Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 81


__ADS_3

Tak...



Deniz meletakkan sarapan yang sudah dia buat. roti panggang beberapa lapis di piring, selai strobery, keju, kecap di piring yang berbeda lalu campuran sayuran yang deniz tumis dengan daging yang dia rajang kecil dan tomat juga seperti isi dalam sandwich namun deniz tidak menyatukan antara roti dan isinya karna dia lebih suka makan terpisah. untuk ayla seperti biasa wanita itu suka sekali makan nasi jika sarapan pagi dan jadilah ia buat nasi goreng campur sayur dan daging dan istrinya akan makan dengan nikmat.



"deniz?! ". panggil ayla begitu tiba di belakang deniz dengan jarak 2 meter.



"hm?! ". deniz menyahut dengan gumaman sambil menuangkan air putih untuk ayla dan tentu saja susu ayla sudah tersedia di atas meja hanya tinggal ayla nikmatin saja, dan tanpa berbalik bahkan sekedar menoleh melihat ayla.



Ayla melipat tangan di dadanya menatap deniz kesal karna dia merasa deniz sedang mengacuhkannya.



"deniz lihat aku! ".



Deniz sontak saja mengerjap menghentikan pekerjaannya lalu membalik melihat ayla.



Ayla yang menggunakan baju piyama tidur berlengan dan berkaki panjang hal yang tidak pernah wanita ini lakukan jika pagi apalagi setelah dia mandi.



"ada apa sayang? wajahmu...terlihat kesal". ujar deniz mengangguk di akhir kalimat dengan tidak lupa senyuman manis di wajah tampannya.



Ayla merapatkan giginya. ia pernah dengar, jika seorang suami mau menikah lagi maka dia...akan tiba tiba bersikap baik pada istrinya bahkan...apa pun yang di minta akan di kasih.



"kamu...". ayla menghentikan ucapannya tidak berani berucap. bagaimana jika benar? dan apa yang akan dia lakukan?.



Deniz diam menantikan ucapan ayla.



'dan apa wanita ini tahu? rasanya dia mau mendekat memeluknya menepis semua rasa khawatir yang sedang di landa olehnya dan ia tidak tahu apa itu tapi ia yakin, beyza...sedang mencemaskan suatu hal'.



"baiklah, mari kita bicarakan setelah kamu minum susu, ayo kemari? aku tidak boleh mendekat bukan? ". deniz menarik kursi untuk ayla duduk lalu setelahnya dia menjauh berdiri di kursi makan sisi lain dan jaraknya bahkan 2 meter lebih.



Mereka sudah seperti acara makan seorang raja dan ratu. ratu di sisi meja ujung sana dan raja di sisi meja ujung lain, sangat miris.



"entah kenapa aku merasa kamu sangat menikmati menjauh dariku deniz?! ". kesal ayla tanpa pindah dari tempatnya berdiri.



Deniz hampir saja meledak tawa dengan kalimat ayla yang baginya mengandung kegelisahan karna kecemburuan. so...ini yang dia cemaskan.



Deniz hanya bisa mendengus geli sebelum terkekeh. rasanya ia mau mengerjainya tapi sepertinya akan sangat tidak baik untuk hormon kehamilannya.



"aku harus dan selama aku denganmu mungkin akan selalu bukan? baik anak kita yang pertama ini sampai anak kita yang selanjutnya, kita tidak tahu permintaan bayi bukan? dan ya? entah kenapa...tiba tiba saja aku merasa untuk menikmati ke adaan ini". deniz tersenyum tampan.



Kalimat deniz bukannya membuat ayla tenang tapi malah semakin membuat ayla curiga pada deniz.



"kamu...tidak akan jajan di luar bukan?! ". dengan sangat kesal dan terpaksa akhirnya ia mengeluarkan kalimat ini.



Nafas deniz sontak saja berhenti dengan matanya mematung menatap ayla sedangkan otaknya dengan cepat mencerna setiap kata demi kata yang baru saja keluar dari mulut manis istrinya. dan satu kata yang terus tergiang dan terlintas di kepalanya.'jajan'.



"itu...maksudnya...apa?". deniz bertanya karna memang sama sekali tidak mengerti maksud kata jajan dari ayla.



"sudah ketahuan dan mau menghindar?! ". ayla nyaris saja berteriak karna saking kesalnya.



Deniz mau melangkah mendekat ke ayla berdiri namun terhenti saat mengingat ayla akan mual dan muntah muntah jika ia di dekatnya.



"beyza?...dengar?.. aku sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapanmu itu?... jajan, apa itu? jajan diluar? dan itu tidak masalah bukan? iya sih, untuk higienis itu kurang tapi jujur, aku suka". deniz menganggukkan kepalanya sebelum dia tersenyum ke arah ayla.



Mata ayla sontak saja melebar. deniz yang ia kenal bukan seperti itu bukan? suka-jajan-di luar????.



