Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 69


__ADS_3

Uni Emirat Arab-Dubai.



Di salah satu kamar hotel, yang ada di pusat kota tersebut dengan vasilitasnya yang terlihat mewah semua. seperti khusus di peruntukkan untuk orang orang kalangan atas karna biaya nginapnya yang fantastis.



Suara deringan hp entah yang keberapa kali sudah terdengar di kamar tersebut tanpa ada yang menerima namun si penelpon sepertinya sangat setia untuk terus menghubungi no tersebut.



Cklekc...



Seorang wanita keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono berwarna maron dengan kepalannya terbalut handuk kecil putih. dia ceyda.



Dia sudah di sini sebulan lebih untuk membantu mengerusi desain fashion weeks yang di tanggung jawab oleh tantenya yang seorang pendesain dekorasi.



Ceyda membalik badan menatap keranjangnya saat suara hpnya berbunyi. melangkah ke sana, meraih benda tipis tersebut, mengangkatnya setelah melihat siapa yang menghubunginya.



"assalamu'alaikum ma? ".



"wa'alaikum salam". jawab suara mama ceyda yang sepertinya sedang marah.



"mama telpon dari tadi enggak di angkat angkat, kamu kemana aja sih? ". suara mama ceyda yang jengkel.



"ceyda tadi di kamar mandi, tadi barusan pulang".



"sudahlah! ceyda? berani kamu ya sekarang bohongi mama dan papamu, membuat mama dan papamu seperti orang bodoh? ".



Ceyda yang mengerti arah tujuan mamanya bicara, hanya bisa menghela nafas.



"kapan mama dan papa tahu ".



"apa itu pertanyaan yang pantas kamu tanyakan pada mamamu ini? yang sudah kamu bohongi hidup hidup? apa? hubungan dengan deniz baik baik saja?huh.. jika saja kami tidak melihat berita saluran tv swiss tentu kami tidak akan pernah tahu, benarkan? kamu sudah sangat keterlaluan ceyda? "



Ceyda menarik nafas beranjak dari ranjang melangkah ke jendela kaca yang memperlihatkan deretan gedung tinggi menjulang di hadapannya.



"lagian semua sudah berakhir ma? mama dan papa mendapatkan apa yang kalian mau dan sekarang giliran deniz yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini, cintanya! semua seimbang kita....saling memanfaatkan".



"kenapa bisa begini? mama benar benar tidak percaya ceyda? apa yang terjadi? bukankah...".



"deniz sangat mencintaiku? ". ceyda terkekeh geli.



"...". mama ceyda diam dan dia mau mendengar kelanjutan ucapan anaknya.



"kita mempermainkan hidupnya dan dia....mempermainkan kita, bukankah itu juga balasan yang adil? apa mama tahu? awalnya ceyda sangat merasa bersalah dan berniat mau meminta maaf namun ketika mengingat deniz bisa saja marah dan meninggalkan ceyda, ceyda tidak bisa, ceyda...sudah benar benar jatuh cinta pada deniz dan takut deniz meninggalkan ceyda karna itu, ceyda akan berjanji seumur hidup hanya akan dengan deniz meski ia tidak bisa memberinya anak, jika yang di butuhkan deniz cintanya? maka aku akan memberinya selamanya, ceyda benar benar takut kehilangan deniz ma? hiks... ". ceyda nangis terisak. sebulan ini hanya pekerjaan yang ia sibukkan untuk melupakan sosok deniz di hati dan pikirannya namun...ternyata itu sulit. sangat sulit.



"tidak ada yang mencurigakan pada deniz, dari awal sampai kehadiran wanita itu tidak ada gerakan deniz yang mencurigakan, dia tetap seperti biasa seperti deniz pertama ceyda temui, tidak ada emosi yang terpendam atau...gelagat tubuhnya yang aneh, dia....tetap deniz yang selalu mencintainya. semua yang dia lakukan sukses membuat ceyda percaya...deniz mencintainya dan selalu menginginkannya dan...sudah melupakan wanita itu tapi nyatanya...bisakah ceyda katakan deniz hanya sedang menggunakannya untuk mencapai tujuannya yaitu menggenggam wanitanya sedangkan di sini, dari awal ceyda yang menggunakan deniz, huh...". ceyda mendengus sambil tertawa bodoh.



