
saat ini, rumah dari nenek Kamila benar-benar sangat ramai dengan kehadiran Mikaila bersama dengan kedua sahabatnya. tentunya Itu semua membuat wanita renta itu, merasa begitu bahagia.
Karena biasanya, rumah itu hanya akan dihuni oleh dua orang siapa lagi orangnya jika bukan Aditya dan juga nenek Kamila.
"nenek senang kamu tinggal di sini! nanti kalau anakmu sudah lahir dan juga nenek masih memiliki waktu yang cukup panjang, kalian harus sering-sering datang ke sini."nenek Kamila tersenyum lembut Seraya mengusap perut Mikaila yang sedikit membuncit itu.
Raut wajah dari Mikaila seketika berubah menjadi sangat murung. Selepas wanita renta itu mengatakan hal yang sangat yang sangat Mikaila hindari.
"nenek ini bicara apa sih, aku nggak suka ya?!"ucapnya dengan nada suara sedikit meninggi dan juga air mata yang tiba-tiba saja luruh.
Nenek Kamila yang melihat itu, seketika tersenyum simpul. kemudian membawa cucu perempuannya itu, ke dalam dekapannya.
"kamu berapa hari tinggal di sini?"tidak ingin membuat cucunya kembali bersedih, wanita renta itu mulai mengalihkan pembicaraannya.
"pengennya sih seminggu. boleh kan, Nek?"tanya wanita itu dengan nada suara yang menggemaskan. hingga membuat orang-orang yang ada di sana, seketika terkekeh pelan.
"boleh-boleh saja! nenek malah senang jika kamu mau di sini! soalnya nenek sendirian di tempat ini."adunya pada sang cucu.
"kan ada Adit, Nek?"protes laki-laki itu dengan sedikit merajuk.
"sehari-hari lihat kamu terus, membuat nenek jadi merasa pusing!" seloroh nenek Kamila Seraya terkekeh pelan.
Aditya yang mendengar itu, seketika mencebikkan bibirnya ke bawah. tak lupa pula, laki-laki itu memutar bola mata malasnya. dan hal itu lagi-lagi, membuat mereka semua tertawa.
"suamimu ke mana?"pertanyaan dari nenek Kamila itu, sukses membuat tawa dari Mikaila sendiri luntur. wanita itu akan sesekali menatap ke arah Aditya untuk meminta bantuan lewat tatapan matanya.
__ADS_1
"suami dari Mikaila, sedang berada di luar negeri nek. Dia baru saja berangkat tadi pagi. maka dari itu, Mikaila segera menghubungi Adit untuk menjemputnya datang ke rumah nenek. sudah sangat rindu katanya."jawab laki-laki itu penuh dengan nada yang sangat meyakinkan.
Nenek Kamila yang awalnya merasa sedikit ragu dengan penuturan dari cucu laki-lakinya itu, seketika ikut menganggukkan kepala Seraya tersenyum kecil.
"Ya sudah kalau begitu. nenek merasa sakit jika kamu sudah berpamitan pada suamimu itu. Karena bagaimanapun juga, suamimu itu adalah pengatur segalanya dalam keluarga."ucap nenek Kamila memberikan nasehat pada Mikaila. dan hanya dijawab anggukan kepala oleh wanita itu.
'suami, saat ini saja aku sudah merasa bingung apakah dia masih pantas aku sebut suami setelah apa yang ia lakukan beberapa hari yang lalu. walaupun itu semua, dilakukan tanpa kesadaran yang penuh. tapi tetap saja, rasanya sangat menyakitkan.' batin Mikaila meronta-ronta.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, pada akhirnya semua orang yang ada di sana memutuskan untuk beristirahat. tak terkecuali Mikaila. wanita hamil itu segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. karena merasa, tubuhnya begitu pegal. apalagi wanita itu, baru saja keluar dari rumah sakit. energi yang lebih banyak.
