
seketika itu pula orang-orang yang melihat tingkah laku dari Arthur itu sontak saja menggelengkan kepalanya.
"dasar drama King!"cibir Claudia Seraya memutar bola mata malas.
Setelah mereka berbincang-bincang cukup lama. pada akhirnya, para tim medis itu segera memerintahkan mereka untuk segera pulang karena Claudia dalam keadaan baik-baik saja.
"Terima kasih atas pertolongannya dok."mereka semua menyempatkan diri untuk bersalaman pada orang-orang itu.
Dan setelah semuanya selesai Arthur mengajak keluarganya itu untuk mengunjungi sebuah restoran yang ada di pinggir jalan.dan disaat itulah Arthur bullyiat akan sesuatu hal. karena di tempat seperti itu, dia perkenalan dengan wanita cantik bernama Mikaila. perkenalan itu pun berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. dan hal itu, sukses membuat Arthur terasa sangat bahagia.
Namun sayangnya, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. karena semuanya sudah berakhir dengan perpisahan yang begitu menyakitkan.
"jangan terlalu dipikirkan semua itu tidak lepas dari peran tangan Tuhan." ucap Oma Juwita menepuk bahu milik laki-laki yang berstatus sebagai cucunya itu.
__ADS_1
Arthur yang mendengar itu, seketika menganggukkan kepala. kemudian, melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan itu.
Semakin lama, suasana di dalam tempat itu semakin mirip dengan tempat yang pernah mereka datangi. namun beberapa kali, laki-laki Itu tampak mengkilekan kepalanya.
"tidak mungkin ini adalah warung bambu milik laki-laki itu pasti ini hanya perasaanku saja."gumamnya Seraya menggelengkan kepalanya.
Puk
"loh, mas?ternyata ini memang benar-benar Mas. saya pikir, tadi hanya mirip saja.Bagaimana keadaannya ? Apa kabarnya berjodoh dengan wanita galak itu di mana dia sekarang ?"
Sialan!
Batin Arthur mengeram kesal dengan tatapan matanya yang terasa sangat mengerikan. sekuat tenaga, laki-laki itumencoba untuk menahan dan arahnya.
__ADS_1
Namun karena terlanjur merasakan sesak yang luar biasa,pada akhirnya Arthur memutuskan untuk pergi saja dari sana aku kabari orang-orang yang memang telah masuk ke dalam restoran itu.Arthur hanya memberikan pesan singkat pada sang ayah untuk menyusulnya yang sudah berada di dalam mobil.
"kenapa kamu tidak ingin makan di tempat itu? apakah ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?"Claudia datang-datang langsung menghampiri laki-laki itukemudian memberikan beberapa kali pertanyaan yang Hal itu membuat Arthur semakin merasa pusing luar biasa.
"Claudia, Kenapa kau malah membuat putramu menjadi pusing ?" kesal Oma Juwita menatap ke arah menantunya itu dengan tatapan tajam.
Claudia yang mendengar penuturan dari wanita sepuh pemilik Tahta tertinggi di dalam kediaman keluarga Stanley itu, seketika langsung membungkam mulutnya rapat-rapat.dan pada akhirnya memutuskan untuk duduk di samping sang suami.
Sementara Arthur sendiri, laki-laki yang memiliki tahi lalat di hidungnya itu, masih tetap diam dengan pandangan mata lurus ke depan.
Tak ada yang berani untuk mengganggu laki-laki itu jika sudah dalam keadaan seperti ini. karena dapat dipastikan, orang yang mengganggu, pasti akan bernasib sial.
'hatiku bisa menjadi remuk redam seperti itu setelah bertemu dengan laki-laki tua itu'batin Arthur bertanya-tanya dengan raut wajah yang tidak mengerti dan tidak habis pikir dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1