
"Ketahuilah Rahayu ini bukan kisah cinta segitiga yang harus ada satu yang mengalah, tidak Rahayu. Tapi ini kisah cinta sendirian, kau cinta sendirian seolah aku yang harus mengalah karena terlihat seperti cinta segitiga."
"Nayla."
"Aku tidak bisa Rahayu, maafkan aku. Seperti kau yang ingin masa depan yang gemilang seperti itu juga aku yang ikut berhak menikmati dunia ini bersama orang yang ku cintai."
"Mas Ariq milikku, dia kekasihku."
Nayla memperlihatkan cincin di jari manisnya pada Rahayu yang tampak menatapnya tajam.
"Kau terlalu sombong Nayla." Gumam Rahayu pelan.
****
Musik kembali berputar, sebuah lirik lagu lawas dari negeri jiran, populer lagi ketika dinyanyikan oleh artis tanah air sejak kembali viral di tiktok beberapa waktu lalu.
Seumur hidup aku
Ini yang pertama
Pintu hatiku diketuk
Oleh dua wanita
Punyai ciri selama ini ku cari
Berbeza wajah ayunya tetap asli
Kalau ku pilih di sini
Apa kata di sana
Kalau ku pilih di sana
Di sini akan terluka
Perlukah aku pilih keduanya
Bahagi kasih adil-adilnya
Sungguh ku merasa resah
Untuk menilai sesuatu yang indah
Namunku ada pepatah
Yang aku gubah
__ADS_1
Di sana hanyalah menanti
Sampai bila pun ku tak pasti
Jarang sekali bertemu muka
Namunku tahu dia setia
Dan di sini tetap menunggu
Berada jelas di mataku
Kasih tak luak terhadap aku
Sanggup menunggu kata putusku
Sayang ketabahanmu menawanku
Sungguh ku merasa resah
Untuk menilai sesuatu yang indah
Namunku ada pepatah
Yang aku gubah
Di sana hanyalah menanti
Sampai bila pun ku tak pasti
Jarang sekali bertemu muka
Namunku tahu dia setia
Dan di sini tetap menunggu
Berada jelas di mataku
Kasih tak luak terhadap aku
Sanggup menunggu kata putusku
Sayang ketabahanmu menawanku
Lirik lagu yang tidak ada hubungannya dengan perasaan Nayla saat ini, namun entah karena ia sedang bersedih tentu lirik itu terasa menyayat hati. Ia sungguh tidak menyangka percakapannya tadi dengan Rahayu.
Rahayu sampai hati menawarkan Ariq dengan segala yang ia punya agar untuk mewujudkan impian Nayla yang tertunda atas kekuasaan Rahayu saat ini. Ia sungguh terluka oleh setiap perkataan Rahayu yang berbicara tentang balas budi.
__ADS_1
Lama ia menatap jari manisnya dengan wajah yang sembab oleh tangis, ia menyaksikan sendiri usaha Ariq meyakinkan keluarganya untuk menerima Nayla, usaha pria itu semalam yang bicara dengan menanggung malu pada orang tua serta adik-adiknya semalam.
Itu adalah bukti nyata bahwa pria itu sama sekali tidak mempermainkannya selama ini.
Lantas kenapa ia harus menerima tawaran Rahayu? Tapi bayang wajah ibu Rena cukup membuatnya terluka, ia bisa saja mengabaikan Rahayu, namun bagaiman jika yang bicara seperti tadi adalah ibu Rena, apa Nayla sanggup menolak?
Entahlah Nayla sangat tersinggung dan terluka atas sikap Rahayu yang terkesan memaksa ingin memiliki Ariq juga.
Satu sisi lain, Ariq sedang mengetatkan rahang saat melihat beberapa foto yang menunjukkan wajah Nayla dan Angga dalam beberapa lembar, foto gadis itu menaiki mobil Angga, foto Nayla yang tampak sedang di rumah Angga bertemu kedua orang tua pria itu.
Beberapa foto lain menunjukkan wajah Vano dan Nayla saling tersenyum satu sama lain, salah satu foto menampilkan Nayla yang menerima rangkaian bunga Lily dari Vano, ada banyak foto dihari yang berbeda namun dengan pose yang sama yaitu menerima bunga Lily setiap hari dari Vano bahkan menaruhnya di beberapa sudut ruangan restoran ayahnya sebagai pemanis ruangan.
"Perempuan munafik, perempuan itu tidak pantas untuk masuk ke keluarga kita mas Ariq, aku mohon pertimbangkan lagi hal ini berkali-kali."
