
Ayla gelagapan sendiri dengan permintaan deniz. ia menggigit ujung jarinya mencari cara agar bisa berdalih dari permintaan deniz. memang tidak masalah sih hanya sekedar ciuman tapi ia akui ia belum siap. sekarang saja belum apa apa jantungnya sudah meloncat loncat di dalam sana apalagi jika sudah terjadi, ia rasa ia akan mati hari ini.
Ayla sesekali melirik deniz yang sedang menatapnya dan yang paling membuat ayla adalah tatapan manik mata deniz yang cabul. lihat saja, dia tersenyum keji dan menunggu.
"sayang? kamu tidak sedang mencari alasankan? ". deniz yang berdiri menyamping bersandar di pembatas balkon menatap ayla yang kelabakan sedangkan dirinya bersikap tenang seolah olah kelabakan ayla bukan perbuatannya. dan ia sangat menikmati pemandangan ini.
Ayla membalik menatap deniz sebentar lalu kembali membelakangi deniz.
Ayla menggeram kesal. tadi dirinya yang menggoda deniz dan sekarang...ini namanya senjata makan tuan. ini berat dan benar benar berat.
Ayla menggigit bibir bawahnya. ia sedang mengambil keputusan. dirinya yang akan mencium deniz atau menyuruh deniz saja yang mencium...argh...ayla apa yang kamu katakan? tidak ini tid...
"sayang? aku menyuruhmu menciumku lho bukan membunuhku".
"diam lah deniz aku sedang menyiapkan diri". geram ayla kesal.
"bibirku sama dengan bibirmu beyza? bukan sebuah bom yang akan meledak sehingga kamu perlu persiapan".
Ayla berbalik menatap deniz dengan raut wajahnya yang jengkel+kesal.
"aku rasa melebihi dari itu dan aku sudah ambil keputusan aku... ".
Deniz beranjak dari bersandarnya melangkah mendekat.
Ayla menghentikan ucapannya melihat raut wajah deniz yang sangat berharap ia menyetujuinya.
"tidak akan bertanya tentang Mr. S itu jadi...lanjutkan pembicaraan tadi".
Deniz menaikkan sudut bibirnya membentuk senyum miring namun keji.
"benarkah? kamu tidak akan menyesal sayang? padahal ini akan menjadi ciuman pertama kita setelah sekian lama". dan kini jarak mereka sangat dekat, hanya butuh satu jengkal lagi maka tubuh mereka akan bersentuhan.
Ini bukan juga tentang sekedar ciuman tapi juga, ia tidak akan berani lagi melihat wajah deniz dan ia yakin pria ini akan menggodanya terus dan ya, wanita mana yang tidak mau di cium oleh lelaki yang di cintainya, begitu juga dengannya dan...kenapa ia tiba tiba begitu tergoda.
Ayla menatap wajah deniz di depannya tanpa berkedip. ia tidak pernah membayangkan sekalipun kalau ia bisa melihat wajah deniz dalam jarak yang begini dekat, jika pun bisa dulu. hanya wajah deniz yang marah dan dingin padanya namun tetap membuatnya senang dan bahagia sekarang, wajah deniz yang tanpa marah dan dingin apalagi datar.
Ayla tanpa sadar menyentuh dan membelai wajah deniz sehingga membuat deniz memejamkan matanya menikmati sentuhan wanita yang di cintainya.
Deniz menghentikan tangan ayla membuka mata menatap ke dalam manik mata ayla.
"cium aku beyza? aku merindukanmu". pinta deniz nyaris seperti memohon.
Ayla tersentak tersadar dari keterpanaannya ke deniz. ia buru buru menarik tangannya dari tangan deniz menatap deniz sebentar sebelum melihat ke samping.
Ayla mundur selangkah menjauhkan tubuhnya dari deniz sebelum kembali berbicara.
"akan aku lakukan tapi setelah kamu ceritakan semuanya termasuk siapa Mr. S".
Impian deniz buyar seketika. ia sudah membayangkan bagaimana pagi ini akan menjadi pagi terindah untuknya karna ini pertama kali mereka berciuman setelah sekian lama. entah kenapa ia jadi kesal.
"apa kamu jatuh cinta pada Mr. S? ". deniz bertanya jengkel.
__ADS_1
"kamu tahu betul lelaki mana yang aku sukai".
Deniz tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya sehingga ia pun senyum senyum sendiri.
"sudahlah jangan seperti abg aja, ceritakan! apa hubungannya kamu dengan Mr. S dan perselisihan reyyan dan pamannya?".
Wajah deniz sontak kaku dengan pertanyaan ayla. haruskah ia katakan yang sebenarnya? atau ia bohongi beyza saja? ia tidak mau beyza mengkhawatirkannya dan bisa membuatnya dalam bahaya.
"jangan mencoba untuk membohongiku deniz karna cepat atau lambat aku juga akan tahudl dan kamu akan tahu sendiri setelahnya".
Deniz menelan ludannya susah payah.
"Mr. S...Mr. S itu...". deniz melihat ayla takut takut. ia memerhatikan wajah ayla dan ayla masih tetap tenang menunggu deniz.
"Mr. S itu...suamimu ini...beyza". ucap deniz nyaris seperti berbisik sehingga membuat kening ayla menyatu karna tidak mendengar apa yang baru saja deniz katakan.
"deniz? kamu mengatakan sesuatu tadi apa? ".
Deniz menatap ayla. ia berkedip kedip beberapa kali sebelum berkata dengan jelas.
"Mr. S...aku beyza? suami mu ini".
Ayla melebarkan matanya dengan kata yang baru saja keluar dari mulut deniz. ia mendengus, mendengus tidak percaya.
Apa pria ini sedang bermain main dan aku tidak punya waktu untuk itu.
