
Nayla dan Ariq menutup mulutnya, bingung antara tidak percaya.
"Dokter, ayo jelaskan? Apa aku mengandung janin kembar?" desak Nayla hampir berteriak setelah memperhatikan layar USG yang menampilkan tiga buah kantong yang terdapat gambar janin dalam kualitas 4D, janin yang bergerak-gerak kecil menggemaskan itu membuat Nayla ingin menangis.
Dokter itu mengangguk sambil terkekeh, ia terus menggerakkan alat USG.
"Benar, karena ini pemeriksaan yang pertama tentu anda terkejut. Benar, Nyonya Nayla mengandung kembar, bukan dua tapi tiga."
"Apa? Jadi benar tiga seperti yang terlihat?" kali ini Ariq yang menjawab, ia bahkan berdiri dari duduknya.
Dokter itu mengangguk lagi.
"Dokter, jangan bercanda!"
"Benar, Tuan dan Nyonya bisa lihat sendiri. Semuanya oke, baik dan sehat. Soal perdarahan yang dialami, tentu karena kehamilan ini kembar, mereka aktif sekali."
Nayla saling menoleh lagi dengan suaminya, masih seperti mimpi dan belum percaya.
"Wah, sepertinya mereka lagi salto. Oh lucu sekali," kekeh perempuan ahli kandungan itu sambil terus mengambil gambar.
"Usia kandungan sudah 9 Minggu, untuk anda bisa lihat di umur yang sekarang organ gerak sudah mulai terbentuk, lihat ini tangannya, ini kakinya, ini kepalanya," jelas dokter itu menunjukkan pada layar USG.
"Tapi aku tidak merasa apa-apa dokter, apa mereka masih hidup? Maksudku, apa tidak terjadi sesuatu? Aku berdarah, aku takut sekali," ucap Nayla yang telah menangis lagi.
"Tidak merasa pergerakan bukan berarti terjadi hal yang berbahaya, kehamilan anda masih kecil tentu belum bisa merasakan pergerakan bayi Nyonya Nayla, anda bisa merasa pergerakannya nanti di umur kehamilan memasuki empat bulan biasanya seperti itu. Untuk sekarang, semua oke tidak terjadi sesuatu, semua sehat dan bagus."
__ADS_1
"Dokter ini sungguhan?" tanya Ariq meyakinkan lagi.
Dokter dan asistennya tertawa lagi melihat raut tidak percaya pasiennya.
"Benar, istri anda hamil kembar tiga. Anda bisa lihat sendiri, tiga kantong kehamilan, tiga-tiganya sehat hanya saja yang ketiga sedikit lebih kecil, ini hal wajar dan akan tumbuh sesuai umur kehamilan ini nanti, mereka non identik, jadi punya plasenta yang akan menutrisi masing-masing tidak takut saling berebut makanan dari ibunya."
"Nyonya Nayla harus makan banyak, kehamilan kembar tidak semudah kehamilan biasa, terlebih ini kembar tiga. Makan yang bergizi dan berimbang, karena kembar itu biasanya lebih kecil dari janin tunggal tentu anda harus makan yang banyak agar mereka ternutrisi dengan baik."
"Memang salah satu plasenta berada di bawah, mungkin ini juga yang menyebabkan perdarahan. Untuk sementara pantang berhubungan **** sampai membaik."
Mendengar itu membuat Ariq dan Nayla menoleh satu sama lain. Ariq merasa bersalah, apa karena mereka sering bercinta akhir-akhir ini hingga membuat istrinya tiba-tiba perdarahan.
"Oke Nyonya Nayla dan Tuan Ariq, pemeriksaan ini sudah selesai. Semuanya baik, sehat dan berkembang sesuai usia kehamilan. Lagi-lagi saya ingatkan ini kehamilan kembar yang tidak bisa kita samakan dengan kehamilan tunggal."
"Satu lagi, jika terjadi perdarahan seperti ini lagi segera bawa ke rumah sakit. Untuk obat akan saya resepkan nanti. Selamat untuk Tuan dan Nyonya berdua," sambung dokter itu ramah.
Ariq dan Nayla menyimak penjelasan dokter itu dengan baik, mereka bersyukur tidak terjadi sesuatu yang membahayakan, sungguh Nayla takut itu terjadi lagi seperti dua kehamilan yang sebelumnya.
