
Pukul 6:13 waktu Ankara-turki.
Terlihat sebuah kamar yang kini telah terang dengan cahaya matahari pagi yang sepenuhnya masuk ke dalam menembus tirai tirai jendela kamar tersebut.
Di ranjang. Terlihat satu pasangan yang sedang bercumbu mesra.
Ranjang dengan ukuran king size berwarna Gold Luxury. Ukiran kayu mewah, yang satu set dengan alat kamar lain. Baik walk in closet dan tempat berhias Ayla. Lemari kecil dan sofa besar serta kecil. Menghiasi kamar tersebut.
Brakh....
"Daddy! Mommy?" Suara panggilan teriakan bocah. Menyentak pasangan di ranjang.
"Mommy? Derya,," Suara memekik kedua bocah. Yang satu laki laki dan satu lagi perempuan. Terhenti saat melihat pemandangan di depan mata keduanya.
Keduanya sudah berpakain rapi dengan seragam sekolah mereka.
Deniz dan Ayla. Keduanya memisah begitu saja.
Deniz yang melompat turun dari ranjang dan Ayla yang menarik selimut di bawah kakinya dalam sekejab mata.
Deniz yang kelabakan memakai kembali pakaiannya dengan terburu buru. Sedang Ayla bersikap santai di ranjang. Seakan akan tidak pernah terjadi apapun di antara mereka.
Kedua bocah kecil yang berdiri mematung di hadapan pintu. Setelah membanting nya dan sedikit masuk ke dalam kamar. Sebelum setelah nya keduanya berhenti. Saat melihat kelakuan kedua orang tua mereka. Mata kedua nya berkedip kedip bingung.
Ayla memasang wajah senyum manis dan lembutnya. Menyambut kedua buah hati nya.
"Ada apa kedua anak mommy berteriak teriak hm! Ada yang membuat kalian jengkel pagi pagi begini?" Tanya Ayla lembut penuh kasih sayang.
Kedua tangannya terentang minta di peluk kedua buah hatinya.
Yang mendekat dan berlari kepelukan Ayla adalah putrinya yang kecil. Sedang yang laki. Sedang menatap tajam daddy nya.
Melihat hal tersebut, Ayla meringis. Ia menoleh melihat Deniz yang sudah lengkap dengan pakaian. Dan berkacak pinggang membalas tatapan putra mereka.
Dalam hati. Ayla terkekeh geli.
Kedua orang ini. Mereka ayah dan anak. Namun setiap hari seperti pasangan yang bermusuhan. Entah kenapa putra nya selalu jengkel ke daddy nya. Dan Deniz, tidak kalah sama.
"Son! Bukankah Daddy pernah bilang! Harus ketuk dulu sebelum masuk. Lalu! Tunggu sampai,,,"
"Sudah Derya lakukan. Kalau Daddy tidak percaya Daddy bisa tanyakan pada Zenia. Dan apa Daddy tahu?" Derya bocah kecil dan imut sekaligus tampan tersebut menjeda ucapannya. Kedua matanya masih berkilat jengkel ke Deniz.
Mendengar jawaban Derya. Deniz melihat ke Ayla lalu ke Zenia.
Dengan gumaman. Deniz bertanya ke Ayla.
"Apa tadi ada suara ketukan!"
Ayla menaikkan bahunya tidak tahu.
Deniz mendesah dan kembali melihat putranya. Tunggu, Tadi apa kata putranya. Ia tahu? Tahu apa.
Deniz menatap putranya bingung.
Derya membuang nafas lelah.
"Sudah ku duga Daddy akan begini."
Deniz mengerjap bingung. Seseorang, bisa tolong kasih tahu ia apa itu. Seperti nya ia melupakan hal yang sangat penting. Terutama untuk hidup pria kecil ini.
Deniz memijat keningnya yang tidak saki sama sekali. Namun ia frustasi dengan sifat putranya. Selama bocah ini sudah mulai bisa bicara. Hidup nya penuh dengan teka teki.
"Derya! Beritahu Daddy apa itu dan Daddy akan tah,,,"
"Derya dan Zenia sudah telat berangkat sekolah?!" Teriak Derya memotong ucapan Deniz.
Deniz sontak melihat Ayla. Menulikan telinganya dengan ocehan Derya.
"Bukankah Daddy sudah berjanji sama Derya! 5 Menit sebelum berangkat sekolah. Daddy sudah siap dan sudah menunggu di bawah. Sekarang Daddy tidak menepati janji,"
__ADS_1
"Benar sudah telat?" Tanya Deniz bodoh ke Ayla.
