Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
Bab 48


__ADS_3

"jadi...maksudmu, kamu sengaja berbuat kasar padaku dan mengataiku jalang, supaya aku membencimu? dengan begitu tidak ada yang mencurigai mu kalau kamu masih mencintaiku dan sedang mencariku! ".



Deniz mengangguk sambil menatap ayla.



Mereka duduk di kursi belakang mobil dan saling berhadapan.



"tapi...seharusnya...kamu bisa mengatakan padaku semuanya dan aku...tidak berburuk sangka padamu". ayla menunduk sedih.



"beyza? awalnya aku mau mengatakan semuanya dan yang paling mau aku katakan saat pagi itu adalah aku mencintaimu, aku di sini masih mencintaimu dan aku sangat senang sudah menemukanmu tapi...selanjutnya apa? reyyan akan tahu kalau kamu adalah queen, setelahnya kamu tahu sendiri beyza? dia bisa memaksamu pergi dan bercerai denganku...". deniz menggeleng.



"aku harus menahan diriku beyza? 13 tahun aku bisa menahan diriku, dari merindukanmu, kenapa hanya butuh waktu 1 bulan aku tidak bisa? aku butuh kamu hamil anakku dalam waktu satu bulan beyza? dengan begitu ketika reyyan menemukan keberadaanmu dia tidak bisa berbuat apapun".



Ayla memicingkan matanya menatap deniz.



"pertama, bagaimana jika aku tidak hamil dalam waktu satu bulan, kedua, bagaimana kamu bisa yakin dia tidak bisa berbuat apapun, nyatanya malam itu pria itu mau membunuh anakku bukankah dia sudah tahu? di tambah, kamu bilang sesudah aku hamil reyyan baru tahu kamu siapa lalu...untuk apa dia menaruh mata mata di rumah mu jika dia tidak tahu siapa kamu, deniz? kamu tidak sedang mencoba membohongiku kan? ".



Deniz menarik nafas. ia tahu akan bakalan begini, beyza akan sulit mempercayainya tapi...ini memang sudah resikonya.



Percaya atau tidak. baginya ia harus mengatakan ini pada beyza sebelum ia kehilangan wanita ini lagi. paling tidak, beyza tahu kalau ia masih mencintainya.



"seperti kataku, aku akan jawab semua beyza? kenapa aku menikah dengan ceyda dan kenapa harus ceyda dan kenapa...semua orang tahu kalau aku sangat mencintai ceyda!". deniz terdiam, menatap beyza sebelum kembali bicara dan ia akan bilang semua pada beyza malam ini.



"setelah kecelakaan itu...sampai aku masuk ke universitas di sini, kita saling mengirim email bukan? meskipun dengan perasaan lain, aku yang mencintaimu dan menganggapmu sebagai kekasihku, kamu yang tidak mencintaiku dan hanya menganggapku sebagai teman, benar bukan?! ".



Ayla mengerjap dan ia mengangguk, membenarkan.



Memang ya begitu, perasaanku ke pria bernama selim saat itu memang begitu, setelah kencan mereka jika sebelumnya? maka aku, ugh...jangan tanya, aku sangat membencinya. bagiku dia cowok yang sangat menganggu hingga pernah timbul pikiran dalam otaknya untuk mengeluarkannya dari sekolah dengan tanganya sendiri. sebelum pertandingan itu dan janji kencan.



"beberapa bulan setelahnya, aku kehilangan kontakmu, kamu tidak membalas emailku hingga sampai emailku tidak masuk lagi, kau tahu beyza? aku sangat frustrasi saat itu, hampir membuatku gila, dengan berbagai cara aku berusaha mencari kontakmu namun semuanya...tidak bisa di hubungi, aku tidak akan bertanya kenapa kamu mematikan semuanya karna aku sudah tahu jawabannya beyza, melindungiku lagi bukan? ".



Ayla menunduk dan terdiam. melindungi cowok bernama selim saat itu bukan berarti aku menyukainya atau membalas perasaannya akan tetapi, aku tidak mau ada orang lain terluka hanya karna diriku, semua hanya tidak mau merasa bersalah sendiri.



Deniz menatap beyza sedangkan tubuhnya seperti lemas semua. ingin sekali ia bertanya, kenapa beyza? kenapa kamu lakukan itu, kenapa lagi lagi kamu...melindungiku tapi bagiku kamu seperti membunuhku beyza?.



"di masa depan jangan pernah lakukan itu lagi beyza? untukku, kamu tahu? perlindunganmu seperti membunuhku sedikit demi sedikit".



