
Pukul 7:45 waktu new berlin jerman.
Ayla tersenyum ke bunga bunga cantik di depannya. ia sekarang berada di rumah kaca di belakang rumahnya, yang dihiasi beribu bunga yang ada di dunia ini dan semua ada di sini.
Setiap pagi inilah aktifitas ayla melihat bunga, menyiram dan merawatnya.
"biar saya gantikan nona? ". tangan mine terulur meminta tempat penyiraman bunga untuk ia isi air.
Ayla menoleh melihat mine.
"semua sudah selesai bukan? dengan pas air habis". ayla tersenyum ke mine sembari memperlihatkan tempat penyiraman.
Mine ikut tersenyum kecil.
"ini baru mau mekar...dan wanginya sudah mulai tercium....eummm!". Ayla meraih salah satu bunga mawar yang berwarna putih dan masih menguncup lalu menciumnya dengan sangat menikmati aromanya.
Mine tersenyum melihat itu. 'nona sangat suka dengan bunga mawar warna putih'. mine melihat sekelilingnya. 'dan di sini lebih banyak bunga itu dari pada bunga lain, mawar putih lebih memenangkan hati nona dan dia juga menang banyak di sini, lihatlah...dia menjuarai'.
"mine...? ".
"ya nona". jawab mine cepat setelah berbalik melihat ayla yang membelakanginya.
"kita balik, aku sudah mulai lapar". ujar ayla lalu melangkah melewati segala bunga di samping kanan dan kirinya.
Mine melihat ke samping kanan dan kirinya.
"nona tidak memetiknya untuk hari ini? di bawa ke kamar nona".
Ayla sontak menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke semua bunganya. kenapa ia bisa lupa?.
"baiklah, bantu aku mine". ayla melangkah ke segi bunga mawar putih yang sudah mekar.
Mine melangkah mengambil perlengkapan yang di butuhkan nonanya untuk memetik bunga.
Tidak lama setelahnya ayla sudah melangkah keluar dari rumah kaca tersebut bersama mine yang berjalan di sampingnya.
Sesekali ayla akan tersenyum melihat rangkaian bunga di depan dadanya.
"nona mau ke taman lagi...?". karna jalan yang sedang mereka lewati menuju ke taman belakang mansion tersebut.
Ayla menoleh sebentar melihat mine di sela sela langkahnya.
"aku meninggalkan buku ku di sana mine? kemarin sore dan tadi malam aku baru ingat".
Mine mengangguk mengerti.
Wajah ayla tidak berhenti tersenyum di sepanjang jalan ia lewati karna bunga bunga di sekitarnya. jika taman kaca adalah miliknya, maka setiap taman di perkarangan rumah ini adalah milik mommynya dan mommynya tidak merawat sendiri melainkan menugaskan orang lain dan pekerja untuk tamannya ada sekitar 3 orang dari depan, samping dan belakang, lain dengan perawatan perkarangan rumah dan itu tugas daddynya.
__ADS_1
Ayla berhenti saat ia sudah tiba di tempat tujuannya yaitu di sebuah ayunan besi dan benar saja, di sana tergeletak satu buku bacaannya kemarin sore.
Ayla meraihnya dan membersihkan beberapa debu dan beberapa daun kayu yang di bawa angin. ia menyerahkannya ke mine untuk di bawa masuk supaya ia lebih menikmati membawa bunganya.
Ayla berbalik dan melangkah dari sana. di tengah jalan tidak jauh dari ayunan tersebut hanya berkisar 6 meter, ayla berhenti melangkah begitu juga dengan mine yang ikut berhenti karna melihat nonanya berhenti.
Mine mengikuti arah pandang nonanya dan ia pun menyadari kenapa nonanya berhenti.
"kamu masuk duluan mine? ". perintah ayla ke mine.
Mine langsung saja melangkah melewati ayla dan satu pria yang membuat langkah ayla terhenti.
Deniz berdiri menatap ayla di depannya dengan jarak mereka sekitar 4 meter. Mata deniz melihat ke baju yang di kenakan ayla, tentu saja beda dengan semalam.
Dress santai casual berlengan pendek dan panjangnya hanya sampai lutut, berwarna biru langit di sertai belahan di dadanya.
Deniz mengumpat di dalam hati melihat hal tersebut. 'katakan aku tidak gila dengan wanita ini! '.
Deniz beralih melihat ke rambut beyza yang dia ikal ke belakang dan berhenti mata deniz berhenti saat melihat ke kedua manik mata ayla. manik mata yang selalu ingin ia tatap dulu namun tidak pernah bisa.
