
Mata deniz terpaku dan mematung melihat gerakan ayla. cepat dan tajam. dua kata untuknya.
Ayla menarik nafasnya sembari mengistirahatkan tubuhnya setelah melumpuhkan beberapa pria yang kini sudah terkepar tidak berdaya di kakinya.
Mata ayla melihat satu persatu pria yang masih bertahan dengan serangannya. matanya beralih melihat ke zach yang berdiri dengan tenang sembari menatap dirinya dan anak buahnya.
Ayla tidak menunggu waktu lama dan kembali menyerang ke 5 pria yang masih kuat berdiri. kaki dan tangan ayla ikut menari mengikuti gerakannya hingga ia berhasil menumbangkan semua.
Deniz di dalam mobil terperangah melihat hal tersebut. tadinya ia mau pergi dari sana lagian bukan urusannya juga namun saat melihat gerakan cepat dan lincahnya ayla saat menyerang satu persatu pria yang menyerangnya, membuatnya mengerem mobilnya dan memilih menonton hal tersebut.
'aneh, tubuhnya seperti sudah terlatih dan gerakannya... '. deniz dengan cepat menggeleng.
'bukan satu atau dua wanita yang bisa bela diri termasuk dia'.
Ayla berhenti sebentar setelah habis melumpuhkan anak buah zach namun ia tidak melihat gerakan cepat zach yang maju menyerangnya.
"ughhhh...". ringis ayla sembari memegang perut bagian bawah yang mendapat tendangan dari zach.
Ayla menatap tajam zach.
"zach bajingan kamu...ugh...". umpat ayla sembari bernafas naik turun karna capek.
Zach tersenyum keji sembari menatap ke perut bagian bawah ayla.
Ayla yang mengerti tatapan zach sontak menggeram marah.
"jangan bilang pria itu menyuruh kalian untuk...". ayla menghentikan ucapannya karna menurutnya tidak perlu di sambungkan lagi karna memang itulah tujuan mereka.
Ayla menggeram dan dengan gerakan cepat ia menyerang zach balik tanpa memberikan waktu untuk zach beristirahat.
Deniz yang dari tadi melihat pertarungan ayla sontak saja terkejut saat ayla mendapat tendangan dari seorang pria yang dari tadi berdiri di samping mobil hitam di depannya. gerakannya sangat cepat bahkan matanya tidak bisa menangkap namun yang paling mengejutkan bagi deniz adalah ayla yang memegang perutnya.
'apa dia...tidak, jika dia benar hamil maka kakek sudah tahu dan kakek tentu akan memberi tahuku'.
Bukh...dugh...bukhh...
Ayla menarik nafasnya setelah tendangan terakhir ia berikan ke zach. ia berdiri membelakangi zach yang sudah terkepar di tanah sembari memegang perutnya dan meringis sedangkan mulutnya sedikit mengeluarkan darah.
Ayla berbalik melangkah ke arah zach lalu berjongkok dan menunduk menatap wajah zach yang sedang kesakitan.
"katakan pada tuanmu! jika terjadi sesuatu pada bayiku...". ayla menghentikan ucapannya saat melihat deniz keluar dari mobil dan juga menatap ke arahnya.
Ayla kembali melihat zach.
"akan aku hancurkan perusahaannya hingga sampai titik nol, suruh dia camkan itu dan semoga kamu juga berdoa, agar anakku baik baik saja jika tidak, salah satu anggota tubuhmu akan aku patahkan, hingga kamu mengingatku terus". desis ayla tajam di telinga zach lalu ia bangkit dan melangkahi tubuh zach melangkah ke arah deniz dengan wajahnya yang masih datar dan dingin.
"pergilah, sampaikan pesanku padanya". perintah ayla dingin sebelum langkahnya jauh dari zach.
Sampai di depan deniz. ayla menatap deniz dengan malas.
"katakan pada pak khaled aku tidak bisa menghadiri jamuan makan malamnya".
"masuklah, aku akan membawamu kerumah sakit". ujar deniz dingin tanpa peduli ucapan ayla.
Ayla menatap punggung deniz yang berlalu namun ia memilih untuk menduduki bokongnya di pinggir jalan sembari meraih hp di kantong bajunya dan menghubungi seseorang.
Merasa tidak ada orang yang mengikutinya, deniz berbalik melihat ayla namun yang ia dapat, ayla jauh duduk di sana di pinggir jalan.