"aku rasa kamu masih ingat bagaimana kamu dihajar reyyan hingga kepalamu harus di jahit, selim? ".geram ayla marah. pria ini bukannya berterima kasih tapi malah...



"lebih baik aku di bunuh sama pria itu daripada kamu membuat perjanjian konyol". teriak deniz murka.



Ayla menyatukan alisnya.



"konyol...? dimananya yang konyol? aku melindungimu". teriak ayla tidak kalah marah dari deniz.



Deniz mengangguk mengejek ayla sembari tersenyum sinis.



"menikah dengannya setelah melahirkan anakku, katakan padaku kalau itu tidak konyol beyza? ".



Kedua bola mata ayla sontak saja membulat.



'darimana pria ini tahu?... dari mata matanya? tidak, perjanjian itu hanya keluarga yang tahu'.

__ADS_1



Deniz menatap ayla tajam dengan nafasnya yang naik turun.



Ayla kembali melihat deniz namun ia tersentak saat melihat tatapan tajam deniz.



"kamu tahukan, aku di sini sebagai rahim pengganti, setelah anak ini lahir kalian akan mengambilnya atau aku yang menyerahkan pada kalian itu perjanjiannya, lalu...setelah itu aku akan kemana deniz? selain kembali kekehidupanku ini dan reyyan memang calon suamiku bukan? semua ini hanya menunggu waktu saja, mau atau tidak! aku memang akan tetap menikah dengannya".



"aku tahu semua beyza tentangmu tapi di sini, kamu membuat perjanjian itu, supaya kakekmu menyetujuimu untuk menikah denganku dan kamu membuat perjanjian konyol itu, bisa tidak dalam hidupmu tidak ada perjanjian dan itu membuatku geram".



Ayla menggepal tangannya. menggeram marah.



"jika aku tidak menikah denganmu dr deniz yang bodoh, apa sekarang kamu sudah menemukanku? aku yakin sampai rambutmu memutih tidak akan, karna aku sudah menikah denganmu dan terjadi malam pertama dan karna itu kamu melihatku bukan? pikirkan jika aku tidak menikah denganmu, konyol?...ah tentu saja iya, konyol karna mau menikah dengan pria yang sudah beristri, aku aja yang gila". ayla berbalik membelakangi deniz dengan marah.



Pria ini, benar benar tidak tahu cara berterima kasih.



Deniz mengerjap sembari berpikir semua ucapan beyza, sedetik kemudian dia tersenyum.



'benar yang di katakan beyza tapi tetap saja, perjanjiannya itu membuatnya marah'. deniz menghela nafas lelah.



Deniz beralih menatap beyza yang membelakanginya. ia tersenyum.



"kamu marah? ". deniz menyampingkan wajahnya menoleh mengintip beyza.



"....". ayla hanya menarik nafas. ia mengerjap saat teringat pertanyaannya belum sepenuhnya di jawab pria ini.



Ayla kembali berbalik menatap deniz.




Deniz mengerjap mencoba berpikir sampai mana tadi.



"sampai mana tadi? ". tanya deniz takut takut ke beyza karna melihat wajah beyza yang sama sekali tidak bersahabat.



"sampai mana? sampai kamu bilang aku konyol". ayla sedikit berteriak dan menatap deniz tajam.



Deniz menelan ludahnya takut takut.



"maaf...". ujar deniz dengan suara lemas.



"sudahlah! tapi...ini aneh, jika setelah kecelakaan itu kamu sudah masuk universitas itu artinya saat kamu mengemail denganku kamu sudah mengambil jurusan dokter bukan? ".



Deniz mengangguk lalu ia tersenyum karna ia tahu kemana arah pertanyaan beyza.



"lalu...kenapa kamu tidak bilang padaku saat itu kalau kamu mengambil jurusan dokter tapi kamu waktu itu bilang, sama sepertiku".



Deniz tertawa miris, karna mengingat saat itu.



"saat itu aku berencana, setelah lulus dan sudah menjadi dokter yang gagah maka aku akan mengajakmu bertemu lalu aku akan memakai baju putih yang kamu sukai itu, berdiri di depanmu dan bilang dengan bangga padamu kalau aku sudah menjadi seorang dokter lalu...melamarmu dengan memakai baju itu tapi...". mata deniz menatap kosong ke depan. ia mendengus sembari tersenyum.



Itulah yang di katakan, manusia hanya bisa merencanakan tapi yang tentukan semua hanyalah allah.



Ayla mengalihkan matanya ke arah lain.menatap ke luar jendela.