"deniz? aku serius? ". ujar ayla menatap deniz malas.
Ayla menatap deniz dengan raut wajahnya yang datar tanpa ekpresi menatap deniz sedangkan pikirannya, ia tidak perlu bertanya lagi apa rencana deniz semuanya karna jika benar yang di katakan deniz pria ini Mr. S maka...
"kamu sedang bercanda bukan? ".
Deniz mendesah lelah. inilah alasan lain ia tidak mau bilang ke ayla. see
"beyza.. "
"KATAKAKAN KALAU KAMU SEDANG BERCANDA BRENGSEK". teriak ayla murka ke deniz. pria ini benar benar mau membunuh dirinya sendiri atau sedang mencari masalah.
"beyza? tenangkan dirimu, kamu sedang hamil ingat? tidak boleh marah marah"
"dan apa yang sedang kamu lakukan ini kamu pikir baik untuk kehamilanku? ". sinis ayla masih dengan nada marahnya.
Deniz mendesah lelah.
"karna itu aku tidak ingin memberitahumu sayang? aku takut kamu mengkhawatirkan ku berlebihan".
"jangan bercanda deniz? tetaplah bersembunyi seperti yang kamu lakukan selama ini, seperti Mr. S yang misterius jangan biarkan mereka tahu kamu, apalagi masuk ke dalam perselisihan mereka".
"dan membiarkan reyyan memilikimu".
__ADS_1
"itu jauh lebih baik daripada aku kehilanganmu untuk selama lamanya, daripada anakmu yang tidak bisa melihat ayahnya, pikirkan itu deniz, paling tidak! meski jauh tidak bersama kamu...masih berada di dunia yang sama denganku, menghirup udara yang sama dan di bawah langit yang sama, deniz jangan membuatku ketakutan, aku takut...". ayla menitikkan air matanya sedangkan tubuhnya gemetaran memikirkan hal hal buruk yang bisa saja terjadi pada deniz. ia tidak bisa.
Deniz meraih ayla dan membawa ke dalam pelukannya dan mencium menghirup sedalam dalamnya puncak kepala ayla.
"bukankah aku selalu bilang beyza? percaya padaku dan serahkan semuanya padaku! percayalah, aku akan baik baik saja, untukmu...dan anak kita, aku akan baik baik saja, percayalah".
Ayla menggeleng. ia sama sekali tidak mau dengar. ia memilih menikah dengan reyyan setelah anaknya lahir. itu lebih baik dari pada melihat lelaki yang kita cintai dalam bahaya.
"tapi sebenarnya itu cara ke 3 setelah ada yang kedua dan pertama, jika yang kedua berhasil maka aku tidak perlu memakai cara itu".
Ayla mendongak menatap deniz dengan wajahnya yang sudah di penuhi air mata. deniz menghapus semua air mata ayla hingga tidak berbekas dengan lengan bajunya yang panjang dan sesekali ia gunakan tangan.
"jangan lakukan ini lagi mengerti? jika kamu mencintaiku, seperti aku, aku menyakiti diriku maka kamu akan ikut merasakannya dan sekarang kamu menangis aku lebih sakit dari itu, semuanya akan baik baik saja beyza? percaya padaku! lihat? 13 tahun aku mencarimu dan aku berhasil menemukamu, aku bertahan sendiri melawan semuanya sendiri, sampai saat ini bisa melihatmu di depan mataku, aku selalu berdoa sama yang maha kuasa untuk jangan ambil aku dulu sebelum aku memiliki banyak anak dengan wanita yang aku cintai dan membuatnya bahagia dengan cintaku jadi...kamu bisa serahkan semuanya padaku bukan? percaya pada ku bukan?..meski terjadi sesuatu padaku percayalah. aku akan kembali ke pelukanmu dan akan bersama dengan anak anak kita, tugasmu beyza? cukup jaga anak kita, kandunganmu, kehamilanmu, kamu bisa janji itu sayang? ".
Ayla menggeleng frustasi.
"kamu menakutiku deniz? ku mohon hentikan". ayla kembali menangis.
Deniz menggeleng. menangkup wajah ayla.
"beyza? aku tidak mendapatkan janjimu, berjanjilah padaku satu hal itu, ayo sayang? ".
Lagi lagi ayla menggeleng.
"kita akan menjaga bersama deniz? ". isak ayla pilu.
"setelah semua ini selesai ya, kita akan menjaga mereka bersama sampai kita tua, sampai kamu jadi nenek dan aku seorang kakek, sekarang aku butuh janjimu ayo sayang? jaga anak kita dengan baik jangan biarkan dia merasakan kesedihanmu apalagi tangismu, berjanjilah".
Ayla melihat ke samping tidak mau melihat deniz. kenapa ini rasanya sangat sakit dan ia ketakutan.
"beyza please sayang? ayo...? ". rayu deniz sembari meraih dagu ayla untuk menatapnya.
"kamu juga harus berjanji akan kembali dan tidak akan terjadi apapun".
"ya, setelah mendapatkan persetujuan kakek, aku akan mendapatkan persetujuan reyyan...setelahnya aku seutuhnya milikmu".
Ayla mengangguk menyutujui.
"sayang aku tidak mendengarnya "
"ya, janji akan menjaga anak kita akan baik baik saja".
Deniz tersenyum lega lalu kembali menarik ayla dalam pelukannya. ia lega, benar benar lega. seandainya terjadi sesuatu padanya di saat ia masuk ke dalam perselisihan reyyan dan Mr. lardo paman reyyan. ia akan tenang paling tidak beyza akan menepati janjinya. ia sangat kenal beyza. wanita yang tidak akan pernah ingkar janji.
"selalu mencintaimu beyza? ".
Beyza tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada deniz tanpa membalas ucapan deniz.
__ADS_1