"sudah ayo ke sini, minum susu dulu lalu kita sarapan tentu kamu sudah sangat lapar, ayo sini?!. ajak deniz tanpa merasa ayla yang sudah ilfeel padanya.



"kamu menjengkelkan tahu enggak? aku kira kamu akan beda dengan lelaki lain, aku kira kamu akan setia pada istrimu di saat istrimu hamil tapi apa? kamu tidak bisa melampiaskannya ke istrimu maka kamu akan jajan di luar? kamu...hiks...". ayla yang tidak membendung air matanya menangis terisak. ia takut sekaligus kecewa. ia merasa dirinya sangat menyedihkan. apa ini jalan cerita pernikahannya? ia akan memiliki adik? yaitu selir pria ini.



Deniz yang tadi sudah duduk sontak saja berdiri lagi melangkah mendekat ke ayla dengan raut wajahnya yang bingung+panik.



"tetap di sana deniz jangan mendekat, jarak 2 meter". teriak ayla di sela tangisnya.


__ADS_1


Langkah deniz sontak berhenti. ia menatap ayla dengan perasaan frustasi. ia bingung dengan apa yang di ucapkan ayla sama sekali tidak tercerna di otaknya karna melihat ayla menangis sudah berhasil membuat dunianya kacau balau seketika. mau mendekat tidak bisa apalagi mau memeluk.



Deniz mengacak ngacak rambutnya frustrasi.



"katakan apa yang terjadi? dan kenapa kamu menangis? ada hal yang membuat mu sedih?! ". deniz berkacak pinggang menatap ayla.



"....". ayla diam dengan terus menangis bahkan sampai sesegukan.



Deniz menggeram sekaligus berdecak kesal.



"beyza?! ". panggil deniz frustrasi. menatap ayla yang bukannya berhenti tapi malah semakin bertambah.



Deniz melihat ke arah lain. lalu ucapan sebelumnya ayla terlintas di kepalanya.



Setelah mencerna selama 2 menit. 3 kata yang sangat jelas bisa di tangkap deniz. melampiaskan-jajan-setia.



Mata deniz melebar setelah tahu maksud dari ucapan ayla dan dia dengan bodohnya meyakinkan pikiran negatif ayla padanya.



Menoleh menatap ayla yang sesegukan dengan air mata penuh di wajah cantik dan putihnya. entah kenapa rasanya ia mau nangis juga.



"beyza? maksud dari ucapanmu itu jajan...jajan di luar! aku akan bermain dengan wanita lain di luar? bersenang senang? nge SEX?!". deniz hampir saja berteriak di ujung kalimatnya karna tidak percaya dengan kata katanya sendiri untuk melakukan hal itu. bahkan tidak sekalipun terlintas dalam otaknya baik dulu...apalagi sekarang. dan ya...sempat pernah. saat dia benar benar frustasi dengan ke adaan sekitarnya dan ia pikir saat itu dengan bermain wanita maka kecurigaan reyyan akan kesetiaan cintanya pada ayla akan hilang namun saat ia berpikir lagi suatu hari, ketika ia menemukan ayla dan bisa bersama dengannya lalu jika suatu saat ayla tahu sifatnya yang dulu bermain wanita tentu, tentu ayla akan ilfeel dan jijik padanya. karna itu...ia mengurungkan niatnya dan bantuan sisi lain datang untuknya yaitu...kehadiran ceyda. ceyda yang berusaha mendekatinya, merayunya dengan menyerupai ayla hampir saja ia mencekiknya wanita tersebut jika tidak mengingat tujuannya dan saat itu. ceyda...adalah sasarannya yang empuk. di tambah sangat mendukung mami berteman dengan mama ceyda meski tidak akrab dan kakek, sama sekali tidak menyukai ceyda. bisa di katakan balas dendam juga untuk kakek karna meminta nya menjauh dari ayla dan bahkan mengurungnya.



"...."



Deniz menggeram. tidak kehabisan akal. deniz meraih melangkah cepat ke lemari di dekat sana membuka laci kecil lalu meraih satu kain bersih. melangkah mendekat ke ayla cepat. sebelum ayla mendongak menatap deniz.



Deniz sudah lebih dulu membungkam mulut terutama hidung ayla untuk tidak mencium baunya dan bisa membuatnya mual.



Dengan satu tangan menutupi hidung ayla sedangkan satu lagi menekan kepala ayla menatap matanya.



"lihat aku beyza? itu...sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiranku apalagi hatiku sayang? aku...agh...". ringis deniz saat dengan keras ayla menolak deniz lalu dia berlari cepat ke arah kamar mandi dan...




Deniz membalik badan menatap ayla dari jauh dengan raut wajahnya yang terlihat sangat sakit. sakit karna terlalu kesal dengan ke adaan. ia tidak bisa menyalahkan anaknya sendiri bahkan tidak bisa menyalahkan dirinya sendiri.



