
Ayla membanting dirinya ke kasur dengan marah bercampur kesal. ia beranjak duduk seketika tanpa sadar kalau dirinya sedang hamil muda.
"cukup sudah! kesabaranku? ada batasnya". ayla menoleh ke samping, meraih hp di atas ranjang di sampingnya. ia tadi habis menelpon dengan can yang sudah mengetahui seminggu yang lalu di mana deniz dan sedang apa pria itu.
Ia pikir ia tidak akan mengambil tindakan karna cepat atau lambat pria itu akan menghubunginya atau kemari karna merindukannya. marah dan kesal menunggu beberapa hari, deniz sama sekali tidak memperlihatkan batang hidungnya. karna ke egoisan ia pun tidak peduli. jika pria itu melupakannya maka ia pun bisa tapi apa yang bisa ia lakukan? sepertinya hormonnya mengatakan sebaliknya. aku geram dan benci kepada diriku sendiri.
"halo can?". panggil ayla begitu telponnya tersambung.
"ya nona?! ".
"siapkan penerbangan untukku hari ini dan saat ini juga".
"...nona...mau ke...".
"memberi seseorang pelajaran".klik. dengan geram ayla mematikan hpnya dan melempar ke sembarang arah.
2 minggu, 2 minggu sudah sejak ia ke rumah keluarga besar Ferdinand yaitu kakek dari reyyan. dengan segala jamuan dan manjaan mereka untuknya. karna memang dari dulu ia sangat berharga bagi mereka lebih lebih Mr. Ferdinand.
Masalahnya di sini, sudah sebulan genap pria itu tidak menghubunginya atau kemari. salahkah ia yang berpikir macam macam. dia membuatku salah paham.
Ayla melangkah ke walk in closet. ia tidak perlu mandi karna sudah ia lakukan tadi. setelah berpakain casual santai celana jeans warna putih, baju kaos berbahan lembut warna sedikit ke pich dengan sepatu sport warna putihnya. meraih kaca mata hitam serta jacket berwarna hitam kotak kotak, ayla melangkah keluar tanpa membawa dompetnya yang ada hanya hp yang ia tenteng di tangannya serta jacket ia sampirkan di bahu kaca mata dia letakkan di saku jacket. ia tidak mau daddy dan mommynya tahu.
Ting...
Pintu lift terbuka. ayla melangkah keluar. melangkah lurus ke depan berniat keluar sebelum sebuab suara menghentikannya.
"beyza? tumben kamu mau keluar? kemana? ". ayse mendekati anaknya dan berdiri di samping ayla.
Ayla menoleh tersenyum tipis dan manis.
"keluar, jalan jalan, main? suntuk di rumah".
Ayse menyatukan alisnya.
"mau mommy tem..."
"oh tidak perlu, mendingan mommy temani daddi ya? beyza sudah besar, lagian beyza hanya pergi sama can, mommy bisa tenang"
"kamu tidak sedang berusaha kaburkan?"
Ayla tertawa kecil melangkah sedikit memeluk lengan ayse.
"mana mungkin aku kabur mom...? suamiku akan pulang kemari dan aku harus menunggunya, benar begitukan???". rayu ayla ke mommynya namun siapa sangka ayse langsung menyetujui saja, mengingat bagaimana putrinya tidak tahu apa apa bahkan sampai deniz di rawat seminggu lebih di rumah sakit akibat luka serius dan tulang punggung yang retak.
"baiklah, nikmati waktumu! ". ujar ayse sembari mengelus pipi ayla. baginya se akan akan baru kemarin ia melihat anaknya yang masih kecil dan masih sangat manja dengannya bahkan kemana pun pergi harus ia yang temenin.
Ayla mengangguk mantap lalu mencium pipi ayse dan berpamit. tidak lupa juga dia meminta mommi nya untuk memberitahu daddy yang langsung di iykan ayse.