Tanpa disadari oleh wanita itu, bahwa sejak tadi, ada seseorang yang memperhatikannya dari balik jendela yang sedikit terbuka. siapa lagi orangnya jika bukan Arthur. jika bukan karena perasaan bersalah dan juga rasa cintanya, pasti tidak akan pernah mau berperan sebagai ninja seperti ini. untuk menyamarkan pergerakan tubuhnya, laki-laki itu mengenakan pakaian serba warna hitam. dengan kacamata yang senada agar tidak ketahuan.
Setelah memastikan wanita yang ia cintai aman, Arthur dengan langkah gontai segera berlalu dari sana. tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera melompat masuk ke dalam mobil yang memang telah diparkir cukup jauh dari tempat Mikaila berada saat ini.
Tak berselang lama, mobil itu telah sampai di depan rumah keluarganya. dan tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu segera melenggang masuk ke dalam rumah.
Tak membutuhkan waktu lama untuk membangunkan semua orang. Karena pada dasarnya, orang-orang yang ada di rumah itu belum benar-benar memejamkan mata. sehingga ruangan itu, seketika ramai oleh orang-orang.
"Arthur, untuk apa kau berpakaian seperti ini?"tanya Oma Juwita saat menyadari siapa orang di balik pakaian serba warna hitam itu.
" kau habis dari mana Arthur?"tanya Claudia Seraya berjalan menghampiri putranya itu.
"mencari angin!"setelah mengatakan hal itu, Arthur segera pergi dari sana dengan acuh tak acuh.
Dan pada akhirnya, mereka semua memutuskan untuk membubarkan diri. karena memang, hari sudah semakin malam.
__ADS_1
"""
Arthur dengan segera memejamkan mata. saat laki-laki itu, telah selesai membersihkan dirinya. namun hal itu hanya bertahan untuk beberapa saat. hingga terdengar suara seseorang yang mengetuk pintunya dari arah luar.
"Ibu, ada apa Bu?"tanya Arthur sedikit terkejut dan langsung bangkit dari posisi tidurannya.
"apakah kamu baru saja menemui Mikaila lagi?"tanya kau dia dengan nada suara sedikit hati-hati.
Arthur menganggukkan kepala."aku masih sangat mencintai wanita itu. Mana mungkin, aku bisa melupakannya?" tanya laki-laki itu Seraya menatap ke arah sang ibu yang juga kini tengah menatapnya.
Claudia tampak menghidupkan udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara kasar.
"Ada apa Bu?"tanya Arthur yang seakan tahu apa yang ingin disampaikan oleh ibunya.@
"menurut mata-mata dari keluarga kita, beberapa kali Naima berusaha untuk melarikan diri. beruntungnya, wanita gila itu masih dapat ditangani."jawabnya Seraya menoleh ke arah sang Putra dengan wajah yang sedikit terlihat cemas.
" tapi dia sudah bisa dikendalikan, kan?"tanya laki-laki itu dengan nada suara yang tidak kalah cemasnya.
"untungnya begitu."jawabnya Seraya kembali menatap lurus ke depan."dia sepertinya sangat terobsesi padamu. dan kamu harus selalu ekstra hati-hati untuk menjaga Mikaila.
Arthur juga membuang nafasnya. laki-laki itu mulai memijat pelipisnya yang terasa sangat berdenyut akibat masalah yang selalu silih berganti menghampiri hidupnya. akan akan, semesta tidak memperbolehkannya untuk tenang sedikit saja.
" lalu,apa rencana ibu selanjutnya?"tanya Arthur pada ibunya. saat mereka,; terdiam dengan menyelami lamun cukup lama dalam diam.
"entahlah. tapi yang jelas, orang-orang dari suruhan Oma Juwita, sudah digerakkan untuk mengawasi pergerakan wanita sinting itu."jawab Claudia dengan nada suara sedikit lega.
__ADS_1
Ya hanya sedikit saja. karena pada kenyataannya, Naima adalah sosok wanita yang nekat melakukan apa saja demi tercapainya sebuah ambisi dalam hidupnya. Claudia sempat menyayangkan saat putranya itu menjadi hubungan dengan wanita itu dulu.