Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 39


__ADS_3

Mata ayla masih setia menatap ke bawah di mana deniz yang sedang berjongkok dan menatap ke bawah.



Ingatan ayla sontak kembali ke 13 tahun yang lalu saat itu ia duduk di bangku kelas 2 high school jerman. Sekolah tersebut adalah sekolah Pribadi milik salah satu konglomerat terkaya di jerman tentu saja bukan milik keluarganya atau milik dari keluarga tunangannya. Reyyan Ferdinand Flederick



Flashback...



13 tahun yang lalu...



Pukul 15:20. waktunya para murid di sekolah tersebut pulang.



Ayla melangkah di koridor sekolah dengan satu handphone di tangannya dan 2 jemari jempolnya sedang bermain di sana di sertai heandset di telinganya yang sedang mendengar suara musik di dalam sana. seperti biasa semua mata akan melihat ke arahnya ke mana pun dan di sisi manapun ia berada di sekolah tersebut. semua mengenalnya tak terkecuali dan semua mengaguminya. kecantikannya, kekayaan keluarganya, Rambutnya yang beda dengan yang lain, ketangguhannya dan kehebatannya dalam ilmu bela diri, queen adalah sebutan para penggemarnya untuknya baik di sekolah maupun di luar sekolah. setiap tahun dari ia berumur 14 tahun, ia selalu mengikuti lomba bela diri yang selalu di adakan antar sekolah di negara tersebut dan ayla selalu memenangkannya, ia menjadi kebanggaan di sekolah tersebut karna itu juga di rektur atau pemilik sekolah tersebut menjadikan queen murid khusus dengan pembelajaran khusus dan di ruang yang di khususkan untuknya bukan hanya itu queen mendapatkan kamar mandi sendiri, tidak gabung seperti yang lain di sertai juga ruang ganti pribadi dan tidak ada yang boleh masuk ke sana kecuali satu sahabatnya aliye. Ayla menyetujui semua fasilitas yang di berikan pemilik sekolah tersebut untuknya karna jika tidak, kepalanya selalu sakit dengan tatapan para murid untuk nya di dalam kelas dan belum lagi bisikan bisikan pujian mereka untuknya. bagi sebagian manusia mungkin menyukai hal tersebut tapi tidak bagi seorang beyza. dengan mendapatkan fasilitas tersebut hidupnya bisa menjadi tenang dan nyaman, semua itu di mulai sejak umurnya 15 tahun, tahun pertama ia duduk di bangku kelas 1 high school karna sebelum itu ayla tidak meyetujui karna mau melalu masa sekolahnya sama dengan para murid yang lain namun siapa sangka malah membuatnya sakit kepala.



Peryataan cinta pria setiap hari untuknya pagi sebelum masuk kelas, saat keluar istrihat dan waktu pulang, belum lagi dengan segala jenis bunga dan coklat yang selalu ia temui di meja belajarnya baik pagi atau pun jam istirahat. baik dari penggemarnya maupun dari perasaan pria untuknya. al hasil benda tersebut selalu ia suruh aliye untuk bagi bagi ke anak anak lain di sekolah dan semua mau terutama penggemarnya.



"lihat itu queen...dia melangkah kemari! ". ujar salah seorang murid wanita di sana yang sangat mengagumi sosoknya.



"kemari? queen sedang melangkah ke gerbang". sahut yang lain yang berdiri di sampingnya.



"bukankah ke arah ini juga? jika bukan karna pengumuman pak di rektur, ingin sekali aku ke sana dan meminta satu foto hari ini".



Teman di sampingnya melihat ke arahnya.



"iya ya, sudah lama kita tidak berfoto dengan queen". jawabnya sedih sambil terus melihat ayla yang melangkah ke halaman sekolah menuju gerbang.



"aku takut queen pindah dari sini karna tidak nyaman dengan kita".



Temannya mengangguk.



"karna itu banyak cowok di sekolah yang sudah menahan diri mereka untuk tidak mengungkapkan perasaannya ke queen tidak seperti dulu dulu ya kan? ".



