
Setelah sampai dirumah, Aldric menggendong Aish sampai ke kamar, membaringkannya di ranjang agar perempuan itu bisa istirahat.
"Tidurlah jika lelah....aku akan kembali ke kantor, nanti ku pesankan makan siangmu, jadi kau tidak perlu memasak siang ini" ucap Aldric kemudian mencium seluruh wajah istrinya yang kian sayu.
Aish tersenyum, ia meraih wajah suaminya dengan sayang dan membalas kecupan Aldric di bibir pria itu dengan lembut.
"Aku tidak tahu jika bukan kau yang menjadi suamiku," ucap Aish sendu dengan mata berkaca-kaca. Aish memang merasakan betapa berartinya seorang Aldric baginya sekarang, ia menjadi takut kehilangan pria ini jika membayangkan banyak wanita yang jatuh ada pesona Aldric, terlebih Aldric memang layak untuk di sukai banyak perempuan.
"Ketika orangtua kita salah paham tentang kertas itu, aku merasa sangat bersyukur di satu sisi aku merasa diuntungkan karena harus menikahimu yang memang ku impikan sejak dulu bahkan sebelum Ken mengenalkan mu pada orang tua kami, meski harus mengorbankan perasaan Anara dan keluarganya, percayalah sayang aku juga merasa takdir begitu baik padaku membawa kebahagiaan bagi kita sekarang, aku mencintaimu Aishwa Zulaikha....akan tetap seperti ini sampai kita tua nanti, tidurlah kau nampak lelah"
Balas Aldric sambil membelai pipi Aish, Aishwa tidak menjawab lagi namun langsung meraih kembali leher Aldric agar bibir mereka bertaut semakin dalam, Aldric mulai terlena akan hal itu, Aish memang pandai membuatnya tidak berdaya.
"Jika aku tidak mengizinkanmu kembali ke kantor bagaimana?" ucap Aish seraya menggoda, ia tidak melepaskan Aldric begitu saja.
"Sayang kau lelah" jawab Aldric pelan.
"Sudah ku bilang aku tidak akan lelah jika bersamamu, ingin mandi bersamaku?" goda Aish sambil tangannya bergerak membuka kancing kemeja Aldric dan meninggalkan beberapa kecupan di dada pria itu hingga membuat pria ini melenguh seketika.
"Ini tawaran atau paksaan?" jawab Aldric tersenyum, ia paham maksud istrinya, tidak dipungkiri ia juga menggilai perempuan itu jika sedang berdekatan seperti ini.
"Sayang....kau tidak bisa lepas begitu saja" bisik Aishwa, kini tangannya tergerak membuka kancing atas dressnya, sengaja ia memamerkan dada berisi yang masih terbungkus bra.
Aldric tersenyum penuh makna, ia mengecup bibir Aish dalam semakin dalam, tangannya mulai bergerilya di dada sang istri.
"Dengan senang hati sayang, jangan sampai kau mengeluh nantinya" jawab Aldric seraya berbisik dan segera menggendong Aish kembali menuju kamar mandi.
Aktivitas bercinta di dalam kamar mandi menjadi salah satu adegan favorit pasangan ini, dimana hanya bunyi kecipak air dan desah-desah manja entah dari bibir siapa, mereka benar-benar menikmati kehidupan suami istri dalam arti sesungguhnya yang baru saja dimulai.
Aldric kembali terjebak akan pesona istrinya, ia memutuskan tidak kembali ke kantor demi mengiyakan permintaan Aish untuk menghabiskan waktu bersama hingga malam nanti, karena Aish juga ingin mengajak istrinya jalan berdua sambil mencari serba serbi apa yang mereka butuhkan ketika pesta pernikahan Faiz nanti.
Setelah puas bercinta dan istirahat menjelang pergi untuk jalan-jalan, Aldric memesankan saja makan siang untuk mereka dari restoran langganan, setelah makan siang mereka bersiap-siap untuk berkencan dan berbelanja kebutuhan.
*******
Di mall, Aish dan Aldric menikmati kencan pertama setelah benar-benar menjadi suami istri, seperti pasangan yang tengah kasmaran mereka selalu menempel satu sama lain, sesekali Aldric mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang, kebahagiaan keduanya baru saja dimulai.
Aldric tengah menunggu Aish di depan toilet wanita, pria ini sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
"Mas Aldric?" tanya seorang perempuan yang tidak sengaja melewati Aldric.
"Anara? kau disini juga?"
"Iya, kau sendiri mana istrimu?"
"Aku.... ah istriku sedang di toilet, kau tidak ke kantor hari ini?"
"Aku libur" jawab gadis itu singkat, entah kenapa gadis ini masih saja merasa kecewa jika Aldric bersama istrinya.
Aldric hanya tersenyum saja, sambil sesekali melirik toilet apa istrinya sudah keluar atau belum.
