
"deniz? lepaskan dulu, aku mau lihat surat itu? ". pinta ayla sembari meronta dari pelukan deniz.
Deniz bukannya melepas tapi malah semakin menguatkan pelukannya.
"nanti! tapi beyza? jika yang kamu khawatirkan aku akan menyentuhmu maka kamu bisa tenang karna aku tidak akan menyentuhmu sebelum kehamilanmu memasuki bulan ke 3".
Ayla mengerjap memundurkan tubuhnya mendongak menatap deniz dengan pertanyaan terlukis indah di kepalanya'kenapa'. namun ia tidak akan berani mengajukan kalimat tersebut.
Deniz tersenyum tipis mengerti tatapan mata ayla.
"karna aku takut kehilangan kalian".
Ayla menyatukan alisnya semakin tidak mengerti. 'apa hubungannya? '.
"a-aku tidak mengerti". ujar ayla setengah gugup. karna pembahasan mereka sedikit ke arah...
Deniz tersenyum lalu kembali menarik ayla dalam pelukannya.
"umur kandungan di bawah 2 bulan akan sangat rentan dengan ke guguran atau hal lain bisa terjadi yaitu lemah kandungan! jika kamu keguguran maka saat itu kita akan berpisah dan kamu akan menikah dengan reyyan, beyza? apa aku salah? ".
Mata ayla berkedip kedip beberapa karna ucapan deniz dan semua itu, benar. perjanjiannya dengan kakek, dan sekarang reyyan juga sudah tahu, semua ini hanya sampai anaknya lahir dan setelahnya ia akan kembali pada reyyan. dan jika ia keguguran maka saat itu juga...ia akan bercerai dengan deniz dan menikah dengan reyyan jika itu terjadi, semua pengorbanan deniz akan sia sia. sekalipun ia akan sedih namun ia juga tidak bisa mengingkari janji yang sudah ia kesepakati lalu jika ia tidak keguguran. masih ada waktu selama 8 bulan lagi bagi kami untuk bersama. meski ia tidak tahu, apa yang akan deniz lakukan dalam waktu 8 bulan itu.
Ayla kembali melihat deniz saat deniz kembali membuka suara.
"dan lemah kandungan itu sangat menyakitkan beyza? setahuku. bisa dari setelah kita berhubungan sampai hari kamu melahirkan, itu...".
"tunggu!". Ayla menatap deniz dengan ekpresi wajahnya yang bingung.
"apa hubungannya aku keguguran hingga sampai ke lemah kandungan bahkan aku tidak pernah memikirkan itu dan ya, itu terdengar sangat mengerikan tapi...apa hubungannya dengan kamu menyentuhku?!".
Deniz menajamkan matanya menatap ayla. 'perempuan Ini sedang bercanda? tidak tahu maksudnya?'.
Deniz menyentak ayla merapat ke tubuhnya hingga tiada lagi jarak antara keduanya.
Ayla yang mendapat serangan tiba tiba tersebut sontak menahan dada deniz dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"beyza? selama ini aku sudah menahan diriku dengan sangat menyakitkan untuk tidak menikmati seluruh tubuhmu dari atas sampai kebawah beyza, kamu tahu? dan jika sekarang aku menyentuhmu otomatis beyza? aku tidak akan bisa mengendalikan diriku, aku takut beyza? hentakan ku yang penuh dengan nafsu dan gairahku yang sudah sangat memuncak padamu bisa membuat anak kita dalam bahaya dan kamu bisa kesakitan. aku tidak akan bisa mengendalikan diriku beyza? sentuhan kulitmu saja sudah membuatku gila, apalagi lain, aku hanya harus bersabar sampai umur kandunganmu 2 bulan". deniz mengerjap ngerjapkan matanya meyakinkan dirinya kalau dia bisa. selama ini saja ia bisa menahan kenapa hanya tinggal 1 bulan lagi. ia tentu bisa.
Ayla menarik nafasnya. 'terdengar sangat mengerikan dari pada kata kata gugur atau lemah kandungan, bahkan bisa membuatku tubuhku merinding. apa aku semengerikan itu? haruskah aku bertanya ke reshad tentang ini? berhubungan saat hamil?... Tunggu'.
