Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Mama mana, Pa?


__ADS_3

Devan, Faiz dan juga Romi akhirnya pulang setelah mencari Nayra kebeberapa tempat di sekitar villa namun tak kunjung menemukan jejaknya sama sekali. Tapi beberapa anggota tim masih berada di sana untuk menjaga area villa siapa tahu nanti Nayra kembali lagi kesana.


"Aku mau ketemu Ken sama Kia." ucap Devan yang duduk di bangku belakang Romi yang sedang mengemudi. Dia menatap keluar kaca mobil. Hari sudah malam dan Nayra belum di temukan.


Romi mengangguk paham akan permintaan Devan. Mungkin dengan bertemu anak-anaknya akan membuat Devan semakin kuat lagi untuk menghadapi kenyataan yang ada saat ini. Nayra belum di temukan dan jangan sampai Devan kembali depresi. Kasihan si kembar nantinya.


"Van.." Faiz menoleh ke belakang melihat Devan yang terlihat merenung. Kasihan sebenarnya melihat kondisi Devan saat ini. Tapi mau bagaimana lagi, bukan Devan saja yang merasa kehilangan saat ini, dia juga dan semua keluarga juga merasakan hal yang sama.


"Ini handphone kamu," Faiz memberikan handphone Devan yang kemarin ditemukan Romi.


Devan menatap Faiz kemudian menatap handphone nya yang ada di tangan Faiz. Diambilnya handphone itu tanpa banyak tanya.


"Kamu dimana sayang?" batin Devan memikirkan keberadaan istrinya yang kembali menghilang.


"Kalau tadi aku tidak melawan dan menimbulkan perkelahian, mungkin sekarang kamu ada didekapanku saat ini, Ra." sesal Devan dalam hati akan kecerobohannya.


"Kamu baik-baik saja kan disana?" gumam Devan lirih.


Mobil yang dikendarai Romi sudah sampai di rumah Nathan. Terlihat disana juga ada mobil Papa Damar. Mereka seger turun dan masuk ke dalam rumah.


"Papa!!!" teriak Kiara saat melihat Papa Devan masuk bersama Faiz juga Romi.


Kiara segera turun dari pangkuan Kakek Damar dan segera berlari kearah Papa Devan diikuti Kenan yang juga berlari.


"Papa!!" teriak kedua saat jarak mereka telah begitu dekat dengan Devan.


Devan mencoba tersenyum untuk kedua anaknya. Dia segera menyambut Kenan dan Kiara kedalam pelukannya.


"Kia, kangen Papa." ucap Kiara dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya.


"Ken juga, Pa." sahut Kenan yang juga merasakan rindu dengan Papa Devan.


"Papa juga kangen bahkan rindu sama kalian." Devan mencium kepala kedua anaknya bergantian.


"Mama mana, Pa?" tanya Kiara yang tidak melihat Mama Nayra ikut pulang bersama Papa dan kedua Pamannya.

__ADS_1


Devan diam sejenak, dia bingung harus menjawab bagaimana. Haruskah dia bilang kalau Mama mereka kembali hilang dan belum ditemukan? Tapi itu memang kenyataannya. Nayra kembali hilang dan belum ditemukan.


"Mama_" Devan tidak melanjutkan ucapannya karena Faiz segera menyahutinya saat melihat keraguannya untuk menjawab pertanyaan Kiara.


"Kalian gak kangen sama Paman?" tanya Faiz pada Kenan juga Kiara. Dia mencoba mengalihkan pembicaraan supaya si kembar tidak menanyakan keberadaan Mama mereka.


Dengan kompak Kenan juga Kiara menggelengkan kepalanya.


"Mama mana, Pa?" tanya Kenan menatap mata Papa Devan yang terlihat sudah memerah itu.


"Masuk dulu Dev, jangan disitu!" perintah Papa Rasyid yang tidak berusaha ikut membantu mengalihkan perhatian si kembar soal Mama mereka.


Devan mengangkat Kiara yang memang sedari tadi bergelayut di leher Devan dan dibawanya ke gendongannya.


Devan menggandeng tangan Kenan dan berjalan menuju anggota keluarga yang lain. Devan dapat melihat tatapan kesedihan di wajah seluruh anggota keluarga Arasyid maupun Ayasi.


"Sini ikut Opa." Papa Rasyid mencoba mengambil alih Kiara dari gendongan Devan namun Kiara memeluk leher Devan erat seakan tidak mau berpisah lagi dengan Papanya. Apalagi dia belum juga melihat dan ketemu Mamanya kembali.


"Kiara sayang, ayo ikut Oma." Mami Mira mendekati Kiara yang masih berada di gendongan Devan.


Kiara menggeleng cepat sebagai penolakannya.


"Ken.." panggil Mama Arumi yang mencoba membujuk cucunya, Kenan.


"Ken juga mau ikut Papa." ucap Kenan sedikit lantang. Dia marah karena semua orang berusaha memisahkan dia dan Kiara untuk bersama Papa mereka sendiri.


"Biarkan saja mereka ikut Papa mereka." kata Faiz yang melihat si kembar yang memang ingin bersama Papa mereka


"Pergilah ke kamar dan bersihkan dirimu." sambung Faiz yang diangguki Devan.


Devan segera pergi ke kamar Nayra bersama kedua anaknya. Kiara masih saja tidak mau lepas dari Devan padahal Devan mau membersihkan diri.


"Kiara mau ketemu sama Mama kan?" tanya Devan saat Kiara tak kunjung mau lepas dari pelukannya.


Kiara mengangguk, "Kiara mau ketemu Mama sama dedek bayi." jawab Kiara dengan mata kembali berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kalau Kiara mau ketemu Mama sama dedek bayi,biarkan Papa mandi dulu."


"Setelah itu kita berdoa bersama semoga Mama sama dedek bayi baik-baik saja selama kita belum menemukan mereka." ucap Devan dengan senyum hangatnya mencoba menenangkan putri kecilnya.


Kiara akhirnya mengangguk dan membiarkan Papanya pergi untuk membersihkan diri.


Devan segera membersihkan dirinya cepat dan tidak ingin lama-lama. Karena jika dia sendirian akan selalu mengingat Nayra dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Nayra dengan baik.


"Papa..dari tadi handphone nya berbunyi terus." kata Kenan saat melihat Papa nya keluar dari kamar mandi.


Devan mendekat dan mengambil handphone nya. Devan menyipitkan matanya saat melihat nomor tidak dikenal menghubunginya lebih dari lima kali.


Karena tidak mengenali nomor itu Devan mengabaikan saja. Namun belum sempat Devan meletakkan handphone nya lagi, nomor itu kembali tertampang di layar handphone nya.


Dengan malas Devan mengangkat telephon itu, dia takut saja kalau itu dari Maya. Karena kalau dia salah ngomong, bisa-bisa Maya melakukan hal yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.


"Hallo!!!"


"Dev.."


Devan mematung sejenak saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.


"Dev..Jemput aku.."


"Kamu dimana sekarang?" tanya Devan yang terdengar khawatir.


"Aku di..."


tut..tut..tut..


"Hallo..hallo Ra..Ra, kamu masih disana kan?" Devan mencoba berbicara dengan Nayra namun tak kunjung mendapat jawaban.


Devan segera berlari keluar menemui Faiz untuk melacak nomor yang baru saja dipakai Nayra untuk menghubunginya.


"Papa!"

__ADS_1


__ADS_2