Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 37


__ADS_3

"kamu serius mau tidur begitu...? ". Deniz berkacak pinggang melihat penampilan ayla di depannya yang mau naik ke ranjang.



"ya! karna seseorang ada di sini". ayla naik ke ranjang.



"dan seseorang itu suami mu sayang...?! ". deniz melangkah mendekati ranjang dan naik.



Kedua bola mata ayla sontak saja membulat dengan panggilan deniz padanya, namun hanya sebentar sebelum wajahnya kembali berkerut saat melihat deniz naik ke ranjangnya.



"kamu mau ngapain...?". ayla menatap deniz heran.



Deniz menatap ayla sekilas sebelum melihat ke selimut lagi, memperbaikinya dan menyelimuti dirinya lalu berbaring.



"seperti yang kamu lihat". deniz menatap wajah ayla.



Kedua alis ayla menyatu.



"kamu berencana tidur di sini...? seranjang denganku...?".



"ada yang salah dengan itu? aku suamimu".



Ayla semain heran dengan sikap deniz di tambah, tidak ada biasanya dia bicara begitu baik padanya karna biasa jika bukan berteriak maka berbicara di sela sela giginya.



"suami...? apa yang terjadi padamu deniz...? apa kamu minum obat? sehingga mengira aku adalah ceyda mu...?". sinis ayla sembari menatap deniz yang berbaring sedangkan dirinya masih duduk.



"ingatlah pemuda bernama selim, maka kamu akan tahu semua jawabannya beyza...? dan kenapa aku langsung kemari begitu mendapat undangan dari papamu".



Ayla mengerjap memikirkan ucapan deniz namun rasa kantuk melandanya jadinya ia tidak bisa fokus, ia kembali melihat deniz yang sedang memperhatikannya.



'masalahnya di sini, aku yang tidak bisa tidur karna kamu'.



"deniz kamu serius tidur di sini? ".



Deniz bangun dan duduk menatap ayla.



"lalu aku akan tidur di mana jika bukan di sini? di sofa? tubuhku belum terbiasa untuk tidur di sana".



"lalu apa aku yang harus tidur di sana? kamu tahu aku sedang hamil dan tidak mungkin tubuhku berbaring di sana".



"lalu apa salahnya kalau kita tidur di sini...? ah...kamu takut kalau aku akan menerkammu tiba tiba? oh beyza percayalah, aku tidak ak...".



"kamu dari tadi terus memanggilku beyza! aku harap kamu hentikan sebelum telinga lain mendengarmu dan aku tidak yakin bisa melindungimu dari pukulan mereka dan apa? menyentuhku? aku tidak segila itu untuk berpikir ke situ karna aku tahu kamu tidak suka denganku, tapi di sini...". ayla menarik nafasnya menghentikan ucapannya dan tidak bisa lagi untuk melanjutkan.



Deniz menaikkan sudut bibirnya membentuk senyum samping. 'inilah beyza? kenapa aku, sangat percaya diri sekarang dan semua kerja kerasku selama ini tidak sia sia karna aku...mendapatkan cintamu'.



Deniz menggeserkan tubuhnya lalu bergerak mendekat ke arah ayla yang sontak saja membuat ayla memundurkan tubuhnya lalu cepat cepat ayla menahan dada deniz saat ia jatuh terbaring diranjang dengan deniz di atasnya.



"deniz kau...".


__ADS_1


"kenapa...? ". deniz memotong ucapan ayla sembari menatap lekat lekat wajah ayla di bawahnya dan ia, sangat sangat bahagia.



Tok tok tok...



Keduanya sontak saja melihat ke arah pintu. deniz melihat ayla begitu juga dengan ayla.



"apa yang kamu lakukan? sana pindah?". ayla sedikit berteriak namun deniz masih bersikap santai.



"pintunya tidak di kunci bukan?! ".



"memang siapa yang kunci pintu? di tambah, kenapa aku harus menguncinya? karna biasa juga tidak".



Deniz kembali melihat ke pintu.



"masuklah". intruksi deniz seakan akan itu adalah rumahnya dan tidak membiarkan ayla lepas dari kukungannya.



Ayla melebarkan matanya.



"hei siapa kam....".



"Hik...".



Ayla sontak menghentikan ucapannya saat mendengar suara orang terkejut dan melihat ke arah pintu.



'mine..? bukankah tadi dia sudah...'.




Ayla berdecak kesal. ini semua gara gara pria ini, mine jadi salah paham.



"mine? ini tidak seperti yang kamu pikirkan ini...".



Ayla beralih menatap deniz.



"apa yang kamu lakukan? cepat pindah".geram ayla sembari menatap deniz, tapi deniz malah acuh dan malah menoleh menatap pelayan ayla.



"saya permisi nona? ini baju ganti pak deniz". setelah berpamit dan meletakkan baju di nakas dekat pintu, mine langsung keluar.



Ayla kembali menatap deniz setelah melihat mine. 'baju ganti? '. ayla melihat ke baju deniz lalu kembali ke wajah deniz hingga tidak sengaja manik keduanya bertemu namun dengan cepat ayla membuang ke arah lain.



"kamu lihat? bajumu sudah tiba, jadi pergi sana ganti baju". ayla menoleh ke samping tidak mau melihat deniz.



Deniz menaikkan sudut bibirnya.



"kenapa?.. apa posisi kita ini membuat jantungmu tidak kuat? ".



Kedua mata ayla membulat.



"dan kenapa...tidak bisa tidur bersama di sini...? apa...karna aku yang berada di sampingmu kamu tidak akan bisa tidur...?".

__ADS_1



Skakmat...



Ucapan deniz benar.



Ayla melebarkan matanya dan menggetakkan giginya.



Deniz terkekeh geli lalu pindah dari atas ayla dan berbaring di tempatnya tadi di samping ayla masih dengan kekehannya.



"baiklah, aku akan tidur di sofa! kamu tidurlah, tidak baik bagimu untuk tidur larut di tambah kamu sedang hamil, selamat malam beyza...". ucap deniz yang sudah turun dari ranjang dan melangkah ke arah sofa besar dan juga melingkar.



Deniz merebahkan tubuhnya di sana tanpa mengganti bajunya dulu.



Ayla setengah bangun menoleh melihat deniz.



"kamu tidak ganti baju dulu...?". ayla melihat ke pakaian deniz, celana jeans warna hitam di padu dengan baju rajut berlengan panjang warna coklat.



'bagaimana tidak jantungku berdebar dari tadi? ketampannya tidak perlu di ragukan lagi'.



"tidak, besok saja! tubuhku butuh istirahat untuk besok".



Ayla menyatukan alisnya. memang untuk apa besok. ah...apa dia tahu rencana daddynya? ah...itu tidak mungkin.



"selamat malam". ujar ayla sembari memejamkan matanya.



"beyza...?". panggil deniz lagi tanpa melihat ayla karna matanya juga sama seperti ayla terpejam.



"hm". ayla bergumam malas karna ia sudah ngantuk banget.



"banyak yang mau aku tanyakan padamu".



"dan simpan itu untuk besok, aku ngantuk".



"kamu takut jika kakekku tahu, siapa kamu sebenarnya...?".



Ayla membuka matanya.



"dari pada ke takut, aku lebih ke khawatir".



Deniz membuka matanya dan mengerjap.



"kakek akan kemari...?".



Ayla diam tidak menjawab namun diam ayla memberikan jawaban bagi deniz.



Mereka sama sama terdiam dengan pikiran mereka masing masing.



__ADS_1



__ADS_2