Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 55


__ADS_3

"katakan". perintah ayla begitu menyelesaikan sarapannya dan meletakkan gelas kosong yang sudah ia minum habis air putih.



Begitu juga dengan deniz yang sudah selesai beberapa menit yang lalu ralat, ayla menghabiskan sarapan deniz. tadi saat sarapan mereka sudah terhidang di meja kecil yang berada di balkon kamar ayla di sisi kiri kamar, bisa di katakan ruangan santai ayla di sana. mereka berdua memulai sarapan namun baru beberapa suap deniz makan dia melihat tatapan minat mata ayla ke piringnya, al hasil deniz memberikan sarapannya ke ayla dan meraih sarapan ayla namun baru satu suap ayla sudah mengambil sarapannya lagi dan sarapan deniz tadi habis kandas.



Deniz menyatukan alisnya tidak percaya, tubuh dengan seksi begitu makan banyak? apa dia tidak takut gemuk? atau...sebentar lagi akan gemuk sendiri.



Deniz melihat mine yang membawakan air putih untuk mereka dan ia pun menyuruh mine membawa sarapan untuknya satu piring lagi karna ia masih lapar. beberapa menit mine tiba dan meletakkan sarapan di hadapan deniz. sebelum menyantapnya. deniz melihat ayla terlebih dahulu menawarinya, siapa tahu dia masih lapar mungkin karna efek kehamilannya.



Setelah melihat ayla menggeleng,yang artinya dia tidak mau. deniz melanjutkan sarapannya menyuapi dirinya. di tengah tengah deniz menikmati sarapannya yang baginya sangat enak entah siapa kokinya dan baginya sangat nikmat. Ayla meraih piring yang berisi sarapannya lagi dan meletakkan di hadapan dia sendiri dan tanpa berkata apapun dia langsung makan lagi.



Deniz hanya bisa melongo tidak percaya. ia meletakkan sendoknya ke atas meja meminum air putih sambil kedua manik matanya yang abu abu melihat ayla yang sangat menikmati sarapannya dan entah kenapa ini membuatnya kenyang sendiri ada rasa senang yang tidak bisa ia ungkapkan di dalam sana.



Deniz tersenyum bahagia melihat hal tersebut. tanpa ia sadari ayla sudah menyelesaikan sarapannya bisa di katakan 3 piring pagi ini lebih kurang.



Deniz tersadar dari lamunannya karna suara panggilan ayla. ia mengerjap menyadarkan dirinya sepenuhnya lalu kembali menatap ayla. ia beranjak dari kursinya melangkah ke sisi pembatas balkon berdiri di sana dan menatap rumput hijau yang menghiasi perkarangan rumah ayla.



Ayla ikut melangkah ke sana berdiri di samping deniz menunggu deniz bicara.



"awalnya aku akan menyembunyikan ini darimu sampai semua tuntas dengan begitu kamu tidak akan tahu dan kamu juga tidak akan bisa ikut campur, yang aku takutkan kamu akan turun tangan beyza? dan kamu bisa terluka". deniz menoleh menatap ayla.



Ayla menyatukan alisnya tidak mengerti, selama ia berada di rumahnya maka tidak akan ada siapapun yang bisa menyakitinya bisa di katakan, ia berada di negara ini itu artinya ia ada dalam jangkauan daddy dan kakeknya menyakitinya berarti melawan kedua pria itu.



Deniz kembali melihat ke depan. ia menarik nafas sebelum kembali berbicara.



"kamu tentu tahu. perselisihan reyyan dan paman ke 2nya saat ini dalam memperebutkan hak atas kepemimpinan dari perusahaan SJ yang di pimpin reyyan bagian dari bisnis The King Group".



Ayla mengangguk, itu bukan hal yang tabu lagi baginya karna ia sudah mengenal reyyan dan keluarga reyyan dari ia kecil dan paman keduanya tentu saja ia sangat tahu, pria yang sangat haus akan kekuasaan dan tidak pernah berhenti mengusik ketenangan hidup keponakannya. mungkin itu salah satunya kenapa reyyan selalu bersikap dingin dan kejam kepada siapapun terkecuali untuknya.



