Purnama Merindu

Purnama Merindu
Tidak salah orang


__ADS_3

"Aishwa Zulaikha!" seru Ken dengan suara terkejut bukan main, ia bahkan mengerutkan keningnya terheran.


Demi apa, niat datang ke bioskop untuk bertemu Indah namun yang Ken dapati malah perempuan yang menghilang lama itu.


Mata mereka bertemu. Cukup lama saling memandang dalam ketidakpercayaan bahwa mereka benar-benar bertemu sekarang.


Aish segera berkedip, lalu tersenyum dengan ramah meski ia cukup terkejut bisa bertemu Ken di sana.


"Hallo Tuan Ken, senang bertemu dengan mu," sapa Aish mencoba biasa saja.


Ken tampak berdecak, napasnya cukup sulit melewati dada saat mendengar suara lembut Aish menyapanya dengan ramah.


"Aku bahkan tidak tahu harus apa atau mengatakan apa sekarang, tapi melihat mu masih hidup dan sungguh nyata sekarang, cukup membuatku ingin mati berdiri rasanya!"


"Apa?" Aish tidak menduga Ken membalasnya dengan kata-kata ambigu.


Ken menatap Aish tidak berkedip.


"Katakan padaku, benarkah ini kau Aish?"


Aish mengangguk polos.


Ken lagi-lagi berdecak kesal. Kenapa perempuan ini begitu jahat pikir Ken, seenaknya muncul disaat ia sudah berdamai dengan rasa penasarannya pada Aishwa.


"Maaf, tampaknya kau tidak suka bertemu denganku," cetus Aish merasa lain saat menatap raut tidak suka Ken padanya.


"Aku permisi Tuan Ken, senang bertemu dengan mu!" ucap Aish hendak pergi.


"Kenapa kau begitu jahat Aish!!!"


"Apa?" lagi-lagi Aish terheran dibuat kata-kata Ken, ia kembali menoleh pada pria itu.


"Pergi seenaknya, dan muncul seenaknya seperti ini!!!" ujar Ken dengan nada kesal.


Aish tampak bingung.


"Maafkan aku, apa maksudmu?"


Belum Ken menjawab lebih dulu Indah muncul diantara mereka.


"Hai," sapa Indah pada Ken.


Gadis itu tampak tersenyum, ia mendekati Ken dan mengulurkan tangan untuk berjabat.


Ken melirik Aishwa yang terkejut.


"Hai Indah, maaf kau menunggu lama!" basa basi Ken pada Indah.


Aishwa tidak mengira bahwa Ken yang dimaksud oleh Indah adalah pria ini. Pria yang ia tolong beberapa waktu lalu, pria yang tinggal cukup lama di kampungnya, pria ini pula yang berani mengatakan suka padanya sebelum Ken pulang waktu itu.


Aish menunduk, ia tidak ingin terlihat oleh Indah reaksinya. Ternyata Ken adalah pria yang akan mengenal Indah dan jika cocok mereka mungkin akan berhubungan serius.

__ADS_1


Aishwa sama sekali tidak menyangka bahwa Ken ini yang dimaksud oleh Indah dalam beberapa hari kemarin. Dunia cukup sempit pikir Aish.


"Kenapa dengan kalian? Sepertinya sudah saling mengenal, aku melihat kalian mengobrol tadi," cetus Indah yang menatap Ken dan Aish secara bergantian.


Ken mengangguk.


"Kami sudah saling mengenal!" sahut Ken sambil melirik Aish yang masih menunduk.


"Benarkah? Bagaimana bisa?" tanya Indah pada Aish.


"Ceritanya panjang, bukankah kita kemari ingin nonton, ayo kita beli tiketnya," ajak Ken meski matanya tidak juga berpaling dari sosok Aishwa.


Perempuan yang terlihat sederhana di mata Ken, namun kecantikan Aish sungguh mempesona baginya. Bahkan Ken bisa lebih gila lagi sekarang rasanya saat bertemu Aish di kota seperti ini.


"Maaf, apa kau keberatan aku mengajak Aishwa? Aku yang memaksanya ikut, dia teman baikku!"


Ken mengangguk sambil melirik reaksi Aish.


Semula Aish menolak karena merasa mengganggu, namun Indah memaksa untuk tetap ikut.


Sampai dalam gedung bioskop, Indah dan Ken bicara banyak sebelum film dimulai, mereka seperti sudah kenal lama mudah berbaur dan bercerita tentang banyak hal.


Aish melihat mereka hanya bisa diam saja, Aish duduk di kursi paling tepi namun Indah tidak bisa duduk di samping Aish karena Ken lebih dulu menempati nya, Ken sengaja duduk di tangah agar ia bisa diapit dua wanita itu.


Studio mulai gelap, film perlahan dimulai. Entah apa yang ada dalam pikiran dua insan itu, Aish dengan pikirannya dan Ken dengan pikirannya pula.


