
Ayla kembali duduk menatap deniz dengan berbagai pertanyaan di dalam kepala cantiknya.
"aku kira aku butuh penjelasan karna yang pertama...dia bukan dani dan juga...bukan adik reyyan dari ibu lain. dia...Al-Fareza Federick Ferdinand adik kandung dari reyyan dan juga...papa reyyan hanya mempunyai satu istri yang sangat dia cintai, mama reyyan dan Al-fareza bahkan sampai sekarang dimana mereka sedang keliling dunia! so...bagaimana dia jadi mantan kekasih ceyda? iya sih, wajahnya tidak terekspos ke publik itu karna mama dan papa reyyan tidak mengizinkan untuk adiknya terekspos sebelum dia menyelesaikan studynya...begitu so... ". ayla menunggu penjelasan deniz.
Deniz di buat tambah bingung. jika bukan maka akan ada satu kemungkinan. pria itu membohongi ceyda dan ceyda tertipu tapi untuk apa? uang? jika untuk itu, ia yakin dia memiliki melebihi dari yang dia mau dari keluarganya sendiri. cinta? itu jelas tidak mungkin lalu...
"apa tebakanku salah? maksudku...Al-fareza atau dani....menipu ceyda? dan tidak ada alasan untuknya bukan? ". ujar ayla.
"ah...cinta? dia...di larang memiliki kekasih sebelum menyelesaikan studynya jika tidak, administrasi nya di cabut, dia miskin! itu perintah papa dan mama reyyan ke reyyan so...apa mungkin untuk dia mencintai ceyda di saat dia jatuh miskin? oh ketahuilah Deniz? bocah itu...sangat takut kehilangan uang dari pada wanita, uang segala galanya untuknya".
"bisa saja tanpa sepengetahuan reyyan atau papanya...".
Ayla tertawa hambar.
"jangan bercanda deniz? mengawasimu saja reyyan sanggup apalagi adiknya... ". ayla membulatkan matanya saat menyadari satu hal. ayla sontak melihat deniz.
"reyyan tahu! ". itu adalah ucapan dingin deniz. itu artinya...reyyan tahu. ceyda di tipu adiknya lalu dengan bodohnya dia...memilih ceyda untuk rencana di mana pria itu saat itu ia yakin sedang menertawakannya karna memakai hal yang sudah di gunakan adiknya. brengsek.
Deniz mengumpat dalam hati.
Mata ayla beralih melihat ke Al-fareza.
"ceritakan apa yang kamu tahu tentangnya". pinta ayla ke deniz.
Deniz mendesah lelah. sudahlah, yang penting sekarang dia bersama ayla dan tidak ada yang menganggu.
"yang aku tahu dia kekasih ceyda, mereka menjalin hubungan di universitas xx dan hubungan mereka sangat terkenal di sana, mereka putus karna dani menikah dengan anak dari tempatnya bekerja, ceyda bisa di bilang di khianati? tapi siapa tahu sekarang kalau ternyata dia di tipu? ".
"kamu mencari tahu? "
"sebelum membuat keputusan ya? ".
"untuk menikahinya ".
"bertunangan! ayolah sayang, aku tidak sebodoh itu mau di manfaatkan".
Ayla menyatukan alisnya. tidak mengerti.
"maksudnya? ".
Deniz menatap ayla.
"Ceyda mendekatiku karna suruhan orang tuanya dia terpaksa melakukan itu dan juga...karna kekasih nya yang selalu butuh biaya, yang aku tahu membiayai dani sampai selesai di universitas hingga masuk kerja ke salah satu perusahaan besar, itu yang aku tahu ah...aku tidak mencari tahu lebih karna bagiku juga tidak penting, asal tahu saja tujuannya jadi...sudah!".
__ADS_1
Ayla melebarkan matanya.
"jadi maksudmu...ceyda menikah denganmu namun...tetap memiliki hubungan dengan dani itu? ".
"di awal ya ".
Ayla menutup mulutnya tidak percaya. sama sekali tidak percaya. ceyda...orang seperti itu? iya sih, jika cinta...apa pun akan di lakukan.
"itu artinya...setelah mengetahui kekasihnya dani...dia...jatuh cinta padamu? sampai sekarang? ".
Deniz mengangguk, yang membuat ayla kesal seketika. meski ceyda mantan istrinya tetap saja, wanita adalah tipe pencemburu.
Tapi, sayang juga ceyda. cintanya bukannya di khianati tapi malah dia di bohongi di tambah...di mainin. ckck...