__ADS_1
Di dalam mobil hitam, ayla duduk di bangku belakang supir melihat menatap ke luar jendela.
"kamu sudah memastikan tidak ada yang tahukan? termasuk kakek! ".
Can sedikit menoleh kebelakang.
"ya nona! "
"baiklah, terima kasih can". senyum ayla.
Pria yang bernama can membelas dengan senyum tipis. pria dewasa yang berumur 40 tahun dengan 3 anaknya yang sudah besar besar dan sudah bekerja di rumahnya sejak ia belum lahir dan ketika ia sudah lahir dan sudah menginjak waktu masuk sekolah maka can lah pilihan daddynya yang menjadi supir pribadinya alias bodygurdnya.
"sudah tugas saya nona? ".
Ayla membalas dengan gumaman seiring mobil yang bergerak keluar dari perkarangan rumahnya.
💓💓💓💓
Terlihat gedung sebuah perusahaan besar yang berada di pusat kota tersebut, turun ke bawah ke lobby. terlihat beberapa pria berjas dengan berbagai warna dari hitam, abu abu, coklat bahkan biru muda saling bersalaman sebelum satu di antara mereka membalik melangkah keluar dari lobby tersebut dengan satu tas tertenteng di tangannya.
Pria berjas abu abu tersebut melangkah ke parkiran mobil di samping gedung tersebut membuka pintu dan masuk ke dalam, meletakkan tasnya di bangku sampingnya. memperbaiki duduk untuk bisa menyetir sambil memakai sabuk pengaman.
Mendongak melihat ke spion di atas kepalanya berniat mau melihat ke belakang sebelum melajukan mobilnya dari sana. pria tersebut terlonjat kaget saat melihat seseorang duduk di mobilnya dengan sangat santai. ia dengan cepat membalik tubuhnya melihat kebelakang. seorang wanita cantik, sangat cantik kaki bersilang, menatap ke arahnya dengan satu alis naik ke atas. kedua tangan terlipat.
"si-si-si-siapa...kamu...?". tanyanya gugup. ini bukan pertama kali baginya melihat wanita cantik meski lebih cantik wanita ini tapi melihat wanita yang tiba tiba berada di dalam mobilnya, ini pertama kali. karna biasa ia yang gundang atau ia yang masukkan. memberi tumpangan.
Jika ia mau tanya. maka'memang kamu siapanya aku? nyuruh nyuruh aja...tunggu? antar ke tuanku? apa wanita ini...
Pria tersebut menatap ayla dari bawah ke atas.
'jenis wanita yang mau merayu bosnya? mimpi aja kamu, dia? pria yang sangat mencintai istrinya...ah'.
"memang tuanku siapa? aku tidak mengerti dengan maksudmu nona? ".
Ayla menatap malas pria di depannya. jika berlama lama maka ia bisa ketahuan dan kakek bisa menghentikannya.
"Mr. S! apa aku salah? ".
Pria tersebut mengedip ngedipkan matanya beberapa kali lalu mendengus.
'gerakannya sangat cepat'. akhir akhir ini ia bukan lagi capek mengurusi saham saham tuannya melainkan juga sudah termasuk mengurusi wanita wanita yang mau mendekati tuannya bahkan ada yang mencoba membubuhkan obat perangsang ke dalam air minum saat menghadiri acara jamuan kedutaan swiss lalu di hotel saat menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang tuan tanam saham dan tuannya selalu beruntung ada ia yang selalu setia di sampingnya jadi wanita belum bisa menggerpek gerpeknya. dan satu hal lagi. nyonya selim harus berterima kasih padanya karna ia sudah melindungi suaminya dengan segala kerja kerasnya. mungkin ia bisa minta cuti.
Pria itu mendesah lelah.