Ayla membulatkan matanya saat menyadari isi pikirannya. 'kenapa terdengar seperti aku yang sangat mau di sentuh? bukankah ini sangat bagus+baik untuknya? aku tidak perlu berhati hati atau ketakutan sendiri lagi jika sewaktu waktu deniz akan menyerangnya, ya itu benar'.
Ayla membenarkan kata batinnya kemudian ia tersentak saat teringat satu hal. 'jika sudah dari dulu lalu di tambah sekarang deniz menahan dirinya untuk tidak menyentuhnya lalu...apa jadinya dirinya ketika pria ini menyentuhnya? '. Ayla membulatkan matanya dengan pertanyaannya sendiri. ia menggeleng kuat mengenyah pikiran tersebut.
Deniz yang menyadari itu terkekeh geli.
Ayla sontak mendongak menatap deniz dengan satu alisnya yang naik.
"ada yang lucu? ".
Deniz menunduk lalu merapatkan ujung hidungnya pada ujung hidung ayla lalu ia terkekeh keji.
"deniz?! ". panggil ayla karna tidak terima dengan kekehan deniz yang menurutnya sangat mencurigakan.
"kamu tentu sedang memikirkan apa yang akan terjadi padamu di hari aku mulai menyentuhmu kan? ".
Deniz menjauhkan wajahnya dari ayla dan menatapnya.
"di hari itu, sehari itu kamu akan melayaniku terus tanpa beranjak sedikitpun dari pelukanku, kamu mengertikan sayang...?".
Ayla membulatkan matanya menatap deniz sedangkan deniz tersenyum keji.
Ayla memutuskan tatapan mata mereka beralih melihat ke samping sebelum ia mencoba melepaskan dirinya dari deniz namun deniz sama sekali tidak berniat mau melepaskan ayla malah dia kembali memeluk ayla dan mengecup kepala ayla dengan penuh perasaan cinta dan sayangnya.
"deniz? lepaskan, ini sudah larut, kita harus tidur". ronta ayla.
"untuk sekarang aku butuh ini". ujar deniz yang sontak membuat rontaan ayla terhenti.
"I love you beyza? ".
Deg...
__ADS_1
Ayla mengedipkan matanya dengan suara jantungnya karna ucapan deniz.
Deniz mengernyit karna tidak mendapatkan balasan dari ayla.
"beyza? kamu tidak membalasku? tidak menjawabku?".
Ayla yang tidak tahu harus mengucapkan apa atau membalas bagaimana dari segi lain ia malu, segi lain ia terlalu senang dan bahagia. bukannya menjawab perasaan deniz ayla malah semakin mengeratkan pelukannya pada deniz.
"apa ini tidak menjawab semuanya? ". ujar ayla dari pelukan deniz.
Deniz yang mengerti maksud ayla tertawa bahagia.
"terima kasih sayang! wah...setelah 13 tahun perasaanku baru terbalas sekarang". canda deniz lalu ia terkekeh geli.
Ayla ikut tersenyum lalu ia mendongak menatap deniz.
Kedua tangan ayla terangkat menangkup wajah deniz.
"terima kasih deniz? sudah mencariku, menungguku dan...masih tetap menjaga perasaanmu untukku padahal 13 tahun bukanlah waktu yang sedikit tapi kamu...masih menjaga cinta itu untukku hingga aku sampai dan baru sekarang membalas perasaanmu, maaf maafkan aku yang sangat lama baru jatuh cinta padamu, maaf, maafkan aku karna pernah membencimu dan pernah berusaha melupakan perasaan ini, aku...". ayla menangis terisak.
Deniz meletakkan telunjuknya ke bibir ayla hingga membuat ucapan ayla terhenti.
"tidak sayang? dengan kamu di sini, hamil anakku, semuanya tidak berarti, aku pernah bilang kan? kalau aku tidak mau apapun di dunia ini selain kamu, hanya kamu kamu dan kamu selalu kamu beyza jadi...ke ujung dunia pun kamu pergi aku akan tetap mencari dan menunggumu, kamu tidak akan tertukar dengan apapun sayang, kamu...akan selalu di sini". deniz meraih tangan ayla dan meletakkan ke dadanya sedang kan air matanya sudah menetes dari tadi.
Ayla tersenyum di tengah tangisannya.
"bodoh". kekeh ayla di tengah tangisnya.
Deniz ikut terkekeh.
"dan kamu mencintainya sayang? ".
__ADS_1