
"reyyan sudah tahu dari dulu kalau aku selim, dia mengirim mata mata hanya mau memastikan apa aku masih mencintaimu dan apa masih mencarimu setelah kejadian itu, saat penyerangan malam itu, aku tahu itu mereka dan di saat itu juga aku sadar kalau mereka sudah menemukanmu, malam itu sangat membuatku takut namun aku harus tetap tenang, di segi lain tidak mau membuatmu curiga padaku kalau tiba tiba saja aku bersikap panik dan juga, tidak mau mereka menyadari kalau aku sudah tahu kalau kamu adalah queen, yang mereka tahu dan yang aku perlihatkan ke mereka kalau aku sangat membenci mu wanita rahim pengganti dan sangat mencintai istriku ceyda hingga aku sudah melupakanmu! untuk malam itu...di luar dugaanku dan aku sangat merasa menyesal beyza? seandainya aku tahu kalau malam itu, benihku sudah tumbuh di dalam dirimu sungguh, aku tidak akan pergi meninggalkanmu sendiri, aku akan melawan mereka semua dengan alasan kamu sedang mengandung anakku,bukankah alasan itu bisa di pakai? dan tidak akan menimbulkan kecurigaan". deniz menatap beyza di sampingnya, yang terselimut hingga sampai dada ayla dengan kursi sedikit deniz turunkan, supaya tubuh ayla nyaman rebahan.
"jadi maksudmu...karna aku tidak hamil kamu bisa membiarkanku di melawan mereka tanpa khawatir aku kena hajar? dimana rasa cintamu itu...? ".
"jika kamu tidak hamil dan aku turun membantumu apa yang akan dipikirkan reyyan beyza? yang dia tahu kalau aku membencimu wanita rahim pengganti, dan juga dia tahu, aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya namun di saat aku yang membencimu lalu turun membantumu, membelamu, jawab aku beyza! apa yang akan di pikirkan reyyan...".
Ayla terdiam.
"semua yang aku lakukan akan sia sia beyza? jika di saat itu aku turun dari mobil, aku sangat yakin beyza besokmya bukan lagi zack yang akan datang tapi reyyan sendiri dan dia...akan memaksamu pergi meski harus membuatmu tidak sadarkan diri, dengan membiusmu...bercerai denganku hal yang sangat mudah bisa dia lakukan beyza yaitu dengan mengancammu, setiap manusia punya kelemahan beyza dan kelelemahanku adalah kamu dan kelemahanmu adalah aku! katakan padaku jika itu terjadi, apa...aku masih bisa melihatmu lagi?... "
Ayla melebarkan matanya.
"jawabannya adalah tidak akan pernah bisa lagi, jika pun aku bisa melihatmu lagi tapi yang aku lihat bukanlah lagi beyza istriku melainkan beyza istri orang, aku bahkan tidak tahu apa aku bisa menatap dunia ini lagi ketika itu terjadi! ".
Deniz dan ayla sama sama terdiam untuk beberapa menit.