"selamat pagi dr. deniz...?". lagi lagi ayla yang memutuskan tatapan mata mereka. jawabanya hanya satu, ia tidak kuat. melihat wajah deniz saja jantungnya sudah tidak kuat apalagi melihat manik mata deniz, bisa bisa jantungnya melompat keluar.
Deniz melangkah mendekati ayla dan berhenti tepat di depan ayla dengan hanya jarak mereka tinggal 1 meter lagi.
"kamu sudah sarapan...?".
Deniz mengalihkan matanya dari menatap ayla saat sudut matanya menangkap sesuatu yang sangat indah.
Deniz kembali melihat ayla lalu melihat ke bajunya. ia melangkah semakin mendekati ayla hingga mereka berdekatan.
"aku tidak tahu kemana Mr. Okan membawa koper bajuku semalam dan dia hanya memberiku dengan baju ganti piyama tidur semalam, menurutmu! bukankah sangat lucu setelah mandi aku memakai piyama tidur dan berjalan jalan di sekitar rumah, di tambah...ini sudah pagi".
Ayla menahan dirinya untuk tidak ketawa, membayangkan bagaimana deniz dengan baju piyama di pagi hari.
"kamu bisa tertawa jika kamu mau, tidak perlu menahan diri tapi...itu apa? ". deniz melihat ke belakang ayla.
Ayla berbalik melihat ke arah yang di tanya deniz.
"oh...kamu tidak tahu itu? aku rasa anak TK juga tahu dr ". jawab ayla melihat deniz.
Deniz mengalihkan matanya melihat ayla.
"tentu saja aku tahu tapi...itu untukmu..? di buatkan Mr. Okan".
"ada benarnya ada salahnya, benarnya ya, dibuatkan oleh daddy namun salahnya bukan untukku karna sebelum ada kami anak anak mereka, ayunan itu sudah ada, kamu tahu maksudku bukan...? dan ya, setelah aku ada ayunan itu lebih sering aku di sana sama mommy, daddy terkadang karna selalu sibuk dengan kerjanya". ayla kembali melihat deniz setelah melihat ke ayunan dan ekspresi wajahnya seketika kembali dingin setelah tadi terlihat sedih.
Deniz yang memperhatikan itu tadi tersenyum tipis lalu mengalihkan pembicaraan ke arah lain.
__ADS_1
Mata deniz melihat ke bunga yang ada di depan ayla dengan banyaknya mungkin melebihi dari 20 tangkai.
Deniz tersenyum melihat warna bunga tersebut mengingatkannya akan 13 tahun yang lalu.
"kamu suka mawar putih?! ". deniz beralih menatap ayla.
Ayla melihat bunganya sebentar sebelum kembali melihat deniz.
"melihat aku membawa bunga bukan berarti aku menyukainya bukan? ". ayla tidak mau deniz tahu kelemahannya.
"dan di kamar bahkan setiap ruangan yang aku lewati aku lebih banyak melihat bunga tersebut dari pada lain".
"putih suci dan indah bukan? di taruh dalam rumah maka akan semakin indah".
"benarkah, lalu bagaimana dengan ini...? ".
"ah...". jerit ayla saat deniz mengambil satu tangkai bunga mawarnya lalu ia beralih melihat deniz dan seketika kedua matanya membulat.
Setelah mengambil satu tangkai bunga mawar di pelukan ayla lalu ia berlutut di bawah kaki ayla dengan satu tangkai mawar putih terjulur ke hadapan ayla, sama seperti yang ia lakukan 13 tahun lalu.
Ayla mengerjap ngerjap melihat sikap deniz.
"deniz? apa yang kamu lakukan...? ".
Deniz yang dari tadi mendongak menatap ayla ia tersenyum yang membuatnya semakin tampan namun senyumnya membuat jantung ayla tidak baik baik saja.
"13 tahun lalu...setelah kamu mengambil bungaku, kamu berkata saat itu'kamu hanya mengambil bungaku tapi tidak dengan hatiku'. ucap deniz sembari mengingat ucapan beyza 13 tahun yang lalu.
Ayla mengerjap, mencoba mengingat.
"lalu...bagaimana dengan sekarang...? beyza...?".
Jantung ayla sudah bertabuh bagaikan gendrang di dalam sana. bibirnya benar benar kelu dan matanya benar benar mematung.
"perkenalkan namaku selim...aku...aku...". Deniz menundukkan kepalanya menatap ke bawah di mana 13 tahun lalu. ia melakukan begini. ia sengaja melakukannya supaya ayla mengingatnya.
Seketika ingatan ayla kembali ke 13 tahun yang lalu di mana ia saat itu masih duduk di kelas 2 SMA dan seorang pemuda yang tiba tiba muncul berjongkok di depannya sambil menjulurkan satu tangkai bunga mawar putih dan berkata...
__ADS_1