Deniz kembali mendongak menatap ayla setelah tadi menunduk sedih. ayla berdiri di pintu kamar mandi dekat dengan dapur.



"aku membencimu deniz?!". ujar ayla sambil menenangkan rasa mual di perutnya.



"aku tahu! maafkan aku, aku...begitu frustrasi ketika melihatmu menangis, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan dan aku tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan tangisanmu, ini benar benar membuatku gila".



Ayla memilih melangkah ke dapur membuka kulkas lalu meraih satu jus mangga di sana.



"beyza? jangan minun itu dulu nanti kamu bisa sakit perut, susu dulu...ah...yang tadi...jajan itu! ".



Ayla dari kejauhan sontak melihat deniz.



"percayalah aku tidak akan pernah melakukan itu, tidak akan pernah? meski kamu dekat tapi tidak bisa memelukmu? meski kamu jauh dariku, hal itu tidak pernah terlintas di hati dan pikiranku beyza? tidak akan pernah! aku...tidak akan mengotori cinta kita, percayalah! meski kamu memintaku untuk tidak menyentuhmu selama setahun aku setuju...asal kamu bersama ku, selalu di sisiku! kamu tahu satu hal yang paling kutakutkan di dunia ini?! ".



Ayla diam mendengarkan.



"kehilangan mu beyza? kehilangan mu hal yang paling kutakutkan di dunia ini...".



Ayla mengedip ngedipkan matanya beberapa kali dengan ucapan deniz. ia menunduk menatap ke bawah karna jantungnya tidak akan kuat melihat deniz. deniz yang sekarang dan juga dengan kata katanya entah kenapa sangat sangat lebih tampan.



"jadi...kekakhwatiran mu sudah hilangkan? ". deniz menanti jawaban ayla.



Ayla mendongak menatap deniz lagi.



"aku tidak akan melakukan itu, cukup kamu satu, di hati? maupun di pikiranku!".



Ayla mengerjap semburat merah di wajahnya sontak saja terlihat. dia tersenyum malu malu.

__ADS_1



Deniz terkekeh melihat hal tersebut.



"beyza? kamu sudah menguasai hati dan pikiranku, jadi bagaimana bisa aku berpikir hal lain selain kamu...?! ".



Ayla tersenyum lalu dia terkekeh geli.



Deniz pun ikut tertawa kecil.



"baiklah, ayo kita sarapan hm? kamu minum susu dulu". ujar deniz mengajak ayla, yang seketika ayla patuhi melangkah ke meja makan duduk di kursi yang sudah deniz persiapkan lalu meminum susunya dengan nikmat.



Deniz tersenyum melihat hal tersebut.



"ingat satu hal beyza? apapun yang kamu pikirkan nanti jangan sungkan untuk langsung bilang padaku, jangan mengambil asumsi sendiri, mengerti?! ".



Ayla mengangguk patuh. Deniz tersenyum.



"gadis pintar! ".



Ayla menggerucutkan bibirnya, yang seketika membuat deniz gemas dan ingin sekali ia melumatnya dengan kasar.



"bagaimana kamu bisa berpikir begitu? padahal hanya kamu satu satunya wanita yang selalu aku mau, hanya kamu wanita yang mau aku nikmati, hanya kamu wanita yangau terus aku sentuh dan hanya kamu satu satunya wanita yang selalu memberiku nikmat yang luar biasa dan hanya milikmu yang selalu sama sekali tidak bisa memuaskanku, mau lagi dan lagi, aku tidak akan pernah puas denganmu beyza? dan hanya...".



Tak...



Ayla meletakkan sendok ke meja makan.



"bisa kamu hentikan?! ". geram ayla kesal. tidak perlu pria ini perjelas bukan.



"...tubuhmu yang selalu mau aku nikmati...". deniz tetap melanjutkan ucapannya lalu terkekeh keji.



"kenapa? tadi kamu yang memancing pembicaraan ini sayang? ".



Ayla menggeram.



"tapi sudah selesai". ayla menatap deniz kesal.



"tidak dengan gairahku yang kamu bangkitkan sayang? bahkan aku tidak bernafsu lagi dengan makanan di depan".



Ayla tersenyum memaksa menatap deniz.



"dan hanya aku makanan yang menarik sekarang?!".



"tepat! ". jawab deniz cepat dengan dirinya bersandar di kursi dan tangan terlipat menatap ayla dari kejauhan 2 meter.



Lagi lagi memaksa senyum.



"sayangnya istrimu lagi tidak bisa, melihatmu saja aku sudah mual apalagi dekat".



"itulah yang membuatku bisa gila sekarang! ". tatapan mata tajam deniz mengintisipasi ayla. seakan akan menelanjangi ayla.



Ayla menelan ludahnya gugup.



'pria itu tidak akan menyerangnya dengan tiba tiba bukan? '.









__ADS_1


__ADS_2