Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 30


__ADS_3

2 minggu kemudian.



Deniz melangkah masuk ke dalam rumah sakitnya dengan wajahnya yang seperti biasa penuh senyum jika ia memasuki rumah sakit dan membalas setiap sapaan pasien yang lewat atau para perawat dan juga dr. wanita namun apa bila dengan dr. laki laki deniz akan berhenti sebentar untuk membicarakan beberapa hal penting menyangkut nama baik rumah sakitnya.



Deniz masuk ke dalam ruangannya namun bukan ruangan prakteknya melainkan ruangannya sebagai pemilik dari rumah sakit tersebut yang berada di lantai 5 rumah sakit tersebut.



Jika dulu deniz membuka prakteknya siang dan malam namun sekarang di mulai dari beberapa hari yang lalu deniz hanya membuka saat malam saja itu pun di mulai dari jam 20:00-22:00 setelahnya ia akan keruangannya dan mengurus semua keperluan menyangkut rumah sakitnya seperti biasa.



Deniz meletakkan tas di atas meja lalu menjatuhkan bokongnya di kursi putar yang berukuran besar lalu merebahkan tubuhnya sebentar di sana.



Mata deniz menatap ke atap ruangannya dengan pikirannya ke arah lain.



2 minggu sudah, 2 minggu sudah ia menahan dirinya dari keinginannya untuk melihat dan bertemu dengan beyza. hari itu...ketika ia pulang ke rumah dan melihat wajah ceyda sontak saja akal sehatnya bekerja. jika ia pergi dan tetap mengikuti keegoisan dirinya bukan hanya ceyda yang akan terluka tapi semua yang di sampingnya akan terimbas. ceyda yang bisa saja akan terus menangis, maminya yang akan terus mengkhawatirkannya, refat yang akan terkena imbas karna kecerobohannya. jika di bilang sungguh semua sangat gampang. 'masuk ke rumah beyza dengan melompati pagar bagian belakang rumah yang kata orang suruhan refat bisa namun memiliki resiko tinggi untuk di tangkap lalu mencari kamar beyza, awalnya ia tidak peduli sama sekali, yang penting ia harus melihat beyza, rasa rindu di hatinya sungguh tidak tertahan lagi. setelahnya ia bisa mencari kamar beyza apalagi kata refat akan diadakan acara besar di rumah Mr. Gokhan yang rumahnya berada jauh dengan rumah beyza dan otomatif rumah beyza dalam ke adaan kosong dan ia bisa masuk namun tidak ada yang tahu siapa saja dan di mana saja ada keamanan di sama. jika dirinya yang kena saja tidak masalah namum di sini ia bisa melukai semuanya, mami, papi, kakek dan ceyda, terutama refat karna itu ia memilih untuk tidak pergi dan memilih menahan diri seperti biasa seperti hal yang sudah ia lakukan selama 7 tahun terakhir ini. ia tahu sulit sangat sulit tapi setelahnya akan jadi menu utama untuknya sehari hari. rasa rindu yang tidak kesampaian.



Deniz menghela nafas dan meraih beberapa dokumen yang berada di laci mejanya. ia tersenyum saat melihat sebuah hp yang sudah retak kacanya hingga tidak bisa di pakai lagi. ia mengingat kembali bagaimana pertemuan pertama mereka dan bagaimana wajah beyza yang panik dan meminta maaf terus menerus lalu bagaimana wajah beyza yang terkejut saat ia berkata tajam.



Deniz terkekeh geli. "tentu saja dia akan terkejut karna seumur hidupnya, hanya aku yang baru membentaknya". ujar deniz lalu ia tersenyum. bukan senyuman kebahagian tapi senyuman miris senyum di sertai sakit di hati dan dadanya.



Jika ini adalah hukuman atas kekejamannya terhadap beyza maka...ia pantas untuk merasakan ini. tidak ada hukuman yang lebih menyakitkan dari pada hukuman cinta. sakitnya tidak terlihat namun bisa terus ia rasakan, seperti menggeroyoti di dalam dirinya hari demi hari.