Temannya mengangguk.



"karna itu juga, queen lebih leluasa dan tidak menggunakan pengawal lagi di dalam sekolah dan kita sudah sangat bebas melihat queen baik waktu jam istirahat maupun ketika queen bersantai, meski dalam jarak 2 meter".



Teman di sampingnya mengangguk mengiyakan.



Seorang siswa hadir di antaranya dengan membawa satu tangkai bunga mawar merah dan satu amplop warna pink.



Kedua siswi di sana menatap ke arahnya dengan ngeri.



"jangan bilang kamu mau menyatakan perasaan mu ke queen". ujar kedua siswi tersebut serentak.



Siswa tersebut mengangguk.



"aku tidak bisa menahannya lagi, ini membuatku gila"



"kamu sudah mendaftar ke sekolah lain? sekolah mana yang kamu pilih? ". ujar salah satu siswi yang baru hadir di sana.



"sebelum itu terjadi maka papamu akan membunuhmu duluan". ujar siswi itu lagi. mereka terlihat sangat akrab.


__ADS_1


Siswa tersebut melihat siswi yang tidak lain adalah temannya tersebut.



"ayolah sean? dia...calon istri sepupumu, sepupu mu saja queen tidak suka apalagi kamu, yang wajahmu setengah dari sepupumu". ujar siswi itu lagi lalu meraih amplop dan bunga tersebut membuangnya ke dalam tong sampah.



"cinthia kamu...".



"kamu dengar pengumuman pak di rektur kan? jika kamu lakukan maka kamu akan di keluarin dari sekolah dan sudah lebih dari 20 cowok seperti kamu di sekolah ini yang nekat dan berakhir di keluarin, aku yakin kamu tahu sean? ini demi ke nyamanan queen, kamu tahu itu dan juga...perintah dari sepupumu".



Sean terdiam.



Langkah keduanya terhenti saat kedua siswi di sana menjerit terkejut dan mereka sontak berbalik dan melihat ke arah di mana mereka lihat.



Queen mereka yang sedang di hadang oleh satu siswa dan terlihat satu tangkai bunga mawar putih di tangannya.



Ke tiga siswi tersebut menutup mulut mereka yang terbuka lebar begitu pun yang lain yang ada di sekitar situ.



Beberapa menit yang lalu.



Saat ayla sedang melangkah di halaman sekolah di jalan menuju gerbang sekolah dengan kedua matanya sedang melihat isi pesan di handphonenya lalu ia berdecak kesal karna isi pesan tersebut dan melepon si pengirim pesan. ia mencabut heandset di telinganya dengan kasar dan menepatkan benda pipih tersebut di telinga kirinya sembari berhenti sebentar menunggu panggilannya terjawab.



"beyza...? kamu sudah terima pesan mom kan? ".



"apa maksud mom..? pak can ke mana? ". ayla kembali melangkah ke gerbang dengan santai.



Terdengar helaan nafas dari mommynya di seberang.




Ayla menatap layar hp di depannya di sertai langkahnya yang terhenti. ia mendesah lelah lalu kembali melangkah namun terhenti lagi saat seorang siswa berdiri di depannya, menatapnya sebentar dengan bola matanya yang membulat mungkin terkejut lalu tiba tiba dia berjongkok di bawahnya dengan satu tangkai mawar putih terjulur kehadapannya.



Kedua matanya mengerjap ngerjap melihat semua itu. terkejut? tentu saja sangat membuatnya terkejut di tambah tadi hatinya sedang kesal dengan mommynya.



"perkenalkan...namaku selim...aku...aku...aku menyukaimu...terima bunga ini...jika kamu menerimaku! ".



Ayla dengan wajahnya yang santai dan dingin tanpa senyuman di wajahnya melihat ke bunga mawar putih di depannya lalu kembali menatap ke cowok di depannya.



"dia...akan segera si keluarkan..". ujar salah satu cowok di sana yang melihat mereka.



