
"sayang? kamu tidak sedang mencoba memancingku bukan? ". deniz menatap ke bawah melihat ayla.
Ayla mendongak. ia menatap manik mata deniz yang membuatnya menggila begini.
"sayangnya kamu tidak bisa ngapa ngapai".
Deniz mengecup puncak kepala ayla sebentar sebelum membalik melihat ke jendela.
"kita kesiangan beyza? dan kamu melewatkan susumu". deniz beranjak turun dari ranjang diikuti beyza dari sisi lain.
Ayla melihat ke jam.
"masih jam 8". ayla membalik melihat deniz yang melangkah mendekat dengan satu gelas susu ditangannya.
Ayla menatap deniz dengan pandangan bertanya tanya.
"ini darimana, aku yakin kamu tidak bisa menyulap".
"minum dulu selagi masih hangat sepertinya seseorang meletakkan di meja samping pintu dan aku mengambilnya, duduk dulu". deniz menuntun ayla duduk di kursi meja riasnya ayla lalu setelahnya memberikan susu.
Ayla meraih gelas tersebut tanpa bertanya lagi ia langsung meminumnya sampai habis.
Setelah meminum susunya, ayla beralih menatap deniz. ia akan melakukan sesuatu untuk membuat deniz memberitahunya tidak seperti semalam.
"ada apa? kamu lapar, segarkan tubuhmu dulu lalu kita turun".
Ayla tersenyum keji dan sedetik kemudian ia menurunkan jubah baju luarnya yang seketika memperlihatkan lekukan tubuhnya dan mulus putih kulitnya.
Deniz berhenti bernafas serta mematung dengan matanya yang tidak berkedip. menatap penampilan ayla di depannya.
'ini serangan mendadak dan mematikan tadi kecupan singkat dan sekarang...godaan tubuh'.
Ia tahu persis ayla sedang menggodanya atau...sesuatu dia rencanakan. tentu saja membuatnya terpancing.
Ayla mendekat ke deniz menempelkan tubuhnya pada deniz lalu mengelus jambang tipis deniz yang semakin membuat pria ini tampan.
Deniz menggeram. menahan nafsunya yang bisa saja akan menerjang ayla lalu membawa ayla terbaring di ranjang hingga sore menjelang dan setelahnya ia akan menyesali perbuatanya. menahan diri adalah hal terbaik sekarang.
"beyza dengar? jika kamu sedang memancingku maka hentikan". deniz. berbicara dengan suaranya yang nyaris hilang.
"dan kamu tidak bisa melakukan apapun".
Deniz menggeram. beyza berhasil, berhasil membuat adiknya bengkak di dalam sana. dan berhasil menyiksanya.
"beyza? ". erang deniz frustasi. sungguh sedikit lagi gesekan ayla ia akan tidak akan bisa terkendali.
__ADS_1
"jawab dulu pertanyaanku semalam dan aku akan menjauh".
Deniz mencoba mengingat lalu ia kembali melihat ayla.
"beyza? hentikan, sudah ku bilang sekalipun kamu telanjang aku tidak akan menyentuhmu tapi jika kamu terus begini aku tidak bisa jamin". deniz lebih memilih membahas hal ini yang sedikit lagi bisa membuat seluruh otot tubuhnya melemah jika tidak di lampiaskan dan wanita ini berhasil membuatnya begini.
"laki laki harus memegang kata katanya".
"itulah yang sedang aku usahakan tapi beyza? jika tubuhmu terus bergesek dengan ku aku yakin kamu akan menyesal"
Ayla mendongak menatap deniz.
"kenapa aku harus menyesal, itu artinya aku akan terbebas dari rahim pengganti".
Deniz mengangkat dagu ayla dengan tangan kanannya. ia terkekeh keji.
"jika kamu tidak cepat masuk ke dalam kamar mandi maka ucapkan selamat tinggal pada sarapan pagi, makan siang dan selamat berjumpa makan malam". deniz menurunkan matanya menatap dua gundukan kembar yang sedikit tertutup kain. ingin sekali ia membukanya melumat dan menghisapnya.
Shit...deniz mengumpat menyadarkan dirinya.
"jika itu terjadi kamu yang akan menyesal juga". ayla memberanikan diri menatap deniz menantang.