"lalu...apa hubungannya dengan rencanamu? kamu tidak mungkin akan masuk ke dalam sana, itu namanya bunuh diri dan kamu tidak mungkin minta bantuan paman ke 2 itu artinya kamu mencari musuh denganku, meskipun aku tidak menyukai reyyan tapi...kamu memihak paman reyyan aku tidak terima".



Deniz membalik menatap ayla. ia menatap ayla dengan dalam. ia tidak bicara tapi batinya yang berkata karna memang salah satu caranya adalah memihak paman reyyan jika reyyan tidak melepaskanmu ayla.



'seperti dugaanku, beyza tidak akan memihakku mungkin ini alasan Mr. Okan untuk tidak memberitahu pada beyza, awalnya Mr. Okan juga tidak setuju selain dari akan membahayakan nyawaku, mereka sudah menganggap reyyan seperti anak sendiri tapi di sini, aku sedang memperjuangkan anak dan istriku karna itu aku akan berusaha untuk tidak melukai keluarga ayla dan juga reyyan meski nyawaku sendiri taruhannya'.



Di lain sisi aku sudah berjanji pada ayla untuk mengatakan.



"deniz? ". panggil ayla menyadarkan deniz.



Deniz mendesah lelah. ia mengangkat tangannya meraih tengkuk ayla lalu memeluk tubuh ayla erat.



'ini berat beyza? tapi dengan kamu di sini, sangat membantuku'. deniz menciumi puncak kepala ayla sedangkan raut wajah terlihat sedih. ia masih punya beberapa hari untuk bersantai dan setelah itu, semua akan di mulai.



"deniz? ". ronta ayla minta di lepaskan dan mau deniz melanjutkan ucapannya.



"sekarang reyyan sedang membutuhkan banyak suara dari para pemegang saham di perusahaan SJ perusahaan yang bergerak di bidang elektronik tersebut untuknya begitu juga dengan sebaliknya, kamu juga tentu tahu di dalam sana ada yang memihak reyyan dan ada yang tidak dan sekarang...keduanya sedang gencar mencari pemegang saham terbanyak di sana Mr. S".



Ayla mendongak. i menatap deniz dengan raut wajahnya bingung. bagaimana deniz bisa tahu? dan ya, Mr. S itu sangat misterius bahkan kakeknya sudah menyuruh asistennya mencari tahu siapa dia tapi yang ada hanya asisten Mr. S yang kemana mana membereskan semua hal baik saham maupun membeli beberapa aset milik pengusaha di sini bahkan ia dengar, Mr. S juga menanamkan saham di perusahaan otomotis terbesar di sini. Mr. S yang sangat misterius tapi tunggu...deniz kenal dengan Mr. S.



"kau kenal dengan Mr. S?".



Deniz tersenyum keji lalu menghentak pinggang ayla semakin rapat pada tubuhnya. sontak saja ayla menahan dengan kedua tangannya yang dia letakkan di dada deniz.



"kalau aku bilang aku kenal?".


__ADS_1


Ayla membulatkan matanya. jika deniz kenal maka dengan Mr. S rencananya sedikit berjalan mulus jika menyangkut kakeknya karna kakeknya sudah lama ingin bertemu dengan sosok billionaire tersebut. bukan seorang pengusaha tapi memiliki banyak aset dan kekayaannya sangat misterius, yang mereka tahu Mr. S bukanlah orang jerman namun ada yang bilang orang swiss.



Ayla menarik nafasnya.



"siapa dia? apa orang negara ini atau...swiss atau...".



Deniz menyatukan alisnya. ia menatap ayla tajam.



'apa dia pengagum Mr. S? '.



Deniz meletakkan jari telunjuknya pada bibir ayla menyuruh ayla diam.



"sepertinya bukan hanya Mr. Gokhan yang penasaran tentang Mr. S tapi kamu juga kurasa".



Ayla membuka mulutnya lalu menutup kembali. ia beralih melihat ke samping.



"aku pernah di ajak bertemu sama dia syarat untuk dia mau ketemu sama kakek dan dia sampaikan pada Juli asisten kakek".



Deniz menyipitkan matanya menatap ayla.



"dan kamu mau? ".



Ayla dengan cepat menggeleng.



