Pura-pura Menikah

Pura-pura Menikah
PPM~Bab 45


__ADS_3

Saat ini, Mikaila tengah merintis usaha yang merupakan hobinya semenjak kecil. yaitu membuat makanan dan minuman yang menjadi trending topic di suatu tempat. dan kebetulan saat ini, di tempat yang telah ditinggali oleh Mikaila itu, adalah es cincau susu dan juga kue lapis santan.


Maka dari itu, wanita yang tengah berbadan dua itu, mencoba untuk peruntungan dan peluang di tempat barunya itu. siapa tahu saja kan, dirinya menemukan tempat pencaharian di tempat itu. semua orang tidak ada yang tahu tentang kemungkinan yang akan terjadi.


Saat ini, Mikaila tengah duduk di depan pintu masuk sebuah kedai yang memang disewa untuk usaha kecil-kecilannya itu. sementara yang ada di kota kelahirannya sana, Mikaila sudah sedikit tidak memperdulikannya. mungkin karena efek rasa sakit hati yang masih begitu dalam dirasakan oleh wanita itu kepada suaminya.


"permisi Nona, apakah kedainya masih buka?"tanya salah seorang pelanggan Seraya melambaikan tangannya tepat di hadapan wanita itu. hingga membuatnya, sedikit tersentak kaget.


"e... eh maaf. tadi masnya mau pesen apa?"hanya wanita itu gelagapan.


"apakah es cincaunya masih ada?"tanya laki-laki itu Seraya memperhatikan raut wajah dari wanita yang ada di hadapannya itu.


"oh ada Mas. Masnya mau pesan berapa?"tanya wanita itu dengan sedikit memaksakan senyumannya.


"10 gelas saja."jawab orang itu singkat.


Tanpa pikir panjang lagi Mikaila segera menuruti permintaan dari laki-laki itu.'kenapa aku masih memikirkan laki-laki itu? Mungkin saja, dia sekarang sudah bersama dengan mantan terindahnya.' tiba-tiba saja, Mikaila merasa sangat kesal jika harus mengingat tentang pemandangan yang menyesakkan dada hari itu.


"sudahlah untuk apa juga aku memikirkan sesuatu yang menurutku tidak penting ini. toh Dari awal juga, pernikahan ini adalah pernikahan pura-pura! Jadi mungkin saja selama ini Mas Arthur masih memerankan peran itu. dan setelah bertemu dengan cinta sejatinya, semuanya akan berakhir!"ucapnya Seraya menundukkan kepala.


Dari nada bicaranya itu, tergambar jelas jika Mikaila saat ini tengah mengalami sakit hati yang luar biasa. namun, wanita itu harus tetap menguatkan diri dan hatinya demi anak yang ada dalam kandungannya saat ini.


"kenapa kamu melamun seperti ini?"Mikaila seketika terjingkat. saat menyadari, bahwa ada seseorang yang berdiri tepat di hadapannya.

__ADS_1


"Mbok Martha, ngagetin aja!"seru wanita itu pelan. namun tak lama berselang, wanita yang tengah berbadan dua itu tersenyum lebar. karena hari ini, ada seseorang yang membantunya dalam mencari rezeki.


Memang selama ini, mikayla masih mendapatkan jatah bulanan dari Arthur dan juga Winarto. selaku ayah dan juga suami dari wanita itu. namun tidak bisa dipungkiri bahwa Mikaila masih merasa malu.


Sudah tidak bersama dengan orangnya, untuk apa menerima bantuannya kembali. dasar manusia tidak tahu malu. pikir Mikaila.


Tanpa terasa, usaha yang terbilang sangat mendadak itu, telah habis tidak tersisa hanya dalam waktu satu hari saja. dan Hal itu, membuat Mikaila merasa sangat senang.


"tuh kan Mbok, Tidak ada salahnya juga kita berusaha. buktinya saja, dagangan Kita habis."ucap wanita itu dengan penuh senyuman.


"hmm sebenarnya sih Mbok sukanya kamu diam diri di rumah saja. Lagi pula, Mbok merasa ikhlas menolong kamu. tidak dibayar tidak apa-apa. asalkan, Mbok bisa terus bersama dengan kamu."ucapnya tersenyum lebar.


