
Deniz berdiri berkacak pinggang memicingkan kedua matanya menatap ayla tajam.
Ayla yang sibuk merapikan selimut dan bantal untuk ia tidur, tidak menyadari tatapan mata deniz.
Deniz menggeram.
"kamu serius beyza? ".
Ayla menaikkan pandangannya menatap deniz. awalnya ia tidak mengerti dengan nada pertanyaan deniz dan untung kepalanya cepat tangkap, kalau yang di maksud pria ini adalah baju tidurnya.
Ayla menggunakan sleepwear lingerie lace babydoll berbahan sutra halus dan tebal, panjang melewati lutut, bertali 2 sehingga akan mempeerlihatkan belahan dadanya dengan jelas jika ayla tidak memakai jubah luar dan dari produk yang sama.
"tentu saja, kenapa? ". acuh ayla sembari naik ke atas ranjang tanpa melihat deniz.
Deniz menggertakkan giginya. dia pikir aku siapa di sini? orang asing? aku suaminya dan aku pantas untuk melihat semuanya. okay tadi malam aku biarkan dia menyelimuti tubuhnya dengan menggunakan jubar luar lingerie, itu karna aku terlalu capek untuk berdebat tapi sekarang.
"bisa kamu katakan alasan yang tepat sayang? ".
Ayla memutar kepalanya melihat deniz yang berdiri di sisi kanan ranjangnya.
"kamu serius tidak tahu kenapa...? ".
"aku suamimu beyza...? ". jawab deniz yang tahu apa maksud dari ucapan ayla.
Ayla bangkit duduk di atas ranjang menatap deniz.
"kamu tidak lupa perjanjian kita di surat yang kamu tulis kan?...setelah aku dinyatakan positif hamil maka kamu tidak bisa lagi menyentuhku dan sekarang aku sudah hamil! ".
Deniz menarik nafas menatap ayla dengan santai sembari melipat kedua tangan di dadanya. dia tersenyum keji di dalam hati.
'sepertinya akan seru'.
"lalu...? ".
"itu artinya kamu tidak boleh menyentuhku, baju ini...untuk jaga jaga, karna aku tahu, kamu juga lelaki normal".
Deniz menyungging senyum samping.
"benarkah? wahhh...istriku sedang melindungiku eh...? tapi kamu tahu istriku...?". ujar deniz sembari melangkahkan kakinya dengan pelan memutari ranjang ayla sembari menatap ayla dengan manik matanya yang tajam. seperti seekor harimau yang sedang mengincar mangsanya.
Ayla memundurkan tubuhnya ke belakang saat melihat deniz yang bergerak naik ke atas ranjangnya.
"deniz? kau tidak akan macam macam". peringatkan ayla ke deniz yang semakin dekat dengannya hingga deniz sudah berada di atas ayla.
Ayla menopang tubuhnya dengan kedua sikunya agar tidak terbaring di ranjang menatap dan memehatikan wajah deniz yang berjarak sangat dekat dengannya.
Deniz menopang tubuhnya dengan kedua telapak tangannya menatap dan melihat ayla ke dalam manik matanya.
"macam macam bagaimana hm? suamimu ini tidak mengerti, bisakah istri sebut satu satu? agar suamimu ini paham".
Ayla mengedip ngedipkan matanya hingga beberapa kali karna terlalu gugup. ia menelan ludahnya dengan susah payah.
'haruskah aku katakan padanya seperti yang di lakukan suami istri? lalu setelahnya kemana aku bawa mukaku ini dan juga jika aku katakan itu...pria ini tentu sudah tahu dan sekarang? dia sedang mempermainkannya.
"den...".
"syutttt!". deniz meletakkan telunjuknya di bibir ayla sehingga membuat ayla terdiam patuh.
Deniz tersenyum keji namun di dalam hatinya dia terkekeh geli. ia menurunkan kepalanya ke bawah tepat di bawah telinga ayla dan..
"ah...deniz? ". seiring dengan serangan deniz yang tiba tiba yaitu deniz mencium leher jenjang dan putihnya ayla, tubuh ayla pun jatuh ke ranjang di ikuti tubuh deniz yang ikut serta meski deniz masih menopang dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Ayla memejamkan matanya merapatkan giginya sambil menolak nolak tubuh deniz agar menjauh dari dirinya dan berhenti dari perbuatannya ini.
'ini salah, ini sudah tidak seperti di dalam perjanjian, pria ini...tidak memegang kata katanya'. ayla menggeram marah.
Deniz mencium menghisap serta menggigit gigit kecil di sana sehingga meninggalkan bekas, tentu saja dengan maksud tertentu.
"apa salah satunya seperti ini?... ". deniz tersenyum melihat hasil karyanya lalu kembali menatap ayla.
"beyza? ".
Ayla membulatkan matanya. 'jadi ini'. ayla menggeram kesal.
"kau?! ". ucap ayla di sertai gertakkan giginya.
Deniz terkekeh geli. dia mengangkat tangannya mengelus wajah ayla namun ayla melihat ke samping, mengacuhkan deniz.
Deniz tertawa kecil.
"kamu tahu sayang? kamu semakin seksi jika marah". deniz terkekeh.
Ayla memutar kepalanya menatap deniz tajam.
"pindah, aku mau tidur! dan ingatkan aku besok untuk menyediakan kamar lain untukmu".
