
"kenapa kamu sangat membenciku...?". itu adalah kalimat pertama yang di tanyakan ayla begitu membuka suara.
Mereka duduk saling berhadapan di sisi lain sofa dan saling menatap.
"aku rasa kamu belum lupa dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku". jawab deniz dingin.
Kedua alis ayla menyatu.
"apa yang aku lakukan padamu? "
Deniz mendengus sembari tersenyum keji.
"kamu menjatuhkan handphone ku dan yang lebih keji bukannya kamu memperbaiki tapi malah membeli yang baru, kamu mengira aku tidak tahu bukan...?".
Kedua mata ayla sontak membulat. 'dia...tahu...?'.
Deniz lagi lagi mendengus. 'benar perkiraannya, wanita ini pikir aku tidak tahu'.
"itu..."
"lupakan itu, kamu...sebelum kejadian itu...mungkin kamu mengira aku tidak tahu tapi sayangnya...aku tahu, kalau kamu diam diam memperhatikanku dan mengikutiku ketika aku berada di rumah sakit, kamu sudah layaknya seorang penguntit dan itu sangat mengerikan".
Ayla membulatkan matanya terkejut. 'dia...tahu...?'.
Deniz mendengus keji.
"kenapa? kamu pikir aku tidak tahu? kalau kamu menyukaiku diam diam? dan mendengar pembicaraanku dengan ceyda membuatmu memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam hidupku tapi sayangnya...semua tidak seperti perkiraanmu".
"jadi...selama ini...kamu tahu...kalau aku...menyukaimu...?".
Deniz tidak menjawab langsung ia malah menatap ayla malas lalu mengalihkan matanya ke arah lain.
"itu bukan hal payah".
Ayla mencekram ujung bajunya kuat. 'ia benar benar merasa bodoh, baginya tidak masalah dengan kesalahpahaman deniz terserah deniz mau berpikir apa untuknya, tapi di sini...ia benar benar malu seperti seseorang yang ketahuan mencuri'.
"cukup bukan, sekarang jawab pertanyaanku". deniz menatap ayla.
Ayla beralih melihat deniz setelah tadi memilih melihat ke lantai. 'jadi...dari awal...dia sudah tahu...? karna itu...dia semakin membenciku'.
Ayla menghela nafas.
"aku akan bilang siapa aku, tapi aku punya syarat untukmu".
Deniz menyatukan alisnya menatap ayla. 'apa sangat serius? '.
"katakan! ". jawab deniz langsung karna tidak mau berlama lama.
"kamu tidak boleh memberitahu siapapun termasuk ceyda berjanjilah".
Deniz menggeram. "tidak ada yang tidak bisa di ketahui ceyda".
Ayla mendesah lelah. "kalau begitu aku hanya akan bilang padamu...".
"kita sudah sepakat tadi ayla, aku sudah menjawabmu dengan jujur sekarang...".
Trrtttt...trtttt...
Suara getaran hp di kantong celana deniz sontak membuat ucapannya terhenti. ia meraih benda tersebut dan melihat siapa pemanggilnya.
'mami? '.
Deniz kembali melihat ayla. "urusan kita belum selesai". ujar deniz sebelum bangkit berdiri membelakangi ayla.
"mam? ".
"kamu di mana sekarang...?".
Deniz beralih melihat ayla, yang sedang melangkah ke arah kamarnya. ia rasa ia tidak perlu berbohong dengan maminya.
"di rumah cucu menantu kesayangan nenek".
Ayla tersentak kaget dengan ucapan deniz. 'cucu menantu? '.
"oh, benarkah?... kalau begitu...mami tidak akan ganggu".
"ada yang mau mami katakan? ".
"oh itu...baiklah, mami menelpon karna itu! kamu kenal dengan Mr. Okan dan istrinya? ".
"tentu saja, kenapa dengan mereka mam? ". deniz masih bersikap santai padahal jantungnya sudah berdegup tidak menentu hanya dengan nama kedua orang itu di sebut.
"mereka sebentar lagi akan kemari, ke rumah kakekmu dan kakekmu menjamu untuk makan siang".
Kedua bola mata deniz sontak saja membulat.
"bagaimana...bagaimana bisa mereka ke rumah kakek? kakek tidak seakrab itu dengan Mr. okan dan juga...kenapa...tiba tiba..?".
"waktu kakekmu menghadiri acara pertemuan di singapura, kakek bertemu dengan Mr. okan dan berbicara beberapa kata lalu kakek menawari Mr. okan untuk kerumah jika kapan kapan ke negara kita dan mami dengar mereka baru landing dari pesawat pribadinya, kata kakek mereka sedang mengunjungi seseorang karna itu mereka menghubungi kakek untuk mampir".