"bukankah dia...murid baru itu...?".



Ayla mengerjap setelah mendengar pembicaraan pembicaraan di sampingnya sambil terus menatap siswa yang sedang berjongkok di bawahnya.



Ayla menunduk ikut berjongkok mensejajarkan tingginya dengan cowok di depannya.



Hik...



Semua yang di sana sontak terkejut dengan perlakuan queen pada cowok tersebut karna biasanya queen hanya akan melewati tanpa bersikap begitu atau bahkan tidak mendengar ucapan mereka yang sedang menyatakan cinta.



'apa itu artinya queen mereka juga menyukai cowok tersebut? '. batin mereka yang melihat semua.



"kamu...". ayla menghentikan ucapannya menunggu cowok mengangkat kepalanya melihatnya.

__ADS_1



Dan siswa tersebut pun mengangkat kepalanya melihat queen dengan kedua bola matanya yang seketika membulat.



Ayla hanya melihat itu dengan wajah dingin dan datarnya.



"kamu murid baru di sini...?".



Siswa tersebut mengangguk sembari kedua matanya setia menatap wajah cantik ayla.



Ayla beralih menatap ke bunga mawar putih yang masih terjulur tersebut.



"sudah berapa lama kamu masuk ke sini? ". tanyanya santai masih dengan wajah datarnya.



Siswa tersebut mengerjap ngerjap sembari berpikir kapan ia masuk namun otaknya sekarang benar benar tumpul untuk berpikir, wanita idamannya, wanita yang sangat ia inginkan melebihi dari apapun di dunia ini, sedang berada dengan jarak yang sangat dekatnya dan menatapnya.



"sudahlah, tidak perlu di jawab". ayla bangkit berdiri.



Siswa tersebut mendonggak menatap queen.



Ayla mengalihkan matanya melihat ke gerbang di mana sebuah mobil warna hitam baru saja berhenti. Ayla dengan cepat meraih bunga mawar putih tersebut sebelum si pemilik mobil hitam tersebut keluar dari dalam mobilnya.



Kedua bola mata siswa tersebut membulat lebar begitu juga dengan siswa lain yang ikut terkejut.



"aku hanya menerima bungamu tidak dengan perasaanmu, maaf". ujar ayla sembari melangkah melewati siswa tersebut yang tidak lain adalah...Deniz Selim.



"....aku...aku menyukaimu...terima bunga ini...jika kamu...menerimaku! ". ujar deniz masih dengan berjongkok dan menatap ke bawah.



Ayla tersentak sadar dari ingatanya dan beralih menatap deniz.



'dia...benaran...pemuda itu...?'. ayla menatap deniz dengan pikirannya yang entah kemana.



Ia menarik nafas menenangkan dirinya dari kamarahan, kekesalan dan ingin menghajar pria ini.



Dengan geram ayla mengambil bunga tersebut dan seperti dulu, deniz mendongak menatap ayla dengan terkejut namun ayla yang sekarang tidak berwajah dingin seperti dulu melainkan dia tersenyun sisis ke deniz.



"aku menerima bunga ini...".



"tapi tidak dengan hatimu, aku tidak percaya itu beyza? karna apa? karna aku...sudah mendapatkan cintamu! ". deniz menyambung ucapan ayla sembari berdiri dan melangkah mendekat ke ayla dengan tidak ada lagi jarak antara keduanya.



Ayla mendengus sinis dan menatap deniz dengan tersenyum keji.



"anda salah paham dr? Maksudku...aku menerima bunga ini karna bunga ini adalah milikku yang anda ambil dari tanganku dan...cintaku bisa di tata dr. , jika...anda cowok brengsek itu...maka anda kenal betul siapa tunanganku sekarang bukan? dia...melebihi darimu dari segi manapun, anda tahu jawabannya... ". ayla tersenyum sinis lalu melangkah melewati deniz dengan senyum kemenangan karna apa? karna yang ucap laki laki itu memang benar. aku...sudah jatuh padanya.









__ADS_1



__ADS_2