Perasaan beyza...bukan tidak mengingat tpi ia tidak mau mengingat, ia tidak pantas meski hati kecilnya sangat bahagia, benar benar sangat bahagia tapi...di bandingkan dengan memberi rasa senang untuknya, ia lebih banyak memberi rasa sakit. pria seperti itu...apakah pantas untuknya? ia rasa juga tidak. itu juga salah satu alasannya untuk tidak menemui beyza. katakan ia pengecut dan jika iya, maka ia sudah menjadi pria pengecut sejak 9 tahun yang lalu. dirinya tidak sebanding dengan pria yang di jodohkan dengan beyza. bahkan keluarganya berada di bawah mereka. meskipun di negeri ini kakek dan papinya termasuk konglomerat terkaya namun di negara jerman negara yang dari dulu sulit untuk kakeknya merambah bisnis ke sana.



Deniz meraih hp yang sudah retak tersebut dan memerhatikannya dengan seksama sembari membolak balikkannya. ia menemukan hp ini saat mencari album foto beyza siapa tahu dia ada dan menyimpan di suatu tempat, al hasil setelah semalaman ia mencari tidak ada apapun dan hanya menemukan ini di laci nakas samping ranjang. malam itu juga ia tidak pulang kerumah dan memilih tidur dikamar dan di ranjang beyza dengan mencium bau beyza sepuasnya. itu terjadi 3 hari setelah ia pulang dari rumah maminya.



"semua hilang, seperti dirimu! apa itu artinya...kita tidak di izinkan untuk bertemu lagi...? beyza...". deniz berkata sendiri sembari ia mengingat Hp yang di ganti baru oleh beyza namun ia tidak memakainya. ia memilih membeli yang baru dan memberikan Hp pemberian beyza ke bibi pembatu di rumahnya.



Karna merindukan beyza, itu terjadi saat ia menemukan hp retak ini. saat itu ia mendatangi bibi dengan satu cek di tangannya lalu berbasi basi sebentar setelahnya ia meminta kembali Hp tersebut dan menukar dengan cek tersebut. naas baginya karna kata bibi Hp tersebut sudah ia berikan untuk anaknya yang berada di kampung lalu saat ia menyuruh bibi untuk mengirimkannya ke sini, bibi menjawab saat itu kalau Hpnya sudah di jual anaknya.



Saat itu ia mau marah tapi ini semua salahnya lalu ia teringat cincin nikahnya dengan beyza, yang juga ia berikan ke bibi.



Deniz sontak saja menanyakannya ke bibi dan bibi menjawab.



"itu sudah saya jual tuan? kan tuan sudah bilang untuk saya, lalu saat itu saya tanya ke tuan, kalau saya jual bisa? karna saya saat itu lagi membutuhkan uang untuk uang sekolah anak anak saya di kampung, jadi tidak ada lagi".



Deniz saat itu menggeram diam diam. lalu ia bertanya di mana toko bibi menjual itu. dan ya. bibi menjawab bahkan mengantarnya ke sana tapi naas baginya lagi toko itu tidak lagi di sana alias sudah di tutup dan ia sudah mencari berita kemana si yang punya toko pindah namun mereka semua tidak tahu yang mereka tahu pemilik tersebut terlilit hutang. itu artinya cincinnya juga sudah naas hilang.



'mau menyesalpun, semua sudah tidak ada gunanya lagi' itulah kata kata yang miris untuknya.



Ckleck...



Denis melihat ke pintu yang terbuka. dengan cepat ia meletakkan hp ceyda ke laci lalu menutupnya.



"ceyda? sayang? ada apa kemari? tadi kamu bilang mau di rumah aja hari ini? apa yang terjadi hm..?!". tanya deniz sembari melihat ceyda yang melangkah ke arahnya.



Deniz merentangkan kedua tangannya saat ceyda duduk di atas pangkuannya.



"ada apa denganmu akhir akhir ini hm...? kamu terlihat sangat agresif sayang...?". ujar deniz sembari menatap wajah ceyda yang jarak mereka sangat dekat.



Ceyda menggerucut bibirnya.



