Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Doanya Romi manjur


__ADS_3

Hari ini entah kenapa Nayra begitu ingin membuat bekal makan siang untuk suaminya. Tadi dia menelepone Devan minta di masakin apa buat makan siang. Karena Nayra ingin ke kantor bersama si kembar untuk makan siang bersama.


Simpel saja, Devan cuma minta dibuatkan nasi keju tuna dengan beberapa campuran sayur. Dan buat si kembar Nayra buatkan udang tempura juga sayur capcay. Buat dia sendiri dia samakan sama requestnya Devan. Juga keju aroma buat camilannya nanti.


Semua sudah siap dimasukkan ke dalam tas bekal. Nayra bergegas menjemput si kembar ke sekolah setelah dia berganti pakaian dan memoles sedikit wajahnya dengan riasan tipis.


"Mama..." panggil Kiara setengah berlari menuju tempat dimana Nayra duduk menunggu si kembar bersama Miss Kimy.


"Mama sudah dali tadi?" tanya Kiara sesampainya didepan Mama Nayra dan menyalami tangan Mama Nayra.


"Baru saja kok sayang." jawab Nayra dengan senyum indahnya.


"Ma.." Kenan menyalami tangan Mama Nayra juga setelah dia tadi berjalan begitu pelan menuju tempat Mama Nayra menunggu.


"Kita jadi ke kantol Papa kan,Ma?" tanya Kiara dengan antusias.


"Iya sayang, ayo kita berangkat." Nayra segera berdiri dan menggandeng kedua anaknya menuju mobil.


"Belangkat!!" seru Kiara dengan semangat.


"Berisik." sahut Kenan


Nayra hanya tersenyum saja melihat tingkah mereka.


"Kimy, kamu langsung pulang saja sama Pak sopir. Nanti aku sama anak-anak pulang bareng Bapak." kata Nayra setelah mereka sampai di depan lobby kantor.


"Iya Bu. Kami pulang dulu." pamit Miss Kimy dan diangguki Nayra.


Kenan dan Kiara langsung berjalan duluan menuju lift meninggalkan Nayra di belakang.


"Selamat siang Bu Nayra." sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan Nayra.


"Siang.." balas Nayra dengan ramah dan tak lupa senyum.


"Mama ayoo.." teriak Kiara ketika melihat Mama Nayra tak kunjung sampai juga.


Nayra sedikit mempercepat jalannya menuju ke arah si kembar yang menunggunya di depan lift.


Ting...Pintu lift khusus petinggi perusahaan terbuka.


"Kalian sudah sampai." kata Romi saat baru saja keluar dari dalam lift.


"Iya Paman."


"Paman mau kemana?" tanya Kiara.


"Ada sedikit urusan diluar. Paman pergi dulu ya." pamit Romi.


"Duluan Nay." sambungnya


Nayra mengangguk "Iya Kak Romi." balasnya.


"Sayang, kalian ke ruangan Papa dulu ya. Mama ke toilet sebentar."


"Ini bawa keruangan Papa." Nayra memberikan tas bekal pada Kenan.


Dengan segera Nayra menuju toilet. Dia sudah tidak tahan lagi.


Nayra bernafas lega setelah menahan hasrat nya untuk buang air kecil. Belum sempat Nayra keluar dari toilet dia mendengar suara orang menangis. Nayra awalnya cuek saja dan memilih untuk segera keluar namun setelah mengenali suara itu akhirnya dia urungkan.

__ADS_1


"Tapi kita tiga hari lagi mau menikah, Dan."


"Undangan juga sudah disebar, persiapan juga sudah 90%."


"Aku gak mau pernikahan ini dibatalkan."


Hening hanya terdengar suara lirih tangisan.


"Kenapa kamu sampai berbuat seperti itu sama wanita lain sampai dia harus hamil anak kamu, Dan."


"Aku gak mau bilang sama orang tua aku kalau bukan kamu sendiri yang ngomong langsung sama mereka."


"Karena disini yang salah itu kamu bukan aku."


"Fix, kita batal menikah."


"Dan jangan pernah ketemui aku lagi."


Hening lagi tak ada suara hanya suara tangisan yang makin kencang walau ditahannya.


Nayra dibilik toilet hanya diam saja. Dia dapat merasakan betapa sakitnya itu. Karena Nayra sendiri juga pernah mengalami hal semacam itu jauh lebih sakit daripada dia.


Nayra segera keluar setelah dirasa wanita tadi juga sudah keluar dari toilet.


"Linda.." gumam Nayra.


Dia lantas cuci tangan dan bergegas ke ruangan Devan.