"tidak sayang? tapi kamu yang akan menyesal karna apa? karna setelah kita melewati hari ini dan ketika kandunganmu tidak bisa bertahan maka pada saat itu juga kamu akan ku bawa bersamaku di mana keluargamu atau siapapun tidak akan ada yang tahu keberadaan kita, sampai kamu hamil lagi, anakku beyza! ". ujar deniz dingin tepat di depan telinga ayla.
Ayla menatap ngeri deniz. pria ini tidak serius bukan?.
"apa kita pilih jalan itu saja beyza? untuk kita cepat bersama? tidak ada yang menganggu"
Ayla melebarkan matanya. ia menolak tubuh deniz sembari menjauhkan tubuhnya dari deniz. namun terlambat karna deniz sudah lebih dulu meraih pinggang ayla dan merapatka tubuh mereka hingga ayla bisa merasakan sesuatu yang keras menusuk bagian pusarnya.
Deniz menurunkan kepalanya berbisik ditelinga ayla.
"bagaimana sayang? kamu merasakannya, dia ingin cepat di puaskan dan keputusannya ada padamu".
Ayla menolak tubuh deniz dengan kedua tangannya.
"aku salah, aku hanya mau tahu rencanamu selanjutnya".
"dengan memancing nafsuku"
"lebih tepat menggoda"
__ADS_1
Deniz tertawa mendengar ucapan ayla. menggoda? ayolah beyza, tubuhku tidak perlu kamu godapun akan selalu menginginkamu. aku hanya sedang menahan diri dan ini sangat menyakitkan.
"beyza? tanpa kamu goda, adikku akan selalu mengeras hanya dengan melihatmu saja dan apa kamu tahu? pagi ini kamu sangat sadis padaku". mati matian aku menahan diri dan pagi ini kamu menantangnya ini lebih menyakitkan dari pada menahan dan sekarang ia bukan lagi menahan tapi perlu memadam kannya. dengan air dingin.
"aku tidak akan lalukan lagi jika kamu jawab aku, jika tidak aku akan tetap disini menempel padamu, bodoh dengan penyesalan". skakmat..
Ayla tahu betul di mana letak kelemahannya karna meskipun ia menakutkan ayla nyatanya wanita ini percaya ia tidak akan menyentuhnya. ia tidak mau kehilangan mereka berdua anak dan cintanya. bahkan ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelahnya tentu sangat ngeri.
"setelah sarapan kita akan bicara". jawab deniz cepat. dan ia mengalah.
"aku mau sekarang karna setelah sarapan kamu akan berdalih lagi".
"beyza? kamu butuh sarapan... ".
"untuk anakmu". potong ayla tajam.
"beyza...? dia juga anakmu...anak kita! apa aku salah? ". deniz menatap ayla meneliti wajah ayla.
"aku sudah minum segelas susu dan itu cukup untuk mendengar jawabanmu atau aku tidak akan bergeser kemana mana". ayla berkeras kepala.
Deniz menggeram.
"aku janji setelah sarapan aku akan katakan, ayo...". deniz meraih tangan ayla mau membawa ke kamar mandi namun duluan ayla yang menyentaknya dan menatap deniz tajam.
"jangan mencoba membodohiku deniz? semalam kalau aku tidak salah ingat kamu akan menjawab ketika esok hari dan sekarang apa?".
Deniz menarik nafas frustasi. ya, ia akui ia sama sekali tidak berniat mau membicarakan ini dengan ayla karna apa, karna ia tidak mau ayla ikut terlibat dan dia bisa terluka.
"aku janji demi anak kita". ucap deniz menatap wajah ayla.
Ayla memerhatikan wajah deniz.
"lihat saja kalau kamu berani berdalih lagi, aku akan membunuhmu". ancam ayla lalu ia melangkah ke meja nakas samping ranjang dan menekan satu tombol merah di sana.
"nona...?".
"bawa sarapan kami kemari mine? ".
"baik nona". ayla melangkah ke kamar mandi tanpa melihat deniz.
Deniz menghela nafas lega. ia akui, wanita marah sangat sangat menakutkan apalagi, wanita yang kita cintai.
__ADS_1