Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Romi dan Linda Part 2


__ADS_3

"Masya Allah..Menantu Mama cantik banget." puji Mama Arumi saat melihat Nayra dengan penampilan baru dengan hijabnya yang baru saja gabung bersama yang lain di ruang keluarga.


Nayra menyunggingkan senyum atas pujian yang Mama Arumi berikan kepadanya.


"Terima kasih, Ma. Mama juga cantik. Padahal mau punya cucu lagi. Cantiknya makin bertambah, Nayra saja kalah." goda Nayra.


"Kamu ini bisa saja, Nay." Mama Arumi tersipu malu.


"Kamu kenapa, Rom? Ngelamun apa?" tanya Devan yang juga baru bergabung di ruang tamu.


"Paman Lomi ngelamun kalena takut ditolak Bibi Linda Pah." jawab Kiara sok tahu. Padahal dalam hati Romi membenarkan itu.


"Bener, Rom?" tanya Devan lagi.


"Benel Papa Kiala gak bohong." jawab Kiara lagi seolah dia tahu isi hati Pamannya itu.


"Tapi kemarin saat kami kesana dia bilang "Kalau datang, datang saja Bos. Kami terima". Itu bukannya berarti dia mau menerima kamu lagi." kata Devan mengingat ucapan Linda.


"Paman gak pelcaya dili kalena Paman belum siap." lagi-lagi Kiara yang menjawab.


"Kamu tahu dari mana, princess?" tanya Devan pada putrinya yang sedari tadi menjawab terus pertanyaan yang dia ajukan pada Romi.


"Aku kan clometnya Paman Lomi." jawab Kiara dengan memberikan tanda love pada Romi membuat semua orang tertawa. Tertawa bukan karena Kiara memberi tanda love pada Romi tapi karena kecadelan nya yang belum hilang-hilang padahal usianya sudah 5 tahun


"Soulmate Kiara, bukan clomet. Dasar cadel." ejek Kenan dengan tertawa terbahak bahak.


Kiara langsung mengerucutkan bibirnya saat tahu semua orang yang ada di sana menertawakannya. Bahkan Mamanya juga ikut tertawa.


"Kiala gak mau belteman sama kalian semua. Gak ada yang asik." Kiara lantas berdiri dan berjalan menuju dapur.


"Miss Kimy...Temani Kiala main." teriak Kiara memanggil Miss Kimy.


"Kimy, tolong kamu awasi mereka berdua yah."


"Mereka lagi musuhan soalnya." pesan Nayra pada Miss Kimy takut nantinya berlanjut.


"Siap, Bu. Kecil itu mah bagi Kimy." gurau Miss Kimy.


"Ya sudah aku titip si kembar." tukas Nayra.


"Sayang, Mama sama Papa pergi nganter Paman Romi dulu yah."


"Doa kan semoga Paman Romi diterima." kata Nayra pada si kembar.

__ADS_1


"Iya Mah.." jawab Kenan. Kiara masih terlihat marah karena tadi di tertawain oleh Mama Nayra juga.


Nayra, Mama Arumi juga Papa Damar satu mobil, sedangkan Devan semobil dengan Romi karena takutnya Romi nanti belok gak jadi ke rumah Linda.


"Kamu kenapa? Bukannya kemarin kamu ingin Linda gak jadi menikah dengan cowoknya tapi menikah dengan kamu."


"Ini kamu sudah dikasih kesempatan masih saja galau gak jelas."


"Kamu sebenarnya cinta gak sih sama Linda?" tanya Devan yang gemas sama Romi karena dari tadi diam saja seperti ada yang dipikirkan.


"Apa kamu gak menghargai perjuangan Nayra dan kedua ponakanmu yang kemarin membujuk Linda untuk mau menikah dengan mu.


"Mereka sampai membuat alasan Nayra ngidam dan ingin melihat kamu menikah dengan Linda."


"Ya walau awalnya aku yang ngasih ide."


"Tapi Ibu dan anak itu justru semangat saat sudah sampai di rumah Linda."


"Apalagi si kembar."


"Dia senang banget saat tahu Linda lah yang mereka bujuk untuk menerima Pamannya." ujar Devan panjang lebar supaya Romi bisa lebih percaya diri lagi.


"Aku diam bukan karena aku gak percaya diri."


"Aku hanya ingat kedua orang tua ku saja yang sudah tidak ada di sini lagi." kata Romi lirih, dia memang anak yatim piatu sejak usianya 15 tahun. Ayah dan Ibu nya meninggal karena kecelakaan pesawat. Ibuny Romi yang merupakan adik dari Mama Arumi akhirnya merawat Romi dengan persetujuan dari keluarga Ayahnya Romi.