__ADS_1



"deniz? ".



"hm, selim"



"terserah, sejak kapan reyyan mematai mataimu".



Deniz kembali melihat beyza sedangkan beyza masih melihat ke luar jendela.



"6 bulan setelah kecelakaan itu, saat aku sudah memasuki semester 1".



Ayla memutar kepalanya menatap deniz.



"kenapa dia bisa mematai mataimu, padahal aku tidak berhubungan denganmu lagi".



Deniz diam sejenak sebelum berbicara.



"aku membayar beberapa orang untuk mencarimu dan satu orang mencari keberadaanmu melalui jaringan data, aku ketahuan sama reyyan! orangku di pukul oleh anak buahnya hingga sampai masuk rumah sakit dan satu lagi...yang mencarimu melalui jaringan data yang sangat dilarang untuk di pakai, di tangkap atas laporan reyyan, sejak saat itu...aku lebih berhati hati dan waspada, 3 bulan setelahnya bobby di lepaskan dan aku kembali mencarimu tapi tidak menurunkan lagi orangku kelapangan melainkan mencari di setiap cctv kota di manapun, kebetulan mereka ahli dalam meretas".



"namanya bobby".



Deniz mengangguk.



"sejak saat itu...aku mulai bersandiwara, kebetulan saat itu ceyda datang menghampiriku, awalnya dia sudah mendekatiku beberapa bulan sebelum kejadian itu tapi aku tidak peduli karna di hatiku hanya ada kamu dan akan selalu begitu, namun setelah kejadian penangkapan orangku dan reyyan mematai mataiku aku menggunakan ceyda! kamu tahu beyza...? aku hampir mencekik ceyda saat itu karna dia...berani menyerupai dirimu untuk mendekatiku tapi mengingat untuk mengalihkan mata reyyan dan rencanaku tidak ketahuan, aku merespon ceyda, hingga kami berteman lalu...saat mendengar kamu akan menikah dengan reyyan aku menggelar pesta pertunangan dengan ceyda tentu saja dengan memaksa mami, papi dan kakek karna mereka sama. sekali tidak setuju aku dengan ceyda tapi aku harus menggunakan ceyda karna saat itu hanya ceyda yang bisa aku pakai". deniz menatap beyza.



Beyza menyatukan alisnya.



"maksudmu? ".



"aku menyuruh bobby untuk menyelidiki ceyda, apa dia orang suruhan reyyan, ternyata tidak tapi yang dia temukan mengejutkanku, kamu tahu apa sayang? ".



Beyza diam, sambil menunggu kelanjutan ucapan deniz.



"dia hanya mau memanfaatkanku, lebih tepat, mami dan papinya, perusahaan papinya di ambang bangkrut hingga dia memerlukan pemasukan dana, hutang di mana mana, berhubungan dengan bank, rumah hampir di sita dan aku? sasaran empuk mereka, mami ceyda dan mami ku teman, semasa sekolah! bukankah rencanaku sangat mulus sayang? jatuh cinta pada anak teman mami, itulah judul berita saat itu, saat aku mempublikasikan hubunganku dengan ceyda, kecurigaan reyyan tidak berhenti di situ, dia tetap mematai mataiku, awalnya aku kira sampai bertunangan saja namun siapa sangka, itu terus berjalan karna seseorang di kabarkan menghilang saat aku sudah menemukan keberadaannya".



Ayla menatap deniz dengan bingung.



Deniz mendesah lelah.



"beyza? saat itu aku sudah menemukanmu kalau kamu ada di sidney dan bekerja di cafe, aku ke sana namun apa yang ku dengar dari mereka? kamu sudah pergi, tengah malam beyza aku terbang ke sana begitu mendengar di mana kamu berada".



Ayla membulatkan matanya. Saat itu, ia menyadari seseorang terus mengikutinya karna takut itu adalah orang reyyan ia lari dan habis shalat maghrib ia memasukkan semua barang ke koper dan pergi dari sana.



"aku menyadari seseorang mengikutiku... ".



"itu orangku...".



"ya?! ".



"dan dia kehilangan jejakmu, entah kakimu yang sangat panjang atau dia yang lamban". deniz menggertakkan giginya. seandainya ia sudah menemukan ayla saat itu tentu saja ia tidak perlu meneruskan sandiwaranya hingga sampai menikah dan yang paling parah, ia harus tidur dengan ceyda, jika tidak, semua rencananya akan sia sia.


__ADS_1


Ayla mengerjap. kejadian apa ini? .



__ADS_2