Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 40


__ADS_3

"kamu lupa satu hal sayang...?". deniz berbalik menatap beyza. jarak mereka sekitar 4 meter.



Kedua mata ayla membulat beserta langkahnya yang terhenti mendengar panggilan deniz untuknya.



'apa aku tidak salah dengar? atau pria ini yang sedang gila...?'.



Deniz tersenyum keji lalu mengalihkan matanya melihat ke perut ayla.



Ayla sontak melihat ke perutnya memegangnya dan menatap deniz kembali.



"deni...".



"selim junior ada di dalam dirimu beyza...? ".



Kedua mata ayla membulat mendengar ucapan deniz, yang baginya sangat...ughh.



Ayla memaksa untuk tersenyum sinis ke deniz karna ia tidak mau kalah dengan pria ini.



"oh deniz...? jangan bawa bawa dia kedalam pembicaraan kita okay...? ".



"karna aku menang banyak? ". deniz terkekeh lalu ia melangkah mendekat ke ayla.



Ayla menggertakkan giginya.



"kamu pria yang sangat menyebalkan dan menjengkelkan!". ujar ayla kesal lalu melangkah lebar dari sana.



Deniz dengan setia mengikuti langkah ayla sambil terus terkekeh.



'kamu tahu beyza...? aku pernah membayangkan akan hari bersama denganmu di suatu hari nanti namun aku tidak menyangka hari itu akan begini dan di sini, terima kasih beyza! karna kamu menawari dirimu untuk jadi rahim pengganti'.



Mereka melangkah masuk dari pintu samping rumah tersebut.



Keduanya mau melangkah ke lift mau naik ke lantai kamar beyza namun suara yang sangat di kenali ayla membuat langkah ke duanya terhenti sebelum sampai di lift.



"wowww...apa ini adik ipar kami beyza...?".



Ayla berhenti dan berbalik menatap ke 3 pria yang berdiri di sana sembari menatap ke arah ia dan deniz. kedua kakaknya dan daddynya.



Ayla melihat ke pakaian ke tiga pria di depannya. itu pakaian yang biasa mereka pakai jika mau latihan.

__ADS_1



Ayla tertawa memaksa.



"kalian baru habis latihan? pagi sekali ha ha ha". tawa sumbang ayla.



"latihan? baru mau latihan, dan kami mendapatkan murid baru yang harus kami ajari sebentar beyza?". seru omar kakak beyza.


Kedua mata ayla sontak saja membulat. ia beralih menatap ke daddynya namun respon daddynya sama seperti seorang guru yang sedang haus akan seorang murid.



"daddy?... ini bercanda...?". Ayla menatap daddynya dengan keningnya yang mengernyit.



"tenang saja, kita akan sarapan dulu". ujar Okan tenang.



Ayla menarik nafasnya. lalu kata katanya semalam kemana daddynya bawa.



"daddy...? ". mohon ayla ke daddynya namun daddynya hanya tersenyum kemenangan.



Ayla menggeleng frustasi.



Kedua kakak ayla menatap deniz.




Ayla menarik nafasnya, menenangkan dirinya untuk tidak marah karna ia sedang hamil.



Deniz melihat ke tiga lelaki di depannya, ia mau maju ke depan dan bersalaman namun ayla mencegatnya dengan berdiri di depan deniz sembari tangan kanannya dia rentangkan melindungi dirinya.



Deniz tersenyum tipis melihat itu.



Ayla menatap ke tiga pria di depannya.



"katakan tidak ada yang akan melukainya, berjanjilah! ". ayla menatap ke dua kakaknya dengan tajam.



Z serta Omar sedikit ketakutan dengan ucapan ayla karna apa? akan sangat berbahaya jika adik kecilnya ini marah.



Z dan omar mengalihkan matanya melihat deniz yang ada di belakang adiknya.



"hei adik ipar? kamu tidak akan seperti bancikan? dengan bersembunyi di belakang perempuan? kamu lebih terlihat seperti seorang pengecut".



Ayla mengalihkan matanya melihat deniz.


__ADS_1


"jangan hiraukan mereka, naiklah ke atas, kamu harus mandi, akan aku bawa kopermu".



Deniz yang mau menjawab ucapan Z sontak menutup kembali mulutnya dan menikmati melihat wajah ayla yang mengkhawatirkannya.


Ayla kembali melihat ke tiga pria di depannya.



"Z... ". Ucapan ayla terhenti saat sudut matanya melihat deniz yang melangkah melewatinya dan berdiri di depannya.



"aku rasa kamu harus memutar kembali cctv di rumah ini jika ada Z? karna seingatku tadi bukan aku yang sembunyi di belakang wanita tapi seorang wanita yang sangat mencintai suaminya mencegat dan berdiri di depannya, aku sedang menikmati perasaan cintanya tadi dan kamu menganggu kami".



Ayla membulatkan matanya dengan ucapan deniz.



'apa pria ini pikir ini sedang main main? cinta istri??? '.



"aku akan ikuti semua peraturan rumah ini tapi sebelum itu, seperti yang di katakan istriku tadi kalau aku butuh mandi dan... ". deniz melihat ke Okan daddy ayla.



"sir? aku butuh koperku".



Okan menatap ayla dan deniz secara bergantian lalu kembali menatap deniz.



"kamu tidak menghajar putriku semalam habis habisan kan? ".



Kedua bola mata ayla sontak saja membulat sedangkan kedua kakak ayla beralih menatap deniz dari bawah ke atas dan berhenti tepat di wajah deniz.



Keduanya tersenyum sinis.



"tubuhmu bagus juga dan wajahmu bisa juga meski kamu tidak akan bisa mengalahkanku". ujar Z kakak sulung ayla, yang ketampannya di kenali semua wanita di negara tersebut. begitu juga dengan Omar adiknya.



Deniz menggertakkan giginya kesal. ingin sekali ia menjawab tapi...



"tenang saja sir? itu tidak terjadi! aku hanya butuh mengganti bajuku dan menyegarkan tubuh sebelum latihan ".



Ayla mengerjap. ia bertanya tanya. 'kenapa daddynya harus bertanya begitu padahal daddynya sangat tahu, siapa wanita yang di cintai deniz dan sebagai seorang pria yang sangat mencintai istrinya, ia yakin daddynya tahu itu tidak mungkin terjadi namun kenapa daddynya malah berkata begitu...? padahal tidak ada di sini yang tidak tahu tentang pernikahannya, apa...daddynya sudah tahu siapa deniz...sebenarnya...?'. ayla menggeleng.


'tidak, itu tidak mungkin terkecuali...deniz yang bilang atau...reyyan yang bilang tapi reyyan belum melihat deniz...tunggu, reyyan...?'. ayla sontak melihat deniz dengan kedua bola matanya yang membulat.



'ini gawat, ini lebih gawat dari kakeknya yang akan melihat deniz, pria itu...tidak akan mengenali deniz kan...? '.



Ayla menggeleng sendiri. 'tidak, dengan koneksi dan mata matanya, ia yakin hanya butuh beberapa menit dia akan tahu, deniz....dalam bahaya'.



__ADS_1


__ADS_2