Annisa sedang bicara dengan kakak sepupu nya itu dengan mata sembab dan menangis.
"Apa kau tahu rasanya jadi istri yang diabaikan mas Ariq?"
"Sakit, sakit sekali. Seperti dibunuh berkali-kali tapi tidak mati. Aku merasakan kepahitan dalam rumah tangga yang tidak pernah dianggap ada mas Ariq, aku sudah bersabar selama ini. Dan Nayla masih saja mengganggu suamiku, mas Vano bahkan ingin bercerai dariku demi kembali pada perempuan tidak tahu diri itu."
"Sekarang kau percaya bukan? Nayla tidak bisa setia, tidak bisa dipercaya mas Ariq lihatlah dia bahkan meladeni dua pria sekaligus dalam satu hari. Paginya menerima bunga dari suamiku, siang dan malamnya menerima ajakan duda yang baru bercerai dari istrinya itu. Dikenalkan ke orang tuanya dan bahkan sudah melamar Nayla pada ayah perempuan itu. Dasar tidak tahu malu, kini dia enak sekali menerima lamaran mu juga. Cukup aku mas Ariq, cukup aku yang menjadi korbannya. Jangan kau juga."
"Aku adikmu, aku tidak ingin kau salah pilih wanita mas Ariq. Kau menyia-nyiakan Rahayu yang jelas sekali berlian demi sebuah batu tidak berharga seperti Nayla."
"Gadis penghancur rumah tanggaku, pemberi harapan palsu pada pria bernama Angga, dan sekarang dia malah menerima lamaran mu. Miris sekali."
Ariq menjadi lesu, ia sungguh disibukkan urusan pekerjaan ditambah sekarang Annisa datang dengan beberapa bukti foto tentang Nayla, foto itu bukanlah rekayasa sebab Annisa juga memberikan video tentang kebenaran adegan foto itu yang diambil dari jarak tidak terlalu jauh.
Kenapa jadi seperti ini pikirnya, apa Nayla masih menerima Vano di belakangnya? Apa Nayla juga menerima Angga bahkan sudah lebih dulu bertemu orang tua pria itu. Apa artinya semua ini? Ariq buntu, buntu sekali otak nya berpikir bahwa ini adalah kenyataan atau hanya sebuah rekayasa yang disengaja oleh orang yang membenci mereka bersatu.
Ariq meraih kunci mobilnya dan berlalu dari hadapan Annisa yang masih menangis di kantor nya saat ini.
Ia tidak sabar ingin bertemu Nayla agar mendapat kepastian tentang gosip yang ditunjukkan oleh foto dan video itu.
Di sisi lain, dugaan Nayla benar adanya tentang ibu Rena yang mengajaknya bicara saat ini.
Benar saja, ibu Rena meminta Nayla mengalah demi Rahayu.
"Kau tahu Nayla, sebenarnya Rahayu tidaklah seperti yang terlihat, dia sakit Nayla, Rahayu punya penyakit gangguan mental, dia mengidap bipolar sejak kecil, dia bisa sangat depresi jika sedang benar-benar tertekan batinnya."
"Seperti permasalahan mu dengannya saat ini, sayang ...... Kau sayang pada ibu?"
Nayla mengangguk.
"Berilah ibu kesempatan untuk melihat putri ibu bahagia Nayla, dia tidak pernah mengenal lelaki selama ini. Rahayu menginginkan Ariq, ibu takut dia akan depresi yang tentu akan mempengaruhi kita semua, perusahaan, citra dia sebagai wanita muda yang baru mulai berkarir saat ini."
"Ibu mohon padamu Nayla, kali ini saja berilah kesempatan pada putri ibu untuk mencicipi apa itu cinta dan lelaki, jika menikah nanti tentulah cinta akan ikut hadir dengan sendirinya. Seperti kau yang move on dari Vano, begitu pula kau akan move on dari Ariq nantinya."
__ADS_1
Setiap perkataan ibu Rena terus terngiang dalam benak Nayla saat ini. Gangguan bipolar yang diidap Rahayu menjadi kata menohok baginya, bagaimana jika benar Rahayu akan depresi karena keinginannya memiliki Ariq tidak terwujud?
Akankah Nayla bahagia nanti jika Rahayu depresi sedang ia berbahagia bersama pria yang membuat seorang gadis kehilangan segalanya terlebih ibu Rena menaruh harapan besar pada Rahayu sebagai penerus perusahaan.