Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 75


__ADS_3

Ruangan yang gelap, hanya cahaya cahaya remang yang terlihat dan beberapa pasang kaki yang berdiri seperti sedang mengawasi suatu hal.



Ctak...



Satu lampu kecil yang tergantung di atap menyala. memperlihatkan di bawahnya di mana satu orang wanita yang terikat dengan posisi berdiri. ayla.



Kedua tangannya terikat ke langit, mulut di tutup dengan plaster, hanya kakinya yang bebas dan matanya yang terbuka hingga bisa melihat ke sekitar, sebentar ayla tadi memejamkan matanya saat cahaya lampu masuk ke dalam matanya.



Di sekitar itu juga ada deniz yang sama seperti ayla terikat namun deniz di duduki di satu buah kursi kayu dengan kaki dan tangannya terikat. matanya melebar ketika melihat siapa yang terikat di bawah cahaya lampu begitu ruangan tersebut sedikit terang.



"BEYZA?! ". teriak deniz panik lalu ia meronta ronta di kursinya, mencoba melepaskan ikatan.



bersamaan dengan deniz juga terdengar suara teriakan dari ayse, okan dan kedua abang ayla namun suara mereka tidak keluar karna mulut mereka tertutup dengan lakban, mereka hanya bisa meronta ronta marah+panik melihat ayla yang terikat. mereka mau menghampiri ayla di depan mereka dengan jarak 8 meter namun tidak bisa karna kaki dan tangan mereka terikat.



Begitu juga terdengar suara Gokhan kakek ayla yang berteriak panik+murka.karna cucu kesayangannya terikat begitu dan siapa yang berani melakukannya.



Gokhan menggeram.



Deniz melihat ke sekelilingnya saat merasakan bukan hanya dirinya sajalah yang ada di ruangan gelap ini dan hanya ada satu lampu namun tidak memperlihatkan semua dengan jelas.



Tidak mau memikirkan itu deniz menggeram murka ketika teringat ayla dan kembali melihat ayla yang kini sedang tidak sadarkan diri.



"sialan! apa mau kalian huh? keluarlah, jangan jadi pengecut brengsek? ". teriak deniz marah.



Dengan nafas naik turun deniz menunggu suara untuk menjawabnya namun sama sekali tidak ada suara.



"deniz? kau di sini juga? ". itu adalah suara gokhan yang berada di kegelapan dan tidak bisa melihat apapun terkecuali hanya mendengar suara.



"Mr. Gokhan?... anda..".



"ya? ini aku, tapi apa yang terjadi? aku terikat ah...jadi tidak bisa melepaskan princessku bagaimana denganmu apa...".



"ya? kaki dan tanganku terikat, bajingan mana yang melakukan ini?... aku akan membuat perhitungan dengannya". geram deniz murka sambil meronta mencoba melepaskan ikatan tangannya yang terikat di belakang.



"diamlah tampan? istrimu aja tenang tenang aja tuh, enggak ribut".



Deniz mengernyit dengan suara yang dia dengar.



"kamu...". dia wanita tadi.



Terdengara tawa.



"kamu pintar ya tampan? eh...tapi tidak bisa di panggil kamu aja yang tampan soalnya di sini ada 2 lagi yang tampan". wanita tersebut terkikik geli.



"entah mimpi apa aku semalam bisa melihat 3 pria tampan sekaligus, terutama yang memakai baju kaos putih tadi...ah...dia bahkan lebih cool... ".



"diamlah, apa yang kalian perbuat pada istriku huh?! ". teriak deniz murka dengan ketengannya yang tidak ada lagi.



Wanita tersebut terlihat melihat ke arah ayla.



"perbuat? aku juga tidak tahu? aku denganmu tadi tampan? tapi...sepertinya dia tertidur pulas tuh...?".

__ADS_1



Deniz sontak melihat ke arah ayla. memicingkan matanya melihat jelas karna jarak yang sedikit jauh.



'tidur? apa benar begitu? tunggu... '.