"begini nona? apa kamu melihat berita? jika ada, maka urungkan niatmu untuk mencoba merayu tuanku karna tuanku sangat mencintai istrinya! dengar? sudah berpuluh puluh wanita di swiss baik dari golongan atas atau menengah atau model model seksi sudah di buat patah hati oleh tuan dan itu sangat menyakitkan jadi nona?...". pria itu menoleh melihat ayla.
"menyerahlah dan turunlah lagian? kamu tahukan? tuan di swiss dan kita lagi di jerman, dan aku? lagi sedang ada urusan, tidak ada waktu untuk melayanimu".
__ADS_1
Ayla menaikkan satu alisnya. berita? ia sudah melihatnya , 2 hari yang lalu.
Ayla menyungging senyum samping dan sinis.
"jika aku boleh tahu? karna di sana tidak di sebutkan nama istri yang sangat di cintainya itu bahkan tuanmu bilang istrinya sedang mengandung anaknya benar...? ".
Pria berkulit putih khas mirip seorang bule bule namun juga terlihat tampan. mengangguk mantap.
"jadi...siapa namanya? istrinya! ". ayla masih dengan sikap santainya dan tenangnya.
Membuat pria tersebut geram. ia berdecak kesal sebelum waktu terus berjalan dan ia tidak bisa melaksanakan tugas lain. ia mendesah lelah.
"jika pun nona tahu, nona tidak akan bisa berbuat apapun, yang jelas! nona tidak akan bisa melewatkannya apal... "
"namanya! ". ujar ayla dingin nyaris seperti perintah.
Pria tersebut menoleh menatap ayla. ia menghela nafas. sudahlah, lagian jika pun ia bilang wanita ini tidak akan bisa berbuat apapun.
"Ayla Beyza Okan Gokhan...". pria tersebut menghentikan ucapannya. sedangkan ayla bersandar santai ke kursi di belakangnya sambil melipat kedua tangan di dadanya dan tersenyum tipis.
"dia...jika kamu orang dari negara ini maka kamu tentu tahu siapa dia, dia cucu konglomerat terkaya di sini keturunan dari Emre Group princess mereka, aku mencari tahu semua tentangnya tapi tidak satupun menemukan fotonya". ujarnya dan terlihat raut wajah sedihnya.
"terserah itu urusanmu! berangkat sekarang dan antar aku ke tuanmu".
"nona? sepertinya kamu tidak mengerti, tuan?..... ". ucapan pria itu terhenti saat sebuah pistol mengacung ke keningnya dan itu perbuatan can. entah sejak kapan can sudah ada di samping pria tersebut dengan pintu mobil yang sudah terbuka.
Ayla tersenyum sinis. ia mencondongkan tubuhnya ke depan berbicara di dekat telinga pria tersebut. yang ia tahu asisten deniz.
"antar aku ke tuanmu....now". bisik ayla dingin dan tidak ada bantahan.
Ayla melihat can. mengerti tatapan ayla can menyuruh asisten deniz duduk di kursi samping dan ia sendiri yang menyetir. mengantar nonanya ke tempat penerbangan pesawat pribadi milik keluarga Emre.
Suasana di dalam mobil terlihat suram dan dingin tanpa ada suara atau tanpa ada yang mau membuka suara.
Asisten deniz diam diam dengan pergerakan halus mengeluarkan hp di saku jasnya. berniat mau menghubungi tuannya paling tidak ia harus bilang kalau ia di culik dan sebentar lagi wanita ini akan menculik tuannya. ia harus menyuruh tuannya untuk hati hati atau melarikan diri dulu.
Belum pun jarinya tersentuh pada tombol layar sentuh tersebut. benda tipis di tangannya melayang di depan matanya. mengikuti arah tersebut membalik badan. dia menemukan wanita di belakangnya yang sudah meraih hpnya. pria itu menatap ngeri ke ayla. takut dan takut.
'apa tuannya kali ini akan di perkosa atau...di bunuh? maafkan aku deniz??? aku sudah berusaha...'. ia hanya bisa memejamkan matanya. pasrah.
__ADS_1