
2 minggu berlalu dan sama seperti hari hari sebelumnya. cuaca cerah dengan terik matahari yang tidak terlalu panas tidak juga redup. pas bagi pasangan yang mau menikmati kencan mereka.
Bagi sebagian orang seminggu itu cepat berlalu, bagi sebagian yang lain seminggu itu sangat lambat seakan akan berbulan bulan harus mereka lewati tapi yang terjadi pada ayla melebihi daripadanya. sehari, dua hari, tiga hari. dia menunggu kabar dari deniz sekedar telpon untuk menanyakan kabarnya atau bisa juga untuk anaknya atau...mengirim pesan tapi pria itu? sama sekali tidak mengerti yang namanya kata...rindu.
Ayla menghela nafas entah yang keberapa kalinya. ia sedang berada di atas ranjangnya membalik balikkan badannya karna malas untuk bangun. ia bisa menghitung entah berapa hari ia sudah tidak mengunjungi bunganya. haruskan ia salahkan seseorang. terkadang hatinya bertanya tanya atau malah bertengkar di dalam sana.
Deniz mengatakan mencintainya, tidak mau berpisah lagi dengannya, akan selalu merindukannya tapi yang ia rasakan sekarang malah sebaliknya. salahkah ia jika berpikir mungkin saja deniz sedang mempermainkannya? dan siapa tahu pria itu sekarang sedang bersenang senang dengan istri pertamanya sambil mengetawainya mengejek kebodohannya. iya sih, tidak ada yang salah bagi deniz jika berduaan dengan ceyda karna dia...istri deniz atau...cintanya benar ke ceyda dan ia? hanya tipuan. mengingat hal tersebut membuat moodnya langsung buruk.
Ayla menarik dan membuang nafasnya pelan. ia beranjak turun dari ranjang melangkah ke balkon kamarnya, menatap ke bawah di mana para pekerja rumahnya sedang melakukan aktifitas mereka masing masing. ia memeluk dirinya sendiri dengan bajunya yang masih memakai dress tidurnya yang selalu seksi berwarna biru pudar.
Lagi lagi dia menarik nafas. di bohongi atau benar cinta deniz untuknya tidak ada kerugian apapun baginya tapi yang terjadi malah sebaliknya. jangankan kakek, ia sendiri tidak akan memberikan anaknya tapi apa itu penting? bagi sepasang pasangan yang sedang jatuh cinta. ayla menggeleng keras saat pikiran kalau deniz sekarang sedang bermesra mesraan dengan ceyda di sebuah hotel atau...di sebuah apartemen yang mereka beli di dubai. dulu ia tahu deniz tidak memiliki uang sebanyak itu tapi sekarang...dia billionaire. sebuah apartemen tidaklah mahal dengan uangnya yang banyak.
Ayla menggepal tangannya kuat. bukan karna mencemburui ceyda tapi ketika mengingat ia bisa saja di tipu. baginya ini pertama kali ia jatuh cinta dan merasakan cinta dan kata banyak orang. cinta pertama selalu tidak berhasil dan terkadang bisa menyimpan kenangan yang menyakitkan. apa ia juga calon calonnya.
Tuk...tuk...
Ayla menoleh melihat ke dalam kamarnya. tanpa menjawab si pengetuk pintu langsung membukanya.
Mata ayla mengedip melihat mengikuti langkah seseorang mendekat padanya dengan satu gelas susu di tangannya.
"nona? ini susunya".
Ayla meraih gelas susu tersebut mundur dan menduduki bokongnya di kursi belakangnya.
"nona mau aku bawakan sarapan ke atas atau nona turun? ".
Ayla menyerahkan gelas kosong ke mine. mendongak menatap mine. ia menarik nafas sebelum membuka suara.
"daddy dan mommy sudah sarapan? ".
Mine terlihat tersentak lalu dia menunduk dari raut wajahnya terlihat memerah dan ayla bisa menebak itu kenapa. ia menghela nafas.
"baiklah, aku tahu! aku akan turun sebentar lagi dan katakan pada yang lain. untuk menjaga mata mereka, pasangan itu selalu menyebalkan...ugh". tambah satu pasangan lagi yang membuatnya geram pagi pagi.
Trrrrtttt...
__ADS_1
Ayla membalik tubuhnya saat mendengar suara getaran ponsel nya. tidak menunggu di perintah nonanya mine melangkah masuk ke dalam kamar meraih ponsel ayla lalu kembali ke balkon dan memberikan benda tipis tersebut ke ayla.
Kening ayla berkerut melihat si penelpon. ia sontak menggertakkan giginya geram ketika mengingat ini masih pagi dan pria ini tentu...
Menarik nafas dengan wajah acuh dan datar ayla menjawab panggilan karna jika dia tidak menjawab pria ini akan menelpon ke telpon rumah dan lebih parah di akan le sini.