"karna itu ma? awalnya aku sangat merasa bersalah padanya namun ketika mendengar ucapan deniz malam itu...aku seperti manusia bodoh yang sedang di permainkannya dan sekaligus juga seperti kedapatan mencuri milik negara, begitu memalukannya ma? karna itu...apa yang bisa ceyda tuntut dari deniz? cinta? kenyataannya deniz tidak pernah mencintai nya, ikatan pernikahan kami sudah berakhir sebulan yang lalu ma, deniz sudah menceraikan ceyda di malam ceyda berangkat kemari".



Kedua mata mama ceyda di sana sontak saja membulat.



"itu tidak mungkin, lalu...kapan kalian pergi ke kantor pengadilan belum bukan? itu artinya, menurut hukum negara kalian masih suami istri, kamu bisa menuntut deniz dan meminta hak mu ceyda? ini belum berakhir, papa dan mama akan mengajukan gugatan untuknya, sehingga dia tidak bisa berkutat dan kembali lagi padamu".



Ceyda tertawa kecil mendengar ucapan mamanya.



"sangat enak di dengar tapi ma? semua percuma...pernikahan deniz dan ceyda tidak terdaftar di hukum negara hanya sah hukum agama saja".



"apa maksudmu? jadi kamu mau bilang...deniz hanya menikahimu dengan nikah siri? padahal kita sama sama lihat saat itu, kamu menikah di depan umum, ada wartawan dan juga semua media meliput kalian kartu nikah kalian juga kalian perlihatkan saat resepsi kalian, apa maksudmu? "



Ceyda tertawa bodoh. bodoh karna deniz berhasil membodohi semua orang termasuk rakyat yang melihat acara pernikahan mereka yang mewah di tambah resepsi yang tiga hari tiga malam tersebut. yang ternyata...



"semua palsu ma? yang nyata kami menikah namun tidak mendapatkan surat nikah, yang ada surat palsu dan deniz membayar beberapa orang untuk mengurus semuanya, kita semua terlena dengan kemewahan yang deniz berikan tanpa peduli dengan pendaftaran pada negara bahkan di hari yang sama deniz berhasil mengeluarkan paspor dan kartu indentitasnya yang baru sebagai istri deniz dan bahkan...mengumumkannya pada media kalau ceyda...nyonya Selim Al-khaled, lucu bukan ma? dan kita sama sekali tidak tahu kalau sedang di pergunakan".

__ADS_1



"di pergunakan untuk apa? mama tidak mengerti ".



"mengelabui pria bernama reyya, membuat kakeknya percaya bahwa dia sudah melupakan queen"



"maksudmu... presdir tidak setuju deniz dengan queen? ".



"aku juga tidak tahu ma kenapa? deniz tidak memberitahu ceyda, yang deniz pesan sama ceyda sebelum pergi, jika kakek menelpon ceyda maka ceyda harus berekspresi kalau tidak terjadi apa apa dan mereka masih bersama sama jika tidak...".



"jika tidak!"mama ceyda dengan tidak sabaran mau mendengar kelanjutan ucapan ceyda.



"deniz akan menarik kembali semua saham yang dia berikan ke papa dan membuat perusahaan papa jatuh ke titik nol lagi, ceyda tidak bisa berbuat apapun ma? ".



Mama ceyda menggeram kesal di sana sambil mengumpat deniz kasar. dengan posisi deniz yang sekarang bukan tidak mungkin bocah itu bisa menjatuhkan mereka bahkan hanya dalam waktu semalam bisa dia lakukan.



"deniz memberikan ceyda rumah yang mereka tinggalin selama ini beserta semua fasilitas di sana termasuk mobil karna dia bilang, dia tidak membutuhkannya lagi, ceyda bisa bebas mau menjual atau memakai"



"itu tidak penting sekarang? jika tadi kamu bilang presdir khaled tidak menyetujui hubungan deniz dan queen itu artinya kamu masih bisa bersama deniz lagi ceyda, mama yakin dan sangat yakin sekarang...presdir tentu sedang mencoba merestui mu untuk cucu menantu nya, selama lamanya untuk cucunya jika deniz tidak mau, mama sangat kenal dengan sikap kejam Presdir dia tentu akan memaksa deniz, kamu ceyda...tunggu saja, saat itu... mama akan mendapat kan surat sah untukmu".



"tapi ma... "



"tidak ada tapi tapian, jika kamu tidak bisa menggantikan posisi queen di hati deniz maka dengan menjadi istri deniz yang sah, pria itu tidak bisa berbuat apapun lagi".