Penjelasan maminya masih membuat deniz tidak percaya. seorang Mr. okan yang sangat terkenal dengan kekayaan dan kekuasaannya di dunia bisnis bahkan termasuk dari 20 orang terkaya di benua eropa tersebut menerima jamuan kakek? apa itu mungkin. padahal mereka bisa membayar koki untuk memasak segala masakan yang mereka mau dan ia yakin mereka tidak kelaparan hanya untuk sekedar numpang makan siang.
'ini aneh'.
"apa kamu akan datang? jika iya, bawa ceyda bersama mu ya? ".
Deniz terkejut dengan ucapan maminya lalu ia mengangguk. 'dulu ia menyampaikan satu pesan ke Mr. okan dan saat itu dirinya masih sendiri dan sekarang...iya, tidak selamanya dirinya sendiri, begitu juga dengannya'.
"iya, kami akan datang".
"hm, mami tutup"
"euhmm". klik...
Deniz melihat layar hpnya lalu mendesah lelah.
'masa lalu... akan menjadi masa lalu dan masa laluku denganmu...akan menjadi cerita hidupku yang tidak akan pernah aku lupakan...beyza'. lirih batin deniz sedangkan matanya menatap keluar dari jendela apartemen deniz.
Deniz berbalik melangkah ke pintu.
"kamu sudah mau pergi? ". tanya ayla begitu ia keluar dari kamarnya dan sudah berganti pakaian dengan baju biasa piyama berbahan sutra dan berwarna biru sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih.
"ya, terima kasih untuk bantuannya tadi dan...". deniz berbalik menatap ayla.
"kamu masih punya hutang denganku, ingat itu baik baik, aku akan menagihnya". deniz kembali melangkah dan memakai sepatunya lalu keluar dari apartemen ayla.
__ADS_1
Ayla mengedikkan bahunya acuh. ia menoleh ke samping saat mendengar suara bunyi handphonenya. ia melangkah ke sumber suara yang berada di sofa lalu meraih benda tipis tersebut dan mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"gawat ayla... ". ayla menjauhkan hp dari telinganya karna suara teriakan dari sebrang sana.
"resyad? bicaralah yang pelan? telingaku belum tuli dan dengan suara teriakanmu aku yakin aku bisa tuli". ujar ayla malas.
"katakan apanya yang gawat". sambung ayla lagi.
"dimana kamu sekarang?"
"di istanaku"
"ayla dengar, ini gawat benar benar gawat ".
Kedua alis ayla sontak menyatu.
"what the?! ".
"paman dan tante baru saja landing di sini dan mami bilang mereka mau bertamu kerumah presdir khaled, sekarang aku yakin mereka sedang dalam perjalanan ke sana".
"ya? apa maksudmu...? tunggu...Mr. Okan...dan...istrinya...kedua pasangan itu...?".
"yap"
"sudah berada di sini? ". teriak ayla panik lagi.
"yap"
"kamu tadi bilang...mau kerumah...pak khaled...kakek deniz...?". teriak ayla semakin panik.
"yap"
Ayla menggertakkan giginya kesal ke resyad.
"dan kamu baru memberitahuku sekarang...? ". teriak ayla marah.
Resyad menghela nafas.
"aku saja barusan tahu dari mami, mami menelpon kemari dan memberi tahu".
Ayla berdecak kesal. sial...
"apa yang harus aku lakukan sekarang...?". ayla menjerit panik.
"tidak ada, hanya perlu memasak saja dan menunggu kedatangan mereka ke tempatmu karna menurut mami bilang mereka tidak membooking kamar hotel, kamu tahu selebihnya".
Ayla sontak melihat ke pintu kamarnya.
"mereka akan menginap di sini? ".
"aku rasa"
"ughhh...mereka sangat mengerikan". kesal ayla sembari menyentak kakinya.
"mereka saling mencintai"
"hiksss...".
"aku akan ke sana sebentar lagi setelah ini selesai dan aku sudah mengirim pesan ke aliye, kita masak sama sama".
Ayla hanya mengangguk malas. "haruskah kita membuat mereka makan malam, mereka bisa makan di restoran mahal atau pesan antar". ujar ayla malas.
"menurutmu Mrs. Ayse mau? ".
Ayla lagi lagi berdecak kesal.
"baiklah, aku perlu belanja jika begitu"
"tidak perlu, aliye akan membawa semua, kamu tunggu saja di sana, duduk manis ya princess...?".
Ayla tersenyum mendengar panggilan resyad, sudah lama ia tidak mendengarnya. dan seketika membuat ayla merindukan sosok yang sering memanggilnya dengan sebutan tersebut.
"kamu membuatku merindukannya"
"..."
"sudahlah, aku tutup! belanja yang banyak". ujar ayla lalu menutup sepihak.
