Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 59


__ADS_3

Bughh...dughhh..



"Kyaaaaaa...". jerit ayse saat melihat suaminya kena tendangan di punggung lalu beralih ke perut hingga membuat Okan mundur kebelakang sambil meringis.



Ayla menatap hal tersebut dengan tidak percaya. deniz bisa memukul daddy, itu artinya dia...bisa mengimbangi.



"lihat? daddymu kena hajar sama suami kamu beyza? ". geram ayse kesal ke putrinya.



Ayla memutar bola matanya malas.



"dia menantu mommy, jika jika momny lupa".



"ya! menantu yang berani memukul mertuanya". geram ayse lalu kembali membalik badan melihat suaminya.



"er...Mr. Okan, aku rasa ucapan istri anda harus di koreksi dulu, aku kira".



Okan mengambil ancang ancang lagi siap memulai pertarungan mereka lagi.



"jangan pedulikan istrimu dan istriku, fokus pada latihan, kamu harus bisa membaca gerakanku karna gerakanku akan lebih kurang seperti Mr. Gokhan cuma dia akan lebih cepat dan tidak kenal ampun, ingat kataku, jika di arena pertarungan tidak ada yang namanya teman bagi Mr. Gokhan. semua akan jadi musuhnya jadi kamu...jangan berpikir untuk berbelas kasih padanya".



Deniz mengangguk mantap. mereka mulai menyerang lagi satu sama lain. sedangkan omer dan zaki memilih menonton.



Bukghhh...bukhhhh...dughh...



"aghhh...". ringis deniz sembari memegang sudut bibirnya yang robek dan mengeluarkan darah.



"bisakah jangan pukul di wajah, putri anda tidak akan menyukaiku lagi". ucap deniz sembari menyapu sudut bibirnya dengan ibu jarinya melirik Mr. Okan geli.



Mr. Okan terkekeh geli.



"lihatlah istrimu, tatapan matanya seperti mau membunuhku".



Deniz menaikkan satu alisnya membalik menatap ayla. ia pun tidak bisa untuk tidak tersenyum sembari melambaikan tangannya ke ayla.



"kerja bagus suamiku, aku semakin mencintaimu". teriak ayse girang lalu dia tersenyum senang.



Sedangkan ayla di samping. menatap mommynya kesal. bagus?.



Ayla kembali menatap daddynya tajam sedangkan di sisi lain omer dan zaki meringis menatap ekpresi wajah adiknya.



"ini tidak akan baik bukan? ". seru zaki takut takut.



"kita lihat saja, ah...seharusnya aku tidak ambil cuti hari". omer mengeluh lalu merebahkan tubuhnya berbaring di sana.



"mommy terlihat sangat menikmati pemandangan ini? haruskah aku yang ke sana mom..? untuk menghajar daddy? ".



Ayse membulatkan matanya. ia menoleh pelan pelan melihat putrinya. lalu tertawa datar.



"ha ha ha mana ada sayang? ayolah beyza? ini cuma latihan, lihat? ". tunjuk ayse yang kini deniz dan Mr okan kembali bertarung.



Mata ayla sangat tajam dan teliti melihat pertarungan antara daddy dan suaminya dua orang yang sangat penting dalam hidupnya.



Dughh..bukhhh..bakhh...



"kyaaaa...". jerit ayla saat melihat deniz yang kena tendangan dan pukulan okeh daddy.



Deniz terjungak kebelakang dan ia bangkit bangun sembari memegang perutnya.



"daddy? daddy mau bunuh deniz?". teriak ayla marah di tempatnya berdiri.



Awalnya deniz mau menyerang Mr. Okan lagi namun suara teriakan ayla menghentikan gerakannya begitu juga dengan Mr. Okan yang kembali siap menyerang deniz.

__ADS_1



Mr. Okan tertawa datar atau memaksa.



"ayolah sayang? ini latihan, jangan ganggu kami ya? lebih baik putriku melihat bunganya ya? daddy dengar ada bunga baru yang di bawa tante diani kemarin".



"kenapa kamu membawanya kemari? ini tekanan untukku". Okan menggeram ke deniz dan nyaris seperti berbisik.



"dan kamu mau suamimu memukul daddymu? ". ayse membela suaminya tidak terima.



"daddy sudah biasa mendapatkan pukulan dari kakek dan deniz manusia yang belum tahu apa itu pukulan"



.....



Di saat kedua wanita di sana asik dengan pertengkaran mereka yang tidak tahu siapa yang akan menang, di sisi lain omer dan zaki bangkit berdiri.



"kami pamit, dad? ". ujar keduanya lalu melenggang pergi dari sana.



Okan mendesah lelah begitu juga dengan deniz namun sedetik kemudian mereka tertawa ngakak, yang sontak menghentikan pertengkaran antara ayla dan momnynya.



Keduanya menoleh melihat ke dua pria di sana yang sekarang sedang berbicara serius.



"aku rasa sudah cukup, percuma jika kita lanjut! kedua wanita di sana tidak akan menerima kita kesakitan". okan terkekeh geli.



Deniz ikut terkekeh.



"keduanya mencintai suaminya".



Lagi lagi mereka tertawa kecil.



"jaga dirimu baik baik setelah ini, jangan biarkan putriku menangis".



Deniz mengangguk mantap.




"dengan pukulan"



Deniz tertawa kecil.



"itu artinya anda mengakuiku sebagai menantu"



Okan tertawa ngakak.



Deniz ikut tersenyum. ia menoleh menatap ayla dan kembali melihat Mr. Okan saat Mr. Okan kembali bicara.



