
Deniz menatap pintu besar berdaun dua di depannya dan ia yakin itu, pintu kamarnya beyza. pintu kamar wanita yang selama ini selalu ia cintai.
Pintu terbuka lebar berbarengan dengan degupan jantung deniz dan hatinya yang bahagia seakan di sirami berbagai bunga di dalam sana.
"silakan masuk pak deniz? ". ujar pelayan yang mengantarnya dengan menggunakan baju setelan mereka terlihat saat ia dalam perjalanan ke sini baju mereka sama semua.
Deniz mengerjap dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar ayla.
Kepalanya memutar kanan dan kiri mencari sosok wanita yang sangat ia rindukan.
"tugas ku sudah selesai, saya izin pamit dan jika perlu apa apa pak deniz bisa katakan pada mereka di sini, permisi pak?! ". ujar pelayan yang mengantar deniz.
Deniz menganggukkan kepalanya sembari melihat 2 pelayan yang berdiri di belakangnya.
"terima kasih". ucap deniz ke pelayan yang mengantarnya.
Pelayan tersebut hanya tersenyum sopan lalu berbalik pergi sembari menutup pintu.
Deniz melihat ke dua pelayan di sana.
"kami pelayan pribadi nona di sini dan satu lagi turun ke bawah untuk membuatkan susu buat nona".
Deniz mengangguk angguk mengerti. 'dia bahkan memiliki pelayan pribadi, tentu dia...jauh di atasku'.
Deniz mencuri curi lihat ke sekitar kamar ayla karna itu yang mau ia lakukan sembari menunggu ayla.
'sampai sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan aku ucapkan ketika bertemu dan melihatnya, pikiranku...benar benar kosong'.
"apa pak deniz mau kami buatkan sesuatu untuk di makan dan di minum sambil menunggu nona?!".
__ADS_1
Deniz sontak menggeleng. 'yang aku mau kalian cepat keluar dari sini dan tinggalkan aku sendiri, itu yang aku mau'.
"terima kasih, saya sudah minum di bawah tadi jadi tidak perlu lagi". jawab deniz ramah.
Kedua pelayan tersebut menunduk menatap ke bawah.
"kalau begitu kami akan meninggalkan pak deniz sendiri dan beristirahatlah, pakaian ganti anda akan segera kami bawa".
Deniz mengangguk. "terima kasih". ucap deniz lalu ia berbalik. ia membawa beberapa baju namun dari sana namun semuanya di ambil oleh Mr. Okan, ia sendiri tidak tahu di mana sekarang kopernya.
Deniz mengambil kesempatan tsrsebut untuk melihat lihat seisi kamar ayla.
Mata deniz pertama terpaku pada sofa lingkar dan besar yang ada di tengah tengah kamar ayla lalu ia beralih melihat ke samping dan di sana, ada dua daun pintu. deniz menahan rasa penasarannya untuk tidak ke sana dan membuka pintu tersebut. itu bisa menunggu.
Deniz berbalik dan mengerjap saat melihat dari kejauhannya berdiri yang berjarak 8 meter terlihat sebuah ranjang.
Deniz membayangkan bagaimana beyza tidur di sana dengan semua gerakan beyza.
Ckleck...
Suara pintu yang terbuka membuat deniz tersentak dan ia berbalik melihat siapa, seketika kedua matanya membulat.
Ayla masuk dengan mine di belakangnya dan di tangan mine terlihat satu nampan yang berisi susu satu gelas.
Mata ayla menjelajahi kamarnya mencari sosok manusia yang membuatnya tadi harus buru buru kemari.
Mata ayla mengerjap dan mematung saat menemukan di mana deniz berada. mereka saling menatap dan tidak ada yang mau mengalihkan tatapan mata mereka ke arah lain, kedua manik mata mereka bertemu meski jarak mereka 7 meter.
Tubuh deniz dan darah deniz bergetar hebat dengan hanya tatapan mata beyza padanya. ia seakan terkena sengatan listrik yang membuatnya harus dengan cepat memadamkannya, rasanya ia mau menerjang beyza dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. dan itu...tidak mungkin.
__ADS_1
Ayla memutuskan tatapan matanya saat menyadari sesuatu. sontak saja ayla melihat ke tubuhnya dan...pakaiannya.
Ayla menoleh melihat mine yang sudah berdiri di sampingnya setelah meletakkan susu di atas meja sofa.
"mine? bawakan jubahku! ". perintah ayla dan segera mine melangkah ke walk in closet untuk melaksanakannya.
Deniz menyatukan alisnya karna tidak tahu apa yang beyza bicarakan dengan pelayan pribadinya tapi ia langsung mengerti saat melihat beberapa detik setelahnya pelayan tadi keluar dengan satu kain di tangannya dan ia mengerti untuk apa kain tersebut.
"tidak perlu di tutupi beyza...? aku suamimu di sini". ucap deniz sembari melangkah mendekat di mana ayla berdiri.
Ayla yang sedang merapikan jubah untuk menutupi tubuhnya tersentak dengan ucapan deniz. ia beralih menatap deniz yang sedang melangkah ke arahnya.
'suami? apa dia sedang bercanda? '.
"kamu sudah bisa istirahat mine, selamat malam". ucap ayla ke mine sembari tersenyum.
"selamat malam juga nona, saya permisi". jawab mine lalu melangkah keluar dari kamar ayla.
Ayla menatap deniz saat deniz sudah tiba di hadapannya. ingin sekali ia memeluk, menghambur dirinya kepelukan pria tersebut namun...? itu tidak mungkin.
Deniz menatap ayla di depannya dengan tatapan yang penuh kerinduan.
'semua masih sama, matanya, rambutnya,tubuhnya... semuanya, hanya saja...queen...tambah lebih cantik.'. deniz diam diam tersenyum dalam hati.
Ayla mengerjap menyadarkan dirinya sendiri dari kenyataan hidup, bahwa keinginannya itu hanya akan menjadi keinginan saja.
Ayla melangkahkan kakinya ke sofa lingkar yang berada di sana lalu duduk di sana.
__ADS_1