
"kemana?! ". tanya ayla dengan mimik wajahnya yang kebingungan terlihat jelas namun tetap mengikuti langkah deniz yang menarik tangannya.
Deniz tersenyum tipis.
"ikut saja! ". jawab deniz. semakin membuat ayla di landa rasa penasaran.
Mereka masuk ke salah satu butik yang ada di negara tersebut.
Mata ayla melongo melihat semua baju dan segala jenis pakaian di dalam sana terutama itu adalah pakaian muslimah.
"deniz...kamu...!".
"tenang saja, aku tidak akan memaksa mu untuk menutupi dirimu jika kamu belum mau, ini hanya sementara karna kita akan ke suatu tempat di mana kamu harus berpakaian ini sebentar bisa kan?... kalau tidak...mungkin kita tidak bisa masuk ke dalamnya". ujar deniz dengan lemah lembut meyakinkan ayla.
Ucapan deniz membuat ayla penasaran dan tanpa memperpanjang bicara mereka. ayla langsung melangkah semakin ke dalam melihat lihat baju yang mau dia kenakan tanpa peduli sapa ramah seorang wanita muda mungkin karyawan butik tersebut.
Deniz di belakang ayla mengikuti langkah ayla dengan wajahnya yang tidak berhenti tersenyum.
"mau aku yang pilih sayang...?".
"aku mau pilih sendiri dan kamu harus setuju apapun pilihan ku". jawab cepat ayla.
Deniz tersenyum.
"dengan senang hati, istriku tercinta". jawaban deniz membuat beberapa karyawan wanita di sana yang tadinya menatap deniz dengan tatapan suka langsung terkejut begitu kata istri keluar dari mulut deniz.
Dan deniz sengaja mengeluarkan kalimat itu untuk menghentikan tatapan wanita padanya yang sama sekali tidak ia sukai dan membuatnya risih.
"aku pilih ini dan...ini...bagaimana?! ". ayla memperlihatkan pilihan baju dan hijab panjang yang dia ambil.
"aku mau lihat di tubuhmu". senyum deniz jail.
Ayla sontak saja mencibir.
Mata ayla beralih melihat ke seorang wanita muda yang dari tadi mengikutinya.
"ada ruang ganti?! ". tanya ayla dengan wajah datar.
Wanita muda tersebut mempersilahkan ayla ke depannya menunjuk jalan untuk ke ruang ganti.
__ADS_1
Deniz menuju ke kasir untuk membayar. karna dia tidak perlu lagi melihat hasilnya. bagi ayla apa yang dia pilih itulah yang akan dia ambil.
Deniz mengeluarkan kartunya untuk membayar lalu menoleh ke samping saat sudut matanya menangkap bayangan ayla.
"bagaimana?! ". tanya ayla setelah memakai baju yang sudah menutupi semua bagian tubuhnya terkecuali wajahnya yang cantik.
Deniz tersenyum bahagia.
"sangat sangat indah!". jawab deniz tanpa bisa mengalihkan matanya dari ayla terutama dari wajah ayla.
Ayla tersenyum malu malu namun itu semua hanya sebentar sebelum ayla mengalihkan ke arah lain lalu melangkah keluar.
"ayolah, nanti keburu siang".
"terima kasih ya mbak? ". ucap deniz ke wanita muda yang mendampingi istrinya tadi bahkan sampai ke ruang ganti. dengan sedikit berlari deniz mengejar langkah ayla.
"hei...?". panggil deniz begitu keluar dari butik tersebut.
Ayla menoleh tanpa menghentikan langkahnya menuju mobil deniz yang terparkir di depan butik tersebut.
Ayla membuka pintu mobil namun tidak bisa karna deniz belum menekan tombol aktif di kunci mobil.
Mata ayla menatap ke tangan deniz yang memegang pintu mobil, mencekalnya sedangkan deniz sudah tepat berada di belakangnya bahkan ia bisa merasakan kehangatan tubuh deniz.
Dan dia? akan menggodanya.
"aku sedang jatuh cinta lagi beyza?! ". itulah suara pertama deniz setelah diam beberapa detik menunggu kekesalan ayla.
Deniz menatap ke bawah karna tinggi ayla sebatas bawah dagunya di tambah hari ini ayla hanya memakai sepatu sport, mengingat sedang hamil muda.
Dada ayla terlihat naik turun dengan nafasnya yang tidak teratur di tambah degupan jantungnya yang...seperti mau keluar. sampai kapanpun...ia tidak akan bisa menahan godaan deniz.
Deniz menurunkan kepalanya lalu berbicara di depan telinga ayla yang kini tertutup hijab.
"apa yang harus aku lakukan..?...kamu...". mata deniz menatap tajam ke depan namun sangat tersirat nafsu.
"punya solusi sayang...?untuk cinta baru ini". fuhhhh...
Ayla menaikkan satu bahunya saat deniz meniup telinganya. nafas deniz yang hangat jelas terasa bahkan sampai ie seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Ayla menggeram.
"deniz...? ini tempat umum, cepat buka pintu mobilnya? kita tidak jadi pergi? ". kesal ayla mengalihkan topik. namun percuma.
Deniz tersenyum keji.
"mereka semua di sini sudah tahu siapa kamu dan lebih siapa aku untukmu, suami istri bermesraan di mana pun itu halal sayang?! ".
'kamu sedang menggodaku brengsek! '. umpat ayla di dalam hati.
Ayla membalik tubuhnya dan sontak saja rapat dengan tubuh deniz. mereka saling bertatapan dengan jarak yang sangat sangat dekat.
'jika saja ini bukan tempat umum, sungguh sudah ia ***** bibir manis dan seksi itu ughh...'.
Ayla tersenyum kemenangan.
"bagaimana? mau di lanjutkan, aku yakin kamu yang akan menderita di akhir suamiku?! ". ayla tersenyum keji.
Deniz mengumpat kesal sekaligus menggeram.
Tit tut...
Deniz membuka kunci.
Ayla tersenyum tipis. sebelum masuk ke dalam mobil setelah di bukakan oleh deniz. ayla mengecup singkat pipi deniz yang sontak membuat mata deniz membulat.
"tidak masuk?! ". tanya ayla begitu sudah berada di dalam mobil.
"oh? ". suara deniz setelah tersentak.
Ayla memiringkan wajahnya menatap deniz dengan matanya yang memicing.
"ki-ki-ta pergi". jawab deniz gugup lalu dengan cepat melangkah ke pintu sebelah kanan ayla.
Ayla menggelengkan kepalanya menyandarkan punggungnya kebelakang menatap deniz yang masuk ke mobil dan masih terlihat gugup.
__ADS_1