Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 33


__ADS_3

Mata deniz terbuka dan hal pertama yang dia lihat adalah atap dan lampu kamarnya. ia mengerjap lalu menoleh ke samping dan mendapati wajah ceyda yang cemas.



"kamu sudah sadar? kamu sudah baik baik saja? apa yang terjadi denganmu? kenapa kamu bisa pingsan di balkon?... hiks...". ceyda menjatuhkan air matanya. dia menangis, menangis bukan karna aktingnya seperti dulu tapi kali ini ia benar benar mencemaskan deniz. ia suaminya sekarang dan akan selalu menjadi suaminya. ia akan lakukan apapun supaya rumah tangga mereka kembali seperti dulu.



Deniz tersenyum sembari mengangkat tangan kanannya menghapus air mata ceyda.



"tanya satu satu dong? biar bisa di jawab, kamu mau tahu jawabanya...? ".



Ceyda mengangguk sembari menghapus air matanya dengan punggung tangannya.



Deniz bangkit duduk dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang yang juga di bantu ceyda meletakkan satu bantal di sana.



"aku merasa bersalah padamu, karna kejadian waktu itu...maaf ceyda, tidak seharusnya aku... ".



"cukup deniz...?". ceyda memotong ucapan deniz karna ia tidak sanggup untuk mendengarnya. ia tahu kenapa deniz tidak bisa melanjutkannya dan kenapa dia begitu.



Deniz mengerjap terkejut.



"aku tidak mempermasalahkan itu dan aku memaafkanmu asal kamu jangan seperti ini lagi, kamu harus sehat seperti biasa, jangan berpikir apapun lagi, aku akan lakukan apapun yang kamu minta, termasuk berada di sampingmu 24 jam, asal kamu jangan begini lagi...ya?! ". rayu ceysa di ujung kalimat sembari mencekram tangan deniz.



Deniz terdiam mematung hingga beberapa menit sembari berpikir dan menatap wajah ceyda.



'maaf ceyda? kali ini aku tidak bisa melakukan itu bukan diriku tapi semua anggota tubuhku menolak untuk tidak memikirkannya, semakin kuat aku mencoba melupakan maka semakin kuat rasa rindu itu untuk bertemu, maaf ceyda, maaf...'.



"selim...?".



Deniz tersentak dan dengan cepat beralih menatap ceyda lagi setelah tadi ia menunduk sedih.



"maaf ceyda aku...".



"aku tidak mau dengar". ceyda memotong ucapan deniz dan menutup kedua telinganya. ia tidak mau dengar sama sekali tidak mau dengar.



'aku sudah tahu deniz, aku sudah tahu dari dulu jadi...tidak perlu lagi untuk di katakan, aku sudah tahu semuanya, semuanya...'.



Deniz terdiam tidak berniat mau melanjutkan lagi ucapannya karna ia pun berpikir tidak mau menyakiti perasaan ceyda.



Deniz tersenyum perih. 'biarkan ini...terus berada di sini'. Deniz memegang dadanya.



"oh ya selim, aku dapat tawaran dari tante dian untuk membantunya dalam acara vasion show yang akan di adakan di dubai 3 bulan ke depan lalu katanya akan ke paris lagi hingga beberapa bulan katanya, jadi tante harus menyiapkan semua dari sekarang, so...tante mengajakku ke sana...apa kamu...".



Deniz terkekeh geli lalu mencubit hidung ceyda.



"ceritanya minta izin nih...? di saat suamimu sedang sekarat...? di mana kesetianmu huh...?".



"sakit...?". ringis ceyda sembari memegang tangan deniz dari hidungnya yang di cubit deniz.

__ADS_1



Denis tertawa kecil.



"karna itu makanya aku bilang? tante akan berangkat nanti malam, jika kamu kasih maka...".



Deniz tersenyum lalu mengacak acak rambut ceyda.



"pergilah, aku baik baik saja di sini dan aku akan ke sana sesekali jika sempat".



Ceyda menggeleng kuat. karna itu...aku ke sana deniz? aku...sedang melarikan diri. vasion show? hanya alasan.



Deniz mengernyit tidak mengerti dengan gelengan kepala ceyda.



"kamu tidak membolehkan aku ke sana...? menjenguk mu...?". deniz masih berbicara santai sembari menatap wajah ceyda.