"seharusnya aku yang tanya ke kamu, ada apa denganmu akhir akhir ini huh...? kamu lebih banyak diam dan jika di panggil berkali kali baru sahut".

__ADS_1



Deniz terkekeh geli sembari mencubit hidung ceyda.



"kamu berpikir apa?! ". tanya deniz lembut sembari menatap wajah ceyda.



Ceyda menggeleng. 'ia tidak berani, ia tidak berani untuk berpikir yang tidak tidak'.



"kalau begitu semua baik baik saja kan? ". ujar deniz sembari tersenyum.



Ceyda tersenyum mengangguk.



"aku merindukanmu...selim? ". ceyda memeluk deniz membenamkan wajahnya di dada deniz tanpa melihat tatapan mata deniz yang tajam namun sendu.



"mau di sini...atau... kehotel?! ". setiap malam ia selalu menyentuh ceyda tidak membiarkan ceyda curiga padanya meski hatinya sangat merasa bersalah ke beyza. namun di sisi lain ceyda juga adalah istrinya, istri yang sudah lama hidup dengannya.



Ucapan deniz sontak membuat muka ceyda memerah.



Melihat itu membuat deniz menyungging senyum samping.



Deniz mengangkat dagu ceyda menggunakan jari telunjuknya dan menatap wajah ceyda.



"melihat wajahmu sudah memberiku jawaban tapi sayang? besok kamu harus kemari lagi karna kamu yang memulai pertama". deniz mengangkat ceyda dan membawa ceyda ke sofa lalu mencumbui ceyda.



Setelah ia tahu siapa ayla sebenarnya dan setiap ia berhubungan dengan ceyda maka bayangan bayangan ketika ia berhubungan dengan ayla kekejamannya dan ke brengsekannya terlintas di kepalanya membuatnya terkadang berhenti menyentuh ceyda dan menangis namun ia dengan cepat menghapus air matanya agar ceyda tidak tahu dan melanjutkannya seperti sekarang meski bayangan itu terus muncul membuat benaknya sesak dan sakit. seharusnya beyza wanita yang sangat ia cintai, cinta pertamanya seharusnya mendapatkan lebih dari pada yang di dapatkan ceyda dalam sentuhannya tapi ini...



"ah...". ringis deniz memegang dadanya yang sesak. ia sudah duduk sedangkan ceyda masih berbaring.




"selim? apa yang terja...". ucapan ceyda terhenti saat melihat wajah deniz yang sudah di penuhi air mata.



"selim kamu...".



Deniz bangkit berdiri dan menatap ceyda yang dudul di sofa serta mendongak melihat deniz.



"ceyda maaf, ku mohon maafkan aku, jangan sekarang, aku mohon jangan sekarang, dadaku sakit banget, hatiku sakit banget, semuanya sakit ceyda...aku mohon maafkan aku ceyda,maaf...". deniz melangkah keluar dengan langkah yang lebar setelah mengatakan itu tanpa melihat dan mendengar panggilan ceyda.



"tidak deniz? kamu tidak bisa lakukan ini padaku, aku mohon deniz, ayo kita seperti dulu lagi yang tanpa rahim pengganti, yang tanpa gadis itu deniz...?". teriak ceyda seorang diri di dalam ruangan deniz.



Deniz tidak keluar dari ruangannya menuju toilet atau lorong sepi atau ruangan kosong melainkan ia sedang melajukan cepat mobilnya dengan kecepatan penuh menuju tempat yang di sebut oleh pikirannya.



Tempat itu. apartemen ayla.



Sampai di sana dengan wajahnya yang masih di basahi air mata deniz melepaskan sepatunya dan melangkah masuk ke dalam. ia berhenti tepat di ruangan sofa di mana tempat itulah mereka sering melakukan hubungan intim dengan menyakitinya. deniz jatuh terduduk sembari punggungnya ia sandarkan ke sofa belakangnya.