"dan kamu akan merindukanku".
"tentu saja tidak akan". jawab ayla cepat namun dia sedikit ragu setelahnya. ia mengerjap meyakinkan dirinya kalau ia tidak akan merindukan pria ini karna apa? karna pria ini baru saja melecehkannya meski suami tapi harus persetujuan dirinya juga bukan.
Deniz memicing matanya menatap ayla. ia tahu, hatinya dan hati beyza sekarang sudah bersahut dan apa yang ia rasakan sekarang begitu juga dengan yang di rasakan beyza. tidak mau di pisahkan.
"baiklah, aku akan pindah kamar sekarang juga, tidurlah". ucap deniz sembari bangkit dari atas ayla turun dari ranjang lalu melangkah ke sofa di mana tadi malam dia tidur di sana bahkan selimutnya masih terlipat rapi di sana.
"kamu mau kemana?! ". tanya ayla yang melihat deniz membawa selimut.
"Mencari Mr. Okan, mau minta kamar satu, tidurlah, kamu tidak boleh tidur larut, selamat malam beyza". seru deniz dengan suara lemah sedih yang di buat buat dan juga membelakangi ayla lalu ia tersenyum keji.
Deniz mau melangkah namun suara ayla menghentikan langkahnya.
Ayla menjadi kalang kabut tak karuan.
"maksudku tadi bukan malam ini tapi besok, sekarang...kamu boleh tidur di sini". ujar ayla putus putus.
"besok dan malam ini juga sama, selamat malam sayang...?". deniz melangkah ke pintu.
"daddy jam segini sudah tidur". teriak ayla mau menghentikan langkah deniz namun deniz tidak berhenti.
Ayla menggeram. 'pria itu serius? '.
Ayla meloncat turun dari ranjang mengejar langkah deniz sambil membenarkan letak baju luarnya dengan benar di tubuhnya.
"aku akan mengetuk pintu kamarnya". 'dan entah dimana itu pintu kamar Mr. Okan?'. sambung deniz dalam hati.
Ayla membulatkan matanya shock dan langkahnya pun berhenti. ia berkedip kedip hingga beberapa kali sebelum satu ide timbul di kepalanya.
"deniz? kamu tahu? biasanya daddy di jam segini sedang bermain dengan mommy, kamu yakin? mau ganggu mereka? daddy akan sangat marah...". ayla memejamkan matanya lalu memukul jidatnya sebentar sebelum beralih memulul bibirnya.
'beyza? apa yang baru saja kamu katakan? siapapun bawa aku dari sini? menghilang saja kamu beyza????? '. teriak batin ayla.
Ayla membuka matanya sedikit mengintip deniz yang ada di depannya dengan jarak mereka 3 meter.
__ADS_1
Deniz yang tadi sudah mau sampai di pintu namun belum membukanya sontak berhenti dan mematung dengan kedua matanya yang membulat karna mendengar ucapan ayla. ia berbalik perlahan ke arah ayla dan menatap ayla.
Ayla menelan ludahnya gugup+ketakutan.
"beyza? ".
Ayla berkedip dengan panggilan deniz.
Deniz melangkah mendekat ke arah ayla dengan perlahan hingga sampai di depan ayla. keduanya saling menatap satu sama lain.
"beyza...".
"jangan tanyakan itu? itu tadi keluar begitu saja, maaf". ayla menunduk memejamkan matanya sembari menutup kedua telinganya.
Deniz tersentak dengan sikap beyza. ia mengangkat kedua tangannya meraih wajah ayla dan menangkupnya. menatap dengan sangat dalam dan penuh dengan perasaan cintanya.
"beyza? jika kamu tidak mau aku pergi maka katakan, jangan pergi, cukup itu".
Ayla mengerjap.
"jika kamu mau aku tetap di sini, maka cukup katakan, aku mau kamu di sini".
"jika kam....".
Cup...
Ayla sedikit berjinjit mengecup bibir deniz.
Deniz melebarkan matanya karna terkejut.
Ayla melepaskan kecupannya lalu beralih memeluk deniz dengan erat.
"tetaplah di sini". ujarnya membenamkan wajahnya di dada bidang deniz.
Deniz berkedip beberapa kali menyadarkan dirinya lalu dia tersenyum bahagia saat mendengar permintaan ayla.
"ya, itu mencangkup semuanya dan beyza? aku tidak akan pernah pergi meski kamu mengusirku! siap?! ".
Ayla tersenyum dan mengangguk dalam pelukan deniz.
"kamu tahu beyza..? aku mau mengatakan ini tadi, surat perjanjian itu sepertinya tidak semua habis terbaca olehmu! ".
Ayla melepaskan pelukannya menatap deniz dengan bertanya tanya.
Deniz tersenyum lalu meraih pinggang ayla dengan kedua tangannya dan menatap wajah ayla.
"selain tertulis kalau aku tidak bisa lagi menyentuhmu ketika kamu sudah di nyatakan positif hami, di sana juga tertulis di halaman belakang kalau...kita bisa berhubungan lagi jika aku menginginkanmu, kapanpun dan...di manapun".
Ucapan deniz sontak membuat ayla memutar kepalanya melihat ke salah satu laci di sana. ia mau melangkah ke sana setelah melepaskan dirinya dari pegangan deniz tapi...deniz menahannya.
__ADS_1