Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 29


__ADS_3

Deniz menatap tajam ke depan setelah memutuskan panggilan dari temannya. resyad? bagaimana bisa ia meminta bantuan pria itu ketika temannya itu sudah menghajarnya dan ia sekarang sudah tahu alasan resyad memukulnya. menyakiti beyza itu artinya menyakiti keluarga Emre dan itu artinya juga menyakiti resyad. Beyza adalah princessnya keluarga besar Emre. menyakitinya maka ia harus berhadapan dengan 31 penerus kekuarga tersebut keturunan dari Emre Group. Beyza di bentengi oleh 31 laki laki di keluarga tersebut termasuk yang paling kecil di sana anak dari kedua kakak beyza yang masih berumur 3 tahun tapi ia yakin mereka yang paling kecil akan berada di baris yang terdepan. ia tahu semua informasi keluarga tersebut karna memang ia tidak bisa melewatkannya atau...ia mencuri kesempatan supaya bisa melihat wajahnya meski hanya melalui layar kaca. cintanya memang menggila.



"selim? kamu tidak akan melakukan hal hal burukkan? ".



Deniz berbalik menatap maminya dengan tatapan kosong lalu ia mengerjap. 'jika mami, papa dan kakeknya tidak bisa membantunya maka...ia sendiri yang akan bertindak'.



"bisa mami katakan contohnya...?".



Deg...



Selma menenangkan detak jantungnya yang ketakutan.



"kamu...tidak akan bertindak gilakan...?...dengan mau menculik..nya...?". selma menatap anaknya dengan ketakutan menyerangnya. ia takut anaknya akan bertindak gila, jika itu terjadi dia bisa mengguncang eropa dan negara ini dengan kemarahan Mr. Gokhan.



Deniz terkekeh gila.



"mami memang yang paling tahu jalan pikiranku, ya mam...? ". deniz melangkah dan duduk di tepi ranjang bagian bawah menatap selma.



"itu yang akan aku lakukan dan siapapun...tidak akan bisa mencegahku termasuk...kalian". deniz tersenyum keji.



Kedua mata selma membulat.



"selim? sadarkan dirimu, dia sudah menjadi istri orang dan bagaimana dengan anaknya nanti, jangan bertindak gila kamu bisa menghancurkan masa depan yang lain dengan perbuatanmu". teriak selma marah ke anaknya.


Deniz menggelengkan kepalanya tidak membenarkan ucapan maminya.



"mungkin mami tidak tahu ini tapi aku akan kasih tahu mami tapi mami harus berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun termasuk kakek, karna jika mami lakukan itu jangan berharap mami bisa bertemu dengan ku lagi, aku akan membawa wanitaku di mana tidak ada siapapun tahu tempatnya termasuk keluarganya".



Deg...



Selma memegang dadanya.



"selim kamu...katakan! ".



Deniz tertawa terbahak. ia bangkit berdiri dan melangkah ke jendela kaca di sana dan menatap ke bawah yang memperlihatkan halaman samping perkarangan rumahnya.



"dia selama ini berada dekat denganku mam...? tapi bodohnya aku tidak mengenalnya, mami tahu siapa dia?... ". deniz berbicara lembut dan menoleh menatap maminya.


__ADS_1


Selma menunggu ucapan deniz selanjutnya.



"dia...ayla! Ayla...yang jadi rahim pengganti kami".



Kedua mata selma membulat sempurna. 'a..apa..? Ayla...ayla...itu...? bagaimana bisa...? dan kenapa bisa di sini...? tunggu...'. selma menatap deniz saat mengingat kalau wanita itu sedang hamil lalu...kedatangan Mr. Okan dan Mrs. Okan kemarin...



Deniz tersenyum keji.



"ya mam? dia sedang mengandung anakku anakku, darah kami menyatu di sana, keturunan Al-khaled ada di dalam dirinya dan ya mam? kedatangan Mr. Okan kemarin adalah bukan karna menyambut jamuan makan kakek tapi secara tidak langsung ingin bertamu kerumah besannya dan melihat bagaimana keluarga mertua putrinya tapi sayangnya kemarin...kakek terus menyanjung ceyda, bukan aku tidak suka tapi mami tahu bagaimana aku menggila dengan putri mereka dan itu membuatku terganggu dari kemarin karna aku selalu berharap dan selalu kalau suatu saat aku akan bersama dengannya meski kami akan di pertemukan di saat umur kami sudah tua, aku akan tetap menjadikannya milikku! meski aku telah mati, namanya akan tetap terukir indah di hatiku'beyza'". satu tetes air mata keluar dari pelupuk mata deniz.



Selma terenyuh mendengar ucapan putranya. ia mendekat lalu menepuk nepuk punggung deniz.



"mami tidak tahu harus bilang apa, ini sangat mengejutkan bagi mami tapi mami hanya akan bilang jangan bertindak gegabah kamu akan berada di dalam bahaya di tambah kamu tahu sendiri perjanjiaan yang kita buat dengan ayla, hanya sampai anak kamu lahir sayang...?".



Deniz tersenyum keji. "apa menurut mami...akan ada seorang ibu yang mau berpisah dari anaknya...?".



Selma menarik nafas.



"ini bukan tentang ayla, kamu tahu keluarganya lebih lebih Mr. Gokhan, dia bisa memaksa paksa ayla di tambah...kita tidak tahu perjanjian apa yang sudah ayla buat dengan keluarganya sehingga mereka menyetujui menikah denganmu, jika benar ayla ini yang kamu maksud".