"kembalilah ayla? aku membalas cintamu di sini, aku akan membuatmu merasa nyaman denganku, aku akan menyentuhmu dengan lembut, aku akan...hiks...hiks...aku akan...hiks..aku akan ada di sini selalu jika kamu mau, aku akan makan semua yang kamu masak, aku akan menemanimu membelanja baju bayi kita, aku akan....hiks hiks...aku akan...hiks...KEMBALILAH AYLA KUMOHON KEMBALILAH". teriak deniz lalu ia kembali menangis meraung dengan memukul mukul dadanya dan memanggil beyza.



"Aachiuhhh... ". bersin ayla di saat ia sedang menyiram tanaman bunganya.



"kamu pilek sayang? jika iya maka sudah bisa masuk, kamu sudah 3 jam di luar". ujar ayse setelah memegang kening ayla.



Ayla menepis lembut tangan ayse.

__ADS_1



"pilek apaan? ini hanya ada seseorang yang sedang membicarakannya di belakang, awas saja jika aku tahu". geram ayla lalu melangkah meraih air lagi untuk menyiram.



"tapi beyza? kamu sudah lama di luar dan kamu ingat kata dokter? udara di luar sangat tidak untuk ibu hamil apalagi lama lama di luar".



Ayla mendesah lelah.



"itu udara malam mom...? dan ini pagi dan udara pagi sangat sangat bagus untuk ibu hamil, apalagi di kelilingi dengan aroma aroma bunga begini, sudah mom saja yang masuk, beyza masih mau di sini".



Ayse menyentak kakinya kesal ke putrinya lalu berbalik pergi.



"ingat? mom sudah peringatkan".



"terima kasih mom? ". jawab ayla santai.



Di tempat lain. terlihat ceyda yang sedang memasuki salah satu restorant mewah yang ada di negara tersebut turki. ia melangkah dengan anggun dan berwajah dingin ke salah satu meja yang sudah ada penghuninya di sana.



Ceyda berdiri di depan meja menatap tajam ke pria yang sedang duduk di depannya dengan wajah santai. refat.



"apa kamu tidak merasa bersalah gitu?! ". ujar ceyda jengkel setelah duduk.



"dengan? ".



"menurutmu? ".



"kamu? "



"terus ada yang lain yang harus kamu merasa bersalah? setelah melaporkan hal yang tidak penting ke deniz...?". sinis ceyda tajam.



Refat sontak menatap ceyda tajam karna ucapan ceyda 'yang tidak penting'. namun ia menahan diri untuk tidak mencekik wanita tersebut tapi malah menyungging senyum sinis.



"waw...mengagumkan! apa deniz tahu kalau kamu tahu cara bicara begini...? dan wajahmu yang sekarang...apa itu sudah asli semua...?".



"kau...". geram ceyda sembari bangkit namun ia duduk lagi karna perkataan refat.



"oh, tenangkan dirimu nyonya deniz? kamu membuat dirimu jadi pusat perhatian".



Ceyda diam dan memberi refat tatapan tajam.



"oh ya, tidak penting? tapi itu bagimu, tapi tidak bagi deniz? ".



"kamu sadar refat? kalau kamu sedang membuat masalah bagi rumah tangga orang? "



Refat sontak menahan tawanya yang mau keluar mendengar ucapan ceyda.



"rumah tangga? ha ha ha ha ha". refat tertawa dan membuat se isi restoran melihat ke arah mereka.



"kamu sedang bercanda denganku ceyda? mungkin deniz bisa kamu bodohin tapi tidak denganmu, sudah lama aku ingin menemui seperti sekarang namun seseorang terus melarangku dan beruntung sekali aku hari ini atau sial untukmu! karna kamu menghubungiku dan minta ketemu so...ceyda...mari kita berbicara dan tanya apa yang mau kamu tanyakan tapi sebelum itu...aku hanya bilang, lepaskan dulu topengmu dan jangan berpura pura di depanku karna aku, bukan deniz! aku yakin kamu juga pernah dengar kalau di antara ketiga kami, hanya akulah yang paling kasar bahkan terhadap wanita! ". refat menatap ceyda tajam sedangkan ceyda mengernyit sedikit ketakutan dan ia mulai berpikir lagi, apa keputusannya ini..benar?.




__ADS_1



__ADS_2