Deniz kembali melangkah ke sana dengan marah. 'bukankah sudah ku bilang? wanita ini sangat pintar membuatnya marah'.
"apa kamu tidak dengar? bangun dan kita kerumah sakit"
Ayla yang sudah menutup telponnya beralih menatap deniz dengan malas. karna tubuhnya benar benar sudah capek. rasanya ia mau tidur sebentar saja.
"pulanglah deniz, jangan keras kepala! semua menunggumu di rumah, aku yakin semua sudah mengkhawatirkanmu"Ayla bernafas lelah.
Deniz yang melihat itu menggeram marah.
"aku akan hubungi kakek untuk memberitahumu kalau kamu masuk rumah sakit, jadi ayo".
Ayla mendesah lelah. 'tidak tahukah pria ini kalau ia sedang malas berhadapan dengannya, di tambah sebentar lagi aliye akan datang'.
"dengar deniz? pertama aku tidak butuh bantuanmu dan kedua, jangan katakan apapun yang kamu lihat barusan pada kakekmu jika kamu masih menyayangi kakekmu dan ketiga, apa kamu sedang mengkhawatirkanku deniz...? itu artinya...apa kamu sudah mulai menyukaiku...?". ayla sengaja memancing amarah deniz dan dengan begitu deniz akan...
Deniz menggeram marah.
"dalam mimpimu, aku hanya bersikap baik pada manusia yang lagi kesakitan tapi aku rasa untukmu tidak perlu". deniz langsung berbalik pergi meninggalkan ayla sendiri di sana setelah mengatakan hal itu.
Ayla menghela nafas lega sembari menatap punggung deniz yang berlalu di matanya lalu ia tersenyum tipis.
"paling tidak, sekarang kamu masih aman deniz...?".
Ayla mengalihkan matanya menatap ke langit malam yang di hiasi beberapa bintang.
Tidak lama setelah deniz pergi. dua manusia datang menghampiri ayla dengan berlari mendekati di mana ayla yang sedang duduk sembari mengelus elus perutnya.
"kamu baik baik saja? ". itu adalah suara aliye.
"apa dia terlihat baik baik saja di matamu? " dan itu adalah suara resyad sepupu jauh ayla. resyad adalah seorang dokter bedah kandungan yang bekerja di rumah sakit milik deniz.
Ayla menatap kedua manusia itu lalu ia pun tersenyum.
"kamu bisa berdiri?biar ku bantu". ujar aliye sembari membantu ayla berdiri.
__ADS_1
Ayla yang tubuhnya masih lemah mendengarkan aliye dan menopang tangannya di pundak aliye untuk bangun sedangkan tangan kirinya memegang perutnya yang masih rata.
"awas kamu, biar aku saja". seru resyad sembari meraih tangan ayla lalu dengan cepat menggendong ayla ala bridal style.
"resyad...?".
"diamlah ayla, kamu harus ke rumah sakit sekarang"
Ayla memilih diam karna memang tubuhnya lemah dan tidak sanggup untuk berjalan.
"dan kamu punya beberapa tugas untuk kami namun setelah itu pulihkan dirimu dulu".
Ayla tersenyum.
Mereka memasuki mobil hitam milik reshad dan berlalu pergi dari sana dengan aliye yang menyetir.
💓💓💓
Deniz sampai di rumah kakeknya. ia menyerahkan jas serta tas kerjanya pada bibi yang bertemu pertama dengannya saat masuk.
"kamu tidak membawa ayla bersamamu?! ". itu adalah suara khaled yang menghentikan langkah deniz yang mau ke pantry.
Deniz berbalik dan ia tersentak saat melihat semua sudah hadir di sana termasuk mama dan papa ceyda. ia kambali mengalihkan matanya menatap kakeknya.
"dia bilang tidak bisa datang, karna sedikit kurang sehat". benarkan? dia sedikit kurang sehat tadi, aku tidak mungkin bilang sama kakek kalau dia habis bertarung.
Khaled mengangguk angguk mengerti. ia sama sekali tidak marah atau emosi dan itu mengejutkan semua yang ada di sana terutama deniz sedangkan nenek deniz sedikit cemas sontak ia bangun menghampiri deniz.
"apa dia demam? kamu ada memeriksa keningnya? apa dia demam? ". nenek deniz bertanya khawatir.
Deniz yang mau bertanya ke kakeknya mengalihkan matanya menatap neneknya. ia menggeleng dengan pertanyaan neneknya.
