Purnama Merindu

Purnama Merindu
Kata Shakespeare


__ADS_3

"Apa kau membenciku?" tanya Nayla dengan suara menahan tangis.


Ariq menggeleng.


"Tidak."


(Wajib dengerin lagu berikut pas baca part ini, kalo engga ada silahkan download dulu, El Hob Zay El Watar by Nancy Ajram)


Musik mulai berputar.


الحب زي الوتر، تعزف عليه ألحان


وتلف بيه العالم، من غير ما تروح مكان


وتشوف معاه العجب، تسمع أصول الطرب


من قلب حب وطب وداب، وغناه في كل مكان


الحب زي الوتر، تعزف عليه ألحان


وتلف بيه العالم، من غير ما تروح مكان


وتشوف معاه العجب، تسمع أصول الطرب


من قلب حب وطب وداب، وغناه في كل مكان


وأنا قلبي عاشق للغنا من يوم ما حبيتك


شكلي إتولدت أنا من جديد أول مانا لقيتك


لو يوم تحس إنك وحيد أنا حضنك أنا بيتك


وأنا قلبي عاشق للغنا من يوم ما حبيتك


شكلي إتولدت أنا من جديد أول مانا لقيتك


لو يوم تحس إنك وحيد أنا حضنك أنا بيتك


عايشة في حبك أنا، أجمل يومين إحساس


وإن قلت أنا بعشقك، دا مش كلام و خلاص


إنت الحياة كلها، أجمل سنين عشتها


مش عايزة غيرك ليا أنا، من وسطي كل الناس


وأنا قلبي عاشق للغنا من يوم ما حبيتك، حبيتك

__ADS_1


شكلي إتولدت أنا من جديد أول مانا لقيتك


لو يوم تحس إنك وحيد أنا حضنك أنا بيتك


وأنا قلبي عاشق للغنا من يوم ما حبيتك


شكلي إتولدت أنا من جديد أول مانا لقيتك


لو يوم تحس إنك وحيد أنا حضنك أنا بيتك


Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia lagu ini memiliki makna cukup dalam.


Cinta itu bagai senar, yang kau mainkan padanya


Dan ia menjelajahi seluruh dunia tanpa pergi dari tempatnya


Dan bersamanya kau melihat keajaiban, mendengarkan tarab yang sesungguhnya


Dari hati yang mencinta, terobati, terlarutkan, serta lagunya yang berada di setiap tempat


Dan hatiku telah jatuh cinta pada lagu dari hari aku jatuh cinta pada mu


Aku merasa terlahir menjadi baru ketika aku bertemu denganmu


Jika kau merasa sendiri, aku ada untuk kau peluk, aku adalah rumah bagimu


Hidup dalam cintamu adalah perasaan yang paling indah


Kau adalah seluruh hidupku, tahun-tahun terindah yang aku hidup disana


Selain dirimu, tidak seorang lain pun aku inginkan


Dan hatiku telah jatuh cinta pada lagu dari hari aku jatuh cinta pada mu


Aku merasa terlahir menjadi baru ketika aku bertemu denganmu


Jika kau merasa sendiri, aku ada untuk kau peluk, aku adalah rumah bagimu


Mata Nayla sungguh berkilat basah, ia tidak tahu Ariq juga merindukannya sejak malam itu. Beberapa saat mereka terlibat keheningan yang luar biasa.


Ariq tidak bergerak sama sekali dari pelukannya. Hanya suara yang berdetak lebih cepat dari seorang pelari maraton.


"Mas Ariq," lirih Nayla yang merasa susah bernapas.


Ariq melepaskan gadis itu, ia mundur satu langkah.


"Terimakasih sudah datang, pulanglah.... Aku tahu sekarang adalah waktunya Denia pulang sekolah," kata Ariq yang menatap Nayla dengan raut sulit dimengerti.

__ADS_1


Nayla mengangguk mengerti, ia mengerti bahwa dari ekspresi pria itu tidak ingin berlama dengannya saat ini, Ariq sepertinya butuh waktu untuk menerima bahwa Nayla adalah gadis diluar ekspektasi.


Senyum paksa pun Nayla kembangkan.


"Iya, aku senang bisa membantu Oma..... Aku akan pulang sekarang."