"kalian tidak memberikan untuknya obat tidurkan?! ". tanya deniz panik.



"apa harus di berikan? disaat terlelap enak begitu? bahkan dia tidak tahu di mana dia sekarang, ah kamu berisik banget, diam lah! ". geram wanita itu karna tidak mau meladeni lagi.



"siapa yang suruh kalian dan apa mau kalian? ".



Cklekc...



Dari sudut ruangan pintu terbuka dan masuk seorang wanita paruh baya, tidak bisa di katakan paruh baya karna usianya yang sudah mencapai 60 lebih, dengan satu tongkat di tangan kanannya namun dia masih berjalan tegar.



"aku yang suruh tampan? dan bagaimana kabar kakekmu? apa dia sekarang baik baik saja? setelah melihat istrimu? aku rasa terlalu terkejut buatnya, bukankah begitu khaled? ".



"cherry? ". ujar tiga buah suara bariton di dalam ruangan tersebut dan sontak membuat deniz dan yang lainnya terkejut termasuk gokhan.



Deniz yang terkejut mendengar suara kakeknya dan gokhan yang terkejut mendengar suara khaled dan Ferdinand.



'mereka bertiga di sini? '. entah kenapa jantung Gokhan berdegup tidak tenang. ini perjumpaan mereka setelah puluhan tahun tidak bertemu lagi, semenjak...



"cherry? kamu kah itu...?". tanya ketiganya bersamaan di dalam kegelapan dan hanya ada sedikit cahaya.



"cherry...? ah...sudah lama aku tidak mendengar nama itu! ". sahut wanita bernama cherry tersebut.




"biar aku atasi satu satu! bukankah kalian sedang mencariku? dan aku di sini datang sendiri, seharusnya kalian berterimakasih bukan? biar khaled dulu ah...atau...Z? ".



"baiklah, bagaimana khaled? mirip banget bukan? aku pun saat pertama melihat gambarnya sangat terkejut, kamu tahu? aku kira aku sudah kembali ke masa masa kuliahku".



Ya, dari pertama lampu di hidupkan, yang berada di atas ayla. mata khaled terpejam sejenak sebelum terbuka dan melihat ke arah cahaya seketika itu juga kedua matanya membulat. bahkan suaranya tidak bisa keluar bahkan suara deniz cucunya tidak ia dengar.



"dan...karna itu juga selain dari perjanjian mu, Ferdinand? kamu menjodohkan reyyan dan ayla? dia..mirip kekasih yang tidak bisa kamu lupakan bahkan sampai sekarang, ah...aku salut dengan kesetianmu yang sendiri hingga berpuluh puluh tahun".



Ferdinand menggeram.



"katakan apa maksudmu ini dan kenapa kamu melakukan ini".



Cherry mendecak kesal.



"kalian ini ya? sudah tua masih saja seperti anak kecil yang marah marah terus! baiklah, aku harus mulai dari mana? ".



Disisi lain deniz mengerutkan keningnya berpikir dengan ucapan wanita bernama cherry ini. beyza...mirip dengan kekasih kakek reyyan? siapa? dan...kakek juga.



"ah...mari aku perkenalkan dulu, khaled? gadis yang terikat itu cucu dari sahabatmu gokhan, namanya ayla beyza okan gokhan istri cucumu deniz selim Al-khaled dan sedang mengandung anaknya, dan...calon istri dari cucu Ferdinand, Reyyan Serhan Ferdinand benar begitu Flederick? ah...V..?".



Ferdinand lagi lagi menggeram. ia sudah melupakan nama itu, nama...yang mereka buat sendiri untuk julukan mereka.



"ah...aku melupakan sesuatu! di sini ternyata tidak ada hanya kita tapi...selis? hidupkan semua lampunya". perintahnya dan sedetik kemudian ruangan tersebut terang. yang langsung memperlihatkan semua yang ada di dalam sana.

