
"....a...pa...ini...?". mata reyyan terlihat kebingungan menatap ke bawah. lebih tepat ke beberapa lembar kertas di tangannya.
Dari arah sofa terlihat deniz dan ayla duduk berdua berdekatan dengan ayla yang sengaja memamerkan kemesraannya di depan reyyan dengan memeluk lengan deniz manja.
Jam menunjukkan pukul 12 lebih kurang sedikit, hampir jam makan siang.
Seperti yang deniz katakan kemarin. dia akan ke tempat reyyan yaitu di mana ada reyyan selalu, perusahaan. reyyan yang baru mendarat kemarin malam dari perjalanan bisnisnya yang berada di Australia namun langsung di kejutkan oleh kehadiran deniz pria yang baginya sama sekali tidak mau ia temui namun beda dengan ayla. wanita yang selalu mau ia lihat. bukan karna cinta melainkan, ia suka menjahili ayla. itu mungkin sudah jadi kebiasannya sejak dari dulu.
Deniz menyuruput teh di depannya. meski pria itu tidak menyukai kehadirannya namun dia tahu bagaimana cara menjamu tamu.
"bukankah kamu menyuruhku mencari wanita untukmu? ". jawab deniz santai.
Ayla menoleh menatap deniz. karna dari kemarin dia tidak di beritahu deniz untuk apa mau menemui reyyan dan kata deniz tunggu besok lalu...
Ayla beralih menatap reyyan, yang berdiri di sisi kiri meja kerjanya dengan tubuh menyamping sedangkan tangan kiri berada di pinggangnya. auranya benar benar terlihat cool sekaligus sangat tampan dan mempesona. siapapun wanita yang melihatnya sekarang tentu akan langsung jatuh pada pesonanya. namun tidak untuk ayla. wanita yang tidak lebih menganggap reyyan seperti abangnya layaknya zaki dan omar.
"dan menurut mu...mereka ini...wanitanya...?". reyyan beralih menatap deniz dengan mimik wajahnya yang masih kebingungan. sebenarnya bukan semua wanita yang sekarang ada di tangannya lebih tepat 3 lembar foto tapi...salah satunya. apa pria ini lagi bercanda.
Deniz mengangguk mantap dengan raut wajahnya yang santai.
"bukankah satu di antaranya kamu menyukainya?...namun dia menolakmu". ujar deniz setelah menunjuk dengan cangkir teh di tangannya ke arah foto yang berada di tangan reyyan.
Wajah ayla langsung terlihat sumrigah begitu kata tolak keluar dari mulut deniz.
"wahhhhh...benarkah...?...seorang reyyan di tolak wanita...? wahhhh...aku tidak percaya ini! aku rasa mereka patut mendapatkan penghargaan dariku, bagaimana menurutmu rey...? kamu setuju dengan ide ku? ". ayla terkikik geli. deniz memilih memeluk istrinya karna gemes.
"aku hanya belum mendapatkannya baby? belum di tolak". ucap reyyan dengan senyuman memaksa di wajahnya.
"aku rasa kamu perlu memperbaiki panggilanmu untuk istriku rey...?".
Reyyan mendengus sinis karna tidak terima.
"begitukah? tapi ketahuilah, sebelum dia menjadi istrimu dia sudah menjadi babyku selama umurnya yang sekarang, kamu bisa hitung sendiri!".
Deniz menggeram marah. suasana di ruangan tersebut sontak saja menjadi tegang dengan ayla yang berusaha menenangkan deniz dengan mengusap pundak deniz.
"lebih baik kamu simpan ucapan itu untuk istrimu nanti".
"oh? bagaimana ya? karna aku tidak berniat untuk menempatkan panggilan itu untuk wanita manapun di dunia ini terkecuali ayla, pangggilan itu...khusus untuknya dariku, benar begitu baby...?". reyyan melihat ayla menepis tatapan mata tajam deniz.
__ADS_1
Ayla menepuk dahinya frustrasi . Dua pria ini.
"deniz? kita ke sini bukan untuk ini jadi...hentikan! begitu juga denganmu rey? atau...harus aku yang menghentikan kalian berdua?! ". nada ancaman yang tersirat di ucapan ayla jelas terdengar bukan candaan tapi... peringatan darurat.
Keduanya bisa saja menghajar berpuluh puluh pria dengan tangan kosong tapi tentu untuk membalas gebukan seorang ayla itu tidak mungkin dan mungkin keduanya akan berakhir mengenaskan.
Reyyan mendesah kesal.
Sedangkan deniz memilih menggeram karna ayla berada di sampingnya.
