Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
madu menangis


__ADS_3

madu mondar mandir dia melihat jam.sufah hampir satu jam.alex belum bisa di hubungi. kalau dia pergi untuk menemui madu seharusnya dia sudah sampai dari tadi. hati madu semakin kacau dia semakin gelisah madu mencoba menghubungi ponsel alex kembali. namun tidak juga kunjung di angkat.madu kemabli mencobanya.


"halo lex" madu langsung memanggil nama alex begitu ponselnya terhubung


" iyah halo "


madu mengernyitkan alit nya , suara itu bukan lah alex melainkan suara seorang wanita.


" halo anda siapa? mana alex?"


" oh mungkin yang anda maksud pemilik ponsel ini? maaf tadi saya menemukan ponsel ini saat membereskan kamar pasien yang kecelakaan.seprtinya tertinggal karna orangnya sudah tidak ada " ucap seorang suster


" pasien?"


" iyah nyonya saya seorang perawat di rumah sakit "


praaaaakkkkkk.....


ponsel madu terjatuh begitu mendengar apa yang suster itu katakan.


" tidak....tidak mungkin. alex....alex... alex...." madu menjerit dia menangis sejadi jadinya hatinya hancur berkeping keping.orang yang begitu dia sayang saat ini sudah pergi meninggalkan nya.


semua orang berada di rumah madu berlari menuju kamar madu begitu mendengar teriakan madu .


asisten pribadinya buru buru mengecek ke adaan madu

__ADS_1


" nona....nona madu anda tidak apa apa? " dia mengetuk pintu kamar madu namun madu tidak menjawab nya hanya terdengar suara tangis madu. karna khawatir dia langsung masuk tanpa ijin lebih dulu . terlihat madu yang duduk di lantai dengan rambut yang berantakan sambil menangis dan terus memanggil nama alex.


" nona kamu kenapa,ayo kita duduk di atas" dia memapah membantu madu untuk berdiri dan duduk di tempat tidur . sedangkan yang lainnya melihat dari pintu kamar madu,mereka tidak berani masuk .


" nona ada apa?"


" alex....alex...dia pergi ..dia sudah tidak ada" madu menangis kembali


" apa...? mungkin anda salah dengar nona" ucap nya sambil memeluk madu " bagai mana anda bisa tau berita itu ? mungkin saja itu kabar bohong" ucapnya mencoba menghibur madu


" tadi saat aku menghubungi alex,yang menerima telpon ku seorang perawat.dan dia bilang pemilik ponsel itu sudah pergi" madu kembali menangis


" tapi apa nona yakin yang di maksud pergi itu.... "


" lebih baik kita cari tau dulu kepastiannya , kita hubungi dulu tuan boby biar semuanya lebih pasti"


" hmmm..." madu mengangguk


"baiklah saya aka mencoba menghubunginya " dia mencoba menghubungi boby


" madu ..... madu...." terdengar suara teriakan seseorang


madu bangun dari duduk nya dia hapal betul suara itu " dengar apa kalian mendengar sura itu?"


" madu...sayang kamu di mana?" sura itu kembali terdengar

__ADS_1


bibir madu langsung tersenyum merekah begitu mendengar kembali suara itu. " alex....alex...." madu berlari keluar kamar . dan semua nya mengikuti madu untuk melihat suara itu.


Dan benar saja itu suara alex, madu begitu bahagia melihat calon suaminya itu ternyata masih hidup. madu bergegas turun menuruni anak tangga sambil berlari kecil agar cepat memeluk orang yang dia sayangi. begitu sampai di hadapan alex madu memeluk alex dengan erat nya sambil menangis .


" sayang maaf aku terlambat datang tadi agak sedikit macet" alex berusaha menutupi kenyataan.


madu melepaskan pelukannya lalu menatap alex " dasar bodoh...kamu sudah membuatku khawatir " madu memukul kecil dada bidang alek


" iyah maaf sayang aku janji tidak akan telat lagi,tapi kamu tidak apa apa kan? kenapa ada apa dengan mu ?" alex malah justru masih mengkhawatirkan madu


" kamu yakin kalau kamu terlambat karna macet?"


" i...iyah "


" lalu mana ponsel mu?"


" sebentar " alex merogoh saku celana dan jas nya tapi ponselnya tidak di temukan. " sepertinya ketinggalan di mobil" ucap alex gugup.


" yakin?"


" iyah...* alex menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


" lalu itu kenapa kepala mu? " madu menunjuk jidat alex yang memakai perban.seketika alex gugup.sekali


" ahhh....ini tadi aku ke pentok pintu"

__ADS_1


__ADS_2