Ayla beralih melihat ke sekeliling apartemennya. ia sudah menempati apartemen tersebut kurang lebih 3 tahun namun entah kenapa baru hari ini akan terasa ramai dan tidak membosankan.
💓💓💓
Di rumah besar Al-khaled.
Khaled beserta istrinya sudah berpakaian rapi begitu juga dengan mami dan papi deniz. mereka semua berdiri di luar rumah untuk menjemput tamu yang sangat spesial bagi mereka bahkan jika di masukkan ke dalam berita maka keluarga khaled akan jadi topik utama di perbincangkan hingga beberapa hari ke depan dan akan menjadi ketakutan bagi lawan bisnisnya.
3 pasangan di sana berdiri sejajar sembari mata mereka melihat sebuah mobil limosin merek terbaru memasuki halaman rumah khaled dan di ikuti beberapa mobil hitam lainnya di belakang dan juga ada yang di depan untuk menjaga ke amanan atasan mereka.
Mobil limosin hitam berhenti tepat di depan rumah khaled dan juga khaled sudah berdiri di sana.
Khaled dan istrinya melangkah mendekat untuk menyambut.
Pintu mobil di buka oleh pengawal Mr. Okan dan yang pertama keluar adalah seorang wanita cantik dengan rambutnya kuning keemasan. siapa pun yang melihatnya tentu akan bilang kalau dia luar biasa sangat cantik.
Semua mata di sana sontak terpana kecuali para pengawal Mr. Okan dan deniz.
Di sisi pintu lain keluarlah seorang pria paruh baya namun masih terlihat tampan dengan kharisma tubuhnya masih terlihat kuat layaknya para pemuda, hanya rambutnya yang putih sedikit sehingga membuat dia terlihat sudah berumur. ia melangkah mendekati istrinya lalu seperti biasa ia akan merangkul pinggang istrinya dengan mesra seakan akan mau mengatakan kalau wanita ini adalah miliknya.
Deniz yang melihat itu sontak tersenyum tipis. ingatannya kembali ke sosok wanita yang membuat ia mau berada di situasi begitu. merangkul pinggangnya dan mengatakan pada semua orang kalau dia adalah miliknya namun itu semua sudah berlalu.
Deniz tersentak terkejut saat ceyda yang berada di samping menggoyang goyangkan tangannya karna dari tadi ceyda menggandeng tangan deniz.
"kakek memanggil ke sana". ujar ceyda sembari menunjuk ke arah kakek yang sedang menunggu deniz.
"selamat datang di kediamanku Mr. Okan dan Mrs. Ayse".
Mr. Okan dan istrinya tersenyum hangat dengan sambutan yang di beri Keluarga Khaled.
"terima kasih untuk sambutannya,sungguh luar biasa dan maaf kami sudah merepotkan kalian dengan kedatangan kami yang tiba tiba". Mr. Okan bersalaman dengan khaled.
"sama sekali tidak, suatu kehormatan bagi kami anda menerima jamuan makan di rumahku". Keduanya melepaskan salaman tangan lalu beralih bersalaman ke yang lain.
__ADS_1
Mr. Okan berhenti tepat di depan deniz dan menatap wajah deniz.
"bukankah kita pernah bertemu? seingatku...beberapa tahun yang lalu...benar tebakanku? ".
Deniz tersenyum dan menganggukkan kepalanya. semua di sana heran terkecuali mami deniz karna saat kejadian waktu itu, deniz hanya menceritakan dan berbagi semuanya hanya pada maminya.
Mrs. Ayse melangkah mendekati suaminya setelah tadi habis dari berbincang bincang dengan mami deniz. ia bertanya ke suaminya menggunakan bahasa jerman tentang siapa deniz dan di mana mereka pernah bertemu namun Mr. Okan hanya menjawab'nanti saja'.
Mr. Okan dan istrinya di persilahkan masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh
deniz dan ceyda di belakang.
Mereka sampai di meja makan dan langsung menyantap makanan. tidak ada yang berbicara saat menikmati makanan mereka masing masing karna memang Mr. Okan sama sekali tidak suka orang berbicara jika sedang makan.
Setelah selesai menyantap makan siang semuanya pindah ke sofa besar ruang keluarga khaled dan berbincang bincang di sana. bagaimana khaled memperkenalkan cucunya satu satunya yaitu deniz dan memperkenalkan lagi ceyda istri deniz.
Ayse terus memperhatikan keluarga itu sembari sesekali berbincang dengan selma mami deniz dan sesekali ia akan melirik menatap ceyda.
Jam 15:21
Mr. Okan dan ayse keluar dari kediaman khaled dan mereka menuju ke keperluan bisnis mereka, alasan lain kenapa mereka kemari.
Ayla, aliye dan resyad mereka sudah menyelesaikan masakan mereka. Resyad yang jika bagian memasak sudah seperti seorang koki terkenal sedangkan ayla dan aliye hanya membantu sesedikit sembari menyicipi.