Meski Ken terus bicara dengan Indah, sesekali mereka tertawa namun sering pula ia melirik Aish yang mencoba bersikap tenang dan menonton dengan sikap seperti seharusnya.


Sampai pada sebuah adegan yang cukup menegangkan, Ken meraih tangan Aishwa dengan sengaja. Perempuan itu terkejut, ia melirik Ken namun pria itu tampak enteng dan cuek.


Aish tidak ingin Indah melihat itu, segera ia melepaskan tangannya dari Ken.


"Kenapa?" lirih Ken pelan pada Aish setelah memastikan Indah sedang menonton dengan serius.


"Maafkan aku, jangan seperti ini Tuan Ken. Indah bisa salah paham."


Ken mengencangkan rahang kesal luar biasa pada Aish. Entahlah sepertinya Ken ingin menelan Aishwa hidup-hidup saat ini.


Ken meraih tangan janda muda itu lagi. Aish sekuat melepasnya lagi.


"Kau tahu, aku bertemu Indah di sini karena kau tidak menganggap ku selama ini. Karena kau hilang tanpa jejak, hingga ku terima saran orang tua ku untuk berhubungan dengan wanita ini." Ken menekankan kata-katanya pada Aish meski pelan.


"Maafkan aku!"


Namun percakapan mereka tidak berlanjut karena Indah lebih dulu mencengkram lengan Ken ketakutan karena adegan sadis yang sedang berlangsung.


Aishwa melihat itu mencoba bersikap biasa, namun entah kenapa sejak Ken menggenggam tangannya tadi, ia gugup luar biasa, gugup seperti waktu ia sering bertemu dengan Ken ketika masih di kampung.


Terlebih Aish tahu Ken menyukainya bahkan sampai saat ini, ia tidak menyangka Ken bisa menyukainya hingga kini. Padahal Aish sungguh tidak berharap lebih dari kebersamaan dengan Ken waktu itu.


Ia tahu Ken orang kota, Ken mungkin tidak akan kembali ke desanya hanya untuk perempuan yang sudah janda sepertinya pikir Aish. Hingga Aish memutuskan tidak melanjutkan perasaannya yang mulai berdebar jika ada pria itu.

__ADS_1


Hari ini sangat diluar dugaan Aishwa maupun Ken.


"Oh, maafkan aku Ken. Bisakah kau mengantar Aish pulang? Aku dapat telepon Mama ku minta jemput di salon tidak jauh dari sini." ucap Indah pada Ken setelah mematikan ponselnya.


"Tentu saja!" jawab Ken cepat tanpa berpikir panjang, ia masih menatap Aish dalam diam.


"Tidak perlu, aku bisa naik ojek. Lagi pula tidak jauh juga dari sini," tolak Aish tanpa menatap Ken.


"Jangan seperti ini Aish, aku tidak enak hati yang memaksa mu nonton dan berjanji mengantar mu pulang, tapi akhirnya aku tidak menepati." Sesal Indah.


"Bukan hal yang besar, santai saja. Aku bisa pulang sendiri."


"Ayolah Aish sayang, Ken bisa mengantarmu pulang, kau bisa hemat ongkos," ucap Indah dengan nada bercanda.


Aish menoleh pada pria itu. Pria yang segera tersenyum penuh harap.


"Aku akan merepotkan."


"Tidak merepotkan, aku akan mengantarmu pulang!" tukas Ken dengan cepat. Lalu ia beralih pada Indah.


"Senang bisa nonton dengan mu, kita bisa mengobrol lain waktu. Aku juga tidak bisa lama, ada janji lain. Kita berpisah disini?" tanya Ken.


Indah mengangguk, mereka berbasa basi lalu berpisah. Melihat Indah pergi lebih dulu membuat Ken menatap Aish dengan leluasa.


"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Aish.


Ken tidak menjawab, melainkan meraih tangan perempuan itu dan mengajaknya pergi.


Aish melepaskan namun sia-sia. Ken lebih kuat menggenggamnya saat ini hingga wanita itu tampak pasrah sampai mereka mencapai mobil Ken, barulah gandengan tangan itu terlepas.


Namun berbeda ketika mereka sudah berada dalam mobil. Berdua dengan Aish. Aishwa nya yang hilang dua bulan lalu, kini nyata di duduk di sampingnya membuat Ken cukup gugup.


Ia melirik Aish berkali-kali sebelum menjalankan mobilnya.


"Kenapa belum jalan?" tanya Aish polos.


"Aku bahkan bingung bagaimana cara menyetir sekarang!"


"Apa? Tuan Ken jangan bercanda!"


Ken melirik Aish lalu tersenyum puas. Ia meyakinkan diri bahwa benar wanita di sampingnya itu adalah Aishwa.


"Siapa nama mu?"


"Aishwa," jawab Aish polos.


"Nama panjang?"


"Aishwa Zulaikha," jawab Aish lagi dengan bingung.


"Bagus, berarti benar aku tidak salah orang!"

__ADS_1


__ADS_2