"ada apa? ". to the poin bagi ayla setelah menerima panggilan.
Terdengar suara kekehan dari seberang. kekehan yang sangat membuat telinganya gatal.
"tidak merindukanku baby? sudah lama tidak bertemu, ah...sebentar lagi akan bertemu...".
Ayla menggeram.
"langsung saja rey? ada apa, pagi pagi kamu menelpon tentu ada yang mau kamu katakan"
"istriku selalu dingin hm? "
"aku rasa kamu harus ke rumah sakit untuk memperbaiki otakmu dan...". ayla memejamkan matanya sambil menggeram.
Beralih ke sisi lain. di sebuah gedung hotel mewah dan di kamar VVIP tersebut terlihat sepasang manusia yang saling berpelukan tanpa sehelai benang di tubuh keduanya dan. hanya tertutup selimut. si wanita yang terus memainkan dada bidang pria tersebut dengan jari telunjuknya dan berada dalam pelukan si pria.
Pria tersebut terkekeh. ia melihat ke sampingnya mencium bibir wanitanya begitu wanita tersebut mendongak.
"baby? kamu sedang cemburu? percayalah, dia hanya pemuas nafsuku dan kamu...ibu dari anak anakku".
Ayla sontak menjauhkan benda pipih tersebut dari telinganya. mendengar kata kata itu keluar dari mulutnya entah kenapa...sangat mengerikan.
"oh, aku sangat tersanjung! dan entah kenapa aku kasihan terhadap mereka". ini bukan sekali atau dua kali pria ini selalu menghubunginya ketika pagi dan ia mendengar suara wanita di sampingnya. wanita yang habis memuaskan gairahnya. bukan di telpon bahkan pria ini pernah menghubunginya untuk datang ke perusahaannya namun sampai di sana yang ia lihat pria ini sedang menikmati seksnya dengan wanitanya dan tentu saja, wanita baginya ibarat berganti pakaian dan ia heran. wanita pun mau melemparkan dirinya ke pria ini.
Terdengar kekehan dari sana.
"baby? aku merindukanmu? kamu tidak merindukan... "
"katakan apa yang perlu".
__ADS_1
Reyyan mendesah lelah. gadis ini selalu tidak bisa di ajak bercanda.
"nanti malam ada acara makan malam di rumah kakek menyuruhmu datang dan aku akan menyemputmu jam 8, tidak perlu ber make up sayang, kamu sudah cantik takutnya aku tidak bisa menahan diri dan menerkammu di mobil".
Ayla memutar malas bola matanya. sedetik kemudian dia membulatkan matanya.
"kamu di sini? sudah pulang? kapan? ".
Ayla menatap layar hpnya saat mendengar suara tawa dari seberang.
"kamu sudah seperti seorang istri yang menginterogasi ku sayang? ya, aku di sini, mau ke sini? datang aja ke hotel xx"
"tidak terima kasih". darimananya terlihat menginterogasi? ia bertanya karna mengkhawatirkan nasib suaminya.
Reyyan menoleh melihat ke wanita di sampingnya saat dia sudah kelewatan dan dia sedang bicara dengan calon istrinya.
"kamu nakal sayang? ". ujarnya tanpa peduli ayla mendengar karna baginya sudah biasa.
"tapi kamu sukakan? ".
Reyyan menurunkan wajahnya melumat bibir wanita tersebut sedetik kemudian dia mendesah nikmat karna permainan tangan wanita seksnya di juniornya dan ia suka di manja begini.
"yang nikmat sayang hhhh kamu bisa ahhh...".
Ayla di seberang memejamkan matanya. cobaan apa baginya pagi pagi begini. ia kesal dengan deniz yang tidak menghubunginya lalu mami dan papinya di bawah...ugh..dan sekarang di sebrang pria ini....
"reyyan kau...".
"oh...baby? nanti ku hubungi lagi ya? aku akan menjemput mu ahhh...hhhh....jam 8 sayang? bersiap siaplah...oh shit lindsey, aku menginginkanmu lagi ahhh...". reyyan melempar hpnya ke sembarang arah tanpa mematikannya lalu kembali ******** wanita si pemuas nafsunya.
"kamu bajingan brengsek reyyan, jangan pernah hubungi aku lagi saat kamu dengan wanita, kalian pasangan menjijikkan". teriak ayla kesal. lalu mematikan hpnya saat ia mau melempar ke arah kursi satu panggilan membuat terdiam. can.
Dengan cepat ia mengangkat. ia sedang menyuruh can mencari tahu kemana deniz pergi dan di mana dia sekarang. lihat saja jika ia menemukannya dengan tangannya sendiri. ia akan menghajar pria itu.
__ADS_1