Ayla lagi lagi memasang wajah tidak bersalah. Padahal tadi yang memancing dirinya. Hingga ia tidak jadi ke kamar mandi dan bersiap siap adalah.
Deniz mendesah. Entah kenapa ia merasa. Ayla mengkhianati nya.
"Daddy memang beda dengan Papa Rey! Jika papa Rey! Dia tidak pernah sekalipun tidak menepati janjinya," Oceh Derya. Yang kali ini mendapatkan perhatian penuh dari Deniz.
Lihat saja tatapan mata Deniz. Manik matanya seperti mengeluarkan sinar laser di sana.
"Ayla sekarang jujur padaku. Sebenarnya dia anak ku atau anak Pria sialan itu? Rasanya aku ingin membunuhnya jika dia kemari nanti,"
"Entah! Menurut mu anak siapa? " Ayla masih dengan sikap santainya dan sesekali dia akan mendengar ocehan ringan putrinya, Zenia.
"Aku ingat betul saat membuatnya lalu mengunjungi nya setiap hari dan bahkan hiks..." Deniz berjongkok berdrama sedih.
Dan Ayla tahu betul itu.
"Dan bahkan aku melihatnya saat dia pertama kali datang ke dunia ini. Tapi lihatlah Ayla! Putra ku, Membandingkan aku dengan Pria musuh hidup Daddy nya itu," Suara Deniz merajut yang di buat buat sedih.
Melihat Daddy nya begitu. Derya bukannya sayang atau merasa bersalah. Akan tetapi, lihat tatapan matanya dan kedua tangannya. Yang seperti siap untuk membunuh Deniz.
Ayla mendesah. Menghadapi kedua manusia yang satu kecil dan satu besar ini. Memang tidak akan ada habisnya.
"Sudah lah Deniz. Mending kamu cepat siap siap deh. Sebelum putramu kembali mengoceh dan lihat putra mu. Dia seperti ingin membunuh mu sekarang juga,"
Deniz seketika melepaskan kedua tangannya yang menangkup wajahnya dan melihat Derya. Detik berikutnya Deniz meringis.
Dia putranya atau bukan sih.
Dengan bibir manyun dan kepala menunduk. Deniz berjalan ke walk in closet.
"Bahkan kamu tidak mau membelaku sayang!" Keluh Deniz sebelum masuk ke walk in closet.
Lagi lagi Ayla hanya bisa mendesah dan menggeleng. Melihat Derya. Ayla tersenyum.
Derya mengerjap. Namun tidak mencoba untuk tidak marah dan me maafkan Deniz.
Deniz keluar lagi dan kali ini. Dengan handuk terlilit di pinggangnya.
Derya yang melihat itu. Menaikkan satu alisnya.
"See!" Ujarnya ke Ayla, mommy nya.
Ayla hanya bisa menelan salivanya. Deniz, pria itu memang dasar lelet.
"Derya tentu akan telat, itu sudah pasti." Derya melihat jam di tangannya. Ia menatap malas Daddy nya.
"5 menit. Dalam 5 menit Daddy akan siap Son. And, Daddy akan bertanggung jawab! Tenanglah, " Deniz kembali ke dirinya seperti biasa.
Derya mendesah kesal dan dengan raut wajahnya yang cemberut.
Ayla terkekeh geli melihat hal tersebut.
"kemarilah Derya...? pelukan dan ciuman manis untuk mommy di mana? sebelum berangkat?". ayla memajukan bibirnya sembari mengedipkan matanya bersikap manja ke putranya yang sangat tampan, imut+kejam.
Derya memang tidak akan bisa marah jika dengan mommynya tapi lain dengan daddynya. dia akan dengan senang hati mau selalu ngambek karna daddynya selalu membuatnya marah.
Derya naik ke ranjang dengan tas di belakang punggungnya. mencium dahi, kedua pipi ayla dan berakhir di bibir ayla lalu memeluk mommynya dengan sikap manjanya yang tiba tiba muncul. ayolah, sekalipun dia bersikap begitu pada daddynya derya tetaplah seorang bocah yang masih berumur 4 tahun.
"enggak mau maafin daddy? ". tanya ayla membujuk putranya. soalnya dari semalam dia ngambek ke deniz hanya karna deniz yang ketiduran di saat sedang menemani derya main game dan berakhirlah derya yang marah meninggalkan deniz seorang diri terkapar di depan tv sedangkan derya masuk ke dalam kamarnya.