Sontak saja, wanita yang tengah berbadan dua itu jadi teringat akan sesuatu. bagaimana awal mula mereka bertemu. pada awalnya, Mikaila mengira, bahwa Mbok Martha, adalah seorang tunawisma. namun setelah mengenal wanita paruh baya itu, Mikaila baru mengetahui jika Martha adalah seorang yang ditinggalkan oleh keluarganya begitu saja tanpa ada yang ingin merawatnya.


"bagaimanapun juga, Mbok Martha harus mendapatkan hak semestinya. karena selama berada di sini, Mbok Martha sudah merawatku dengan sangat baik. dan sudah semestinya, aku memberikan apresiasi berupa gaji yang layak."ucapnya penuh dengan ketulusan.


Mendadak, wanita paruh baya itu menangis tersedu-sedu. tentunya Hal itu membuat Mikaila yang mendengarnya, merasa sedikit panik.


"Mbok Martha kenapa?"tanya wanita itu dengan mengusap punggung tangan milik wanita paruh baya itu.


"Mbok tidak apa-apa. Mbok hanya sedih. jika nantinya kamu bertemu dengan keluargamu kembali, lalu bagaimana dengan nasib Mbok ini?"tanya wanita paruh baya itu semakin mengencangkan suara tangisannya.


Beruntungnya, saat ini kedai dalam keadaan sepi. karena jika tidak, maka Mikaila akan segera dituduh menganiaya wanita paruh baya itu. karena mendengar suara tangisan yang begitu memilukan itu.

__ADS_1


Mikaila yang mendengar itu hanya terdiam. karena memang, wanita yang tengah mengandung itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan. di satu sisi, Mikaila ingin sekali membantu wanita paruh baya itu dan membawanya pergi bersamanya. jika suatu saat nanti, dirinya dipertemukan kembali dengan keluarganya. namun di sisi lain, Mikaila juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Karena memang, Mbok Martha masih memiliki keluarga. sehingga tidak bisa begitu saja diklaim oleh orang lain.


"sudahlah! lebih baik, sekarang kita pulang dulu."ucap Mikaila pada akhirnya. dan dengan segera, mereka berdua berjalan beriringan untuk menuju kembali ke kediaman yang memang disewa oleh wanita itu. tiba-tiba saja,...


bruuakk


"aaaakkhh."


"Mbok Martha, Mbok tidak apa-apa?"tanya Mikaila dengan nada suara yang sangat panik. bagaimana tidak panik, wanita yang tengah hamil itu melihat dengan mata kepalanya sendiri. bagaimana Mbok Marta tersungkur di atas tanah akibat lemparan barang dari seseorang.


Dan setelah mengamati sekitarnya, wanita itu melihat beberapa orang tengah menyilangkan kedua tangannya di depan dada. dengan tatapan yang begitu mengerikan.


"siapa mereka?!"gumam wanita itu bertanya pada dirinya sendiri.


"me.. mereka adalah keluarga si mbok yang telah menelantarkan selama ini."jawab Mbok Martha dengan nada suara terbata-bata.


Seketika itu pula, kedua bola mata dari Mikaila membulat sempurna. dengan tanpa basa-basi, wanita itu segera menuntun Mbok Martha untuk menghilang dari hadapan orang-orang itu.


"ayo Mbok, kita harus cepat!"seru wanita itu dengan raut wajah paniknya.


"hati-hati Mikaila. jangan sampai, kau mengorbankan sesuatu yang berharga hanya demi menyelamatkan wanita renta dan juga tidak berdaya sepertiku ini!"ucap Mbok Martha. dengan nada suara yang sedikit terputus-putus akibat sedikit berlari.

__ADS_1


Mikaila sedikit tertegun. perlahan tapi pasti, wanita itu segera mengusap perutnya yang sedikit membuncit."tolong kuat Sayang. kamu pasti tidak ingin, kan? jika kita membiarkan seseorang yang tengah kesusahan? maka dari itu, bertahanlah demi Mami dan juga semua orang yang menyayangimu."setelahnya, wanita itu kembali membawa Mbok Marta untuk menjauh dari sana.


__ADS_2