'memang dia tidak demam, dia hanya... '. deniz terdiam saat mengingat tendangan keras di perut ayla.
"dia baik baik saja, dia hanya menyampaikan itu". sambung deniz lagi lalu berbalik melangkah ke dapur ia bahkan sudah melupakan pertanyaanya ke kakeknya.
Deniz menuangkan air putih untuk dirinya dan meminumnya, ingatan tentang tendangan di perut ayla terus membayangi pikirannya.
"selim...?". panggil ceyda begitu sampai di samping deniz.
Deniz menyelesaikan minumnya dan menatap ceyda.
"ya sayang...?"
"kamu tidak bohongkan? kalau kamu benar menjemput ayla? "
Deniz menyatukan alisnya. 'tidak biasanya ceyda tidak mempercayaiku'.
Ceyda tersentak dengan ucapan deniz. 'itu artinya selim benar benar menjemput ayla'.
"tidak bukan itu sayang, hanya saja kamu terlihat lama banget pulang, baru keluar dari rumah sakit ya? ". ceyda mengelus elus pundak deniz.
Deniz menggeram. ia memang mencintai ceyda setengah mati tapi jika sudah ada orang yang menyelidiki kehidupannya maka ia tidak suka.
"ceyda? apa kamu lupa? kalau aku tidak suka di pertanyakan dengan pertanyaan begini? apalagi kamu menaruh curiga di dalamnya, aku tidak suka".
Ceyda melebarkan matanya.
"maaf selim? aku hanya..."
"terlambat jika kamu bilang kamu cemburu ceyda karna apa? karna ini juga keinginanmu yang memasukkan wanita lain ke dalam rumah tangga kita".
"baiklah, karna tamu utama ku tidak bisa datang kita mulai saja makan malamnya, ayo semua ke meja makan". suara khaled dari arah depan menghentikan perdebatan deniz dan ceyda.
"kamu dengar? kakek menyuruh ke sana, pergilah, aku akan membersihkan diri dulu setelahnya aku akan menyusul". deniz melangkah mau ke arah tangga namun ceyda menahan langkah deniz.
Deniz menoleh menatap ceyda.
"apa kamu...sudah mulai menyukainya? jatuh cinta padanya?! ".
Mata deniz sontak saja melebar.
"apa yang kamu katakan ceyda? kamu tidak mempercayaiku? ". kedua alis deniz menyatu dan menatap ceyda tajam.
Ceyda terlihat gelagapan.
"maaf aku...".
"sudahlah, jangan di perpanjang lagi, kamu duluan ke sana". deniz kembali melangkah dan menaiki tangga namun lagi lagi terhenti saat kakeknya berbicara.
"kembali dan duduklah di sini dulu deniz? kakek ada satu pengumuman kenapa mengumpulkan kalian kemari malam ini, setelahnya kamu boleh kemanapun".
Deniz menarik nafas dan kembali menuruni tangga. ia melangkah ke arah meja makan berbarengan dengan ceyda yang menunggunya di bawah tangga.
"baiklah, sebelum makan malam ini di mulai! aku akan menyampaikan satu berita gembira untuk keluarga Al-khaled". suara khaled dari arah meja makan sampai terdengar ke seluruh arah rumah besar tersebut. dan semua pembantu di rumah tersebutpun menantikan kabar gembira apa meski sebagian ada yang sudah tahu.
Semua yang ada di meja makan sontak saling melihat begitu juga dengan mama dan papa deniz sedangkan deniz berharap apa yang di tebaknya tidaklah benar karna jika benar...
Ingatan deniz kembali lagi saat perut ayla bagian bawah kena tendangan dan bagaimana ayla memegangnya serta di pertarungan yang terakhir dengan pria yang sudah menendang perutnya ayla terus memegang perutnya seakan akan melindungi sesuatu di dalam sana dan ia...
Deniz menggertakkan giginya.
__ADS_1
"katakan saja khaled jangan berlama lama mereka sudah sangat penasaran". ujar saudah istri khaled.
Khaled tertawa terbahak karna senang dan bahagia.
"seharusnya dia hadir untuk menerima ucapan selamat dari kalian semua namun sesuatu halangan menghalanginya jadi kita bisa ucapkan lain kali, tidak perlu berlama dan langsung saja, sebentar lagi...keturunan Al-khaled akan segera hadir, cicitku akan segera hadir ke dunia ini, ayla sudah mengandung dan sekarang umur kandungannya 2 minggu pertama".
