Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Keduanya hancur karena keluarga Arasyid


__ADS_3

Semua keluarga sudah berkumpul di rumah Papa Damar. Nathan beserta anak dan istrinya juga sudah tiba tadi sebelum maghrib dan melakukan sholat berjamaah dirumah bersama yang lain.


Kini mereka semua sedang menikmati makan malam dengan menu gurame bakar dan gurame asam manis. Menikmati ikan hasil tangkapan si kembar, Kenan dan Kiara.


"Sayang, Kiara biarkan adiknya makan dulu, sayang. Nanti kalau sudah selesai makannya baru diajak main lagi." tegur Nayra pada Kiara yang mengganggu Eza untuk diajak main. Padahal Kiara sendiri juga belum selesai makannya.


Mereka, Kiara, Kenan, Susan dan Eza makan dibawah sambil menonton acara kartun anak.


"Kiala nggak ganggu Dek Eza kok, Ma." kilahnya sambil menerima suapan dari Miss Kimy. Ya, karena menunya ikan jadi Kiara malas makan sendiri, maunya disuapin, alasannya ikannya banyak durinya.


Berbeda dengan Kenan yang makan sendiri walau sebelumnya durinya juga sudah dipisahkan dengan dagingnya oleh Mama Nayra.


"Kiara bohong, Ma." adu Kenan pada Mama Nayra.


Kiara menatap tak suka pada Kenan. Saudara kembarnya itu selalu saja mengadukan yang tidak-tidak. Padahal sih iya. Sejak tadi dia mengganggu Eza untuk diajaknya main terus.


Nayra geleng kepala melihat kedua anaknya itu. Yang satu bar-bar dan jahil, yang satunya lagi pendiam tapi jahil juga.


Di tengah acara makan handphone Romi berdering. Dengan terpaksa dia pamit sebentar untuk mengangkat telephone itu, apalagi yang menelepon nya dari kepolisian.


"Sayang, katanya tadi kamu ingin makan ikan." kata Devan pada Nayra.


"Ini, tambah lagi ikannya biar kuat nanti." Devan menambahkan gurame bakar di piring Nayra.


"Kamu ingin membuat perutku meledak." sewot Nayra saat melihat piringnya yang begitu penuh hingga dia bingung harus makan yang mana dulu.


"Bukan begitu sayang maksudnya." bantah Devan saat Nayra menuduhnya ingin meledakkan perut istrinya. Ya kali Devan setega itu sampai ingin meledakkan perut istri yang dicintainya.


"Buat kamu aja, aku sudah kenyang. Nanti bukannya kuat aku justru sakit perut." Nayra mengembalikan gurame bakar ke piring Devan.


"Kalian ini bicara apa sih? Biar kuat. Emang kuat apaan?" tanya Mama Arumi yang gak paham akan pembicaraan Devan dan Nayra.


"Mama kaya' gak pernah muda saja." ucap Dahlia.


"Apa hubungannya coba." kata Mama Arumi yang belum paham arah pembicaraannya kemana.


"Kuat di olahraga ranjang, Ma." ucap Devan tanpa difilter terlebih dahulu.


Nayra yang mendengar ucapan suaminya itu malu bukan kepalang. Kenapa seperti itu harus dibahas di meja makan didepan semua anggota sih, pikirnya.

__ADS_1


"Auwww.." pekik Devan saat perutnya dicubit Nayra dengan gemas.


"Rasain." cibir Nayra melihat suaminya kesakitan


"Bos.." Romi memanggil Devan untuk mengikutinya.


Devan langsung mengikuti Romi saat melihat raut wajah Romi yang menunjukkan keseriusan.


"Ada apa?" tanya Devan setelah mereka sampai di ruang kerja.


"Maya keluar dari penjara. Ada yang menjaminnya." jawab Romi cepat.


"Apa?" teriak Devan, dia begitu kaget mendengar apa yang keluar dari mulut Romi.


"Dan kamu tak akan percaya siapa yang menjamin wanita itu." kata Romi dengan senyum kecutnya menatap Devan.


"Siapa?" tanya Devan dengan suara beratnya. Dari tatapan yang Romi berikan Devan yakin orang yang menjamin wanita itu orang terdekatnya.