"kamu tidak tahu beyza? bagaimana aku menahan diriku di dalam mobil sambil terus melihat gerakan mu dan hatiku menenangkanku dengan berkata'dia bisa dia bisa dia...adalah queen, si juara ahli segala bela diri'. saat aku melihat zack yang menendang perutmu saat itu semua ketenanganku goyah dan aku bertanya tanya, apa kamu sudah hamil? jika tidak, kenapa zack mengincar perutmu dan aku berpikir, jika kamu hamil tentu kakek akan tahu dan tentu kakek akan memberitahuku, aku menepis dan berpikir atau lain kata bilang ke diriku sendiri kalau kamu tidak hamil, reyyan hanya salah sangka, melihatmu kesakitan setelah pertarungan itu, aku keluar berniat membawamu kerumah sakit namun kamu menolak itu benar benar membuatku marah, seharusnya aku bisa mengangkatmu dengan paksa dan membawa ke rumah sakit tapi tidak bisa beyza? di sebrang jalan ada yang memata matai kita, setiap gerakanku akan memberikan kecurigaan untuk mereka, aku tidak bisa, aku frustasi saat itu, aku tidak bisa memilih, memilih kamu maka aku aka kehilanganmu untuk selama lamanya!memilih pergi, di saat kamu sedang kesakitan, itu sangat menyiksa beyza? tapi aku menguatkan diriku dengan selalu berkata kalau ini akan sakit sebentar dan nanti tidak lagi! aku melangkah pergi dari sana dengan berat dan aku sangat berharap akan ada seseorang yang bisa menolongmu, malam itu, maafkan aku beyza, aku salah, aku benaran salah, aku...hampir membuat anak kita menghilang..., apapun yang aku bilang aku tahu, aku tetap bersalah, dan aku...pengecut, maafkan aku, aku tidak mau kehilanganmu lagi". deniz menundukkan kepalanya sembari kedua tangannya menangkup wajahnya, dia menangis sesegukan.
Ayla hanya menatap itu dengan mematung. di saat waktu itu, ia membenci deniz dan berusaha melindungi deniz agar tidak di lihat zack dan akan menjadi incaran reyyan untuk bisa memaksanya, di saat itu ia tidak tahu siapa deniz namun reyyan sudah tahu. dan dia...terus memata matai deniz untuk mengetahui apa masih berhubungan dengannya atau tidak.
Pertanyaannya, kenapa reyyan sangat terganggu dengan deniz, padahal dia tahu meskipun aku mencintai deniz atau selim tetap saja aku akan menikah dengannya dan itu perjanjian yang tidak bisa di ubah.
Ayla bergerak bangkit dari rebahannya lalu melangkah dan duduk di pangkuan deniz.
Deniz menatap ayla dengan mata membulat karna terkejut. jika saja ini siang hari, tentu ayla sekarang bisa melihat wajahnya yang memerah.
Ini pertama kalinya, beyza duduk di pangkuannya dan dia...wanita yang ia cintai dengan sungguh sungguh. bukan berpura pura seperti dengan ceyda .
Ayla menatap ke dalam manik mata deniz tanpa risih.
"aku menghargai semua kerja kerasmu dan pertahanan cintamu untukku, jika aku, aku juga akan melakukan hal yang sana meskipun lain situasi, kamu takut kehilanganku sedangkan aku takut kamu terluka, lalu...apa yang akan kamu lakukan deniz? jika ayla bukanlah aku tapi rahim pengganti sosok yang wanita yang kamu benci lalu...kamu tidak menemukanku atau...keduluan reyyan yang menemukanku lalu kami menikah, saat itu...apa yang akan kamu lakukan? ".
__ADS_1
Deniz menatap ayla ke dalam manik matanya. ia pernah berpikir begini meski ia takut dan ketakutan tapi...ia sering memikirkan ini dan keputusannya jika itu terjadi adalah...
"aku pernah lelah beyza? bukan lelah mencari dan menunggumu melainkan lelah dengan sandiwara yang aku buat, terkadang aku meyakinkan diriku ini semua permainan maka mainkanlah dan nikmati semua! aku pernah lelah dan capek dalam berpura pura mencintai padahal hatiku sama sekali tidak menerima, itu saat yang sangat membuatku mau mengakhiri semuanya...namun ketika aku mengingatmu, kebersamaan kita, bertemu denganmu lagi dan hidup bersama selamanya sampai hanya ajal yang bisa memisahkan kita, aku kembali bersemangat! ...kamu tahu beyza? sangat sulit baiku untuk tidur dengan wanita yang sama sekali tidak ku sukai tapi di sini aku berperan sebagai suami yang sangat mencintai istriku dengan berbagai kata kata manis dan rayuan maut...".