"Kau bahkan menunggu istrimu sampai di depan toilet sekalipun, sungguh beruntung perempuan itu bisa mendapatkanmu Mas Aldric" ucap Anara tiba-tiba.
"Hmmm bukankah suami memang harus begitu, apa kau sendiri saja?"
"Tidak, aku sedang menunggu seseorang, kami berniat untuk kencan hari ini" Anara sengaja menekankan kata kencan, entah apa maksudnya.
Namun raut wajah Aldric yang tampak biasa kembali membuatnya kecewa, ia pikir Aldric akan kecewa biar bagaimana pun mereka hampir saja menikah waktu lalu mungkin Aldric juga mempunyai perasaan walau sedikit padanya begitu pikir Anara.
"Aku senang mendengarnya Anara, aku berharap yang terbaik untukmu, kau gadis baik kau juga akan mendapat lelaki yang baik" jawab Aldric yang memang tidak menanggapi berlebihan.
Tidak lama setelah itu Aldric melihat Aish keluar dari toilet, karena ramai mungkin saja istrinya lama mengantri.
"Sayang aku disini" panggil Aldric setelah melihat Aishwa kebingungan mencarinya.
Lagi-lagi Anara kecewa mendengar kata sayang dari Aldric untuk istri yang seharusnya posisi itu ada padanya sekarang, entah kenapa Anara merasa menyesal tidak ada di pernikahan Aldric dan Aish waktu itu.
Gadis ini memang sungguh jatuh pada pesona Aldric, namun apa hendak di kata sekarang posisi itu telah di isi oleh wanita lain yang telah menggagalkan rencana pernikahan mereka hanya dengan alasan kasihan.
Aish berjalan mendekati suaminya, dan segera menautkan jari mereka setelah menyadari Anara tengah berada dihadapannya.
"Anara?" Sapa Aish lembut namun menusuk, ia tidak menyukai pertemuan ini.
"Iya....maaf Mas Aldric aku kesana dulu" pamit Anara yang juga tidak menyukai tatapan tajam Aish.
Aldric hanya mengangguk saja, Anara segera berlalu dari sana.
__ADS_1
"Sayang bagaimana bisa kau bertemu nona menyebalkan itu? aku cemburu" ucap Aish tanpa berbasa basi.
"Hei.....hentikan itu, aku tidak sengaja bertemu apa salahnya saling menyapa" cubit Aldric pada hidung mancung istrinya.
"Tetap saja aku cemburu, memang apa yang kalian bicarakan?"
"Sudahlah itu tidak penting, sekarang mari berbelanja kebutuhanmu sebelum pulang" Ajak Aldric yang segera menyematkan tangan kekarnya memeluk pinggang istrinya.
Aish hanya tersenyum kecut, sungguh ia masih kesal jika Aldric berbicara dengan wanita lain terlebih itu adalah Anara.
Mereka melanjutkan berbelanja kebutuhan Aish untuk pesta pernikahan Faiz nanti dengan wajah bahagia dan tetap menempel seakan enggan terpisahkan.
******
Aldric tersenyum melihat Aish kelelahan karena terlalu bersemangat berbelanja, mereka pulang setelah makan malam di restoran ternama untuk menutup kencan hari ini.
Setelah mandi dan berpakaian nyaman, Alea meringkuk dibawah kungkungan lengan suaminya, ia tidak bicara lagi karena memang sudah mengantuk.
"Kau lelah?" tanya Aldric mengecup hidung Aish.
"Tidak akan lelah jika bersama mu" jawab Aish pelan sambil mengeratkan pelukan, selalu itu yang di ucapkannya jika Aldric menanyakan tentang kata lelah.
"Kau menggemaskan sayang" Aldric kembali merasa Aish memang menggemaskan dan memberi ciuman berkali-kali pada bibir perempuan itu.
Aish hanya menerima saja, matanya kian sayu.
"Kau mengantuk?" tanya Aldric kembali.
"Iya aku mengantuk...." jawab istrinya singkat dan semakin membenamkan wajahnya di dada Aldric.
Aldric terkekeh, ia berniat menggoda Aishwa.
"Yakin tidak ingin bercinta dulu?" goda Aldric kembali.
Mata Aish terbuka kembali sambil melirik Aldric dengan senyum penuh arti.
"Aku tidak menolak jika kau memaksa" jawab Aish seraya menggigit bibir bawahnya dengan tatapan seksi.
__ADS_1
"Astaga.....kau memang membuatku gila sayang" ucap Aldric yang sudah tidak bisa menahan godaan dari Aish, segera pria ini menaikkan selimut dan posisinya berubah menindih Aish tanpa berpikir lama dengan tangan yang sudah bergerilya entah kemana, Aish melingkarkan kedua kakinya di pinggang Aldric sambil terus melenguh yang membuat suaminya kian menggila dibawah sana.