Dia sebagai wanita tentu saja tidak bisa membiarkan ini. Ayla bangkit dari kursinya berdiri mau melangkah ke meja adiknya reyyan. namun sebuah tangan menghalanginya.
"mau kemana? ".
"seperti yang kamu tahu, biar lebih jelas? mari kita tanya pada si pelaku". senyum ayla lalu dia melangkah ke meja tiga pria yang sedang asik makan es krim meninggalkan deniz yang masih duduk di tempat. sebelum juga ikut berdiri dan melangkah ke sana. mungkin akan ada sedikit keributan di sini mengingat sifat istrinya.
"hai tampan? lama tidak melihatmu? ".
Kedua manik mata Al-Fareza atau sering di sapa Al jika di luar dan farez jika di rumah.
"A-a-ayla? prin-princes?... bagaimana kamu...di sini? ".
Ayla yang berdiri dengan tanganya terlipat di dada menatap farez mengintimidasi.
"kamu tidak melihat berita? ah...kamu belum pulang kerumah ternyata?... ".
Plak...
Ayla memukul kepala farez dengan geram.
"aghhh...sakit?... aghh...". rintih farez saat mendapat pukulan di kepala lalu merintih lagi saat ayla memelintir telinganya.
"kamu mau tahu kenapa aku di sini?...".
Dengan meringis farez mengangguk.
"bagus, pertama! kenapa kamu di sini? seharusnya kamu belajar bukan? lalu...beberapa pertanyaan tentang masa lalu...terutama...apa kamu...mengenal wanita yang bernama...ceyda? ".
__ADS_1
Farez mendongak menatap ayla tidak mengerti.
"ceyda? siapa dia? ".
Ayla menyatukan alisnya lalu dia beralih melihat ke deniz. apa pria itu salah orang dan jika iya, ia yang terlihat bodoh di depan bocah ini.
Plak...
"aghhh...sakit kakak ipar? ". ringis farez sambil mengusap kepalanya akibat kena pukulan ayla.
Ayla berkacak pinggang.
"bagaimana bisa kamu tidak mengenali wanita setelah kamu mempermainkannya?... tidak...menipunya juga".
"aku tidak tahu, siapa yang kakak maksud? ceyda? aku tidak kenal? dan selama ini kakak juga tahu, aku tidak akan mungkin menjalin kekasih".
Ayla menggeram.
"tentu saja tidak beberapa tahun yang aku tahu dan beberapa tahun ini lalu bagaimana...5 tahun yang lalu? universitas xx? dani? farez...? yang aku tahu di waktu itu umurmu mestinya masih anak ingusan yang masih duduk di bangku High School bukan? ah...sepertinya kamu sudah ingat! apa aku perlu memukul lebih kepalamu supaya ingatanmu kembali? ".
Ketiganya melebarkan matanya sebelum saling melihat dan itu tidak terlewat dari tatapan ayla.
"ah...sepertnya kalian bertiga ingat ya? baiklah...".
"aghh...ayla?...kak, sakit..? ". rintis farez saat ayla menarik telinganya.
"sakit? kamu tahu juga sakit ya...? ikut aku dan kalian berdua...kemari". ayla menarik feraz di telinganya membawa ke meja kasir memesan ruangan VIP di sana, supaya mereka bicara tidak ada yang mendengar.
Melihat ayla pergi. deniz ikut mengikuti dari belakang. tidak ada yang bisa mencegah wanita itu jika sudah bereaksi, tinggal tunggu saja kesudahannya.
"arghh....". ringis feraz sembari mengusap usap telinganya. kedua temannya ikut duduk di samping feraz dengan wajah mereka yang. ketakutan. wanita di depan mereka. bisa saja sewaktu waktu menghajar mereka jika mood nya tidak bagus.
"baiklah, ceritakan! dari awal...sampai akhir dan aku harap tidak ada yang tinggal jika tidak mau aku akan mencarikan kalian lagi dan di saat itu kalian tentu akan tahu apa yang akan terjadi pada kalian, so...mulai! ". ayla menduduki bokong di sofa single, menyilangkan kakinya menunggu terbukanya mulut feraz.
Sedang deniz memilih berdiri di pintu setelah menutupnya dengan tangan terlipat dan kaki bersilang. deniz memilih menatap ayla dari pada tiga pria di sana karna menurutnya sekarang, ayla sangat seksi dengan wajah marahnya. ah...atau dia yang sudah gila karna sudah beberapa hari tidak menyentuh ayla?. eughhh...ini membuat dunianya kacau.
__ADS_1