"Orang yang kamu mintai bantuannya untuk mencari si kembar dan nayra." jawab Romi dengan menatap tajam Devan.


"Kamu jangan asal bicara Romi." tuduh Devan yang tak percaya akan apa yang Romi katakan.


Devan hanya melirik handphone Romi dan tak mengambilnya. Mereka diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Kamu harus menjaga Nayra juga si kembar dan juga anak yang masih dikandungan Nayra." ujar Romi setelah terjadi keheningan beberapa menit.


"Aku rasa mereka mengincar Nayra." sambung Romi.


"Maksud kamu?" tanya Devan yang belum paham maksud Romi.


"Maya masuk perjara karena Nathan dan Aska, dan Carol perusahaanya hancur karena Paman Rasyid." Romi menatap tajam Devan.


"Dan keduanya hancur karena keluarga Arasyid." kata Romi dengan suara rendah.


Devan mengusap wajahnya kasar. Kenapa mereka datang di saat dirinya dan Nayra sudah bahagia kembali. Apalagi sekarang Nayra sedang hamil anak ketiga.


"Sudah, lebih baik kita kembali berkumpul dengan yang lain. Kita bicarakan nanti kalau istri kita semuanya sudah tidur." saran Romi supaya keluarga yang lain tidak curiga. Romi keluar terlebih dahulu meninggalkan Devan.


"Apapun yang terjadi aku akan berjuang untuk Nayra dan anak-anak ku. Apapun akan ku lakukan untuk keluarga kecilku." gumam Devan kemudian dia keluar dan berkumpul dengan yang lain.

__ADS_1


"Kalian ini. Waktunya kumpul keluarga malah bahas kerjaan." keluh Papa Damar pada Romi dan Devan yang kembali bergabung dengan keluarga yang lain.


"Maaf, Paman. Ada sedikit masalah tadi." ucap Romi.


"Kenapa dia?" tanya Nathan menunjuk Devan yang datang langsung memeluk Nayra.


"Lagi bucin dia." jawab Doni pelan membuat mereka yang mendengar itu langsung tertawa.


Semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing setelah Nathan pamit pulang karena anaknya rewel sudah ngantuk.


Devan dan Romi juga Doni yang sudah diberitahu masalah keluarnya Maya, sekarang mereka ada di ruang kerja Papa Damar untuk membahas strategi apa yang harus mereka lakukan untuk melawan Maya juga Carol.


"Dapat uang dari mana Carol menjamin Maya?" tanya Doni pada Romi.


"Gak tahu, yang pasti kita harus panggil Aska untuk menuntaskan ini." jawab Romi.


"Kalau panggil Aska yang ada Nayra bakal curiga." kata Doni dan dibenarkan Romi.


"Kita minta bantuan Ilyas saya. Dia kan ketua tim Alpa nya Aska. Aku yakin dia bisa mengatasi ini semua." Romu memberikan saran untuk masalah yang akan dihadapi.


Doni menyenggol kaki Romi saat Romi menyebutkan nama Ilyas di depan Devan. Romi yang paham hanya cuek saja.


"Bagaimana Dev? jangan karena cemburu kamu tidak menyetujui saran ku." kata Romi menatap Devan yang hanya menunduk diam saja itu.


"Aku hanya ingin Nayra dan anak-anakku baik-baik saja." ucap Devan lirih.


Romi sama Doni mengangguk paham. Kalau pun Devan ikut memikirkan masalah ini justru membuat Nayra curiga, lebih baik Devan tak ikut campur dan hanya tahu garis besarnya saja.


"Aku ke kamar dulu." Devan beranjak dari kursinya dan kembali ke kamar.


Romi sama Doni melanjutkan rencana untuk melawan Maya juga Carol.


Devan masuk ke kamar dan mencium kedua anak nya bergantian. Dia beralih ke istrinya dan mencium kening Nayra lama.


"Ehmmm." Nayra menggeliat


"Tidurlah, aku akan memelukmu malam ini." kata devan lirih dan berbaring di belakang Nayra,memeluk Nayra dari belakang.


"Apapun akan Papa lakukan untuk kalian, walau nyawa Papa sendiri taruhannya."

__ADS_1


__ADS_2