Purnama Merindu

Purnama Merindu
Disekap


__ADS_3

Nayla membuka mata, ia melihat sekeliling lalu matanya berhenti pada sosok lelaki yang berdiri sambil menyilangkan tangan di dada.


Sorot mata tajam yang membuat bulu kuduk langsung berdiri.


"Kau sudah sadar sayang?"


Jijik sekali Nayla mendengar kata sayang dari mulut pria asing ini. Menakutkan, ia sudah melihat sendiri betapa bengisnya lelaki itu memukul istrinya Andira, kata-kata kasar dan ringan tangan.


"Kenapa kau menculikku?" tanya Nayla cemas, ia sudah berkeringat dingin saat menyadari ia tengah berada di tempat asing, ia mengingat beberapa jam lalu ia hendak mengejar suaminya namun malah berakhir di sini.


"Tentu karena suamimu menculik istriku, jadi apa salahnya aku melakukan hal yang sama."


"Lepaskan aku, aku tidak melakukan apapun padamu," lirih Nayla ketakutan.


"Jika dilihat-lihat kau bahkan lebih cantik dari Dira, tenanglah aku tidak akan menyakitimu," ujar pria itu lagi sambil tersenyum seram.


Nayla menangis, ia hanya bisa berdoa dalam hati akan ketakutannya saat ini. Ia menyesal tidak percaya pada suaminya hingga berani mengikuti kemana Ariq pergi, jika tidak ia mungkin sudah berada di rumah sekarang.


Ia melihat sekeliling, ia tengah disekap di sebuah kamar tanpa jendela. Pengap dan panas, dan Nayla mulai sadar ia tengah berada di atas ranjang.


"Apa mau mu?" tanya Nayla lagi.


"Aku akan memberimu kenikmatan."


Pria itu berjalan mendekat.


Nayla beringsut mundur, tangannya diikat di belakang hingga susah untuk bergerak.


"Apa maksudmu?"


Pria itu terkekeh, "Ariq sudah berani mencampuri urusanku dengan istriku, ketahuilah aku tidak akan menyakiti mu jika kau tidak melawan. Jangan seperti Dira, dia melawan dan tidak mau disentuh, perempuan seperti itu harus diberi pelajaran."


"Aku mohon jangan lakukan itu padaku."


"Asal kau tidak melawan."


"Aku mohon, lepaskan aku. Biarkan aku pulang, aku berjanji tidak akan mengatakannya pada siapapun tentang ini," Nayla memelas.


"Aku suka wanita yang lembut seperti mu, suaramu indah sekali," balas pria itu dengan ekspresi wajah yang tersenyum menakutkan, ia memejamkan mata seolah terlena akan suara Nayla yang memelas.


Nayla menelan ludah.

__ADS_1


"Kau lihat ini, aku bahkan sudah tegang hanya dengan mendengar suaramu saja!" tunjuk lelaki itu pada kejantanannya yang tampak sesak dalam celana.


Nayla mendadak mual, ia jijik sekali sekarang, ia merasa benar-benar dilecehkan.


"Kau gila, aku rasa kau punya kelainan!" ucap Nayla yang sudah terdesak kepala ranjang.


Pria itu tampak pias, senyumnya hilang ditelan mukanya yang merah padam. Ia menjadi tersinggung akan perkataan Nayla.


"Beraninya kau bicara seperti itu padaku!"


"Kau tersinggung? Jika kau pria baik kau tidak akan melakukan hal ini."


"Menarik sekali, kau bertambah cantik ketika melawan."


Pria itu kian mendekat.


"Aku mohon menjauhlah."


"Sudah ku katakan, aku tidak akan menyakitimu jika kau tidak melawan."


"Jangan sentuh aku!" elak Nayla saat tangan pria itu membelai pipinya, ia menangis ketakutan.


"Aku suka sekali suaramu, wajahmu yang cantik ini jika dipikir-pikir tidak akan rugi jika aku dan Ariq sialan itu bertukar istri."