"Paman dan Bibi sudah bahagia di sana."


" Kamu gak usah sedih begitu."


"Kamu itu lelaki, harus jantan."


"Masa' punya kejantanan tapi gak jantan menghadapi perempuan." cibir Devan untuk membuat suasana lebih hangat lagi bukan melow-melow drama seperti ini.


"Gak salah tu kalo ngomong." sungut Romi tak terima kalau dia tidak jantan.


"Gak..Aku kan jantan."


"Buktinya Nayra hamil lagi setelah kami kembali bersama." celetuk Devan asal.


Romi langsung menonyor kepala Devan. "Bukan itu do dol." geram Romi pada Devan.


Devan tertawa terbahak melihat kekesalan Romi. Akhirnya sepupunya itu kembali juga kesedia kala.

__ADS_1


Mereka semua sudah sampai di rumah Linda. Kedua orang tua Linda pun menyambut kedatangan Keluarga Ayasi dengan hangat.


Namun sayangnya yang orang yang dituju tidak menampakkan dirinya. Ada kekecewaan yang Romi rasakan. Linda memang membencinya karena kesalahan Romi sendiri yang jalan dengan wanita lain. Ya walaupun itu cuma teman nggak lebih. Tapi karena Romi adalah pacar pertama Linda jadi berasa sakitnya saat dikhianati.


"Mungkin Bapak sama Ibu sudah tahu maksud kedatangan kami untuk apa." kata Papa Damar mulai serius setelah tadi basa-basi sejenak.


"Mungkin juga kemarin sudah dibicarakan sedikit oleh anak saya, Devan."


"Kemarin sudah kesini terlebih dahulu bersama istri dan anaknya." Sambung Papa Damar.


Kedua orang tua Linda diam mendengarkan. Belum waktunya mereka membalas perkataan Papa Damar.


"Kami datang kesini untuk melamar Linda buat keponakan yang sudah saya anggap sebagai putra saya sendiri. Romi Bratama." Papa Damar menepuk paha Romi yang duduk disebelahnya.


Romi menyunggingkan senyum kepada kedua orang tua Linda.


"Tta-tapi keadaannya sekarang Linda mau nikah dua hari lagi. Tapi_" Kata Papa Linda yang terlihat sedih. Apalagi Mama Linda sudah mulai menitikan air mata mengingat anak perempuannya batal menikah padahal tinggal dua hari lagi.


"Kami disini semua sudah tahu."


"Karena itu, kami datang kesini ingin membantu keluarga Bapak Ruslan untuk tetap melanjutkan pernikahan ini walau pengantin prianya diganti." ujar Papa Damar


"Selain membantu keluarga Bapak Ruslan. Kami juga ingin melihat Romi menikah dengan wanita yang dicintainya."


"Kebetulan, wanita itu Linda. Anak Bapak Ruslan." sambungnya.


Kedua orang tua Linda menatap Romi seolah menanyakan kebenaran itu.


"Iya Paman. Saya mencintai Linda sejak dia menjadi junior saya di kampus" kata Romi dengan tenang.


"Bahkan sampai saat ini." jujurnya tanpa ada kebohongan.


Linda yang berdiri di balik dinding ruang tamu mendengarkan kejujuran dari Romi menutup mulutnya sambil menangis. Jujur saja dia juga masih ada sama Romi. Tapi mengingat penghianatan yang Romi berikan membuatnya membenci Romi.


"Dia pasti berbohong. Dia sudah tidak mencintai aku lagi." Linda bermonolog sendiri. Tapi mengingat kebersamaannya dengan Romi di kantor yang seperti tom and jery membuat hidupnya berwarna. Romi bahkan selalu membantunya disaat dia kesulitan dalam membuat laporan. Bahkan membelikan makanan atau minuman kesukaan dia tanpa diminta.


"Jadi gimana? Apa dilanjut tidak ini?" tanya Papa Damar santai.


"Kasihan keponakanku ini yang sejak kemarin dia gak bisa fokus karena memikirkan kebahagiaan Linda." ceketuk Papa Damar.


"Bahkan selalu diejek sama keponakannya sendiri karena gak bisa dapatkan Bibi Linda, katanya." timpal Devan.


Membuat semua tertawa meski terdengar hambar.

__ADS_1


"Dilanjut saja Pak Damar."


Semua orang menoleh ke sumber suara.


__ADS_2