"daddy tidak bisa di percaya". jawab cepat derya.
"aku daddy mu son? ".
"lebih baik daddy cepat pakai baju, derya zenia sudah terlambat". acuh derya kesal.
"mau pakai heli son? tidak akan terlambat, mommymu sering menggunakan itu dulu".
__ADS_1
Derya menatap pintu walk in closet di mana deniz di dalam sana, yang sedang berpakaian dengan tatapan kesal bercampur marah.
Deniz sangat tahu kalau kedua anaknya sangat tidak mau ke sekolah menggunakan heli atau mobil mewah. mereka tidak mau terlihat mencolok. di antar aja keduanya tidak mau sama supir harus sama deniz langsung dan deniz mengatakan itu bukankah mau meledakkan amarah putranya lagi di tambah mereka sudah terlambat.
"cepatlah daddy...? tadi katanya 5 menit ini sudah lebih".
"okay fine? sudah, lihat? sudah...". deniz merentangkan kedua tangannya memperlihatkan kalau dia sudah selesai.
Derya dan zenia sontak turun dari ranjang menyalami tangan ayla menciumnya lalu berpamit.
Deniz yang melihat itu mendengus tidak percaya. giliran dengannya, kedua anaknya tidak...satu...selalu marah marah.
Zenia melangkah ke deniz memperlihatkan kedua deretan giginya yang putih tersenyum sumrigah.
Deniz ikut tersenyum senang dan bahagia lalu berjongkok membawa zenia ke dalam gendongannya lalu melangkah ke ranjang di mana ayla yang bersandar di kepala ranjang.
Ayla menyalami dan mencium tangan deniz dan tidak lupa deniz mencium kening ayla dan berakhir di bibir istrinya yang baginya sangat memabukkan sebelum sebuah suara teriakan yang lagi lagi membuatnya kesal.
Deniz berdecak kesal.
"putramu benar benar memancing emosiku beyza? ". geram deniz.
Ayla terkekeh.
"sudah sana! kamu tahu sendiri bagaimana disiplinnya dia".
Deniz mendesah lalu mencium kening ayla lagi sebelum benar benar keluar dari kamar setelah berpamit ke ayla.
"kami berangkat sayang...?". pamit deniz ke ayla.
"euhmm..". ayla hanya menjawab dengan gumaman sembari menatap deniz yang keluar kamar dengan zenia dalam gendongannya.
Menghela nafas ayla menyingkap selimut melangkah ke kamar mandi.
Di luar terdengar suara marah marah derya yang terus dia lontarkan ke deniz.
"sudah derya bilang? daddy harus sudah bersiap sebelum derya zenia bersiap dan pagi ini apa? ".
"okay okay daddy minta maaf okay? , tidak akan terulang lagi".
"daddy selalu bilang tidak akan ulang lagi tapi daddy~~~~".
Deniz memutar bola matanya malas dengan rentetan ucapan putranya sedangkan putrinya yang duduk di sampingnya lihatlah asik dengan boneka kesayangannya. kecil tapi bagi zenia itu kesukaannya.
Berakhir derya mendesah lelah lalu di ikuti deniz karna putranya sudah diam. mobil yang mereka naiki sudah memasuki jalan raya setelah keluar dari jalan kerumah mereka.
Begitulah hari hari yang selalu deniz dan ayla lewatkan dengan dua anaknya yang tampan dan cantik. derya yang selalu kesal ke deniz dan zenia si gadis cantik yang selalu terlihat imut dengan kekalemannya. oh ya. dengan ayla yang kembali hamil anak ketiga mereka dengan umur kandungan 4 bulan lebih.
By...
Selesai...
See you...
Di novel berikutnya.
.
.
.
.
.
And Novel kisah Reyyan Ferdinand sudah saya keluarkan ya. Judulnya" Pewaris Kerajaan"(sequel Rahim Pengganti). Reyyan Ferdinand yang mencari wanita untuk mengandung anaknya, yang tentunya sesuai kriteria nya. Kaya, cantik, seksi dan dari keluarga bagus seperti dirinya sendiri. Hingga dirinya di hadapi 2 pilihan. Dimana keduanya menarik perhatian seorang Reyyan Ferdinand.
Oh ya. And... jangan lupa vote and koment and...like. 🙌🙌🙌😘😘😘
__ADS_1