...****************...
Kabar kehamilan kembar tiga Nayla membuat semua keluarga bahagia. Betapa tidak, kehamilan itu memang telah dinantikan oleh semua keluarga sejak Nayla keguguran waktu itu, mereka ingin Nayla bangkit dari kesedihan agar bisa hamil lagi secepatnya.
Waktu terus bergulir, kehamilan Nayla semakin membesar, ia mengalami keracunan kehamilan hingga tekanan darahnya selalu tinggi, hal ini memang sering terjadi pada kehamilan kembar.
Nayla juga merasakan betapa susahnya mengandung calon buah hatinya dalam kecemasan, cemas jika terjadi sesuatu saat ia mengalami lagi perdarahan hingga harus dirawat di rumah sakit bahkan sudah empat kali dirawat karena alasan yang sama.
__ADS_1
Semua bersyukur Nayla bisa melewati semua itu atas dukungan keluarganya yang setia mendampingi hingga tidak mengalami stress berlebih atas kondisinya.
Dan lagi, mereka diuji dengan pernyataan dokter yang harus mengambil tindakan operasi sesar dengan segera meski umur kehamilan belum cukup bulan, yang kini menginjak 35 Minggu untuk menghindari resiko ibu si bayi yang menderita darah tinggi yang bisa membahayakan nyawa Nayla.
Kehamilan yang super besar, berat badan bayi yang sudah siap dilahirkan, ketiganya memiliki bobot yang normal hingga dokter yakin ingin mengeluarkan anak-anak itu sekarang meski kurang bulan.
Bagaimana tidak, Nayla tidak mengontrol makannya sejak hamil besar, makan terlalu banyak dan berlemak menyebabkan kondisinya semakin tidak baik saat tekanan darahnya jauh dari kata normal untuk ibu hamil. Nayla mengalami pre-eklampsia berat.
Nayla pasrah, apapun yang terbaik untuk ketiga putranya, siapa yang tidak bahagia mengetahui jenis kelamin anak kembarnya, ketiganya adalah jagoan. Meski mereka non identik yang seharusnya bisa berjenis kelamin berbeda, namun Nayla mengandung tiga bayi yang berjenis kelamin laki-laki semua.
Ariq memberi semangat, ia kecup kening istrinya sebelum masuk ruang operasi. Semua keluarga menunggu, hingga menyebabkan ruang tunggu di depan kamar operasi menjadi ramai hanya karena satu pasien.
Hanya berselang setengah jam lebih Nayla ditangani, suara tangis bayi lelaki itu bersahutan, mereka dilahirkan oleh tangan dokter ahli kandungan yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi, hanya berselang dua menit setiap kelahiran. Ketiga bayi mungil itu lahir dengan selamat dan sehat.
Ariq menyeka air matanya, tidak ada kebahagiaan yang lebih dari melihat istri dan ketiga putranya lahir seperti dalam harapan, ia tahu dan menyaksikan betapa susahnya Nayla menjalani kehamilan seperti ini dari awal.
Perdarahan hingga lima kali, dan empat kali harus bedrest di rumah sakit, rentang gerak yang semakin sulit saat Nayla hamil besar, belum lagi drama gatal-gatal, sakit gigi, hingga tangan dan kaki kesemutan oleh kehamilan yang semakin membesar.
Ariq tahu semua itu, ia mendampingi Nayla dalam keadaan apapun. Perjuangan Nayla benar-benar membuatnya malu, tidak mudah menjadi seorang perempuan.
Ariq mengecup kening istrinya mengatakan rasa terimakasih yang besar atas rasa bahagia yang tercipta sekarang, bukan untuknya saja tapi semua keluarga. Karena Nayla kuat dan mampu mempertahankan kehamilan hingga lahir membuat semua bahagia menyambut tiga bocah yang akan mewarnai kehidupan Nayla dan Ariq bahkan dua keluarga yang menantikan kehadiran cucu.
"Sayang," lirih Ariq melihat Nayla yang terpejam setelah keluar dari kamar operasi.
"Mas Ariq, aku lelah, aku mengantuk!"
__ADS_1