
"Miss Kimy...Mama belum bangun ya?" tanya Kiara yang saat ini berada di dalam kamar mandi yang masih di mandiin sama Miss Kimy
Miss Kimy tak langsung menjawab, dia sendiri juga heran kenapa Ibu Bosnya itu jam segini belum bangun. Biasanya jam segini semuanya sudah siap. Apa jangan-jangan Ibu Bos sakit lagi? batin Kimy.
"Kok diam aja sih Miss kalau ditanya?" sewot Kiara saat tak mendapat jawaban dari pertanyaannya.
"Eh..Maaf Non. Miss Kimy gak tahu. Coba nanti setelah mandi kita cek ke kamar Mama. Oke." saran Miss Kimy dan langsung diangguki Kiara.
"Kok Ken sudah siap!!" seru Kiara saat melihat Kenan sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Dan Kiara sendiri baru selesai mandi.
"Miss Kimy buluan...Nanti aku ditinggal sama Ken." Kiara berlari menuju ranjangnya dan naik ke atas ranjang.
"Cepat, Miss.." rengek Kiara tak sabaran. Padahal dia sendiri tak mau diam sampai Miss Kimy kewalahan mengatasinya.
"Iya..Tapi Non diam dulu biar cepat selesai." Miss Kimy mengangkat tubuh kecil Kiara supaya lebih dekat sama dia.
"Eitttsssss.." Kiara menghindar dan meledek Miss Kimy sambil menjulurkan lidahnya dan melototkan matanya. Kalau seperti itu kapan selesainya, teriak Miss Kimy dalam hati.
Miss Kimy menghembuskan nafas lelah, dia melirik Kenan yang tengah duduk sambil membaca buku.
"Ayo Tuan kecil kita berangkat, tinggalkan saja itu tuan putri yang manja." Miss Kimy mendekat ke Kenan.
Kenan melihat Kiara yang belum siap itu. Dia menyeringai, "Ayo Miss." Kenan berdiri dan menggandeng tangan Miss Kimy keluar dari kamar.
"Mama..Kia ditinggal sendili Mama...Hwaaa" Kiara berteriak dan menangis. "Mama..." teriak Kiara lagi memanggil Mamanya namun sang Mama tak kunjung datang. Biasanya sekali teriak Mamanya langsung muncul dan kini kenapa tidak ada batang hidungnya.
__ADS_1
"Mama..." Kiara turun dari ranjang dan berlari menuju kamar orang tuanya melewati Miss Kimy dan Kenan yang masih berdiri di dalam kamar.
"Mama...Huwaaa..."
Dor..dor..dor...
"Mama buka pintunya, Mama.." Huwaaa
Dor...dor...dor...
Huwaaa Kiara makin kencang nangisnya karena tak mendapat sahutan dari sang Mama ditambah pintu kamar Mamanya yang terkunci dari dalam.
Mama Arumi yang ada di dapur membantu Mbok Min masak mendengar teriakan dan tangisan cucu perempuannya yang memanggil Mamanya.
"Emang Mamanya kemana sih, kok sampai nangis seperti itu. Terus kemana juga itu si Kimy." gumam Mama Arumi. Beliau meletakkan pisau, "Mbok, tolong lanjutkan ya." Mbok Min mengangguk mengiyakan.
"Sayang..Memangnya Mama Kiara belum bangun?" tanya Mama Arumi yang kini sudah berjongkok di samping cucunya.
Dengan sesenggukan Kiara menganggukkan kepalanya. "Iya Nek..Mama dali tadi gak kelual-kelual. Nanti Kiala telat ke sekolahnya." adu Kiara yang air matanya masih terlihat meleleh.
"Apa Devan masih menggempur istrinya sampai anaknya teriak menggedor kamar begitu kencang gak kedengaran. Di kasih kesempatan tapi malah keblablasan" gerutu Mama Arumi.
Semalam dia berusaha membujuk cucu kembarnya supaya mau tidur dengan Kakek Neneknya dengan alasan Mama Papanya ingin memberikan adik baru buat mereka. Tapi kenapa ini sudah pagi, matahari sudah mulai meninggi namun sang tuan rumah tak kunjung keluar juga dari dalam kamar.
"Mereka berdua memang keterlaluan. Dikasih kesempatan malah ngelunjak." geram Mama Arumi.
__ADS_1
Dengan tidak sabar Mama Arumi berdiri dan menggedor pintu kamar itu. "Devan Nayra keluar.." teriak Mama Arumi.
Gimana mau kedengaran kalau kedap suaranya diaktifkan dan Devan tadi setelah shalat subuh kembali mengajak Nayra menikmati indahnya surga dunia.
"Dev..stop..Kasihan Kia sudah nangis dari tadi."Nayra berusaha menghentikan permainan mereka, namun Devan tak peduli. Masih ada Miss Kimy dan juga Nenek Kakeknya. Mereka pasti bisa mengatasi putri bar-barnya itu.
"Dev..Udah aku bilang" namun Devan justru semakin membuat istrinya yang berada di bawah kendalinya mendesah tak karuan.
"Aku belum puas sayang...Buatlah aku mengerang penuh kenikmatan seperti semalam biar aku puas dan menyudahi permainan ini." ujar Devan.
Tak mensia-siakan waktu, Nayra membalikkan badan Devan dan kini dia berada diatas. Lebih baik cepat selesai daripada anaknya semakin marah sama dia.
Dan setelah Nayra memimpin permainan, Devan akhirnya mengeluarkan suara erangannya yang membuat Nayra tersenyum puas.
Nayra segera bangkit dan membersihkan dirinya kembali. Dia tak memperdulikan Devan yang masih terkapar akan servis yang dia berikan. "Pembalasan semalam" gumam Nayra. "Gila aja subuh mandi dan sekarang mandi lagi. Masuk angin masuk angin dah." gerutu Nayra.
Devan memejamkan matanya, "Aahhhh...Baru kali aku merasa puas mempelajari kitab fathul izar bersama Nayra. Istriku benar-benar liar. Aku suka permainannya." gumamnya dengan seringaian mesum.
"Mama Papa buka pintunya..." huwaaa.
"I'm sorry girl, my princess. Mama kalian akan Papa kurung sebelum Papa puas." teriak Devan sambil tertawa kencang karena merasa puas.
"Kiala gak mau adik kalau Papa mengulung Mama telus."
Yakan..Kaira akhirnya marah. Papa sih menahan Mama sampai pagi menyingsing. Mana si kembar kalau pagi selalu Mama, Mama dan Mama terus yang dicari.
__ADS_1
Emang Papa Devan gak takut apa kalau harus puasa lagi karena kelakuannya yang membuat anaknya marah dan menguasai Mamanya kembali?