"mana mungkin? aku dan juga kakek belum mengenal dia, siapa tahu kan? dia pria tua yang cabul atau pemuda gila".



Deniz membulatkan matanya.



"gila?! ". seru deniz nyaris saja dia berteriak.




"gilakan? siapa yang tidak tahu di negera ini dan juga di dunia bisnis kalau aku tunangan reyyan tapi dia meminta bertemu dengan ku+kencan untuk syarat mau ketemu dengan kakek dan lebih gilanya lagi dia membeli saham di perusahaan kakek dengan harga 3 kali lipat dari harga sebenarnya, aku kira benar kata orang dia billionaire, billionaire gila menurutku".



Deniz membuka mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia dengar. gila? cabul? billionaire gila?.



Deniz menggeram sembari memejamkan matanya.



"jika aku kenal, apa yang akan kamu lakukan? dan bisa saja aku akan sampaikan padanya apa yang baru saja kamu katakan barusan untuknya".



Ayla tersenyum menggoda. mengelus jambang tipis deniz dengan jari telunjuknya.



"kamu tidak akan melakukan itu sayang? karna aku...". ayla berjinjit berbisik ke telinga deniz.



"kekasih hatimu". setelah mengatakan itu ayla menurunan tubuhnya dan menatap deniz kembali dengan senyum menggodanya.



Deniz mengangkat dagu ayla menatap wajahnya. manik matanya terlihat tajam.



"banyak kejutan untukku hari ini ya sayang? pertama kecupan, kedua setengah telanjang dan sekarang...". deniz mendekatkan wajahnya ke wajah ayla dan berbicara tepat di depan bibir ayla.



"suara menggoda, katakan padaku apa yang harus aku lakukan padamu beyza? ".



Ayla tersenyum menantang deniz karna ia yakin pria ini tidak akan menyentuhnya jika dia masih sayang anaknya.



"katakan saja selanjutnya, dimana dia tinggal dan apa dia tua atau muda".

__ADS_1



"jika tua". deniz masih menatap bibir ayla yang bergerak gerak karna bicara.



"dia tua cabul, seperti dugaanku"



"jika muda"deniz mengelus bibir ayla dengan ibu jarinya. dan ia benar benar tidak tahan lagi untuk melumatnya. peduli dengan rencananya atau kencan indah yang ia atur.



"dia pemuda gila yang tidak tahu tunangan orang namun masih ngajak kencan"



"mungkin dia menyukaimu"



"dan dia semakin gila"



"psikopat? "



"lebih mirip ku rasa tapi tunggu dulu, kamu kenal? " ayla menola deniz untuk berhenti bermain di bibirnya.



"apa yang akan aku dapat jika aku bilang siapa dia"



"kakek akan senang"



"aku tidak butuh senang Mr. Gokhan , darimu"



"apa yang kamu mau dariku? "



"cium aku". deniz menatap ayla tajam.



Ayla membulatkan matanya.



"bu-bu-bukankah kamu bilang kit... "



"aku hanya meminta ciuman bukan mau menghentakmu beyza? ".



Ayla terlihat gelagapan. meski ia kenal deniz adalah selim dan mereka sudah pernah berciuman namun itu sudah lama dan jika pun deniz suaminya dan mereka sudah melakukan hubungan intim tetap saja mereka tidak berciuman dan ini...pertama kali setelah sejak lama.



"itu...kita..."



"karna itu mari lakukan sekarang, di mulai dari hari ini, aku tidak bisa menahan lagi dan paling tidak aku bisa merasakan satu dari anggota tubuhmu yang lain"



Ayla membulatkan matanya.



"bisa tidak kamu tidak memperjelas kannya? kau sangat mesum"



"aku akui ya, untuk saat ini, ayo beyza kiss me dan setelahnya kita lanjutkan pembicaraan kita".



Ayla menelan ludahnya gugup menatap ke wajah lalu turun ke bibir deniz.



'setelah beberapa tahun, bagaimana sekarang? apa pria ini...masih seganas dulu? '. ia masih ingat betul ciuman selim malam itu dan ya. ia tidak bisa melupakan. itu ciuman pertamanya.







__ADS_1




__ADS_2