
Ckleck...
Ayla melangkah keluar dari ruangan pribadi milik altan dengan bentuk tubuhnya yang sudah berubah.
Altan dan deniz sontak keduanya menoleh saat suara pintu terbuka dan seketika mata keduanya membulat sempurna.
Altan yang menatap ayla dengan sangat terpesona, pemandangan di depannya sungguh sungguh sangat indah. seakan akan ayla sudah benar benar menjadi istrinya dan sekarang dia sedang mengandung anaknya.
Altan menggeram dalam hatinya saat membayangkan hal tersebut.
'ayla? dengan begini jangan berharap lagi untuk lepas dari diriku, cepat atau lambat kamu akan hamil anakku ayla, itu harus'. altan lagi lagi menggeram.
Deniz mematung serta berhenti bernafas saat melihat penampilan ayla di depannya. Deniz sontak membayangkan bagaimana jika wanita itu benar benar sudah mengandung anaknya dan perutnya sudah besar begitu.
'sangat indah'. batin deniz terpesona.
Ayla menarik nafas karna merasa reseh dan sama sekali membuatnya tidak nyaman di tambah bajunya jadi sempit dan ia sesak.
"bagaimana pak? begini bisa? posisinya memang betul di sinikan? agak tidak muat karna bajuku yang sedikit longgar, bapak bisa ambil gambar sekarang". ucap ayla yang masih berdiri di tempat yang sama namun berhadap ke arah altan.
Ayla melihat ke samping saat sudut matanya menangkap ke hadiran manusia lain di sana selain dirinya dan pak altan. sontak membuat ayla terkejut namun hanya sebentar karna dengan cepat ayla bisa menguasai dirinya dan bersikap tenang meski hati dan pikirannya di serang berbagai pertanyaan.
"pak...? pak altan..?". panggil ayla yang melihat altan mematung menatap dirinya begitu juga dengan...
Ayla beralih melihat ke dr. deniz yang mematung melihatnya tapi lebih tepat ke bagian perutnya.
'apa dia membayangkan ini anaknya? bukankah dia tidak peduli? melakukannya saja karna terpaksa dan karna perintah pak khaled'. ayla menggeleng. ia tidak mau memikirkan apapun lagi apalagi dengan deniz, entah ia mencoba melepaskan perasaan cintanya sedikit demi sedikit meski sangat berat karna semakin di coba untuk di lupakan maka semakin bertambah rasa tersebut jadi ia memutuskan untuk memilih tidak peduli baik sakitkah, bahagiakah atau senangkah hatinya. ia tidak peduli lagi tapi kenapa, kenapa hati dan tubuhnya terus bergetar ketika dekat begini.
'aku benar benar sudah gila dengannya'
"...la...ayla?! ".
"ya?! ". ayla tersentak dari pikirannya. ia menoleh melihat ke samping saat seseorang berada sangat dekat dengannya.
"ah..."ayla yang terkejut sontak menjauhkan tubuhnya dari altan hingga membuat high heelsnya terpelintir ke samping.
"arghhh...". jerit ayla panik saat dirinya mau jatuh kebelakang.
"ayla?! ". Altan dengan sigap menarik tangan kanan ayla lalu menarik ayla kepelukannya yang membuat ayla menabrak dada bidang altan.
Ayla yang sadar dengan cepat buru buru menolak dada altan dengan kedua tangannya setelah melepaskan dari tangan altan.
"ah... "ringis ayla saat merasakan kakinya yang sakit.
"hati hati, sepertinya kakimu keseleo" altan memegang kedua pergelangan tangan ayla agar tidak jatuh begitu juga ayla yang memegang pergelangan altan untuk menopang tubuhnya. Altan melihat ke kaki ayla lalu ia menunduk.
"aku baik baik saja". ujar ayla agar altan berdiri dan berhenti melihat kakinya.
__ADS_1
"coba jalan jika kamu baik baik saja"
Alya mencoba melangkah namun baru selangkah ia sudah meringis sakit.
"sudahku bilang, kakimu keseleo, ayo duduk dulu". altan bangkit dan memegang tangan ayla untuk ia bawa ke sofa.
"ah...". ringis ayla saat mau melangkah.
Altan menatap ayla namun sedetik kemudian ia sudah menggendong ayla.
"kyaaa...pak altan? apa yang bapak lakukan? turunkan aku, aku bisa jalan sendiri? ". ucap ayla panik di sertai malu.
Altan menoleh melihat ayla lalu ia pun tersenyum kecil.
"dengan menahan sakit? ".
Ayla hilang kata kata, altan menggunakan waktu itu membawa ayla ke sofa lalu mendudukkan ayla di sana setelahnya ia beralih melepaskan sepatu heels ayla.
"bapak mau ngapain?! ". ayla menghentikan gerakan tangan altan.
Altan mengangkat wajahnya melihat ayla dan wajah mereka berada sangat dekat namun tidak ada antara keduanya yang mencoba menjauh.
"memberi pertolongan pertama". altan langsung melepaskan sepatu ayla.