Ceyda lagi lagi menggeleng keras. 'bukan itu, sama sekali bukan itu dan jika itu yang kamu lakukan sungguh aku sangat senang tapi...



Ceyda menatap deniz setelah tadi menunduk.



"selim...? apa kamu...tidak berencana...pergi...menjenguk ayla...?". ujar ceyda takut takut. takut kalau deniz tahu kalau ia tahu semua tentang dia dan queen.



Jantung ceyda berdebar ketakutan.




"ceyda...".



"dia sedang mengandung anakmu selim...? dan bukankah ke hadiranmu sangat di butuhkan olehnya? dan juga anakmu, aku sadar, aku tidak bisa terlalu egois, aku sendiri dan aku baik baik saja sedangkan ayla sendiri dengan anakmu yang berada dalam kandungannya". sendiri?. ceyda menertawakan ucapannya. ayla adalah queen dan dia juga princess. di sampingnya akan ada siapapun jika dia mau terkecuali...suami.



Ceyda tersadar dengan ucapannya sendiri. 'suami...? tunggu, queen sudah di jodohkan, bahkan mereka sudah bertunangan bahkan di kabarkan sudah menikah...baiklah, jika queen ada di sini berarti mereka belum menikah itu artinya pria itu masih tetap calon suami queen lalu pertanyaannya di sini...queen sedang hamil...aku yakin mereka sudah tahu sekarang lalu...'. ceyda menggelengkan kepalanya tidak mau berpikir ke situ dulu, itu akan menunggu nanti, yang penting sekarang deniz harus ke jerman lagian...jika perjodohan itu masih berlangsung maka sangat tipis kesempatan bagi deniz untuk mendapatkan queen dan kejadian 13 tahun lalu akan terulang lagi. karna keluarga Al-khaled tidak akan sebanding dengan Keluarga Flederick.



"jadi selim...? kamu harus ke sana dan berada beberapa waktu pun, aku tidak mempermasalahkannya lagian aku juga tidak di sini, bukankah kamu punya 2 istri? jika istri ini pergi? maka kamu bisa pulang ke istri lain".



"ceyda...?".



"itu kenyataan sayang...? so...bagaimana? kamu izinkan aku? jika iya, aku harus berbenah".



Deniz terdiam. ini kesempatan untuknya. deniz beralih menatap ceyda.



Ceyda menatap deniz dengan tidak rela deniz ke sana tapi ia harus melakukan ini. anggap saja, ini untuk menembus atas semua kesalahannya.



"kamu...benar benar, mengizinkan? "



Ceyda mengangguk sembari tersenyum terpaksa.



Deniz diam diam tersenyum dalam hati.

__ADS_1



"terima kasih ceyda"



"kamu...sangat merindukan anakmu ya? wajahmu terlihat sangat bahagia".



Deniz tersentak dan ia pun mengerjap. deniz memperbaiki duduknya dan menatap ceyda. tubuhnya sontak saja langsung sehat begitu kabar bahagia itu keluar dari mulut ceyda dan ya, ia sangat bahagia.



"ceyda? sebenarnya ayla itu...".



Ceyda bangkit berdiri sembari mendesah lelah turun dari ranjang.



"oh baiklah, sepertinya kamu sudah benar benar sehat dan aku harus berbenah koper dulu, nanti bibi akan meninggalkanku". ceyda memotong ucapan deniz dan beranjak dari sana.



Deniz menatap punggung ceyda yang berlalu dengan wajahnya yang kebingungan.



πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ



Assalamu'alaikum teman teman...?



Numpang promoh nih...😊😊😊



Saya minta komentar kalian dong, dengan novel saya yang terbaru judulnya.



πŸ’›Kata-kata CintaπŸ’›



Tapi saya akan update setelah novel ini selesai, tapi jika kalian minta update saya akan usahakan tapi....



ada negosiasinya...he he he😊😊😊



So...novel ini akan update 3 sekali.



Gimana.... ???



Terima kasih atas dukungan kalian teman teman, dengan vote dan komentar kalian sungguh sangat membuat diri ini bersemangat. πŸ™πŸ™πŸ™.



Wassalam...πŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹



Next episode....








__ADS_1


__ADS_2