Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 46


__ADS_3

Maaf ya, episode ini sedikit ke 18+.



🙏🙏🙏🙏🙏


😊😊😊😊😊




💓💓💓💓💓💓





Pagi hari...



Di hotel mewah yang berada di salah satu di negara tersebut dan di sebuah kamar VVIP terlihat bagaimana mewah semua isi di dalam kamar tersebut, sofa lengkap dengan tv, kamar mandi yang luas dan sebuah ranjang berukuran kingsize terlihat sangat mewah dan elegan. terlihat dua manusia berada di atasnya dan saling berpelukan, lebih tepat si pria membawa si wanita ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat, seakan mengatakan bagi siapapun yang melihat kalau wanita ini adalah miliknya, untuknya dengan tanpa sehelai benangpun berada di tubuh keduanya terkecuali selimut yang menutupi tubuh mereka dari dinginnya suhu AC.



Deniz dan ayla terlelap pulas dengan nafas keduanya yang sangat tenang, seakan akan tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka.



Ayla sedikit bergerak tidak nyaman karna tubuhnya yang dingin terkena suhu AC, sehingga membuat deniz ikut terbangun namun belum membuatnya sadar dengan apa yang ada di sekitarnya, ia merapatkan tubuhnya ke ayla sembari membawa ayla semakin rapat ketubuhnya, untuk memberi kehangatan. mereka tertidur kembali.



Matahari di pagi hari sudah mulai meninggi di luar sana sehingga membuat cahayanya masuk ke dalam kamar di mana deniz dan ayla terlelap.



Deniz yang pertama membuka mata dan yang pertama dia lihat adalah gorden jendela kamar hotel tersebut.



Mata deniz menjelajahi ke sisi lain sembari ia mencerna apa yang terjadi padanya, semua terhenti saat ia merasakan pergerakan di bawahnya dan sontak ia menatap ke bawah, lebih tepat di dadanya.



Deniz membulatkan matanya. saat itu ia sudah tahu apa yang terjadi padanya. kemarin ia pergi ke temannya yang bernama resyad untuk meminta obat dan ia mengambil 3 dosis sekaligus lalu meminumnya saat ia sudah sampai di hotel lalu menunggu seorang wanita yang menjadi rahim pengganti dan ia harus melakukannya jika tidak, memang kakeknya mengancam akan memisahkan ia dengan ceyda tapi bukan pisah dengan ceyda yang ia takutkan akan tetapi, jika ia berpisah dengan ceyda maka pencariannya ke beyza bisa langsung ketahuan oleh pria bernama reyyan karna ia sudah pernah ketahuan dan anak buahnya berakhir sadis di tangan pria itu, ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi lagi.



Akhirnya ia menyetujui dengan sangat terpaksa karna baginya hanya akan ada beyza yang akan mengandung anaknya bukan wanita lain karna itu ia sangat marah dengan wanita ini yang menganggu semua rencananya. meminum obat adalah supaya ia tidak menikmati permainan ini namun siapa sangka hal ini menjadi bumerang baginya, wanita yang ia benci dan lukai ternyata wanita yang sangat ia cintai dan ia cari cari selama ini.



Deniz sontak menjauhkan tubuhnya dari ayla setelah melepaskan tangannya yang memeluk ayla.



Deniz melihat pergerakan ayla hingga ayla berbalik membelakanginya. ia memutuskan untuk melihat ke sekeliling kamar lalu jatuh ke bawah ranjang di mana pakaiannya dan pakaian ayla jatuh berserakan dilantai.



Deniz memijat keningnya yang sedikit pusing mungkin karna efek obat semalam yang masih ada. ia menggeram marah dengan apa yang sudah ia lakukan, ia berniat tidak mau menikmati dan sepertinya semalam ia sangat menikmati. lihat saja dengan tubuh mereka yang tanpa benang sehelaipun.



Deniz menoleh melihat ke samping saat mendengar suara lenguhan ayla dalam tidurnya. deniz bergerak mau turun dari ranjang namun terhenti saat sudut matanya menangkap sesuatu hal yang tidak asing baginya.



Deg...

__ADS_1



Diiringi dengan matanya yang membulat jantungnya pun ikut berdetak.



Deniz dengan cepat memutar kepalanya melihat ayla dan saat itu juga tubuh deniz terasa lemas semua.



Ayla yang tadi tidur membelakangi deniz namun kini sudah berbalik ke arah deniz lagi sehingga dengan jelas deniz bisa melihat wajah ayla, wajah yang tanpa tipuan yaitu make up dan...



Deniz mengangkat tangannya membawa ke atas kepala ayla lalu meraih sesuatu di sana. ia menatap benda ditangannya lalu kembali beralih melihat ayla dan kembali melihat ke benda ditangannya.



'rambut palsu'. deniz mencekram kuat rambut tersebut dengan matanya yang terpejam.



"kenapa beyza? kenapa...kenapa kamu memakai ini?...". deniz menatap ayla dengan geram sedangkan ayla masih setia dengan tidurnya.