Tak...
"sudah". ujar resyad meletakkan masakan terakhirnya ke atas meja lalu melepaskan celemeknya.
Ayla dan aliye yang melihat itu sontak membulatkan mata mereka dengan mulut keduanya yang terbuka.
"wahhhh....sangat enak! aku jadi sangat lapar". ujar ayla lalu menelan air liurnya begitu juga dengan aliye.
"apa paman dan tante masih lama?! ". tanya aliye ke resyad. r
Resyad melihat ke jam di tangannya.
"mungkin sekitar 1 jam lagi akan sampai tapi sekarang mereka sudah keluar dari ruang pertemuannya"
Ayla mendesah lelah.
Resyad terkekeh geli melihat hal tersebut.
"sudah sana kalian mandi dulu, nanti bau asap dapur".
Aliye menciumi dirinya sendiri. "kamu benar". ujar aliye dan ia berbalik melangkah ke kamar yang biasa ia tempati jika sudah berada ditempat ayla.
"kamu juga ayla? ". intruksi resyad yang melihat ayla malas malasan.
"biarin aja dengan begini mereka tidak akan menciumi wajahnya, kesal kalau ingat". rajuk ayla sembari mengerucut bibirnya.
Resyad mengacak acak rambut ayla yang seketika membuat ayla kesal.
Jam 18:02
Ting tong....
Ayla, aliye dan resyad yang sedang duduk di sofa sembari menonton tv sontak melihat ke arah pintu dan ketiganya berlari ke sana.
Ckleck...
Resyad yang membuka pintu dan orang pertama yang ia lihat adalah Mr. Okan, yang selalu membuatnya kesal karna melihat wajahnya. tidak bisakah wajahnya mengalah dengan keponakannya ini?.
"hai paman? selamat datang dan silakan masuk". ujar resyad sembari tersenyum memaksa.
Mr. Okan masuk sembari menatap wajah resyad.
"apa kamu ikhlas membuka pintu re? wajahmu terlihat tidak". ujar Mr. Okan.
Resyad memilih tidak peduli dan ia lebih memilih melihat wajah tantenya.
"silakan masuk tante ku yang tercinta".
Ayse tersenyum dan melangkah masuk. matanya mencari seseorang dan ia menemukannya, berdiri tepat di hadapannya dengan jarak 2 meter.
Seketika suasana di sana senyap tidak ada suara, ketiga manusia di sana saling melihat dengan kerinduan yang sama.
"mana sambutan dan pelukan untuk daddymu ini princess...?". seru Mr. Okan memecah keheningan.
Ayla yang hampir menangis karna sangat merindukan kedua orang di depannya ia tersenyum lalu berlari ke arah Mr. Okan dan memeluknya.
"welcome dad...? I love you forever". ujar ayla dalam pelukan Mr. Okan.
Mr. Okan menaikkan sudut bibirnya tersenyum tipis.
"daddy, love you forever".
Ayla melepaskan pelukannya saat melihat seorang wanita cantik yang berdiri di belakang daddynya.
Ayla tersenyum dan tertawa kecil.
"mom...?". panggil ayla dengan air mata di pelupuk matanya yang sudah mengenang begitu juga dengan ayse.
Ayse merentangkan tangannya menyuruh ayla untuk memeluk dirinya. putrinya yang tercinta, putrinya satu satunya.
Ayla langsung saja menghambur ke dalam pelukan mommynya.
"kamu jahat beyza? kamu pulang dan tidak menemui mommy, kamu tidak tahu? mommi sangat merindukanmu...hiks...". ujar ayse sembari menangis.
Ayla ikut menangis begitu juga dengan aliye dan resyad yang sesekali menyapu sudut matanya sedangkan okan memilih memeluk kedua orang yang sangat ia cintai itu.
"maaf, beyza minta maaf! tapi beyza yakin mommy tahu alasannya kenapa". ayse melepaskan pelukannya pada ayla lalu menatap wajah putrinya yang sudah lama tidak ia lihat langsung hanya melihat melalui foto yang ia suruh seseorang mengiriminya dan tanpa di ketahui anaknya ini dan juga suaminya. itupun bukan wajah asli anaknya melainkan yang di buat palsu dengan make up namun jika di lihat terlihat alami tapi nyatanya ini make up karna ini juga, reyyan ferdinand laki laki yang di jodohkan dengan putrinya, tidak bisa menemukan keberadaan beyza selama 5 tahun ini.
"baiklah, sekarang mami tidak mau melihat wajahmu begini, cepat sana hapus make upmu ini dan...". ayse menyentak nyentak rambut ayla.
"lepaskan rambut ini, mom sama sekali tidak suka, sana cepat".
__ADS_1