Ceyda terdiam dalam hati dia sangat yakin kalau itu, tidak mungkin. 13 tahun deniz bisa bertahan dan mencari queen. apalagi persetujuan kakeknya...itu bukanlah hal yang sulit bagi deniz meski dia...harus melawan kakeknya atau kakeknya, yang akan...mengurung deniz, memejarakannya memberikan sangkar yaitu rumah.



💓💓💓



Di tempat lain.



Di dalam kamar mandi dengan ruangan yang cukup luas, di sisi lain berlapis kain tipis di sebalik kain tersebut terlihat deniz dan ayla yang sedang berendam dalam satu bathtub bersama, dengan busa memenuhi tempat tersebut serta wangi yang memabukkan penciuman.




"arghhhh...". teriakan keluar dari mulut deniz sambil punggungnya dia sandarkan ke belakang dan memejamkan matanya. dia mau menikmati saat ini saat pertama kali berendam di tempat yang sama dengan ayla. deniz diam diam tersenyum bahagia.



Ayla hanya melirik sesaat sebelum kembali membersihkan dirinya dengan wajahnya yang datar. seperti ada masalah yang mau dia katakan ke deniz.



"deniz? ".



"hm? "



"selim? "



Deniz menyungging senyum samping sebelum menjawab jail.



"kamu mau memancingku lagi sayang? ". deniz sudah memeluk ayla dari belakang dan menciumi tengkuk ayla dengan sensual.



"aku serius? ini seperti mimpi".



Deniz terdiam dengan gerakannya terhenti. sedetik kemudian dia mengeratkan pelukannya pada ayla di mana kedua tangannya berada di atas perut ayla.



"tapi ini bukan mimpi, di sini ada aku dan kamu, dan anak kita, kita bersama". ujar deniz lalu memiringkan kepalanya melihat ayla.



Kedua alisnya menyatu saat melihat raut wajah ayla yang sebentar sebelum ayla melihat deniz dan tersenyum. seakan akan tidak ada apapun.



"beyza? "



"hm? ".



"beyza? ". deniz mengubah nada panggilannya sambil menatap punggung ayla tajam.

__ADS_1



"apa sih? ayo cepat mandi, aku lapar tahu? ".



"sesuatu terjadi bukan? ".



Ayla tersentak. dia membalik badan menatap deniz tanpa mengubah posisi duduknya. dengan cepat memutar badan lagi saat melihat manik mata tajam deniz.



"beyza? ". panggil deniz terserat nada perintah.


Ayla menarik nafas sebelum berbicara.



"beberapa hari yang lalu...pak Khaled menghubungiku! ". ujar ayla sambil menundukkan kepalanya.



Deniz tersenyum tipis.



"dia kakekku sayang? itu artinya dia juga kakekmu, lalu? apa yang di katakan kakek? ".



Ayla diam sejenak sebelum kembali bicara.



Deniz yang menanti dengan degupan jantungnya yang tidak lagi normal dan matanya menatap ayla tajam di depannya.



"kakek...". ayla menjeda ucapannya.



Deniz menanti dengan sabar namun tidak dengan batinnya.



"kakek memintaku untuk meninggalkanmu katanya...semua...demi kebaikanmu".



"dan kamu".



Ayla terdiam.



"dan kamu beyza? ". deniz menaikkan nada suaranya.



"aku... ". ayla sedikit ragu menjawab pertanyaan deniz. karna ia, benar benar bingung.



Melihat keraguan pada ayla deniz menjadi marah.



"sudah ku duga... ". ucap deniz sambil bangkit berdiri tiba tiba yang seketika juga membuat ayla terkejut.



Ayla membalik tubuhnya mendongak menatap deniz yang tanpa sehelai benang pun namun fokus ayla hanya ke wajah marah deniz.



"deniz aku... ".



Deniz keluar dari bathtub dengan raut wajahnya yang marah. menghidupkan shower membasahi kepala sampai tubuhnya asal mematikan meraih handuk, melilitkan ke pinggangnya.



Ayla melihat hal itu tanpa bisa berkata kata. ia tersentak saat melihat deniz mau melangkah keluar.



"deniz? dengarkan aku dulu... ".



"tidak ada pembicaraan beyza? jika kamu berniat mengikuti kemauan kakek, tidak ada dan tidak akan pernah ada".



Brakhhhh...



Ayla memejamkan matanya dengan suara bantingan pintu yang di lakukan deniz.







__ADS_1




__ADS_2