"baiklah, jelaskan guna wanita ini untukku, biar aku pertimbangkan dan sepertinya kamu mencari tahu banyak tentangku ya? meski aku sendiri tidak tahu hubungan apa yang aku punya dengan dua wanita lain yang kamu pilih ini". ujar reyyan bertanya ke deniz dengan nada sinis.
Ayla menatap deniz yang sepertinya sudah enggan untuk bicara. apalagi dengan reyyan.
"deniz?! ". panggil ayla dengan suara pelan.
"kamu hanya meminta ku untuk mencari wanita yang tidak menyukaimu dan mereka adalah ke 3 wanita yang sama sekali tidak menyukai mu lalu apalagi yang mau di bilang? ".
Reyyan menggeram.
"dengar brengsek! aku hanya belum mendekatinya apalagi merayunya, aku hanya memintanya makan malam denganku melalui zack. intinya aku belum turun tangan dan...bagaimana kalau aku turun tangan? salah satu wanita di sini hilang".
Reyyan melangkah lalu melempar satu lembar foto ke meja tepaf di hadapan ayla.
Mata ayla sontak saja membulat. dia kenal betul dengan wanita ini, ia rasa bukan hanya dirinya namun semua orang, baik pria maupun wanita karna dia.
"dia...".
"ya...model terkenal dari new york, Anna nama panggilannya di dunia modeling. gadis yang berasal dari brazil. di sukai reyyan namun gadis itu dengan tegas menolak ajakan makan malamnya". ucap deniz sembari menatap reyyan sinis.
Reyyan menggeram.
Ayla menatap gambar di depannya. wanita cantik yang berkulit putih berambut pirang panjang terikal ke belakang dengan manik matanya yang sangat khas dan karna manik matanya juga dia di juluki wanita tercantik dan di gilai abad ini. beberapa tahun ini wajah dan tubuhnya memenuhi semua majalah baik fashion maupun bisnis.
"kamu...menyukai...gadis ini...?". ayla bertanya dengan rasa tidak percaya.
"ayla kamu tahu bagaimana aku menyukai wanita kan? tidak lebih dari 3 minggu dan tiga kali kencan...".
"dan 3 kali di atas ranjang". sambung ayla kesal lalu kembali memilih menatap foto di depannya.
__ADS_1
"kamu tahu aku tapi suami kamu malah merekomendasikan dia...untuk jadi istriku, deniz? apa kamu lagi bercanda? ".
"bukankah itu lebih baik? kamu hanya perlu menaklukkan hatinya lalu kamu menikah dan punya anak lalu siapa tahu...kamu akan betah dengannya see...dia cantik dan kamu menyukainya".
Reyyan menggeram.
"deniz? kamu masih ingat peraturanku? aku tidak mencari istri tapi...wanita untuk melahirkan anakku dan aku tidak suka wanita ribet".
"wanita itu tidak akan ribet! dia tidak menyukaimu...".
"sudahlah lalu...bagaimana dengan ini? ". reyyan melempar satu lembar foto lagi kehadapan ayla.
Ayla meraihnya dan dengan wajah bingung dia melihat wanita di gambar tersebut. jelas jelas ia tidak mengenalinya. siapa dia?. ayla mau membuka mulut bertanya ke deniz tapi sudah keduluan deniz yang bicara.
"bukankah kamu pernah bilang? jika aku punya sepupu maka bisa di jodohkan untukmu tapi di sini aku tidak berniat mau menjodohkanmu dengan dia tapi lebih ke mau melihat reaksi dia, ah...dia sepupuku dari pihak mami".
Mata ayla melebar. apa pria ini gila? mau memberikan sepupunya ke reyyan yang hanya akan di jadikan wanitanya sementara sampai anaknya lahir dan tidak ada kemungkinan bagi pria ini untuk setia dalam pernikahan meski sebentar.
"deniz kamu...".
"aku tahu apa yang mau kamu katakan beyza? tapi kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun karna...selama ini, sepupuku sulit untuk dekat dengan pria apalagi menyukainya, intinya...dia benci dengan pria manapun di bumi ini terkecuali papanya namun dia bukan pecinta sesama jenis juga, dia cuma trauma akan suatu hal, nanti aku cerita okay?! ". deniz tersenyum menenangkan ayla.
Ayla ikut mengangguk patuh mengerti.
Reyyan tertawa mendengar sekilas ucapan deniz.
"apa dia wanita yang trauma di tinggal nikah kekasih?! dan kamu mau aku menaklukkan hatinya? ha ha ha".
Skakmatt.
Ucapan reyyan kena pada sasaran, yang langsung saja membuat mata deniz membulat lebar. padahal jelas jelas dia sadar reyyan tidak mengenali sepupunya tapi bagaimana bisa dia menebak dengan benar.
__ADS_1