"hingga membuatku tidak mengenalimu". ujar deniz sedih lalu ia tersentak saat menyadari sesuatu. dengan cepat deniz menyibak selimut sehingga memperlihatkan tubuh ayla yang polos tanpa sehelai benangpun dan tidak tertutup dengan apapun.



Mata deniz tidak melihat ke tubuh ayla melainkan ke atas kasur di mana darah perawan ayla di sana. deniz menggertakkan giginya,marah ke dirinya sendiri. ia beralih menatap ayla dengan dirinya serta hatinya yang sakit.



Deniz melihat ke selangkangan ayla yang tertutup dengan kedua paha ayla yang merapat. tanpa pikir panjang. deniz bergeser lalu meraih kedua paha ayla dengan kedua tangannya dan membukanya sehingga terlihat bagaimana ******** ayla akibat ulahnya.



Deniz memejamkan matanya. ia seperti bisa merasakan sakit ayla sekarang akibat robekan paksa yang ia lakukan.




"maafkan aku, maafkan aku beyza? maaf...aku menyakitimu, maaf...". ujar deniz sambil terus mengelus ayla. ia berhenti saat merasakan pergerakan ayla. ia tidak mau ayla bangun dan melihat apa yang sedang ia lakukan.



Melihat ayla yang kembali terlelap. deniz bernafas naik turun lalu menurunkan kepalanya ke selangkangan ayla hingga sampai ke depan milik ayla.



Deniz memejamkan matanya.



"nikmatilah sayang? aku harap ini akan menjadi obat untuk sakit ini, aku mencintaimu". ujar deniz lalu melumat bermain di sana tanpa peduli ayla yang akan terbangun.



Deniz mengikuti instingnya menikmati ayla sehingga membuat ayla mendesah dan ia pun terbangun.



"ah...deniz? ". seru ayla.



Deniz dengan cepat bergerak naik ke atas menatap wajah ayla sembari membelai wajah ayla.



"pejamkan matamu dan rasakan semuanya, nikmati beyza? aku milikmu dan kamu milikku, ini adalah mimpi...mimpi kita".

__ADS_1



Seperti terhipnotis ayla kembali memejamkan matanya dan tertidur lagi.



Deniz tersenyum melihat itu.



"ya tidurlah, ini mimpimu dan di sini...ada aku, pria...yang kamu cintai".



Deniz kembali menurunkan kepalanya ke bawah saat melihat ayla sudah kembali terlelap. dan ia kembali ke aktifitasnya tadi. melumat dan membelainya dengan lidah dan bibirnya.



Sehingga luka luka yang koyak karna nya akan manjadi sedikit tidak sakit lagi, deniz menyesak lidahnya ke dalam milik ayla sepenuhnya, membelainya dan bermain di dalam sana sehingga membuat ayla mengerang nikmat dengan punggung ayla terangkat dan kepalanya menekan ke bantal.



"ah...deniz...hhh.. ?". panggil ayla ditengah desahannya.



Deniz tersenyum mendengar hal tersebut. ia sangat sangat senang. ia semakin mempercepat gerakan mulut dan lidahnya di milik ayla. sehingga membuat ayla di ambang batasnya, sambil ayla menggeleng gelengkan kepalanya frustasi dengan rasa nikmat yang di berikan deniz padanya dan bagi ayla ia sedang bermimpi. deniz terus membelai ayla hingga...



"aghhh...hhhh..ah... ". ayla mengerang nikmat lalu tubuhnya kembali terhempas ke ranjang.



"deniz...?". panggil ayla masih dengan matanya yang terpejam.



Deniz yang sudah duduk di bawah kaki ayla, menatap ayla dengan nafasnya yang naik turun.



Deniz memejamkan matanya menahan gejola hasrat dalam tubuhnya karna ia pun sekarang sangat menginginkan ayla berada di bawahnya namun...



Deniz kembali membuka matanya lalu menoleh melihat ke pakaian ayla, ia turun dari ranjang, meraih pakaian ayla lalu memakainya ke ayla dengan perlahan sedangkan tangannya masih bergetar namun ia kuatkan. supaya ayla tidak sadar dan menyadari semuanya. untuk sekarang...begini lebih baik beyza.



Setelah memakaikan semua pakaian ayla dari baju sampai celana, ia kembali mengikat tangan ayla dan entah sejak kapan ia melepasnya tadi malam. nafsunya benar benar bukan main, oh tidak. tubuhnya, mengenali beyza.



Deniz terkekeh geli dengan pikirannya. ia kembali turun dari ranjang meraih pakaiannya, memakainya lalu menatap ke ayla sejenak, ia tersenyum bahagia lalu berbalik melangkah keluar dari kamar tersebut.



Hati deniz sangat senang, sangat sangat senang karna wanita yang sedang ia cara dan mendadak hilang dari koneksi mereka sekarang, sudah ada di dalam dekapannya dan lebih mengejutkan, menjadi istrinya.



"tunggu aku beyza? aku akan menyelesaikan semua ini dengan cepat dan kita akan bersama". ujar deniz sebelum masuk ke dalam lift dan wajahnya kembali dingin.



Flashbakck off.




__ADS_1



__ADS_2