__ADS_1



Deniz tentu saja sangat terkejut. okan, ayse, omar dan zaki duduk di sofa besar di samping kirinya dengan jarak mereka 4 meter sedangkan di sisi kanannya 3 pria tua, kakeknya, kakek ayla dan kakek ferdinand terikat di kursi kayu sama seperti dirinya. matanya beralih melihat ke depan saat satu sosok wanita tua tidak begitu tua melangkah mendekat ke ayla dan berdiri di depan ayla.



'apa ini yang di panggi kakeknya cherry? dan siapa dia...?'. deniz membatin.



Mata khaled, gokhan dan Ferdinand membulat melihat wanita yang berdiri dihadapan mereka.


"hai sobat? selamat bertemu kembali, merindukanku? ". canda wanita tua tersebut namun masih terlihat cantik sebelum dia tertawa kecil.



Khaled, Gokhan dan Ferdinand, mendengus lalu tersenyum bahagia entah karena apa. sejenak seperti mereka melupakan permusuhan mereka selama ini.



"bagaimana kabarmu selama ini? ". tanya ketiganya serentak sebelum saling melihat dan saat itu juga mereka saling mematung.



Jika gokhan maka ia sering melihat walau sebulan sekali namun pria di depannya ini. sudah berapa lama ia tidak melihatnya? dan dia...sudah sangat berubah, apa ia juga begitu.



Mata gokhan mematung melihat khaled di depannya. sejak beberapa lama, kali ini mereka bertemu kembali.



Mata khaled melihat ke Gokhan lalu ke Ferdinand. ia mau tersenyum karna bahagia karna sudah bertemu dengan mereka kembali, dengan sahabat yang sangat di cintainya namun ketika mengingat kesalahannya, meski bukan ia yang salah tapi tetap saja salahnya. salahnya karna kecelakaan itu mobilnya. kecelakaan yang membuat sahabatnya ini kehilangan istri dan calon anak tercintanya. ketika mengingat itu entah kenapa ia mau menangis selalu.



'maafkan aku, maafkan aku V? '.



"hentikan Khaled...? hentikan menyalahkan dirimu sendiri". geram cherry saat melihat raut wajah khaled yang baginya tidak baik.



Ferdinand memilih menunduk. mengingatkan dirinya tentang hal itu bahkan sampai sekarang ia tidak bisa melupakannya.



Gokhan hanya bisa diam melihat ke Ferdinand lalu ke khaled.



"V? ". panggil gokhan.



"aku tahu". jawab Ferdinand lalu melihat ke cherry.



"ceritakan cherry? apa yang kamu tahu, Gokhan bilang, kamu tahu semuanya".



"menceritakan semua itu...apa bisa membuat istri dan anakmu hidup lagi? tidakkan? dan bagaimana dengan hubungan persahabatan kalian yang kalian jaga dari kecil dan retak begitu saja hanya karna kehadiran satu wanita...".



"hentikan cherry, jangan bawa bawa dia di sini kamu hanya perlu mengungkapkan kesalahan pria bajingan ini supaya aku cepat cepat memasukkannya ke dalam penjara dan membusuk di dalam sana". teriak Ferdinand murka.



"kamu sadar Ferdinand dengan apa yang sudah kamu lakukan pada khaled? dan khaled masih saja tetap diam menerima semuanya sekalipun semua mengatakannya salah dan melarikan diri".



"cukup cherry, katakan saja apa yang dia mau, ini demi kebaikan cucuku tapi jangan katakan hal lain, aku minta tolong padamu".



"tidak, kenapa aku di sini dan membawa semua keluargamu ke sini, tujuanku hanya satu khaled, mau menceritakan semuanya dan kamu...diamlah! ". cherry menggeram marah dengan sifat khaled yang selalu mau mengalah meski calon istrinya di rebut oleh sahabatnya sendiri.



"kamu pria pengecut". umpat cherry ke khaled.



"aku tahu". guman khaled lemah tidak mempermasalahkan. karna kenyataan memang begitu.







__ADS_1


__ADS_2