Mama dan papa deniz sontak tersenyum bahagia sembari bersyukur begitu juga dengan ceyda yang ikut bahagia.
Ceyda mengalihkan matanya melihat deniz dan memegang tangan deniz.
"selim...? kamu dengar? kamu berhasil, sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah, seorang ayah selim...?". ceyda menggoyang goyangkan tangan deniz karna melihat deniz tidak beraksi.
Mata deniz menatap kosong ke depan sedangkan pikirannya terus berpikir tendangan di perut ayla dan ia...meninggalkan gadis itu sendirian di sana dalam keadaan kesakitan.
Deniz sontak berdiri tiba tiba yang mengejutkan semua di sana terutama ceyda sedangkan matanya menatap tajam ke depan.
"selim...? ada apa denganmu? ".
Deniz tidak menjawab ucapan ceyda ia bahkan tidak mendengar.
"aku harus ke suatu tempat dulu, kakek lanjutkan makan malamnya, saya permisi". deniz melangkah cepat ke arah depan tanpa mendengar panggilan dari mama dan papanya bahkan ceyda.
"selim tunggu..". panggil ceyda namun deniz tidak mengubris.
"selim...?". ceyda sedikit berteriak untuk menghentikan langkah deniz dan ya, itu berhasil. deniz menghentikan langkahnya.
Ceyda mendekat menghampiri deniz dengan wajah cemasnya. entah mengapa, baginya, deniz sangat aneh malam ini dari semenjak ia pulang tadi tidak, dari kemaren.
Selma tersenyum melihat anaknya dan menantunya. deniz biasanya tidak mengizinkan siapapun memanggilnya dengan nama yang sering ia dan papanya panggil selim. nama itu adalah nama favoritnya jika di rumah dan ia tidak pernah memakai di luar namun beda dengan ceyda. ia mengizinkan ceyda memanggilnya selim bahkan ia dengar, deniz menyuruh ceyda memanggilnya selim bukan deniz.
Deniz menghentikan langkahnya bukan karna suara panggilan ceyda melainkan sepintas seperti suara terbawa angin, ia mendengar panggilan selim dari...
"selim...? kamu mau kemana? kamu terlihat buru buru". ceyda memegang lengan deniz, yang menurut ceyda sangat tegang.
'apa terjadi sesuatu padanya? '.
Deniz menoleh menatap ke samping. ia berharap sangat berharap bahwa yang ia lihat adalah wanita itu namun...
Deniz mengerjap lalu mendengus sembari tersenyum.
'dia...sudah menjadi milik orang lain deniz? lupakan dia'. batin deniz lirih.
Deniz memegang tangan ceyda dan meraihnya melepaskan dari lengannya.
"ada sesuatu yang harus aku urus segera ceyda, jadi kembalilah ke meja makan, jangan biarkan yang lain menunggumu okay?! ". deniz berbicara sembari tersenyum tampan ke arah ceyda, yang membuat ceyda seketika melemah.
"tapi kamu baik baik sajakan?! ".
Deniz mengangguk cepat.
"aku akan segera pulang, ah...kita nginap di sini malam ini ya? mungkin aku akan pulang larut".
Ceyda sontak mengangguk.
"pergi dulu ya? "
Ceyda lagi lagi mengangguk.
Deniz mengecup kening ceyda sebentar sebelum kembali melangkah.
Sampai diluar rumah, deniz sedikit berlari menghampiri mobilnya, masuk ke dalam lalu melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
Deniz sampai di mana tempat tadi mereka berhenti dan ia tidak menemukan siapapun di sana terkecuali kegelapan. deniz keluar dari mobil sembari matanya masih menatap ke depan.
Kepala deniz berputar kanan dan kiri mencari sosok ayla.
'dimana dia?! '.
Deniz memutuskan masuk ke mobil lagi dan mencari ke apartemen ayla. di tengah perjalanan deniz terus menelpon ayla namun yang ia dapat no yang ia tuju sedang tidak aktif.
Deniz menggeram dan membanting hpnya.
"kemana kamu wanita...?". ingatan deniz lagi lagi terbayang tendangan pria itu di perutnya.
Jika wanita itu sedang hamil itu artinya...
Deniz menggeleng dengan hal hal buruk yang akan terjadi pada calon anaknya.
__ADS_1