Ariq hanya mengangguk juga, lalu ia kembali ke ranjang Oma Rika tanpa berkata apapun lagi. Nyeri tentu saja Nayla merasa nyeri dadanya saat diperlukan dingin seperti sekarang.


Nayla menatap Ariq yang duduk di samping Oma Rika, pria itu mulai memegang ponsel meski Nayla belum benar-benar keluar dari kamar itu.


"Aku akan pulang," gumam Nayla mengulang kata-katanya tadi seraya berjalan keluar kamar.


Nayla menemui Dewi sebelum pulang, ternyata benar saja nyonya Arina telah menitipkan sejumlah uang sebagai tanda terimakasih telah mampu membuat Oma tenang.


Nayla menerima amplop uang itu. "Sepertinya, ketulusanku menolong Oma benar-benar dihargai dengan uang." Lirih Nayla pelan.


"Orang kaya sulit dimengerti Nay, aku bingung," sahut Dewi sambil mengusap punggung Nayla dengan sayang.


Nayla hanya bisa tersenyum.


Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalah-masalah, tersenyum disaat tertekan dan tertawa disaat hati sedang menangis.


Wanita cantik yang kuat itu adalah Nayla. Apa yang tidak dialami Nayla diusianya yang masih sangat muda, semua sudah ia lewati.


Nayla pulang, ia tetap mengirim pesan pada Ariq meski belum juga dibalas, meski mereka sudah bertemu namun dinginnya hubungan itu cukup menusuk hingga ke jantung. Tidak ada kata putus maupun kata menerima yang Nayla dengar dari mulut Ariq hingga saat ini.


Membuat Nayla membesarkan hatinya untuk perlahan melepaskan harapan yang sempat ia percayakan pada pria itu. Nayla tahu semua ini tidak mudah bagi Ariq, jika demikian daripada harus saling menyakiti lebih baik diakhiri saja perasaan ini sebelum terlanjur jauh yang nantinya ia akan kecewa lebih dalam lagi.


Semua sudah Nayla prediksi. Ia tidak lebih dari sebuah debu yang setiap saat bisa hilang ditelan angin. Seperti sekarang ia bagai debu bagi Ariq yang tidak melihatnya lagi.


Jika sebelumnya ia adalah objek dari sikap posesif Ariq yang terlalu memujanya, mencintainya dengan perasaan menggebu namun sekarang hilang bagai debu.


Maka tidak heran ada lagu yang bermakna jangan mencintai terlalu dalam, jika sakit akan jatuh ke dalam juga, lebih baik cinta yang sedang-sedang saja. Jika suatu saat terputus maka akan jadi hal yang biasa karena cinta dan benci itu bersaudara.


Sekarang kau cinta bisa saja besok kau benci, pun sebaliknya jika sekarang kau benci pada seseorang bisa jadi esok-esok dialah yang kau cari.


Rumitnya pembahasan tentang cinta, tidak ada yang simpel dalam cinta.


Lalu Nayla harus menggantung harap pada siapa? Pada Ariq? Sekarang Ariq bersikap dingin padanya, seperti itulah manusia yang sejatinya punya sifat berubah.


Lalu Nayla mulai menggantungkan segala harap yaitu pada Tuhannya, pada Rabbnya yang kian ia panjatkan disetiap kesempatan ibadah. Nayla kian memperbaiki diri sejak ia berani berubah, berani menutupi kesempurnaan fisiknya.


Ia kian memutar memori tentang pelajaran-pelajaran yang pernah ia ukir dalam otaknya saat di pesantren dulu. Nayla mulai religius menjelang kepulangan ayahnya.


"Lebih baik melihat ke depan dan melakukan antisipasi, daripada melihat ke belakang dan larut dalam penyesalan, aku tidak boleh terpuruk lagi, aku tidak akan jatuh lagi hanya karena cinta yang sepele ini. Tidak Nayla, kau tidak akan menyia-nyiakan waktumu untuk menunggu seseorang yang mungkin sudah tidak berselera denganmu."


Nayla menatap wajah cantiknya di pantulan cermin, ia tersenyum dan merapikan kembali jilbabnya.

__ADS_1


Nayla tidak pernah lebih bersemangat dari sekarang, gadis itu sudah siap menjemput ayahnya yang akan bebas siang nanti.


Bukankah cinta melihat dengan hati bukan dengan pikiran, begitu kata Shakespeare bukan kata Author yang lagi mumet ini, selamat tidur!


__ADS_2