"jika hal lain, aku bisa membawa kabur beyza ke suatu tempat hingga mereka tidak akan bisa menemukannya dan hidup bersama anak kami di sana sampai ajal menjemput kami namun jika beyza sudah membuat perjanjian dengan keluarganya...tidak, ada atau tidak perjanjian...beyza tetap akan aku bawa bersama".



"kamu melupakan ceyda sayang...?".



Deniz menoleh menatap maminya. ia mengalihkan matanya ke arah lain. 'aku lupa, bagaimana aku melupakan ceyda? wanita yang sudah menemani hari harinya selama 5 tahun ini'. ingatan deniz teringat akan senyum ceyda, kelembutan ceyda dan perhatian ceyda selalu untuknya.



Deniz menarik nafas, ia duduk di sofa kecil samping jendela.



"apa yang harus aku lalukan mam...? aku mencinta ceyda namun aku juga...tidak bisa kehilangan beyza lagi, tidak lagi mam...? ceyda mengisi hari hari ku tapi beyza...dia...sebagian dari jiwaku, beyza mengambil semua tempat yang ada di diriku mam...? kehilangannya lagi berarti aku akan kehilangan diriku lagi".



Selma mengenyit tidak mengerti.



"cintamu untuk ceyda seperti apasih deniz...? atau benar yang di katakan refat pada mami? kalau ceyda adalah pelarian perasaanmu...? ".



Deniz sontak melihat maminya. 'pelarian? '. deniz menggeleng.


__ADS_1


"tidak, aku mencintai ceyda...aku jatuh cinta padanya! kami selalu bersama selama menempuh pendidikan di jerman, kemana pun ceyda akan selalu ada bersama ku, dia...selalu menemaniku, dia sudah menjadi temanku, sahabatku di sana dan sekarang dia istriku, istri yang sangat aku cintai, mami tahu aku begitu menggila karnanya, aku tidak akan mungkin berpisah dengannya, hanya karna masalah ini".



Selma menggeleng gelengkan kepalanya. cinta yang di sebut anaknya bukanlah cinta yang sebenarnya. ia bahkan tidak tahu. perasaan apa itu yang pantas di sebut. aku sudah menduga perasaan deniz ke ceyda bukanlah yang sebenarnya. dia...hanya sedang melarikan diri.



"kamu benar! kamu tidak bisa berpisah dengan ceyda lalu...lupakanlah beyza untuk selama lamanya, setelah bayimu lahir ambil dia dan hidup lah bersama ceyda sampai kalian tua". selma menatap anaknya tajam.



'putranya sudah menempatkan perasaannya di tempat yang tidak seharusnya ia tempatkan, beyza...bukanlah wanita yang bisa dia raih olehnya meski harus menunggu 20 tahun lagi, beyza tetap akan jadi wanita di atas putranya, lebih baik begini'.



Deniz membulatkan matanya lalu ia mendengus.



"aku sudah yakin, mami tidak akan pernah setuju dengan perasaanku ke beyza".



"selim...".



"aku tahu mam? dia sulit untuk aku dapatkan benarkan? karna itu aku mau menculiknya dan membawa bersamaku".



Selma menggeleng. "selim, pikirkan lagi! jangan bertindak dengan hatimu tapi pikiran, mami yakin kamu bisa berhasil masuk dan menemui ayla lalu...selain pintu pagar mereka yang menjulang tinggi di tambah penjagaan di rumahnya yang sangat ketat, ayla...apa ayla akan menyetujuimu? untuk kabur bersama? melihat karakter ayla meski mami baru bertemu beberapa kali, dia bukanlah orang yang mau mencelakai orang lain karna tindakan bodohnya, kamu mengertikan...?".



Deniz berpikir keras. ia berdecak kesal. 'ini akan sulit dengan karakternya yang keras'.



Deniz mendesah lelah.



"lebih baik kamu urungkan niatmu untuk membawanya kabur tapi ambil ide yang di tawarkan refat, temui resyad dan minta bantuaanya".



Deniz menatap maminya. maminya tidak tahu bagaimana hubungannya sekarang dengan resyad, bahkan pria itu sudah keluar dari rumah sakitnya dan ia yakin sekarang resyad sudah di negaranya.



Deniz merebahkan tubuhnya ke sandaran sofa dan mendongak ke atas sedangkan tangan kanannya terangkat menyisir rambutnya.



'menghubungi beyza, sudah beberapa kali aku coba dari semalam tapi wanita itu menon aktifkan no nya'.



Mengingat beyza. ingatan deniz kembali di saat di mana mereka berhubungan melakukan sex beberapa kali meski hanya dalam pose yang sama namun berhasil membuatnya terus mau hingga ia menyentaknya beberapa kali bahkan sampai 3 kali main dalam pose yang sama. sekarang ia tahu kenapa tubuhnya seperti terkena sengatan listrik begitu mereka menyatu, ternyata tubuhnya sangat mengenali wanita yang ia cintai tapi tidak dengan hati dan matanya.



Deniz tersadar dari pikirannya lalu menegakkan tubuhnya saat mengingat siapa yang bisa membantunya untuk masuk ke dalam rumah tersebut tanpa ada masalah.



Deniz tersenyum keji.



__ADS_1



__ADS_2