"ya?! ". tanya ayla tidak mengerti sembari melihat ke kakinya yang kini sudah telanjang. melihat apa yang sedang di lakukan altan membuat ayla mengerti.
Ayla mengangguk takut takut.
Altan memutar mutar mata kaki ayla sembari menatap wajah ayla yang kini sudah memejamkan matanya menahan sakit. Altan terkekeh geli.
Mendengar kekehan altan ayla membuka matanya dan...
"Arghhh... " jerit ayla sakit saat altan menarik kakinya.
"sakit banget?! "
Ayla memukul keras pundak altan. "tentu saja sakit...? dasar". ayla mengelus elus kakinya sedangkan altan terkekeh geli.
Deniz yang dari tadi seperti tidak di anggap oleh kedua manusia di sana malah bersikap santai dan tenang meski kedua matanya melihat semua kejadian kejadian yang terjadi di depan matanya dan sesekali ia akan menarik nafas sembari terus memperhatikan perlakuan altan ke wanita itu.
"coba berdiri" intruksi altan ke ayla.
Ayla dengan takut takut mencoba bangun tanpa sepatunya karna di pegang altan.
Ayla mengerjap ngerjap saat merasakan kakinya yang tidak sakit lagi ketika ia gerakkan. ia melihat ke bawah menatap altan lalu tertawa kecil.
"ternyata anda sangat hebat, tidak terasa sakit lagi, terima kasih banyak pak ah...". Ayla meraih sepatu yang berada di tangan altan dan memakainya.
__ADS_1
"tidak jadi ambil gambar? untuk nenek! lama lama enggak nih, risih". ujar ayla sembari membetuk betulkan perut hamil palsu tersebut.
Altan tergelak tawa melihat hal tersebut.
"baiklah baiklah, padahal sangat indah lho"ujar altan sembari melangkah ke meja kerjanya.
"indah apanya? risih, panas banget". ayla melangkah menjauhi sofa namun saat ke sana lagi lagi sudut matanya melihat deniz. Ayla berhenti melangkah saat kedua manik matanya bertemu dengan kedua manik mata deniz. Ayla mengerjap lalu memalingkah wajah ke arah lain dan melanjutkan langkahnya. ayla melihat altan dan ia bertanya tanya, apa altan melihat mereka tadi? terlebih raut wajahnya.
"di situ saja". altan mengintruksi ayla untuk berhenti melangkah.
"di sini?! ".
"ya! bagus 1 2 3". altan tersenyum sembari melihat hasil potretnya lalu kembali melihat ayla.
"sudahkan? aku lepasin ini dulu".
Altan melihat ayla lalu mengangguk namun ia tersentak saat teringat sesuatu dan kembali melihat ayla.
"mau foto berdua satu?! "
Ayla yang mau berbalik mau melepaskan perut hamil palsu tersebut sontak berhenti.
Altan melihat ke samping dan di saat itu ia baru menyadari kalau temannya yang bernama deniz masih ada di sana dari tadi.
"oh syukurlah deniz kamu belum pulang, aku sama sekali tidak ingat, maaf! tapi bisa minta tolongkan? ". altan melangkah ke arah sofa di mana deniz duduk di sana.
Deniz melihat langkah altan. ia malas menerima namun ia tidak bisa menolak mau tidak mau ia bangkit berdiri dan menerima hp yang di sodorkan altan.
Altan melangkah mendekati ayla lalu berdiri di samping ayla sembari tersenyum bahagia.
"sudah! ". intruksi altan ke deniz.
Deniz memposisikan kamera hp altan ke arah altan. gerakan tangan deniz yang mau menekan deal terhenti karna melihat tangan kanan altan yang memeluk pinggang ayla di tambah ayla yang terkejut dan merasa risih namun ayla tetap bertahan dengan melihat ke depan dan tersenyum.
Deniz mengambil gambar tersebut dengan raut wajahnya yang datar lalu menyerahkan benda tersebut ke pemiliknya.
Ayla menarik nafas dan kembali melangkah ke kamar pribadi milik altan untuk melepaskan perut palsu.
Altan melangkah ke arah deniz lalu meraih benda yang di beri deniz kemudia ia melangkah ke sofa sisi lain sembari melihat hasil fotonya. wajahnya sontak tersenyum bahagia.
"sangat cantik!...deniz?... lihat ini". Altan memperlihatkan ke deniz fotonya bersama ayla.
Altan tersenyum bahagia. "foto ini...seperti kami sebuah keluarga bukan? dan ayla...sedang mengandung anakku". altan tersenyum bahagia ketika mengingat saat saat seperti itu menjadi kenyataan.
Deniz hanya melihat foto di depan wajahnya dengan wajah dingin dan datar. temannya ini tidak tahu tentang pernikahan keduanya meski hanya sebentar dengan wanita itu tapi bagaimana jika dia tahu? kalau wanita yang dia sukai ini sebentar lagi akan melahirkan anaknya apa dia...tetap akan mau menerima, ia rasa tidak. terkecuali jika dia sudah menggila.
💓💓💓
__ADS_1