Deniz mengangkat tangan mengelus pipi ayla dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Ayla mengerjap dan ia ingin bertanya sesuatu tapi ia tidak tidak berani atau malu.
"di saat aku tiduri ceyda, aku akan menganggapnya sebagai teman sex dan aku menikmatinya, kami sama sama saling menikmati, aku lelaki beyza? saat denganmu aku belum puas dan harus cepat pergi, ceyda sasaran empuk dan halal, kami sama sama saling memanfaatkan, maafkan aku...aku katakan sejujurnya, terserah kamu jika kamu marah padaku tapi jangan pernah berharap untuk pergi dariku karna aku, tidak akan membiarkan itu terjadi".
Ayla membulatkan matanya karna jawaban yang ia mau tanya di jawab deniz. tapi deniz tidak salah sih, ceyda juga istrinya meski dia tidak mencintainya atau pura pura, yang jelas itu istrinya dia bebas mau lakukan apapun.
"ada yang mau kamu tanyakan lagi? jika tidak, kita pulang sekarang, ini sudah malam banget".
Ayla kembali menatap deniz setelah tadi menunduk.
"aku akan katakan ini deniz? tapi sebelum itu, kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, apa yang akan kamu lakukan jika aku tidak akan menjadi milikmu meski kamu sudah berusaha begini dan aku...tetap menikah dengan reyyan".
"saat itu juga aku akan mengakhiri semuanya tapi tidak dengan perasaan ku padamu, kamu...akan selalu ada dihatiku dan perasaan ini akan terus hidup di dalam sana, yang pertama aku lakukan adalah menceraikan ceyda, mengakhiri semua kelelahan hidup yaitu sandiwara lalu hidup sendiri sampai ajal menjemputku di rumah kita, rumah yang aku bangun untukmu dan anak anak kita dan aku akan tinggal di sana sendiri dan sehari hari akan tetap menjadi dokter gigi mengingatmu, dan itu akan menemani hariku".
Ayla menyatukan alisnya. 'rumah? tunggu... '.
"lalu...bagaimana dengan anak ini? kamu...akan membiarkan mereka pada kakek tanpa peduli? ". ayla sedikit menaikkan nada suaranya.
"aku serahkan padamu, aku tidak mau memisahkan kalian, lebih baik aku yang menderita merindukan kalian dari pada kamu yang menderita merindukan anakmu".
Ayla melebarkan matanya. ia tercekat. ibu mana yang tidak mau menerima anaknya dan ibu mana yang tidak akan sedih dan sakit berpisah dengan anaknya.
"bagaimana dengan kakek? '.
"aku bisa mengurus semua, kamu hanya perlu percaya padaku".
__ADS_1
Ayla terdiam.
"tunggu, kenapa kamu sangat serius dalam menjawab, bisa sajakan aku hanya bertanya tapi ekpresi mu... ".
"aku juga tahu beyza? untuk kita bersama masih di katakan, jauh dari harapan, kadang mungkin, kadang tidak! tapi aku akan berusaha untuk kamu menjadi milikku, aku tidak akan menyerah apalagi mengalah, yang perlu kamu lakukan jaga anak kita baik baik, semua...serahkan padaku".
"kenapa aku takut ya dengan kata katamu".
Deniz terkekeh.
"tenang sayang? aku tidak akan di hajar reyyan lagi, apalagi main culik".
"kamu membuatku semakin tidak tenang".
Deniz tersenyum lalu membawa ayla ke dalam pelukanya.
"dia lapar? ".
Ayla yang mengerti maksud pertanyaan deniz tersenyum.
"hampir".
Deniz melepaskan ayla dan menatap ayla.
"kalau begitu kita pulang sekarang! ada yang mau kamu makan? ". tanya deniz sembari membantu ayla bangkit dari pangkuannya.
"hanya mau nasi seperti biasa dan buah".
"baiklah, kita pulang". deniz menghidupkan mobilnya.
__ADS_1