"Kalian yakin Mama tadi ke toilet?" tanya Devan pada si kembar karena sudah lima belas menit lebih Nayra belum kembali


"Yakin Papa." jawab Kiara dengan gayanya duduk di kursi kebesaran Papa Devan sambil main game di komputer.


"Mungkin Mama mampir ngobrol dulu sama karyawan Papa." celetuk Kenan yang melihat koleksi buku bisnis Papa Devan.


Devan keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Lift terbuka bertepatan dengan Nayra yang mau keluar.


"Sayang kamu mau kemana?" tanya Nayra tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia tak melihat tampang Devan yang terlihat khawatir dan cemas kepadanya itu.


"Aku mah nyusul kamu."


"Aku khawatir kamu kenapa-kenapa."


"Kamu gak apa kan?" tanya Devan dengan memeriksa bagian tubuh Nayra.


"Aku gak apa sayang. Aku baik-baik saja." jawab Nayra setelah sadar suaminya itu khawatir padanya. Lantas dia mencium tangan suaminya di balas Devan dengan mencium keninga istrinya dan sedikit mencuri kecupan di bibir istrinya.


"Ayo buruan masuk..Aku sudah lapar." kata Nayra dengan bergelayut manja di lengan Devan.


Devan tersenyum melihat itu. "Ayo."


Mereka duduk di sofa dan memakan bekal makan siang yang dibuat Nayra tadi.


"Mama...Nanti buatkan keju aloma lagi ya, Ma." pinta Kiara yang sedang memakan keju aroma.


"Iya sayang. Nanti bantu Mama bikinnya ya?"


"Siap Mama sayang."


"Dev, Linda belum cuti?" tanya Nayra pada suaminya itu.

__ADS_1


"Dia sudah mengajukan cuti dan besok mulai cuti dia." jawab Devan sambil memakan keju aroma.


"Kelihatannya Linda batal nikah deh, sayang." kata Nayra sedih.


Devan menyerit bingung. "Maksudnya?"


"Tadi aku dengar Linda menerima telepone dan nangis-nangis."


"Lakinya selingkuh sampai selingkuhannya itu hamil." jelas Nayra.


Devan bukannya merasa kasihan dia justru tertawa keras.


"Kamu kenapa sih?"


"Bukannya kasihan ini malah ketawa gak jelas." sungut Nayra pada Devan.


"Doanya Romi manjur juga ternyata." kata Devan yang masih terlihat ketawa itu.


"Apa maksud kamu?" tanya Nayra yang semakin heran saja.


"Devan.." sentak Nayra karena Devan tak kunjung menjawab apa yang ditanyakannya.


Devan segera menghentikan tawanya dan berdehem.


"Romi sama Linda itu dulunya sepasang kekasih waktu kuliah."


"Namun ntah kenapa mereka putus aku gak tahu."


"Dengar-dengar Romi berkhianat main dengan wanita lain."


"Main??? Maksudnya main diranjang?" tanya Nayra cepat.


Devan menghembuskan nafas kasar. Punya istri otaknya mesum banget.


"Main maksudnya jalan dengan wanita lain, sayang ku." jawab Devan yang gemas pada istrinya itu.


Nayra hanya ber'O' ria.


"Terus?" Nayra menatap Devan dengan memiringkan kepalanya.


"Ya sudah, sampai saat itu Linda benci sama Romi."


"Mereka mulai dekat lagi sekitar dua tahunan ini."


"Dan Romi selalu saja menggoda Linda sampai kadang mereka berantem."


"Romi semakin gencar mendekati dan menggoda Linda kembali saat dia tahu Linda mau menikah."


"Romi juga sempat mengajak Linda balikan namun dia ditolak."


"Romi sempat stress dan aku memberinya saran untuk menikung Linda di sepertiga malam."


"Dan kelihatannya berhasil." Devan senyum-senyum sendiri melihat Romi yang berhasil menikung Linda.


Berbeda dengan Nayra yang merasa kasihan sama Linda.


"Tapi kasihan Linda nya." gumam Nayra lirih, dia hampir saja menangis.


"Sayang. Bagaimana kalau kita bantu Romi untuk mendapatkan Linda dan membantu Linda supaya tidak dipermalukan keluarganya nanti karena batalnya pernikahan itu." kata Devan memberi ide pada Istrinya.

__ADS_1


"Caranya?" tanya Nayra yang memang belum pernah menjomblangkan orang.


Devan menyeringai lebar, karena dia sudah mendapatkan ide untuk mempersatukan Romi dan Linda. Dia akan mempergunakan anak-anaknya beserta istrinya untuk memperlancar idenya itu.


__ADS_2