Rahim Pengganti

Rahim Pengganti
alex pergi


__ADS_3

setelah semuanya sudah rampung tinggal menghitung jam saja atau kurang lebih satu hari lagi madu dan alex akan sah menjadi suami istri. madu harus nya bahagia karna besok acara pernikahannya dengan alex akan di selenggarakan,namun madu sedang tidak baik baik saja.dia modar mandir tidak karuan, sesekali ponselnya berbunyi madu meliriknya tertera nama si pemanggil " alex" namun madu tidak mengangkat nya .setelah ponselnya berhenti berdering tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering dengan nama pemanggil yang sama. karna madu risih dan tau jika tidak di angkat alex akan terus menghubunginya kembali.dengan terpaksa madu mengangkat nya.


" halo sayang kamu tidak apa apa kan?"


belum sempat madu mengucapkan halo ,alex sudah nyeroscos duluan


" aku gak apa apa " ucap madu dengan santainya

__ADS_1


" terus kenapa telpon ku tidak kamu angkat dari tadi.padahal aku sudah menghubungi mu hampir 15 kali telpon dan 23 pesan,dan tidak satu pun yang kamu lihat.aku jadi khawatir,di tambah lagi kata asisten mu kamu mengurung diri di kamar seharian ini. ada apa? coba cerita padaku,apa kamu main rahasia rahasiaan sekarang hah?"


" bukan begitu...aku hanya tidak ingin membuat kamu khawatir atau pun jadi terbebani. "


" kenapa begitu? aku calon suami mu ,apa yang jadi masalah mu itu jadi masalah ku juga. apa yang membuat mu sedih itu juga akan membuatku sedih.bukan kah kita sudar berjanji tidak akan ada yang di rahasiakan bahkan hal sekecil apapun itu. lalu sekarang kamu malah bicara begitu,itu artinya kamu tidak percaya padaku? kamu tidak menganggap ku hem?" alex sedikit kesal dengan sikap madi yang tidak mau terbuka .


namun bukan nya berhenti madu malah semakin menjadi,tangisnya pecah dia tidak bisa menahan tangisnya .rasa bahagia karna sekarang ada orang yang begitu sayang padanya.setelah bertahun tahun lama nya hanya alex yang kini begitu sayang terhadapnya.bahkan sosok raffi yang dulu dia bangga kan kini telah jauh di banding alex.

__ADS_1


" ya ampun sayang ...jangan nangis,tunggu aku yah aku ke sana sekarang ok ." alex segera menutup ponselnya dia keluar dari kamarnya karna memang madu yang memintanya untuk tidak saling bertemu dulu sebelum akad nikah di mulai.tapi kini karna kekhawatirannya terhadap calon istrinya itu alex pergi untuk menemuinya.


alex melajukan kendaraannya seperti seorang pembalap ,dia tidak perduli meskipun banyak kendaraan lain yang membunyikan klakson agar alek tida ngebut, tapi alex tidak perduli akan hal itu dalam pikirannya hanya ada madu .


sedangkan madu makin tidak karuan pikirannya ke mana mana di tambah alex yang memutuskan telponnya begitu saja,madu yakin alex pasti ke mari menemuinya.yang dia khawatirkan alex orang yang tidak terlalu perduli akan ke selamatannya,yang pentung bagi alex orang yang dia sayang lah yang paling utama.


madu berusaha menghubungi ponsel alex,namun tidak di angkat. " ya ampun lex...kamu ini bikin aku khawatir saja"

__ADS_1


__ADS_2