. bagaimana tidak memprihatinkan, jika isinya hanyalah sebuah pertengkaran dan saling menyakiti satu sama lain. contohnya seperti saat ini.
"pokoknya aku mau di sini saja titik tidak pakai koma!"tegas Arthur Seraya menatap tajam ke arah wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan tajam juga.
"dan sudah berapa kali aku bilang, aku sama sekali tidak memperdulikan akan hal itu. lebih baik, Sepertinya kita pindah saja dari sini daripada selalu mengulur-ngulur waktu. karena hal itu sama sekali tidak ada pengaruhnya untukku!"
prang!
Naima seketika membanting yang ada di tangannya. hingga benda yang terbuat dari besi itu, seketika berbunyi nyaring saat berhadapan dengan meja kaca.
Hal itu membuat semua orang yang ada di sana, ketika memejamkan mata karena merasa terkejut luar biasa. bahkan Oma Juwita sekalipun, harus memejamkan mata dan tak lama berselang memijat dadanya yang terasa berdenyut akibat rasa terkejut yang luar biasa itu.
"istrimu ini benar-benar keterlaluan Arthur!"ucap Claudia yang sudah merasa tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh menantu barunya itu.
"sabar dulu Bu, beri aku jalan untuk bisa membuat semua ini kembali seperti dulu lagi. aku janji setelah ini, hubungan kita akan baik-baik saja dan kita juga akan bisa kembali seperti dulu lagi."Arthur berjanji dengan bersungguh-sungguh.
Claudia yang mendengar itu seketika melengos keras. wanita paruh baya itu benar-benar merasakan sakit hati luar biasa saat ini karena mendapatkan perlakuan yang begitu buruk dari wanita yang berstatus sebagai menantunya itu.
bukankah seharusnya wanita itu memiliki sopan santun terhadapnya? Karena bagaimanapun juga dirinya adalah seorang wanita yang telah melahirkan lelaki yang sangat ia cintai. tapi, kenapa sekarang malah seperti ini ?seperti tidak ada sopan santunnya terhadap ibu yang telah melahirkan suaminya itu.
Apakah ini semua adalah sebuah karma karena dulu dia pernah membenci Mikaila? itu memang benar adanya, sungguh kau dia benar-benar minta maaf untuk hal itu. dia melakukan hal itu karena dulu sedikit merasa terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh Citra. tapi setelah melihat dan juga mengenal Mikaila, wanita paruh baya itu sama sekali tidak pernah lagi merasakan hal itu.
__ADS_1
"Ibu mau ke mana?"tanya Arthur yang melihat wanita paruh baya kesayangannya itu seperti hendak bangkit dari tempat duduknya.
"Ibu sudah tidak merasa nafsu makan lagi semuanya sudah lenyap begitu saja."sahut wanita itu Seraya melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu.
****
Sementara itu di dalam kamarnya, terlihat Naima yang tengah marah-marah tidak jelas. wanita yang memiliki ambisi besar itu saat ini tengah murka. karena Lagi Dan Lagi, harus dikalahkan dengan sosok wanita lain. akan hal itu Neymar tidak akan pernah terima.
"aku harus mencari cara agar bisa melenyapkan wanita itu! Arthur harus menjadi milikku selamanya!."ucapnya penuh dengan berkat yang luar biasa.
Ceklek
Wanita itu menoleh ke arah sumber suara saat mendengar pintu kamarnya dibuka dari luar. namun tak lama berselang, Naima menatap ke arah lain. karena wanita itu, sama sekali tidak ingin melihat raut wajah dari suaminya. karena hatinya masih sangat kesal dan juga dongkol untuk saat ini.
Hal itu semakin membuat nayma merasa begitu kesal. langkah secepat kilat wanita itu langsung menarik tangan dari Arthur yang ingin melangkah pergi dari sana.
"mau ke mana kau!"tanya Naima dengan nada suara yang begitu ketus. sementara Arthur sendiri, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, hanya menatap sekilas ke arah wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
Tak lama berselang, laki-laki itu segera menepis kasar tangan dari Naima."kenapa kau melakukan hal itu?"tanya laki-laki itu dengan tatapan yang begitu tajam.
"memangnya aku melakukan hal apa?!"bukannya menjawab naimah justru malah balik bertanya membuat raut wajah dari Arthur mendadak menjadi kesal.
"jangan pernah kau lakukan hal buruk terhadap wanita kesayanganku. jika kau melakukan hal itu, maka siap-siaplah kau akan hancur!" desis laki-laki itu Seraya pergi dari sana.
__ADS_1
"aaaaarrgghhh! sialan kau Arthur! Awas aja aku akan menghancurkan orang-orang yang telah berani mengusikku!"teriak wanita itu seperti Tak ubahnya seorang yang tidak memiliki akal sehat.
Miris memang! ketika seseorang yang berpendidikan tinggi dihadapkan dengan rasa cinta dan juga obsesi yang cukup besar. sehinggalah rasa itu mendarah daging dan membuat hati dari orang itu tidak lagi berfungsi dengan baik. sekarang ini contohnya adalah Naima. wanita itu adalah wanita yang berpendidikan tinggi. namun dapat melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu hal yang ia inginkan.
*****
Sementara itu di tempat lain terlihat semua keluarga dari Mikaila tengah berbincang-bincang dengan seorang laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya. siapa lagi orang itu jika bukan Fandy.
Yap. hari ini Fandy akan kembali mempertemukan dua wanita itu dalam satu waktu. tentunya sudah mempersiapkan semuanya.
Bahkan laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu sampai rela mengancam ibundanya sendiri jika tidak merestuinya bersama dengan Mikaila, maka laki-laki itu akan melarikan diri bersama dengan Moza. dan hal itu tentu saja membuat Ratih merasa tidak terima. Karena bagaimanapun juga, mereka berdua sudah sangat begitu dekat. dia merasa tidak rela saja jika harus kehilangan bocah kecil itu yang sudah menjadi penyemangat hidupnya.
"itu Mikaila-nya sudah siap!"seru Ruri dengan begitu semangat Seraya menunjuk ke arah ujung tangga di mana wanita cantik itu berada.
Sontak saja semua orang yang ada di sana menatap ke arah sana. mereka semua tampak terpukau saat melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Dia benar-benar sangat cantik!"ucap mereka semua dengan nada yang begitu kompak.
Membuat Mikaila sendiri, ketika menundukkan kepala karena sudah merasa tidak kuat dengan pujian yang dilakukan oleh keluarganya itu.
Dengan perasaan was-was, wanita cantik itu melangkahkan kakinya dengan anggun untuk menghampiri Fandy yang masih terpukau menatapnya.
"ekhem."suara deheman keras itu, membuat lamunan dari laki-laki yang memiliki tanda lahir di lengannya itu tersadar. dan hal itu sukses membuat nenek Kamila dan juga Ruri seketika terkekeh Kelan saat melihat reaksi yang ditunjukkan oleh laki-laki itu.
__ADS_1
"Dia benar-benar sangat menggemaskan!"ucap wanita paruh baya itu merasa gemas sendiri.