"Aku mohon lepaskan aku!"


"Oh aku sudah tidak tahan, aku akan memberimu kenikmatan dunia yang mungkin tidak akan bisa Ariq berikan lagi. Kau milikku mulai sekarang, biarlah Dira kembali pada suamimu yang menyebalkan itu, aku sudah tidak peduli lagi."


Pria yang tidak tahu namanya itu membuka kancing kemejanya, sesekali ia masih menonjolkan kejantanannya ke arah Nayla. Perempuan itu ingin muntah rasanya, ia meringkuk ketakutan, kakinya juga diikat hingga tidak bisa memberi perlawanan.


Ia memejamkan matanya, ia tidak mau melihat wajah menjijikkan itu.


"Aku mohon, tolong lepaskan saja aku. Kasihanilah bayiku, aku sedang mengandung."


Siapa sangka ucapan Nayla tersebut mampu membuat pria itu terdiam sejenak, namun wajahnya tiba-tiba mendadak merah padam dan menatap Nayla dengan tajam.


"Apa?"


"Aku mohon, aku sedang hamil. Jangan sentuh aku, lepaskan aku tolong!"


"Cuih, ternyata kau wanita hamil?" pria itu marah dan mencengkram rahang Nayla dengan kasar.

__ADS_1


"Ahhhh," lirih Nayla terdongak hingga mau tidak mau ia menatap mata menakutkan milik suami Dira itu.


"Lepaskan aku!" Nayla memelas lagi.


"Aku benci wanita hamil."


Pria itu menampar Nayla dengan tega, hingga Nayla mengaduh kesakitan, pedih wajahnya menahan siksa tangan besar itu berkali lipat dari tamparan seorang perempuan.


"Kau kasar pada wanita! Tidak heran Nona Dira sudah tidak mau hidup denganmu!" teriak Nayla marah.


"Kau berani melawanku wanita sialan!" pria itu marah-marah lalu menyeret Nayla hingga terjatuh ke lantai.


"Auuhhhh....." desis Nayla kesakitan pada bokongnya yang terhempas dengan sekejap mata.


"Kau gila, kau benar-benar psikopat gila!" umpat Nayla merasa tidak berdaya karena mengalami penganiayaan hingga terbentur dinding. Ia tidak bisa melawan karena kaki dan tangannya terikat kuat, hanya bisa menangis tanpa bisa melindungi dirinya sendiri yang kian di tampar dan dipukul.


Pria itu sungguh bengis, dadanya naik turun ia merasa Nayla begitu menyakitinya dengan mengatakan bahwa perempuan itu sedang hamil.


"Aku tidak suka wanita hamil, kau membuatku marah! Kenapa kau bisa hamil heh? Aku tidak suka meniduri wanita hamil, kau benar-benar membuatku hilang akal," teriak pria itu sambil mencengkram lagi wajah Nayla yang telah berdarah hidungnya.


Sampai pada Nayla merasa seluruh tubuhnya remuk saat mendapat tendangan di perutnya, setelah lelaki itu berdiri, ia menatap Nayla seolah ingin membunuh.


Nayla ternganga kesakitan, suaranya hilang ditelan nyeri yang begitu hebat, kesakitan itu seolah ingin menelannya hidup-hidup.


Brakkk.


Suara pintu dibuka paksa dari luar. Pria itu menoleh pada sumber suara.


Bersambung.


*******


New rilis, novel baru ku yang ikut event pelakor.


Yuk ah mampir di sana ya gaes, dijamin seru-seruan kita melakor tunangan orang. Hihihi....


"RANJANG PELAKOR 1 MILYAR"


Area 21+ ya! Mari kita ramaikan ya, baru 3 bab nanti setelah lulus review editor bakal up normal setiap hari kayak si Nayla dan Ariq.


Kepoin ya gimana sih rasanya jadi pelakor mahal, ye kan....

__ADS_1



__ADS_2