"perjalanan pulangnya di percepat, seharusnya 3 hari lagi! aku yakin ini untuk mengecoh beyza agar tidak tahu saat dia menculik mu diam diam"



"dan aku akan membiarkan itu, mengikuti rencananya! tidak membiarkan beyza tahu, itu lebih baik, bukan kah begitu? ".



"jika mengingat sekarang maka iya tapi jika di pikir di segi lain jika beyza tahu juga berguna, papi tidak akan pernah bisa menang melawan beyza dan tentu akan menuruti semua mau beyza termasuk untuk tidak menghajarmu"



Deniz mendengus keji tapi bukan untuk Mr. Okan melainkan untuk rencana Mr. Okan.



"aku tidak mau jadi lelaki pengecut, yang harus aku kejar maka akan aku kejar, yang harus aku dapatkan maka akan aku dapatkan dan yang harus aku diamkan maka...akan aku diam kan".



Mr. Okan salut dengan keberanian deniz. mungkin itu salah satunya ia menyukai pria ini. cintanya dan pengorbannya.



Okan mendekat dan menepuk pundak deniz.



"sore nanti aku akan ke sana dan mungkin omer, zaki menyusul ikut denganmu nanti malam! omer dan zaki akan berjaga jaga di sini siapa tahu suruhan papi akan menculikmu paksa".



"terima kasih daddy? yang aku khawatirkan bukan diriku tapi...beyza bisa tahu"

__ADS_1



"itu tidak akan terjadi karna papi akan menutup rapat dia juga tidak bisa menerima amukan cucu kesayangannya, mereka akan tiba mungkin tengah malam".



Deniz mengangguk mengerti.



"berarti aku harus berjaga".



"seharusnya, bagaimana dengan kondisi kandungan beyza? terakhir aku dengar dari reshad karna tendangan malam itu mengakibatkan dinding rahim lemah".



Deniz menoleh melihat beyza. ia tahu, dari pertama lihat di layar monitor pagi itu ia sudah tahu dan malamnya ia menghubungi reshad meski pria itu marah padanya namun ia tidak peduli karna yang penting saat itu beyza tidak perlu tahu tentang kandungannya jika tidak dia akan khawatir dan semakin memperburuk ke adaaannya. untung reshad berpikiran yang sama dengannya untuk tidak memberitahu ayla karna itu juga sampai sekarang ia belum menyentuh ayla karna dinding rahimnya yang masih lemah akibat benturan keras. ia akan mengecek lagi saat umur kandungannya 2 bulan dan kekhawatiran tidak baik untuknya sekarang. jika di ingat malam itu, ia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya. melempar wanita yang ia cintai+ditengah hamil meski ia tidak tahu ayla sudah positif hamil, hanya untuk semua rencananya lancar. jika ditanya kenapa ia berani dan mau membiarkan ayla melawan lebih dari 10 pria malam itu? jawabannya karna ia yakin, mereka bukan tandingannya ayla. bagi ayla itu hal mudah jadi ia tidak perlu ikut campur. di segi lain ia kenal siapa ayla si ratu juara kompetisi ahli bela diri dan mereka bukan lawan si queen.



"sudah lebih baik tapi belum bisa di pastikan sebelum 2 bulan, dia harus terus ceria dengan begitu kandungannya akan membaik sendiri".



"aku khawatir dia akan tahu dan kandungannya bisa menjadi buruk". sambung deniz lagi dan raut wajahnya terlihat cemas.



"ah...kamu tahu? dia mengutus seseorang menyelidikimu".



Deniz beralih melihat mertuanya setelah tadi menunduk cemas. ia menghela nafas.



"tentu tahu tapi biarkan saja". deniz tersenyum jail dan Mr. Okan ikut terkekeh karna bangga akan kepintaran menantunya.



"biarkan dia bermain main selagi aku tidak ada, mungkin itu bisa menghiburnya".



Mr. Okan tertawa lalu ia menepuk pundak deniz sekali lagi dan melanggang pergi dari sana.



"kamu pintar karna itu aku menyukaimu dan dia...kemari, kami duluan".



Deniz berbalik melihat ayla. ia sontak tersenyum.



Ayla sampai di depan deniz. menatap deniz dengan kedua alisnya yang menyatu. ada dengan pria ini?.



Deniz memerhatikan wajah ayla. wajah...yang tidak akan bisa ia lihat beberapa hari nanti atau mungkin bisa bersamanya berminggu minggu.



Deniz menarik ayla ke dalam pelukannya.



"aku merindukanmu". desahnya menguap semua rasa yang akan membuatnya bertambah rindu bukan berkurang.



"aku akan sangat sangat merindukanmu beyza? ". gumam deniz namun bisa didengar ayla.



Ayla menyatukan alisnya didalam pelukan deniz.



"memang kamu mau kemana? ".



"oh? ". deniz menatap ayla setelah merenggangkan pelukannya.



Ayla menatap deniz curiga.



"ah...bagaimana kalau besok kita ke dokter kandungan? cek kandunganmu". deniz menggenggam tangan ayla dan menarik bersamanya keluar dari ruangan tersebut.



"aku sudah ke sana dengan daddy dan momny saat pertama sampai di sini".



"tapi belum denganku"



"sepertinya sudah? "



"pokoknya aku suka lihat anak kita di layar monitor, aku tidak sabar lagi! mau ya? mau ya? ". rayu deniz supaya ayla tidak mencurigainya.



Pembicaraan mereka terus berlangsung sampai keduanya masuk ke dalam lift.




__ADS_1




__ADS_2